NovelToon NovelToon
NIRWANA BERDARAH

NIRWANA BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:229
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

No Plagiat 🚫

NIRWANA BERDARAH: Gema Seruling di Lembah Hijau

“Biarkan mereka mengumpulkan langit di dalam Dantian… aku hanya butuh satu nada untuk meruntuhkannya.”

Yi Ling adalah anomali.

Di dunia yang mendewakan Qi, ia adalah hening yang mematikan.

Dantiannya telah hancur—namun kehampaan itu tidak mati. Ia berubah menjadi jurang tanpa dasar, melahap setiap frekuensi yang berani mendekat.

Melalui sebatang seruling bambu hijau yang tampak rapuh, Yi Ling tidak lagi bertarung dengan tenaga dalam.

Ia bertarung dengan Kidung Penghancur Struktur.

Satu tiupan—aliran Qi berbalik arah.
Dua tiupan—Dantian retak.

Tiga tiupan… dan nirwana berubah menjadi merah.
Ia bukan sampah yang bangkit.

Ia adalah Auditor Kematian—penagih yang datang untuk mengaudit setiap tetes energi yang pernah dicuri manusia dari langit.
Dan ketika gema seruling itu terdengar…
tidak ada yang tersisa selain kehancuran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Resonansi di Dasar Jurang Kabut

Kegelapan di dasar jurang itu bukanlah kegelapan biasa. Kabut yang menggantung di udara terasa berat, pekat, dan beracun, seolah setiap helaan napas adalah racun halus yang mengikis kesadaran. Bagi manusia biasa, tempat ini adalah kuburan tanpa nisan. Namun bagi Yi Ling, jurang ini adalah tirai sempurna—tempat di mana dunia luar tidak lagi bisa menjangkaunya.

Ia duduk bersila di atas batu datar yang lembap. Lumut tipis menempel di permukaannya, dingin menembus kain jubahnya yang tipis. Darah di sudut bibirnya telah mengering, meninggalkan garis merah kusam di wajah pucatnya. Di hadapannya, Zhui Hai tergeletak diam, namun getaran halus dari tubuh seruling itu terasa seperti napas makhluk hidup yang tertahan.

“Pusaran di perutmu terlalu liar,” suara Zhui Hai bergema di dalam batinnya, rendah dan berat. “Jika kau tidak segera menyelaraskan frekuensi jiwamu dengan tujuh warna itu, pembuluh darahmu akan hancur sebelum fajar tiba.”

Tato perak di punggung tangan Yi Ling berpendar redup. Kabut tipis mengalir keluar, membentuk sosok Xiān Yǔ yang melingkar di sekelilingnya. Roh serigala itu tidak bergerak agresif, hanya berjaga, seperti bayangan yang setia.

“Tuan, fokuslah pada inti terdalam. Biarkan aku menahan racun di sekitarmu.”

Yi Ling tidak menjawab. Ia memejamkan mata.

Kesadarannya tenggelam ke dalam tubuhnya sendiri.

Di sana, ia melihat kekacauan.

Sebuah pusaran raksasa berputar tanpa kendali. Tujuh warna saling bertabrakan, saling menelan, saling menghancurkan. Merah membakar seperti darah yang mendidih. Biru berkilat seperti badai yang tertahan. Hitam menganga seperti jurang tanpa dasar. Dan di antaranya, hijau yang tenang… namun terlalu tenang.

“Diamlah…” gumam Yi Ling dalam batinnya.

Ia mencoba menarik satu warna—Biru—untuk menstabilkan arus. Namun saat kesadarannya bersentuhan dengan Hijau, sesuatu berubah.

Sunyi.

Tenang.

Terlalu tenang.

Rasa lelah menyusup perlahan. Berat. Dalam. Seolah seluruh tubuhnya diminta untuk berhenti, untuk menyerah, untuk tidur.

“Zhui… Hai…” bisiknya lirih. “Aku ingin… istirahat…”

Kelopak matanya mengendur.

Tubuhnya yang tegang perlahan melunglai.

“Woy! Jangan sekarang!” Zhui Hai langsung bergetar keras. “Kalau kau tertidur dalam mode Hijau sebelum stabil, kau tidak akan bangun lagi! Kau akan jadi bagian dari jurang ini!”

Namun kesadaran Yi Ling sudah mulai tenggelam.

Dan justru di saat itulah—

BOOM!

Udara di atas jurang pecah.

Cahaya pedang menembus kabut.

“DI SANA!” suara Penatua Ketiga mengguncang ruang. “PENGKHIANAT KECIL!”

Mata Yi Ling terbuka.

Namun bukan hitam yang terlihat.

Hijau.

Pijar hijau redup, dalam, tanpa gelombang emosi.

Ia tidak berdiri.

Ia justru bersandar lebih santai pada batu di belakangnya, seperti seseorang yang terganggu tidurnya.

“Mengapa… berisik sekali…” bisiknya.

Udara di sekitarnya bergetar pelan.

Energi hijau menyebar, menetralkan racun, meredam tekanan.

Ia meraih Zhui Hai dengan gerakan lambat. Sangat lambat. Namun setiap gerakan terasa berat, seolah ruang di sekitarnya ikut bergeser.

Ia meniup.

Suuuuuu—

Nada panjang, lembut, hampir tak terdengar.

Namun bilah energi pedang yang meluncur dari atas mendadak melambat.

Bukan tertahan.

Bukan diblok.

Melainkan… kehilangan keinginan untuk bergerak.

“Apa…” Penatua Ketiga membeku di udara. “Dia… membujuk energiku?”

Di bawah, Yi Ling memejamkan mata lagi.

Seolah semua itu tidak penting.

Xiān Yǔ hanya menghela napas panjang. “Tuan… benar-benar mengikuti suasana hatinya.”

Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Di dalam tubuh Yi Ling—

Hijau mulai goyah.

Dan sesuatu yang lain bangkit.

Kuning.

Dingin.

Kosong.

Menekan.

Yi Ling mengerang pelan. Tubuhnya menegang. Jari-jarinya bergetar halus.

“Bocah, tahan itu!” suara Xiān Yǔ kali ini tajam. “Jika Kuning mengambil alih sekarang, jiwamu bisa membeku!”

Di atas, dua Penatua lain telah tiba.

“Kita gunakan Formasi Pengunci Jiwa,” ujar salah satu dari mereka dingin.

Cahaya emas membentuk segitiga raksasa di langit jurang.

Tekanan turun.

Batu retak.

Tanah bergetar.

Kabut terbelah.

Yi Ling perlahan berdiri.

Gerakannya tidak lagi santai.

Rambutnya yang semula gelap mulai memucat, berubah menjadi kuning pucat seperti tulang tua.

Matanya—

Kosong.

Kuning.

Tanpa kedalaman.

“Kalian…” suaranya rendah, dingin, tidak lagi malas. “Terlalu… berisik.”

Aura menyebar.

Bukan kekuatan yang meledak.

Tapi ketakutan.

Murni.

Sunyi.

Membekukan.

Serangga mati.

Udara berhenti.

Detak jantung terasa berat.

Zhui Hai kali ini tidak bercanda. Tidak mengeluh.

Ia diam.

Karena ia tahu—

Ini bukan lagi “mode santai”.

Ini adalah sesuatu yang lebih dalam.

Yi Ling mengangkat serulingnya.

Perlahan.

Seperti mengangkat beban dunia.

Formasi emas turun.

Menekan.

Menghancurkan.

Dan Yi Ling menarik napas.

Dalam.

Sunyi.

Lalu meniup.

Tidak ada suara melengking.

Tidak ada ledakan.

Hanya satu nada.

Rendah.

Dalam.

Dan dunia seolah berhenti mendengarnya.

Namun efeknya—

Formasi emas itu… retak.

Bukan karena dihancurkan.

Tapi karena kehilangan makna.

Energi yang menyusunnya bergetar.

Ragu.

Takut.

Penatua Ketiga mundur setengah langkah di udara.

“Aura apa ini…?”

Tidak ada jawaban.

Di bawah, Yi Ling berdiri tegak.

Tubuhnya masih lemah.

Dantiannya masih belum stabil.

Namun sesuatu telah lahir.

Bukan kekuatan.

Bukan teknik.

Tapi—

kehadiran.

Sesuatu yang membuat dunia merasa tidak nyaman.

Xiān Yǔ meraung pelan di sampingnya.

Zhui Hai bergetar halus.

Dan kabut jurang berputar lebih cepat, seolah mengakui tuan barunya.

Yi Ling membuka matanya sepenuhnya.

Hijau telah hilang.

Kuning mengendap.

Namun jauh di dalam—

warna lain mulai bergerak.

Ia tidak berkata apa-apa lagi.

Tidak perlu.

Karena malam itu—

yang lahir di dasar jurang bukan lagi murid buangan.

Melainkan awal dari sesuatu yang akan mengganggu keseimbangan dunia.

Dan bagi mereka yang berdiri di atas—

mereka belum sadar.

Bahwa yang mereka kejar bukan lagi mangsa.

Tapi—

bencana.

...NAMA RANAH KULTIVASI :...

... 1.Qi Refinement (Qi Lian)...

...Tahap awal mengumpulkan energi alam....

...2.Foundation Establishment (Zhu Ji)...

...Membangun pondasi tubuh (Rambut/baju belum berubah drastis)....

...3.Core Formation (Ning Dan)...

...Tahap awal pembentukan inti tenaga dalam....

...4.Golden Core (Jin Dan)...

...Energinya sudah memadat jadi emas....

...5.Nascent Soul (Yuan Shen)...

...Melahirkan "jiwa baru", kekuatan mental mulai gila.....

...6.Spirit Severing (Hua Shen)...

...Memutus kemanusiaan, mulai menjadi setengah dewa....

...7.Ascension (Yu Hua)...

...Menuju Nirwana....

...NAMA DANTIAN YI LING :...

...Warna Dantian (Visual)Karakteristik...

...1.Putih/Perak (Bái)...

...Jernih, tipis seperti kabut pagi....

...2.Hijau (Lǜ)...

...Adem, sejuk, sinkron dengan Lembah Hijau....

...3.Kuning/Emas (Huáng)...

...Padat, kokoh, mulai memancarkan wibawa....

...4.Biru (Lán)...

...Dingin tapi Menggelegar. Tenang namun destruktif....

...5.Merah (Chì)...

...Ganas, haus darah, mode Nirwana Berdarah....

...6.Hitam (Hēi)...

...Misterius, menyerap cahaya, sangat jarang keluar....

...7.Ungu (Zǐ)...

...Agung, kasta tertinggi, energi penguasa dunia....

1
チョリルです
Sudah bagus kak, hanya saja istilah modern "Mekanis" kurang dapat feel-nya. Awalnya aku cocok aja bacanya, tapi pas ada penulisan kata Mekanis jadi gak dapet aura kuno nya...
Devilgirl: makasih,udah diingatkan nanti author revisi ulang😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!