NovelToon NovelToon
ONE TOP GOD: Perjalanan Menuju Puncak Dunia

ONE TOP GOD: Perjalanan Menuju Puncak Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Action / Showbiz
Popularitas:353
Nilai: 5
Nama Author: Ab Je

Di dunia pro-scene FPS yang kejam, satu peluru bisa menentukan segalanya.

Reno, seorang remaja yang bekerja di warnet kumuh, hanya dikenal sebagai "hantu" di server publik. Tanpa tim, tanpa perlengkapan mewah, ia mendominasi setiap pertandingan dengan satu ciri khas: satu tembakan, satu nyawa melayang. Kemampuannya yang tidak masuk akal membuat banyak orang menuduhnya menggunakan cheat.

Namun, nasib Reno berubah saat sebuah tim e-sport yang sedang di ambang kehancuran menemukannya secara tidak sengaja. Di tengah keraguan rekan setim yang tidak mempercayainya dan rival-rival besar yang siap menjatuhkannya, Reno harus membuktikan bahwa [aim] miliknya adalah murni bakat dewa.

Dari turnamen antar-warnet yang penuh asap hingga panggung megah kejuaraan dunia, Reno akan menunjukkan bahwa untuk menjadi yang terbaik, kamu tidak butuh peluru kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ab Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Dewa Satu Ketukan

Bau asap rokok murah dan mi instan menyengat di udara yang pengap. Suara klik mouse yang beradu dengan hentakan keyboard mekanik menciptakan simfoni bising di dalam ruangan berukuran sepuluh kali sepuluh meter itu. "Warnet Abadi" adalah tempat di mana mimpi-mimpi besar seringkali terkubur oleh tagihan billing yang membengkak.

Di sudut paling belakang, di bawah temaram lampu neon yang berkedip, seorang remaja laki-laki duduk dengan punggung tegak. Namanya Reno. Berbeda dengan pengunjung lain yang berteriak-teriak kasar saat kalah, Reno sangat tenang. Matanya yang tajam tertuju pada layar monitor 24 inci yang menampilkan antarmuka game FPS populer, Final Zone.

Reno bukan pelanggan. Dia adalah penjaga shift malam di sini. Namun, saat jam menunjukkan pukul dua pagi dan pelanggan mulai sepi, ia sering menggunakan PC nomor 42—satu-satunya PC dengan spesifikasi yang lumayan—untuk sekadar mengasah instingnya.

"Sial! Siapa sih user 'Phantom' ini? Curang banget!" teriak seorang pria tambun di barisan depan. "Dia baru saja menembak kepalaku dari jarak 500 meter pakai pistol! Cheat! Pasti pakai *wallhack*!"

Reno tidak bergeming. Di layarnya, karakter yang ia gunakan berdiri di atas atap sebuah gedung tua. Nama karakternya adalah Phantom. Di tangannya, ia hanya memegang sebuah pistol semi-otomatis tanpa bidikan optik.

Bagi Reno, dunia di dalam layar itu jauh lebih masuk akal daripada dunia nyata. Ia tidak melihat gambar-gambar digital; ia melihat garis busur, kecepatan gerak, dan titik koordinat. Baginya, menembak kepala musuh bukanlah soal keberuntungan, melainkan soal kalkulasi detik yang presisi.

"Satu," gumam Reno pelan.

Klik.

Satu peluru keluar dari laras pistol virtualnya. Di seberang peta, seorang pemain yang sedang berlari zig-zag jatuh seketika. Headshot.

"Dua."

Klik.

Seorang musuh yang mencoba bersembunyi di balik semak-semak baru saja menampakkan ujung helmnya selama 0,1 detik. Itu sudah cukup bagi Reno. Headshot.

Di kolom obrolan game, makian mulai membanjiri.

“Report Phantom! Aimbot!”

“Gak mungkin ada orang yang seakurat itu pakai pistol!”

“Woi, matiin cheat lo!”

Reno hanya tersenyum tipis, sebuah senyum yang hampir tidak terlihat di wajahnya yang letih. Dia tidak butuh *cheat*. Dia memiliki apa yang disebut oleh para pemain profesional sebagai *muscle memory* tingkat dewa. Setiap gerakan tangannya adalah hasil dari ribuan jam yang ia habiskan di warnet ini sejak ia masih kecil.

"Reno! Billing nomor 12 habis! Tambah satu jam lagi!" teriak bos warnet dari ruangannya.

"Siap, Bang," jawab Reno tanpa mengalihkan pandangan. Tangannya bergerak secepat kilat, menekan tombol pada server billing sambil tangan kirinya tetap mengendalikan karakter di dalam game.

Itu adalah hidupnya. Menjaga warnet di siang hari, dan menjadi "hantu" yang paling ditakuti di dunia virtual pada malam hari. Ia adalah seorang jenius yang tersembunyi di balik tumpukan kabel dan debu CPU.

Tiba-tiba, sebuah pesan pribadi muncul di layar gamenya. Pesan itu berwarna emas, menandakan dikirim oleh akun dengan status verifikasi khusus.

[Eagle_Eye]:Bidikan yang menarik. Kamu bukan cheater. Aku tahu bedanya antara algoritma bot dan insting manusia.

Reno mengerutkan kening. Eagle Eye? Nama itu terdengar tidak asing. Setelah diingat-ingat, itu adalah akun milik analis dari Black Viper, salah satu tim e-sport papan atas yang baru saja dikabarkan sedang mengalami krisis pemain setelah kapten mereka mengundurkan diri.

[Phantom]:iapa ini?

[Eagle_Eye]: Seseorang yang bisa membawamu keluar dari warnet pengap itu. Besok ada turnamen kualifikasi terbuka untuk liga nasional. Datanglah ke alamat yang kukirimkan jika kamu bosan menjadi legenda tanpa nama.

Reno terdiam. Ia melihat ke sekeliling warnet. PC yang berdebu, kursi plastik yang sudah retak, dan bau mi instan yang membosankan. Selama ini, ia hanya bermain untuk melarikan diri dari kenyataan bahwa ia adalah seorang pecundang yang tidak punya masa depan.

Apakah ini saatnya? Apakah "Satu Ketukan" miliknya bisa membawanya menuju puncak dunia?

Ia menutup gamenya, mematikan monitor, dan berdiri. Reno menatap tangannya sendiri yang sedikit gemetar. Bukan karena takut, tapi karena adrenalin yang sudah lama tidak ia rasakan.

"Dunia nyata mungkin tidak adil," bisik Reno pada kegelapan malam. "Tapi di dalam game, semua orang punya peluang yang sama untuk menang."

Esok hari, nama Reno mungkin belum dikenal siapa pun. Namun, dunia segera tahu bahwa seorang "Dewa Satu Ketukan" telah bangkit dari sudut warnet yang terlupakan.

1
Alia Chans
wow cerita nya menarik, semangat✍️ nya
Ab Je: makasih yahh sudah menyemangati. (🌹)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!