Nadeo Gibran Erlangga berniat untuk melamar Arzela Kayzel Atharva, yang selama ini dia klaim sebagai jodohnya.
Namun Nadeo terpaksa harus mengubur impiannya itu demi membalas budi pada keluarga yang sudah merawat dan membesarkannya selama ini.
Nadeo harus menikah dengan Sabrina Eleazar menggantikan sang adik yang kabur di hari pernikahannya.
Arzela hancur dan patah hati, namun ia harus tetap mengikhlaskan cinta pertamanya itu menikahi Sabrina yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.
Akankah Nadeo bertahan dengan pernikahannya setelah tahu kebenaran yang selama ini tersembunyi?
Ataukah justru takdir mempersatukan Nadeo dan Arzela kembali?
Sekuel Belenggu Cinta Pria Beristri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 6
"Baiklah, aku terima."
Dewa tersenyum puas dengan keputusan Nadeo karena bersedia menerima tawarannya. Sejak awal Dewa sudah menduga putranya itu pasti akan menerimanya tawarannya. Walaupun ia masih melihat sedikit keraguan di mata putranya.
"Bagus, papa tahu Kamu akan menerima tawaran papa."
Nadeo menganggukkan kepalanya. Dalam hati kecilnya berharap semoga ia tidak salah mengambil keputusan. Yang terpenting saat ini Nadeo hanya ingin menemukan keberadaan Gentala. Karena hanya itu satu-satunya cara supaya bisa terbebas dari pernikahannya dengan Sabrina.
"Sekarang Papa jawab pertanyaanku, di mana Gentala?"
Awalnya Nadeo sempat menolak tawaran Dewa, karena ia tidak mau hidup dalam dunia mafia seperti yang Papanya ceritakan. Namun Dewa menjelaskan kehidupan mafia itu tidak seburuk yang Nadeo pikirkan. Ditambah lagi papanya itu menjanjikan akan memberitahu keberadaan Gentala jika Nadeo bersedia menerima tawarannya.
"Gentala masih berada di kota ini, tepatnya di rumah salah satu temannya bernama Farid."
Lagi-lagi Nadeo dibuat tercengang oleh perkataan Dewa. Papanya itu bisa tahu sedetail itu, kok bisa, pikir Nadeo.
"Apa Papa juga bisa memberitahuku soal---"
"Kalau itu, sebaiknya Kamu cari tahu sendiri. Papa mau lihat sampai di mana kemampuan berpikir mu?"
Dewa tertawa melihat putranya mencebik. Sebenarnya Dewa bisa saja memberitahu Nadeo, hanya saja ia ingin melihat lebih dulu kemampuan Nadeo memecahkan sebuah masalah.
"Memangnya Papa tahu apa yang kumaksud?" Tanya Nadeo sedikit kesal.
"Tentu saja. Kamu mau menanyakan soal istri Kamu tercinta, kan?"
Dewa menaik turunkan alisnya menggoda putranya.
"Papa!" Nadeo menggeram kesal. Namun hal itu justru membuat Dewa semakin tergelak.
"Papa bercanda," ucap Dewa di sela-sela kekehan nya.
"Tidak lucu. Aku tidak akan pernah mencintai Sabrina. Aku hanya mencintai gadis cantik-ku, Arzela."
Hanya menyebut nama gadisnya saja sudah membuat sudut matanya berair. Nadeo buru-buru mengusapnya, ia tidak mau papanya sampai melihat sisi rapuhnya.
Namun tidak ada yang luput dari pandangan Dewa. Pria itu melihat dengan jelas kesedihan di mata putranya. Dewa mengeraskan rahangnya, dalam hati ia mengutuk Naomi yang sudah menyembunyikan keberadaan Nadeo darinya.
"𝘈𝘯𝘥𝘢𝘪 𝘕𝘢𝘰𝘮𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘢𝘸𝘢𝘭 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯𝘮𝘶, 𝘚𝘰𝘯. 𝘔𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘩𝘢𝘭 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘣𝘶 𝘵𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘨𝘪𝘭𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶."
"Sebaiknya Kamu bersiap, mulai hari ini Kamu akan mengurus perusahaan Papa."
Ucapan Dewa berhasil mengalihkan perhatian Nadeo dari rasa sesak yang kembali menyapanya. Pria itu mengernyitkan keningnya, "secepat ini, Pa?"
"Lebih cepat lebih baik. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢, 𝘚𝘰𝘯!"
Dewa mengucapkan kalimat terakhirnya dalam hati. Wajahnya menyeringai tipis, ia yakin putranya akan menyukai kejutan darinya.
...----------------...
"Abang mau ke mana?"
Arzela memicingkan matanya saat melihat penampilan Arzelo yang tidak seperti biasanya.
Arzelo biasanya terlihat gagah dengan memakai setelan kemeja kantornya. Namun kali ini ia terlihat menawan dengan outfit casual-nya. Tshirt polos warna hitam dan celana jeans hitam senada, dipadupadankan dengan jaket jeans berwarna mocca. Tidak ketinggalan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya menciptakan aura ketampanan yang semakin memukau.
"Mau antar Kamu," ucapnya, tanpa mengalihkan pandangannya dari cermin. "Arzelo, Kamu luar biasa," gumamnya memuji ketampanannya sendiri.
Arzela memutar bola matanya malas. Abangnya itu orang yang paling perfect dan selalu mengutamakan penampilan. Namun hal itu wajar karena sepadan dengan isi saldo rekening-nya yang tidak terhitung berapa jumlah nolnya.
"Adek pergi sendiri aja."
Arzela buru-buru keluar dari rumah. Jangan sampai Abangnya itu benar-benar mengantarnya. Namun begitu Arzela membuka pintu, entah bagaimana caranya Arzelo sudah lebih dulu duduk di dalam mobilnya.
Tin tin tinnnn
Arzelo membunyikan klakson beberapa kali saat melihat adiknya mematung di depan mobil.
"Abang, kenapa tiba-tiba udah di sini?" Tanya Arzela setelah duduk di samping Arzelo yang siap dengan kemudi nya.
"Abang kan punya kemampuan berpindah tempat," ucapnya disertai kekehan.
Arzela yang kesal dengan tingkah absurd abangnya itu, memilih untuk mengabaikannya saja. Arzela tidak ingin dibuat semakin pusing oleh tingkah Abangnya itu.
Arzelo dan Arzela kini menempati rumah opanya. Walaupun Elang sempat tidak mengijinkan, namun Arzelo tetap bersikukuh karena ia tidak ingin tinggal bersama Harleya yang sudah menyakiti hatinya.
Begitu juga Arzela, gadis cantik itu benar-benar sudah tidak ingin berurusan lagi dengan Aunty-nya yang semakin hari semakin otoriter.
"Ke kampus dulu ya, Bang. Adek mau nyerahin tugas dulu, setelah itu baru ke tempat magang."
"Siap, Tuan Putri!"
...----------------...
"Kamu dari mana saja, Kak?"
Sabrina melipat tangan di dadanya. Tubuhnya bersandar di sofa sedangkan matanya menatap lurus ke arah suaminya yang baru saja masuk ke dalam kamar.
Setelah dari rumah Papanya, Nadeo memutuskan untuk kembali ke kamar hotel tempatnya dan Sabrina menginap. Ia terpaksa kembali ke hotel karena semua barang-barangnya berada di sana.
Nadeo mengernyitkan keningnya, kenapa Sabrina tiba-tiba bersikap seperti itu, pikirnya. Namun Nadeo terlalu malas untuk menanggapi celotehan istrinya itu.
Nadeo berlalu begitu saja, meninggalkan Sabrina yang kesal karena Nadeo mengabaikannya.
"Kak, aku dari tadi nanya?"
Sabrina terus mengikuti langkah Nadeo. Bahkan saat suaminya itu masuk ke dalam kamar mandi, ia terlihat berdiri di depan pintu.
"Astaga!"
Begitu keluar dari kamar mandi, Nadeo langsung disambut oleh tatapan Sabrina yang nyaris membuatnya jantungan. Sabrina memperhatikan suaminya yang terlihat gagah memakai stelan jas khas kantoran.
"Kamu mau ke mana lagi, Kak?"
"Bukan urusanmu!"
Jawaban Nadeo itu berhasil membuat Sabrina mengepalkan tangannya. Dan tanpa sepengetahuan Sabrina diam-diam Nadeo tersenyum menyeringai.
"Kak, aku ini istri---
"Istri pura-pura, jangan pernah melupakan itu."
Nadeo semakin yakin ada hal aneh yang disembunyikan Sabrina. Selama Nadeo mengenal Sabrina sebagai sahabat Arzela, Sabrina tidak pernah menunjukkan sikap seperti ini, bossy dan banyak ngatur. 𝘈𝘵𝘢𝘶 𝘫𝘶𝘴𝘵𝘳𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘪𝘧𝘢𝘵 𝘢𝘴𝘭𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶, 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘬 𝘕𝘢𝘥𝘦𝘰.
"Tapi Kak, pernikahan itu bukan main-main. Dan pernikahan kita juga sah secara hukum dan agama. Jadi, aku ini benar-benar istrimu," ucap Sabrina. Suaranya terdengar lebih lembut dari sebelumnya, namun tentu saja tidak membuat Nadeo luluh. Justru pria itu semakin yakin wanita seperti Sabrina ini memiliki banyak tipu muslihat.
Nadeo kali ini tidak menanggapi ucapan Sabrina, bukan karena tidak ingin tapi ia berusaha meredam emosinya. Nadeo teringat dengan ucapan Dewa sebelum ia meninggalkan rumah papanya itu.
"𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦-𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘴𝘶𝘬𝘢𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢, 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘢-𝘱𝘶𝘳𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘗𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢, 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘭𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨."
𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥
Nadeo Gibran Erlangga
Arzela Kayzel Atharva
Sabrina Eleazar
Arzelo Zerga Atharva
Gentala Alianza Erlangga
Kalau tak suka visualnya bayangin sendiri aja yaa🤭
zela hmil.....deo blm slsai pula sm tu nnek shir....ccckkk......ksian zela sm anknya nnti....
gtu jwbnya kl kthuan sm istrinya....🤮🤮🤮.....
jgn cm omong doang y deo...km msti bnrn ngsih pljrn sm tu nnek shir....
thoooorrrr....lo bs yg rekan klakuan duo iblis mnjijikkan viralkan videox biar seruuuuu
krna jalang spertix tu su g py malu jd klakuan" bejadx hrs d viralkan, biar d hujat byk nitizen
bc d bab ni z lgsg muntah 🤮🤮🤮
sngat....sngaaàaatttt mnjijikkan
bner" jalaaaaangggg😠😠😠