menceritakan tentang perjodohan seorang ceo dingin dengan gadis cantik anak tunggal di keluarga kaya raya, yaitu sahabat papanya sendiri. mampukah mereka menyatuhkan cinta mereka meskipun memiliki sifat yang sangat berbeda dari keduanya??
ini karya pertama ku,, 😊😊
maaf typo bertebaran guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajra Ichi Ocha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 6
Rya tak habis pikir apa yang sebenarnya di inginkan pria itu, bahkan dia yakin bahwa pria itu juga tidak ingin melakukan pernikahan ini.
"cowok sialan, apa dia seorang pedofil?" ucap Rya sambil bergidik ngeri mengingat wajah dari Mahendra.
"setelah mendengar pernyataan Mahendra, mereka seperti mengunci mulut mereka untuk bertanya tentang persetujuanku, apa mereka pikir aku tidak punya perasaan dan pendapat juga, yang benar saja" kesal Rya mengingat kejadian yang baru saja dia alami.
tok tok tok (bunyi pintu kamar Rya)
"Rya kamu udah tidur" suara mama Bianca yang mengetuk pintu kamar Rya
karena tak ada jawaban, mama Bianca langsung membuka pintu.
Rya yang mengetahui kedatangan mamanya pun langsung menutup matanya agar mamanya mengira dirinya telah berada di alam mimpi.
saat membuka pintu mama Bianca melihat Rya telah terlelap, ia langsung menutup kembali pintu kamar putrinya dengan pelan karena tak ingin mengganggu tidur Rya.
Rya yang pura-pura tidur terus memejamkan matanya hingga mamanya menutup kembali pintu kamarnya.
merasa mama Bianca telah pergi, ia pun membuka matanya dan mengingat kembali kejadian tadi, dan apa yang harus dia lakukan di hari-hari selanjutnya sampai merasa kantuknya telah tiba dan akhirnya dia pun tertidur dan sejenak melupakan masalah yang sedang ia hadapi.
***
Seperti hari-hari biasa Rya dengan rutinitasnya kini sekarang sudah berada di kampus tempatnya menimbah ilmu, dengan segala kekesalan di hatinya karena merasa waktu sangat cepat berlalu
namun ia tak memperlihatkan kekesalannya kepada kedua orang tuanya.
sekarang jam sudah menunjukan pukul 2 siang, ia segera berlalu ke butik yang sudah di beri tau oleh mama Bianca pagi tadi untuk melakukan fitting baju pengantin.
setelah sampai di butik, ia pun segera masuk ke dalam butik.
"selamat siang mba, ada yang bisa kami bantu?" sapa salah satu karyawan butik.
"siang, saya kemari di suruh mama saya untuk fitting baju pengantin" jawab Rya.
"reservasinya atas nama siapa mba?" tanya karyawan itu lagi
"atas nama nyonya Bianca jaelani."
karyawan yang mendengar nama itu langsung mempersilahkan Rya masuk dan langsung menyiapkan semua baju-baju terbaik butik mereka.
karena keluarga dari Bianca sudah terkenal sebagai pelanggan VVIP di butik tersebut.
setelah mencoba beberapa baju dan sudah menjatuhkan pilihan pada baju-baju yang akan di kenakan di hari pernikannya nanti, Rya pun duduk di sofa sambil menunggu sang calon mempelai pria yang tak kunjung datang.
"yang benar saja, ini sudah 1 setengah jam aku nungguin dia, dan belum tiba sampai sekarang, apa dia berniat mengerjaiku?" kesal Rya yang duduk di sofa karena sudah terlalu lama menunggu kedatangan mahendra yang kata mama Bianca akan ikut juga untuk fitting baju hari ini.
tak lama kemudian Hp Rya berbunyi dan ia melihat mamanya lah yang menghubunginya "Iya mah" jawab Rya saat mengangkat telfon
"sayang, kamu masih di butik?" tanya mama Bianca
"iya mah, aku masih nungguin Mahendra" jawab Rya
"Barusan Mahendra mrnghubungi mama, dia minta maaf tidak bisa datang ke butik hari ini, katanya dia akan melakukan fitting baju sendiri besok" kata mama Bianca memberi tahu Rya
"cowok sialan, benarkan dia mempermainkan aku, kalo emang gak bisa datang, kenapa gak bilang dari tadi" kesal Rya dalam hati
"ohh iya mah, kalo gitu Rya langsung pulang aja" jawab Rya pada mamanya.
"iyah nak, kamu hati-hati yah di jalan" tambah mama Bianca lagi
"baik mah" jawab singkat Rya pada mamanya.
setelah menutup telfon dari mamanya, Rya langsung memperlihatkan ekspresi kesalnya sambil menghentak-hentakan kakinya di lantai "Mahendra sialan, pedofil, kurang ngajar, udah cape-cape nunggu eh dia malah gak datang, kenapa gak bilang dari awal, awas kamu yah, tunggu pembalasan dari aku" kata Rya dengan sangat kesal.
Rya telah memutuskan untuk mengibarkan bendera perang kepada Mahendra. dia telah memutuskan untuk membuat Mahendra menyesali atas keputusan Mahendra untuk memperistrinya.
setelah mengungkapkan kekesalan untuk dirinya sendiri, ia pun bergegas pulang ke rumah untuk segera mandi dan menjernihkan pikiran dan badannya yang sudah terasa lengket.
sampai di sini untuk Bab 6, maaf atas kelambatan up ceritanya!! 🙏🙏🙏