NovelToon NovelToon
Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Sang Dewi Mengembala Cinta Delapan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:386
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konspirasi

Aaafffgrrrrrr ... jerit teriakan Igris makin kencang. Dia tersungkur kebelakang, wajahnya pucat. Nafasnya berat. Keringat dingin membasahi tubuhnya yang putih. Jantung nya berdetak lebih kencang. Dia terus menatap ke arah kotak yang perlahan terjatuh ke lantai.

Braaakkkk ... tuk .. tuk... tuk... kotak hadiah itu jatuh, dan sebuah kepala belumuran darah jatuh menuruni anak tangga. Bergelinding menapaki tiap anak tangga singgasana. Kepala itu tak lain milik Oden. Matanya terbuka, mulutnya penuh darah dan leher yang kini terpisah dari badan menambah ketakutan Igris.

Sontak gelak tawa memecah ruangan. Seolah tertawa puas telah mengukum penjahat. Kompak seisi ruangan itu tertawa terbahak-bahak memandang sebuah kepala tak berdaya di lantai. Igris menatap kosong ke arah kepala yang tergeletak di atas karpet merah itu. Matanya berputar bingung. Wajahnya pucat pasi. Tiba-tiba Igris memuntahkan darah segar berwarna hitam pekat. Ia memandang darah aneh yang keluar dari mulutnya. Apolon dengan cepat menjambak rambut peraknya dengan kasar hingga ia menjerit kesakitan.

"Apa kau fikir kau pantas menjadi dewi agung?! Kau hanya darah campuran dari peri yang hina. Bisa-bisanya kau bermimpi bisa di terima di sini!!," pekik Apolon sambil menghempas kepala Igris ke lantai. Buuukkkk.

Kakinya dengan cepat menginjak kepala Igris. Dewi kecil itu mendesis kesakitan. Dengan bangga Apolon masih tertawa. Semakin berat kakinya menginjak dan menari di atas kepala dewi berambut perak itu. Tangan Igris menangkap pergelangan kaki Apolon, lalu sekuat tenaga membantingnya hingga dia terpental menabrak pilar tembok istana. Bruuuuuaaaakkk.

"Kau masih memiliki kekuatan besar sekalipun di racuni, kurang ajar!" Teriak Adam yang tiba-tiba saja berada di sana lalu melesatkan tendangan maut ke perut Igrisia. Duaaarrrr ... Igris terpelanting jauh ke depan. Ia tak mampu bergerak. Tangan nya menjulur berharap bisa menggapai kepala sang ayah yang masih tergelatak di sana. Ia kembali memuntahkan darah, matanya semakin berat dan sayu. Kepalanya berdarah. Namun Igris berusaha bangkit walaupun terjatuh lagi. Ia perlahan menarik tubuhnya menuju karpet merah. Sepanjang tarikan tubuhnya mengeluarkan darah yang terus mengalir di atas karpet itu.

Gelak tawa menyaksikan kesakitan seorang dewi yang di hianati hari itu seolah terdengar ke seluruh alam. Tawa Zermit paling kencang. Kepuasan di wajahnya telah menggambarkan penghianatan dan konspirasi yang berhasil. Raja dewa itu duduk bersila di tangga singgasana.

"Lihat lah .. bahkan sekarang kau tak mampu berjalan. Bukankah ayahmu sangat membanggakan putrinya yang memiliki kekuatan tiada tanding?" Ejek Zermit.

Igris tak peduli dengan ejekan itu dan terus menyeret tubuhnya lalu menggapai kepala sang ayah yang kini berubah menjadi kepala buntung. Igris menangis sejadi jadinya. Ia memeluk erat kepala Oden. Igris mencoba mengeluarkan kekuatan nya. Namun aura matahari miliknya selalu padam. Ia terus mencoba tanpa kenal lelah, namun sisa-sisa kekuatan pun tak lagi mampu untuk bersinar.

"Kenapa... kenapa... kenapa kalian melakukan ini?" Tanya nya sambil menangis.

"Hahahaha apa kau pikir kau pantas mendapat kekuatan itu? Itu kekuatan maha dasyat yang harusnya di miliki darah murni. Bukan darah campuran seperti mu," Tegas Adam menunjuk nya dengan perasaan jijik.

"Jika kekuatan itu di miliki orang seperti kau, itu hanya akan menyebabkan mala petaka. Bukan anugerah," ujar Zermit menggelegar.

"Saat melihat keajaiban kemarin kau akan menjadi satu-satunya dewi alam yang mengendalikan semesta. Jika kau di biarkan hidup kelak kau akan membunuh kami dengan kekuatan mu itu !" Teriak Zermit menunjuk geram ke arah cucunya.

Rasa khawatir Zermit yang memicu kejadian hari ini, telah menyebabkan seorang dewi kecil yang polos menjadi korban. Padahal Igris belum sepenuhnya berhasil menguasai kekuatan dasyatnya. Kekuatan yang ditunjukannya kemarin ternyata mampu membuat sang raja dewa ketakutan.

Igris tertawa. Ia bagai kerasukan dan menggila. Tawanya lepas tak tertahan. Semua orang risih dan makin membencinya.

"Ternyata kalian takut dengan kekuatan besar, lalu ingin membasmi nya. Kalian tak pantas di sebut dewaaaa.... " Teriaknya keras.

"Bahkan iblis takkan membunuh bangsanya sendiri, hewan roh takkan berkelahi dengan sesamanya. Tapi kalian .... " ucapnya tertahan.

"Kalian lebih buruk dari iblis, lebih lemah dari hewan dan lebih menjijikan dari manusia..."

Sontak perkataan Igris membuat semua dewa di sana marah. Zermit langsung mengambil tombak pusaka miliknya dan melesatkan nya secepat kilat hingga menusuk tepat di dada Igris.

Trassss. taaaakkk. Tombak emas itu tak meleset sejari pun mengenai sasaran. Igris memuntahkan darah lagi dan tergeletak jatuh, namun tangan nya tak melepas dekapan kepala sang ayah. Matanya perlahan tertutup. Nafasnya tersengal. Igris di racuni oleh Apolon dengan darah naga iblis yang mampu merusak tubuh dewa. Apolon sengaja berpura-pura baik memberikan minuman agar dia melihat langsung keponakan nya itu meminum air racun yang di berikannya tadi pada saat perjamuan.

"Cepat ikat dia di pohon suci, dan kuras darah emas miliknya! Darah emas matahari tak pantas di tubuhnya sekalipun dia menjadi mayat," perintah Zarmit kepada dewan dewa.

Tubuh Igris di tarik paksa. Tangannya menjuntai ke tanah dengan kucuran darah yang tak henti. Pakaiannya kini compang camping. Mahkota yang semula agung di Kepalanya kini menjadi awal kehancuran bagi dirinya. Mahkota itu jatuh terlepas ke tanah. Igris tak menyangka firasat ibunya benar-benar terjadi. Di batang pohon suci Igris diikat. Di saksikan puluhan mata dewa yang memandang tajam, Igris menyengir tipis dengan sisa-sisa kesadaran nya. Dia tak mampu menatap. Kepala ayahnya di lempar ke bawah langit oleh Adam, entah kemana perginya kepala dan tubuh Oden saat ini. Igris terikat di tengah-tengah perkarangan istana megah kerajaan dewa, tak ada satupun yang merasa iba kepadanya saat dengan kejam dia di ikat dan di cambuk berulang kali.

Zermit dengan kejam menyuruh dewan dewa menusuk tubuh cucunya, lalu menampung darah yang mengalir deras itu dalam sebuah wadah besi. Darah emas yang di agungkan memiliki keunikan, darahnya tak berwana merah, namun ke emasan. Perlahan wadah besi itu terisi oleh darah. Zermit melakukan itu untuk kepentingan pribadinya. Perlahan kesadaran Igris mulai pudar. Ia mencoba lepas dari ikatan cambuk dewa, tapi tubuhnya benar-benar tak berdaya.

"Ayah ... ibu ... jika kalian benar-benar sudah mati, bantulah aku dengan roh kalian. Aku ingin hidup dan membalaskan dendam ini." Isak nya pelan.

Igris berusaha keras mencari celah. Trak... ikatan nya mulai mengendur. Igris langsung mengeluarkan kipas bulu merak dari dalam tangan nya. Sraaaaakkk dia mengibas kipas itu hingga dewan dewa semua terpental tersapu angin. Sraaaaakkkk .... Igris kembali menghempas angin ke arah zermit dan Apolon. Dia berhasil memecah langit lalu berusaha kabur dari pohon suci itu.

Sementara di sisi lain, terasa hawa panas yang tak biasa di alam peri. Kayangan bergetar dasyat. Binatang suci semua berbunyi gaduh. Langit hitam mencekam. Ratu peri merasakan hal yang tak beres dan segera meminta para peri naik kembali ke kerajaan dewa. Benar saja, ketika sampai di sana ratu peri murka. Semua peri bertarung dengan kekuatan penuh melawan Adam dan Apolon.

"Zermit, kau biadab!!" Teriak ratu peri lalu memancarkan serangan. Ratu peri melirik ke arah Igris yang sempoyongan. Dengan sigap dia mengeluarkan sabitan bulu merak ke arah Zermit lalu secepat kilat membawa Igris pergi.

Ratu peri membawa Igris terbang menuruni lapisan langit.

"Tidak, jika aku membawa mu ke alam peri akan terjadi perang besar." Ucapnya gundah.

"Ibu ... selamatkan ibu," desah Igrisia.

"Kami akan mencari ibumu, dewi,"

"Ayah ... kepala ayah.." ucap Igris terbata dan tersendat. Ia kemudian tak sadarkan diri di pelukan ratu peri.

Ratu peri merasa menyesal setelah memberikan hadiah mereka langsung kembali ke kayangan. Andai mereka bertahan mungkin konspirasi ini takkan terjadi.

Saaappp sebuah cahaya kuning tiba-tiba menghadang ratu peri.

"Serahkan gadis itu!" Perintah Zarmit menunjuk.

"Tidak akan," jawab Zanji si ratu peri.

Terjadilah perkelahian dasyat yang membuat alam semesta kembali bergemuruh. Alam iblis bergetar. Alam roh mulai runtuh. Serangan demi serangan melesat di udara. Zanji mengelak. Namun pergerakan nya terbatas karena dia bertarung sambil menggendong igris. Raja dewa mengeluarkan cambuk yang terbuat dari ekor naga, seketika Zanji langsung menjauh terbang.

Wooosssshhhh sraaaaakkkkkk .... cambuk itu mengenai punggung Zanji yang sedang mencoba lari. Igris terlempar jauh. Tubuhnya terus jatuh melayang melewati alam roh dan alam iblis. Zermit tak tinggal diam. Raja dewa yang bengis itu mengeluarkan anak panah dan membidik. Truuuusss ... anak panah itu tepat menancap di jantung igris. Kristal spiritual yang ada di dadanya bertebaran ikut jatuh. Tubuh kosong itu terus jatuh menunjam di lapisan awan.

Sraaaangg. Adam yang datang belakangan langsung membelah dua tubuh Zanji yang tak berdaya. Zanji pun berubah menjadi abu. Tubuh perinya hancur tinggal kenangan pahit.

"Ayah, semua sudah di musnahkan ... apa kau akan tetap membiarkan igris jatuh ke dunia manusia?" Tanya Adam sambil mengelap pedang dewanya yang belumuran darah Zanji.

"Dia tidak akan hidup lagi. Kristal jiwa nya sudah hancur dan bertebaran. Sekalipun dia hidup hanya sebagai manusia biasa yang tak akan mungkin bisa naik ke langit," jawab Zermit.

"Kalau begitu kita tak akan terganggu lagi dengan kekuatan maha dahsyat itu. Kita tak perlu takut karena akar nya sudah di musnahkan." Kata Apolon.

"Ya ... benar-benar suatu kutukan para dewa jika memiliki kekuatan itu. Itu akan memancing ketidak stabilan alam. Benar-benar menakutkan," tambah Zermit.

"Bahkan dewa kematian pun tak berani membangkitkan kembali orang mati, karena itu akan melanggar peraturan alam. Tapi dia!! Malah mampu melakukannya," timpal Apolon kesal.

"Baiklah, sekarang tidak ada lagi yang perlu di takutkan para dewa. Dewi palsu itu telah mati,"

Hahahahha. Mereka bertiga tertawa bahagia. Mereka pikir kemenangan telah di pihak nya. Lalu ke tiga anak dan ayah itu terbang kembali memasuki alam dewa dan sesekali melesatkan kekuatan penghancur ke alam peri. Kayangan kini menjadi hutan kematian. Tak ada tanda kehidupan. Seluruh peri habis di binasakan. Alam peri kini benar-benar berubah menjadi kuburan.

Tubuh igris masih mengambang di udara.. melintasi setiap lapisan langit dan menembus alam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!