Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.
Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5.
"Kak, maaf kan aku, tapi ini baju apa? Aku tidak pernah memakai baju seperti ini." Ucap Qiandra kala melihat baju yang kini Keyla beri kan.
Akhir ya ucapan Qiandra sampai terdengar di telinga ibu Keyla, yang di rawat di samping brangkar adik nya.
Ibu Keyla pun menoleh, lalu menatap anak nya dengan tatapan tajam.
"Astaga Keyla, kapan kamu sadar. Dengan tertarik kepada sesama muhrim. Cari saja daster baru milik ibu yang ada di tas, kasih kan ke Qiandra, dah tau perempuan yang ada di depan nya itu polos, kenapa kamu hanya memberi nya celana jeans pendek dan juga sebuah tanktop." Ucap ibu Keyla dengan nada mencibir.
"Maaf kan aku kak Keyla, seumur hidup aku belum pernah memakai pakaian seperti itu. Maaf tadi aku berbicara kasar pada kakak, aku reflek karena terkejut kak," ucap Qiandra sembari menunduk, dia merasa tidak enak dan juga ber salah pada Keyla.
Karena otak Qiandra di penuhi dengan keadaan adik nya, apa lagi? Otak nya yang asli bawaan dari lahir yang pas pasan, dia tidak tahu atau tepat nya tidak sadar, apa yang maksud ucapan ibu dari Keyla yang langsung dia anggap sebagai kakak sendiri.
"Hmm gak pa pa Qiandra, kakak gak marah sama kamu kok, lebih baik kamu mandi gih yang bersih. Ini baju dan juga sabun nya, apa perlu kakak temani masuk ke dalam kamar mandi?" Tanya Keyla dengan senyuman miring.
Baru saja mulut Qiandra ter buka, dan ingin menjawab ucapan Keyla.
"Kamu itu, dasar anak tidak tahu diri, dia itu masih polos, kasihan dia, masa depan nya itu masih sangat panjang, buka nya selama ini ibu diam, berarti ibu itu mendukung mu, ibu sudah malas sering mengingat kan mu. Tapi kamu nya gak sadar sadar." Ucap ibu Keyla ke arah anak nya dengan nada marah, tapi Keyla malah menirukan apa yang di ucap kan oleh ibu nya itu, dengan bibir nya.
"Udah Qiandra buruan mandi, pakai baju baru yang ibu punya, jangan urusi ucapan yang baru saja di ucap kan anak tidak tahu diri itu," ucap ibu Keyla dengan suara yang sendu ke arah Qiandra, sembari.melirik ke arah anak nya dengan tatapan mata tajam, sungguh ber beda saat si ibu melihat ke arah Qiandra, tatapan ibu itu, terlihat sangat hangat dan juga luluh.
Qiandra perempuan cantik dengan tinggi 160 cm, hidung mancung, kulit putih, kurus tapi mempunyai wajah bulat mengemas kan, wajah nya sendu, dan sering ber kaca kaca. Tutur kata nya begitu lembut.
Siapa pun orang tua yang melihat Qiandra pasti akan luluh dan ingin mempunyai anak seperti Qiandra, setiap laki laki yang melihat Qiandra, pasti juga akan jatuh cinta pada Qiandra. Selain baik, mempunyai wajah yang begitu cantik dan juga manis.
Tapi semua perempuan sebaya nya, pasti akan membenci Qiandra, jika ber temu dengan nya, lebih tepat nya iri dengan kecantikan yang Qiandra miliki.
Qiandra akhir nya memutus kan untuk masuk ke kamar mandi, untuk mandi dan mengganti baju nya lebih bersih. Dia takut adik nya tidak mau dekat dengan nya, karena dia belum mandi.
Tak ber selang lama, Qiandra pun keluar dari kamar mandi. Dia terlihat segar dan begitu cantik.
Membuat mata Keyla ber binar kala melihat Qiandra.
Saat dia ber diri, dan ingin berjalan ke arah Qiandra.
"Eits, mau kemana kamu? Awas ya kamu mendekati Qiandra lagi." Ucap ibu Keyla sembari memegang pergelangan anak nya. Untuk mencegah anak nya yang sebenar nya perempuan tulen ini untuk mendekat ke arah Qiandra.
'gara gara kelelep di laut, si Keyla padahal dulu doyan laki, kenapa sekarang bisa melenceng jauh' batin ibu keyla sembari masih memegang pergelangan tangan anak nya dengan sangat erat.
Qiandra sendiri duduk di bangku samping brangkar adik nya, Qiandra beres beres meja dan mengelap bagian yang terlihat kotor.
"Puas kau membuat ku malu?" Ucap Diandra sembari memejam kan mata nya.
"Kamu sudah sadar, Diandra. Apa kah ada yang sakit? Atau kamu lapar, lebih baik kamu makan ter lebih dahulu?" Tanya Qiandra dengan wajah yang terlihat begit khawatir.
"Hmm aku sudah sadar sedari tadi tadi, ntah kenapa tuhan bisa memberi kan saudara sebodoh diri mu, dengan banyak jahitan yang ada di tubuh ku, kau masih tanya, ada yang sakit atau tidak? Bodoh bukan. Ya tentu saja aku lapar, cepat suapi aku dengan semua makanan itu," ucap Diandra dengan nada yang terdengar begitu kasar ke pada kakak nya.
Perut Qiandra terus ber bunyi, sebenar nya diandra mendengar bunyi yang ada di perut kakak nya, tapi sekali lagi, Diandra memilih abai.
"Maaf Diandra, kakak akan menyuapi mu!" Ucap Qiandra dengan senyuman tulus.
Lalu menyuapi adik nya dengan semua makanan yang ada di meja dekat brangkar adik nya.
Bahkan adik nya itu tidak menyisahkan sedikit pun makanan untuk Qiandra yang kini menahan perih di dalam perut nya.
Ber kali kali Qiandra hanya bisa menelan ludah nya dengan kelu, kala melihat adik nya makan dengan lahap.
Akhir nya Qiandra memilih mengisi perut nya dengan air mineral yang tersedia di atas meja.
"Jangan kau minum, itu air ku. Nanti kalau aku haus gimana?" Ucap Diandra dengan suara ketus.
"Ta - tapi kakak hanya meminta nya seteguk saja." Ucap Qiandra dengan nada ter bata bata.
"Gak .. gak boleh. Enak saja, minum air mineral bekas mu, bisa turun level aku!" Ucap Diandra.
"Baik lah, kalau begitu sudah kenyang kan, istirahat lah!" Ucap Qiandra sembari menarik selimut untuk menutupi kaki mulus adik nya.
"Aku akan istirahat dan tidur, jika kau pergi dari sini. Lebih baik kau pulang, buat lah donat yang banyak. Cari lah uang yang banyak agar aku bisa makan makanan enak, kalau kau terus di sini, bukan kah hanya membuang waktu saja. Aku tidak butuh bantuan mu, aku juga tidak suka di tunggui orang macam gembel seperti mu" ucap Diandra dengan nada ketus.
"Oh ... Ya kalau gitu kakak pamit pulang dulu ya, ini 40 ribu nya, kakak tinggal di laci bawah meja." Ucap Qiandra sembari melirik ke arah kanan dan kiri. Karena sedari tadi, dia merasa semua orang yang ada di kamar kelas tiga ini melihat nya, juga memperhatikan nya.
Dan ternyata benar, dugaan Qiandra.
"Ya, buruan pulang, merek semua melihat ku, aku malu punya kakak gembel seperti mu, PERGI LAH!" usir Diandra.
Akhir nya dengan langkah gontai, Qiandra pun ber jalan keluar dari ruang inap adik nya yang berisi enam orang pasien.