NovelToon NovelToon
KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Single Mom / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Cwen Arabelle, seorang anak berusia 7 tahun lelah mendengar mama dan ayahnya bertengkar, akhirnya berusaha menjodohkan mamanya dengan seorang guru di sekolahnya yang terlihat masih sangat muda.

"Paman, paman mau tidak menjadi papa untuk Cwen?" tanya Cwen memamerkan gigi kelincinya kepada guru favoritnya di sekolahan.

"Paman tenang saja, Cwen akan segera meminta mama dan ayah berpisah agar paman bisa menikah dengan mama dan menjadi papa untuk Cwen."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA : Bagian 5

Walaupun jenia seharusnya di rawat inap di rumah sakit, tapi dengan tegas ia menolak, masih banyak tugas rumahnya yang masih terbengkalai karena hari ini ia sedikit kewalahan karena rasa pusingnya.

“Cwen," tegur Jenia melihat Cwen yang bersikap sangat manja kepada gurunya itu.

Ansel menoleh dan tersenyum hangat,“tidak apa-apa, mungkin Cwen memang benar-benar mengantuk,”

Jenia menggeleng,“tetap saja rasanya tidak sopan,”

Ansel tidak menanggapi ucapan Jenia yang itu, melihat Cwen juga tidak membalas ucapan mamanya, membuat Ansel paham jika gadis itu benar-benar tidak punya tenaga lagi untuk sekedar berbicara.

“Sepertinya Cwen memang sudah mengantuk,” ucap Ansel, ia langsung menggendong Cwen yang detik itu juga, kedua mata Cwen langsung tertutup rapat dengan kepala bersembunyi di leher Ansel.

“Ya ampun anak itu,”lirih Jenia menggelengkan kepalanya.

“Mau saya bantu?”Ansel menawarkan bantuan melihat Jenia yang masih belum stabil.

Jenia menggeleng, rasanya aneh sekali jika ia dibantu oleh pria yang tidak terlalu ia kenal, apalagi pria itu adalah guru Cwen di sekolah, sungguh malu jika ia benar-benar dibantu berjalan oleh Ansel.

“Pak Ansel," panggil Jenia menghentikan langkah Ansel yang hendak membuka pintu ruangan.

“Berapa tagihan biaya rumah sakit saya?”tanya Jenia, ia sudah banyak merepotkan guru muda itu, jangan sampai ia juga tidak membayar tagihan rumah sakit dan membiarkan Ansel yang menanggungnya.

Ansel tersenyum kecil,“Anda bisa membayarnya saat tiba di rumah nanti,”

Jenia hanya menghela napasnya pelan, lalu mengikuti langkah Ansel yang berjalan lebih dulu, bahkan seperti sengaja memperlambat langkahnya agar tidak melangkah jauh meninggalkan Jenia yang tubuhnya masih belum stabil.

“Terima kasih," lirih Jenia begitu Ansel membukakan pintu mobil untuknya.

Ansel hanya tersenyum kecil, ia langsung menutup pelan pintu mobilnya begitu Jenia sudah memasang sabuk pengamannya, lalu ia berjalan memutar untuk mendudukan Cwen di kursi sebelah Jenia.

***

Anwar merasa geram melihat keadaan rumah yang tidak rapih seperti biasanya, dapur masih terlihat sangat kotor bekas masak, piring-piring kotor masih menumpuk di westafel, kamar tempat mereka tidur pun bahkan masih terlihat seperti tadi pagi.

Dengan langkah ringannya, Anwar menaiki tangga untuk melihat ke kamar anaknya, mungkin saat sore begini, Jenia masih berada di kamar Cwen untuk merapikan tempat tidur Cwen yang pasti berantakan bekas tidur siang.

Tapi begitu pintu kamar Cwen di buka. Kosong. Bahkan tempat tidur pun masih terlihat rapi seperti belum ada yang menyentuhnya. Dengan kemarahan yang sudah berkumpul di atas kepala, Anwar kembali turun untuk mencari keberadaan keduanya.

“Jen, Jenia, kamu di mana?”

Hening. Tidak ada jawaban ataupun sahutan dari Jenia.

“Kamu yang benar saja aku pulang rumah masih begitu berantakan, Jenia,”

Masih tidak sahutan, Anwar mengepalkan tangannya kesal, ia melangkah keluar rumah untuk mengecek keberadaan keduanya, barang kali mereka berada di depan rumah.

Anwar mengerutkan dahinya melihat mobil yang masuk ke pekarangan rumahnya, masih diam begitu melihat seorang pria muda turun dari mobilnya dan berlari membukakan pintu belakang.

Kedua mata Anwar langsung melebar melihat istrinya yang keluar dari dalam mobil dengan langkah yang tidak stabil, belum lagi ia melihat Cwen yang tertidur dan digendong oleh pemuda tadi.

“Siapa dia?”

Jenia mendongak, dan betapa terkejutnya ia mendapati suaminya yang sudah menatap marah dirinya, takut-takut ia melirik Ansel yang masih menutup pintu mobil dengan Cwen yang masih tertidur di dalam gendongannya.

“Siapa dia, Jenia?" teriak Anwar, sukses membuat Ansel langsung melangkah cepat mendekati Jenia dan juga suaminya, ingin menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi diantara suaminya itu.

“Maaf pak, saya Ansel, guru Cwen di sekolah, saya minta maaf lancang membawa istri bapak ke rumah sakit, tapi saya bersumpah, saya benar-benar hanya ingin menolongnya, tidak ada niat lain,”

“Guru Cwen di sekolah? Jadi begini kelakuan seorang guru, membawa pergi wanita yang sudah memiliki seorang suami?”

“Buk-,”

“Jadi begini kelakuan kamu Jenia jika aku tidak ada di rumah? Kamu malah sibuk berselingkuh dengan laki-laki ini, kamu tidak tidak punya otak atau bagaimana? Aku mati-matian bekerja untuk kalian dan kamu malah seenaknya berselingkuh di belakangku,”

Anwar benar-benar sangat marah dengan Jenia, bahkan ia hampir saja menampar Jenia jika saja Ansel tidak membawa mundur Jenia, sehingga tangan Anwar hanya menampar angin. Dan itu malah semakin membiat Anwar marah.

“Aku tidak berselingkuh," balas Jenia menyangkal tuduhan suaminya.

“Kalau tidak selingkuh apa namanya, hah? Satu mobil dengan seorang laki-laki yang bahkan bukan suaminya, kalau bukan selingkuh apa namanya?” teriak Anwar, melepaskan semua emosinya kepada sang istri.

“Aku bilang aku tidak selingkuh, Pak Ansel hanya membantu aku ke rumah sakit,”

“itu benar pak, saya hanya membantu istri bapak ke rumah sakit, ia pingsan di sekolah saat menjemput Cwen, jadi saya membawanya ke rumah sakit,”

Anwar menulikan pendengarannya, ia tidak mau mendengar penjelasan dari keduanya, dengan tatapan yang masih penuh amarah, Anwar menatap kembali istrinya.

“Bersiaplah! Besok aku akan langsung mengurus surat penceraian," ucap Anwar langsung masuk ke dalam rumah dan menutup pintu sangat kencang sampai menimbulkan bunyi bedebum cukup kuat.

***

Ansel sedikit kebingungan bagaimana caranya menenangkan Jenia yang masih sesenggukan di depan rumahnya, meminta di bukakan pintu, tapi tentu saja Anwar tidak akan pernah lagi membiarkan Jenia dan Cwen masuk ke dalam rumahnya yang ia beli dengan hasil kerja kerasnya.

“Anwar buka dong pintunya, kamu gak kasian sama Cwen, dia kedinginan,”

Jenia bahkan sampai menggedor-gedor pintu, tapi tetap tidak sahutan dari Anwar, Jenia menyerah, ia berbalik dan matanya langsung bertatapan dengan Ansel yang sejak tadi hanya diam memperhatikan. Tidak berani menganggunya.

Cwen bahkan tidak merasa terganggu sama sekali, ia masih terlelap di pundak Ansel, bahkan semakin menyamankan diri di dalam gendongan gurunya itu.

“Pak, maaf, karena masalah ini, bapak menjadi terseret-seret," lirih Jenia merasa tidak enak hati sekaligus malu karena di depan guru Cwen itu, suaminya menceraikannya, bahkan terang-terangan mengusir dirinya dengan tidak boleh lagi masuk ke dalam rumah.

Suara pintu terbuka membuat Jenia kembali berbalik, ia sedikit tersenyum melihat sang suami yang membukakan pintu untuknya. Tapi senyum itu langsung luntur begitu saja melihat banyak tas yang Anwar lempar ke teras, bahkan beberapa ada yang menggunakan tas kresek.

“Apa maksudnya ini?”tanya Jenia dengan bibir yang gemetar, ia tidak percaya jika Anwar benar-benar mengusirnya dari dalam rumah.

“Kau bukan istriku lagi, dan Cwen bukan lagi tanggunganku, jadi karena kalian bukan siapa-siapa aku lagi, aku tidak akan membiarkan orang lain tinggal di dalam rumahku,”

“Tap-,”

Belum selesai Jenia berbicara, Anwar kembali menutup pintu dengan kencang, kali ini sukses membangunkan Cwen yang mulai terganggu dalam tidurnya.

“Mama, kenapa banyak barang Cwen di teras?”

1
Lailatul Maulida
lanjut kak thor
Lailatul Maulida
lanjut kak thor💪
Ilham
lanjut BG cerita Pertaman nya aku suka cwen ceria sekali bg
Lailatul Maulida
bagus ceritanya ringan pokoknya suka lah 😁
Lailatul Maulida
lanjut kak autor
seru ceritanya
Lailatul Maulida
pecat bu sindy nya thor guru kok Rasis sama bully muridnya
Lailatul Maulida
kasihan cwen di bully di sekolahnya 🥲
Lailatul Maulida
semangat kak thor
Lailatul Maulida
bapak gedeng sukanya nuntut doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!