Seorang Pria tua yang di sebut sebagai Manusia Terkuat di dunia Kultivasi, Kekuatan Pria tua itu tidak perlu di tanyakan lagi, Musuh - musuhnya takut hanya mendengar namanya saja. Hal tersebutlah yang membuat dia tidak memiliki satu seorang teman ataupun keluarga.
Hanya kehampaan yang Pria tua rasakannya sekarang, Kerena hal itu Pria tua tersebut meminta kepada Dewa untuk memberikan sebuah dunia menarik untuknya, Dewa mengabulkan dan Mereinkarnasi Pria tua tersebut ke sebuah dunia Baru.
Apakah Pria tua tersebut dapat berdirii puncak dunia di dunia yang baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 6 - Peri Api.
Beberapa bulan kemudian hari yang di tunggu Arthur dan Keluarganya telah datang.
“Selamat nyonya, Anda melahirkan anak perempuan yang cantik dan sehat.” Ucap seorang perempuan yang membantu proses lahiran Eva.
“Han lihat anak kita, Dia sangat cantik.” Eva memeluk anak perempuannya.
“Iya, dia cantik sepertimu.” Han tidak bisa menahan untuk tidak mengeluarkan air mata.
“Begini ya rasanya mempunyai seorang adik.” Batin Arthur sambil melihat wajah adiknya.
“Bibi Eva, Apa Bibi punya nama untuk adik Arthur?” Ucap Clara.
Eva mengingat kejadian ketika Arthur mengetahui dirinya segera mempunyai saudara baru dan membuat Arthur meneteskan air mana. “Bagaimana dengan kamu Arthur, Apa kamu ingin memberikan sendiri nama adikmu.”
“Bolehkah aku ibu."
Eva dan Han mengangguk yang berarti mereka menyetujuinya.
“Bagaimana dengan Agni ibu.”
“Aku pernah mendengar cerita dari guruku bahwa ada Pendekar Perempuan yang disebut dengan Peri Api, Perempuan itu merupakan seorang pertarung terhebat di daratan, Aku ingin adik ku seperti dia.”
“Peri Api? Aku tidak pernah mendengar cerita ini.” Eva tidak berpikir panjang.
Eva tentu tidak akan mengetahui cerita tentang peri api, Karena cerita tersebut berasal dari dunia Arthur di kehidupan sebelumnya.
“Agni dan Api? Baiklah, jika perempuan itu Peri Api anak kita akan menjadi Pendekar Api.” Han menyukai nama yang di berikan Arthur.
“Kamu dengarkan Putriku, Mulai sekarang nama kamu adalah Agni.” Eva mencium kening Agni yang berada di pelukannya.
“Aduh!! Kenapa kau mencubitku Clara.” Arthur menatap Clara karena kesal.
“Arthur bisa tidak kamu ceritakan kepada ku tentang peri api.” Clara menjadi penasaran tentang cerita Peri Api.
“Tak”
“Kenapa kamu malah menjentikku.” Ucap Clara dengan kesal.
“Tidak perlu sampai mencubitku hanya meminta itu saja, Itu pembalasan dari cubitan yang kau buat.”
“Sudah jangan pada bertengkar di hari yang begitu bahagia, seharusnya kita mengadakan pesta penyambutan keluarga baru.” Grey menengahi Arthur dan Clara yang sedang cekcok.
“Pesta? Sudah lama kita tidak mengadakan pesta.” Clara yang mendengar tersebut berlompat kegirangan.
Sambil memandang langit, Arthur mulai mengingat kisah hidupnya di kehidupan sebelumnya.
Di kehidupan lalu, Arthur merupakan seorang anak dari sebuah keluarga miskin.
Dalam dua tahun dia hidup dengan bahagia, Namun kebahagiannya tidak berlangsung lama.
Tepat mendekati umur yang ke tiga tahun, desa yang di tempat tinggali Arthur di serang oleh bandit, orang tuanya di bunuh dengan sadis dan Arthur di jual sebagai budak oleh bandit tersebut.
Arthur menjalani hidup sebagai budak dengan siksaan. Tidak makan 7 hari, tidak bisa tidur dengan tenang semuanya pernah dialaminya.
Jika saja Arthur tidak di selamatkan oleh seorang pria tua yang merupakan gurunya di kehidupan dulu, Mungkin Arthur tidak akan menjadi salah satu orang terhebat di dunianya.
Arthur mulai membandingkan tentang kehidupan sebelumnya dengan kehidupan sekarang.
“Arthur kenapa kamu diam saja, Apa kamu tidak menyukai pesta.” Clara melihat Arthur sedang memandang langit.
“Tidak ada apa-apa.”
“Jika tidak apa-apa jangan memasang wajah seperti itu, Ini pesta, Kamu lihat tidak ada yang memasang muka sepertimu, semuanya terlihat bahagia.”
“Benar yang di katakan Clara....Eh tunggu, Kenapa aku harus menerima sebuah nasihat dari seorang anak kecil” Ucap Arthur dalam hati.
“Lebih baik kita bergabung dengan mereka, Mereka mempunyai makanan yang enak, Kamu harus mencobanya.” Clara mulai berjalan meninggalkan Arthur.
Arthur kembali melihat langit “Dewa Terimakasih sudah memberiku dunia ini.” Batin Arthur.
“Arthur jika kamu terlalu lama menatap langit, Maka tidak ada makanan yang tersisa untuk kamu.” Ucap Clara dari kejauhan.
“Aku akan ke sana.”
BERI LIKE DAN COMMENT