NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Ilyar duduk termenung sendirian sambil memandangi pilar-pilar cahaya bulan masuk melalui lubang sel dalam ruang tahanan. Sudah sepekan berlalu sejak dihajar Efra dan selama itu pula Ilyar mendapat wawasan baru dari ketiga wanita dewasa yang kini sudah terlelap di belakangnya.

Sebagai seorang Alkemis, Adrene telah memberi banyak pengetahuan tentang ener dan dasar-dasar alkimia, bahkan sampai membuka jalur energi yang sebelumnya masih terkunci. Ilyar bisa merasakan inti ener di bawah pusat perutnya terus berkembang, mengalirkan energi ke seluruh tubuh dan dengan begitu dia telah memasuki dunia baru.

Ilyar menyadari bahwa dia masih seorang bayi yang belum mengerti banyak hal tentang dunia di mana orang-oramg bertahan hidup dengan kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki. Dia tidak punya semua itu, namun hidup di dalamnya sehingga menjadi mangsa yang begitu mudah.

Minggu-minggu telah berlalu sejak hari di mana Efra merundungnya dan selama itu pula dia mendapat pelatihan dan sumber daya besar dari Rubia, Valeris, dan Adrene.

Rubia mengajarinya tentang penggunaan sihir tingkat rendah, teknik-teknik sederhana yang bisa dikuasai pemula sepertinya. Sementara, di waktu lebih santai, dia akan mendengar pengalaman Valeris selama menjadi Warden yang bebas. Pengetahuan semacam itu sulit didapatkan dan sangat mahal sehingga Ilyar merasa sangat bersyukur dan terharu atas semua pemberian mereka.

Di saat Ilyar tengah merenungi kemajuan yang dialami, Efra justru mengusap wajah kasar demgan frustasi karena sampai detik ini tidak mampu lagi mengusik Ilyar karena gadis itu selalu dijaga oleh tiga wanita mengerikan. Sementara, orang yang memberinya penawaran datang berkunjung kemarin dan memberi batas waktu. Setidaknya bulan ini, dia harus melukai atau menghabisi Ilyar.

Efra memberitahu alasan mengapa dia tidak bisa menyentuh atau mendekati Ilyar dan sosok itu segera menyodorkan sesuatu dari balik lengan pakaian. Sebuah botol sebesar ujung kelingking orang dewasa berisi cairan ungu pekat di dalamnya. Racun yang cukup mematikan.

"Hanya perlu satu tetes untuk membunuhnya, tapi kurasa ini ada sekitar empat tetes. Masukkan saja semuanya sehingga tidak ada lagi yang namanya keajaiban. Jujur saja, peruntungannya sangat luar biasa jadi aku ragu satu tetes bisa membunuhnya terlebih kudengar dia satu ruangan dengan seorang alkemis hebat."

Itu adalah perkataan yang Elfra dapatkan dari sosok tersebut sesaat disodorkan sebotol racun dan sebuah batu sihir; salah satu sumber daya bernilai fantastis karena menjadi sumber energi dalam peningkatan ener. Bukan untuknya, itu adalah modal suap yang akan diberikan pada staff dapur.

"Fufufu... mari kita lihat bagaimana bocah itu meregang nyawa." Efra menyunggingkan senyum puas seraya mengangkat sebotol racun di depan wajahnya.

***

Di Dakrossa, staff dapur dan staff yang bertugas membagikan makanan di kantin merupakan tahanan, seperti trustee. Tahanan yang dipekerjakan oleh pihak penjara karena dianggap berperilaku baik sehingga mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas tertentu.

Ilyar berpikir untuk menjadi bagian dari mereka karena sejauh ini dia tidak punya catatan kekerasan atau pelanggaran selama berada di Dakrossa. Setidaknya dengan begitu dia bisa mendapat upah kecil atau pengurangan masa tahanan, jika memungkinkan.

Wah, makanannya datang!

Wajah Ilyar berseri-seri tatkala nampan timah tipis abu-abu kusam terisi menu makanan berupa roti gandum kesat, semangkuk bubur jelai (pottage), sup sayur tanpa daging, serta segelas air putih, jika beruntung mereka akan mendapat sepotong daging sebesar ibu jari.

Mulanya susah bagi Ilyar menelan makanan itu sampai mengalami masalah pencernaan karena sebelumnya menu makanannya sangat mewah dan bergizi.

"Huh, tidak kusangka seorang putri bangsawan akan cepat terbiasa dan tampaknya kamu lebih bersyukur dari pada tahanan lainnya," komentar Rubia sembari menusuk kasar roti gandum hitam di nampannya. Dia sungguh muak dengan menu makanan yang itu-itu saja.

"Hah ... aku sangat ingin makan buah. Biasanya aku memetik sembarang buah ketika mengembara," lanjut Rubia.

"Aku lebih ingin makan roti putih empuk yang masih begitu hangat," gumam Valeris sembari mengaduk sup.

Ilyar mengangguk-angguk lalu menatap Adrene, hal serupa pun dilakukan Rubia dan Valeris hingga alkemis tersebut mengangkat sebelah alis. "Apa?"

Bukannya menjawab, mereka malah menatap Adrene lebih intens.

"Hufth! Aku ingin meneguk setidaknya sebotol bir dengan aroma yang kuat dan bisa membuatku sangat mabuk," jawab Adrene agak pongah.

"Wah, seharusnya kami tidak mengharapkan jawabanmu. Jangan dengarkan itu, Ilyar," kata Rubia sambil geleng-geleng dan Ilyar hanya tertawa kecil.

"Nah, bagaimana denganmu?" tanya Rubia sembari menopang wajah, menatap Ilyar yang siap menyantap makanan.

Ilyar berhenti memasukkan suapan pertama di depan bibir kemudian menatap nampannya dengan sendu dan sedikit kerinduan. "Aku mau menikmati secangkir teh bersama ayah dan adik bungsuku."

"Kamu ini selalu saja terlihat menyedihkan! Makanlah yang banyak!" Rubia agak menggebrak meja seiring mata berkaca-kaca. Entah, kenapa dia jadi sangat sentimental setiap kali menghadapi Ilyar.

Ilyar tertawa geli, sementara dari bangkunya, Efra mengeraskan rahang geram melihat keakraban dan perlakuan tiga wanita monster itu terhadap Ilyar.

"Pasti gadis itu jadi sangat angkuh karena merasa dilindungi, tapi itu tidak akan bertahan lama karena dia akan mati hari ini, "batin Efra sembari menahan seringai tatkala Ilyar mulai memasukkan satu sendok besar bubur ke dalam mulut.

Katanya satu tetes racun itu cukup untuk membunuh manusia biasa seperti Ilyar.

Memasukkan semuanya, pasti akan membuat gadis itu mati dalam sekejap.

Efra mulai menghitung waktu kematian Ilyar, tapi, eh?! Sepasang mata Efra bergetar dan kerongkongannya menjadi begitu kering sehingga sulit menelan ludah.

Kenapa tidak ada reaksi apa-apa?

Efra spontan berdiri sehingga semua perhatian tertuju padanya, sementara perhatian dia malah terarah tak percaya pada Ilyar yang baru saja menghabiskan separuh pottage tersebut tanpa mengalami hal buruk seperti kejang-kejang atau apa.

Bagaimana bisa? Apa dia tidak memasukkannya?!

Rubia, Adrene, dan Valeris ikut melempar pandang pada Efra yang secara mengejutkan mendadak berdiri dan mengarahkan atensi pada meja mereka. Sepasang mata Adrene berkilat seiring pandangan cepat bergulir ke arah mangkuk pottage Ilyar.

"Hei, makanlah dengan tenang. Duduk yang benar!" Sipir menegur Efra.

Efra segera duduk, jantungnya berdebar kencang karena baru sadar akan reaksi sendiri. Namun, baru sedetik dia duduk, Adrene malah berdiri sembari merebut kasar mangkuk berisi separuh pottage milik Ilyar dan menghampiri Efra.

Brak! Deg!

Efra tersentak dengan sekujur tubuh bergidik ngeri melihat tangan besar Adrene meletakkan mangkuk dengan kasar di sisi nampannya.

"Ada apa ini? Kembali ke bangkumu!" tegur sipir yang bertugas menjaga keamanan kantin, disusul sipir lainnya.

Adrene menatap sipir itu kemudian berkata, "Apa Anda lihat ke mana tadi dia melempar pandangannya saat berdiri?" tanya Adrene seraya menunjuk bangkunya dan lanjut berkata, "Di bangku kami!" tegasnya.

Para sipir dan tahanan lain saling pandang karena itu sangat jelas, makanya tadi mereka juga menatap ke arah meja Ilyar.

"Aku rasa ada yang aneh dan setelah kuperhatikan masalahnya tampak dari sini." Adrene mengarahkan telunjuk ke atas bubur.

Efra tidak bisa mengendalikan diri. Tubuhnya gemetar ketakutan, keringat dingin membasahi telapak tangan dan muncul di sekitar pelipis, sementara kulit wajahnya menjadi pucat.

"Apa maksudnya? Aku hanya terkejut tadi." Efra membela diri, berusaha menutupi kegugupan. Melihat Ilyar tidak menunjukkan reaksi apa-apa, pasti bubur tersebut tidak mengandung racun. Dia berusa mendapatkan ketenangannya kembali.

"Kalau begitu coba makan ini," kata Adrene.

"Hah?! Kamu menyuruhku memakan sisa makanannya?!" Efra tersinggung dan menatap Adrene dengan berang.

"Kenapa? Kamu takut terjadi sesuatu setelah memakannya?" tantang Adrene.

"Tidak. Kenapa aku harus takut padahal tidak melakukan apa-apa dan kenapa juga aku harus memakannya?"

"Karena kamu terlihat mencurigakan. Kalau begitu, kenapa kamu melihat kami seperti tadi?"

Efra langsung terdiam, tidak tahu harus membuat alasan apa dan itu membuat keheningan panjang. Semua orang menatapnya curiga dan berpikir mungkin ada sesuatu pada makanan itu, tapi Ilyar tampak baik-baik saja.

Ilyar mendekat dan hendak menghentikan keributan, tapi Efra berdecak jengkel dan berkata, "Jika kamu asal menuduh, aku harap kamu berada di penjara khusus selama sebulan penuh!"

Sudut bibir Adrene tersungging sarkas. "Ya, akan kulakukan."

Kemudian, Efra menyuap satu sendok bubur ke dalam mulut dan hanya butuh hitungan detik setelah menelannya, gadis itu langsung mundur beberapa langkah hingga kursi terjatuh dan dia mulai muntah darah dengan pendarahan di bawah kulitnya juga mulai kesulitan bernapas sebelum jatuh terlentang dengan tubuh kejang-kejang.

1
Mila Sari
Thor upnya yg banyak donk,,
Iry: malam ya beb
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Diam...mengamati...berakhir EKSEKUSI😐😐😐
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya tambah seru aja thor..
Iry: hehehe iya beb
total 1 replies
Firniawati
ayo kak up lagi yg banyak 😍
Iry: sabar yahhhh, mungkin malam
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
intrik..ambisius & haus akan valisldasi disebuah kerajaan..memang sangat membagongkan..baik didunia nyata maupun cerita❤️❤️❤️❤️
Gesang
seruuuuu👍👍👍
Firniawati
sangat bagus ceritanya seru tidak monoton dan membosanka,,terus semangat ya kk othor 🥰
Iry: waaaahhh makasih banyak❤
total 1 replies
Firniawati
kak kapan update lagi?
Iry: aku update hari ini
total 1 replies
EL MARIA
kok sama kaya yg di fizo yaa.... yg di fizo udh tamat dari lama ini autor nya sama kah
CaH KangKung,
👣👣
𝐀⃝🥀Weny
lanjut lagi thor.. ceritamu yang ini tambah seru dan penuh tantangan😊
𝐀⃝🥀Weny: yeeey.. thanks thor❤️❤️❤️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!