NovelToon NovelToon
Dibalik Tatapan Profesor

Dibalik Tatapan Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Alena datang ke London untuk mengejar gelar dan masa depan baru di Kingston University. Ia berniat fokus belajar, menjauh dari drama, dan menata hidupnya kembali.

Namun semuanya berubah ketika ia bertemu Dr. Adrian Vale—dosen muda yang terkenal dingin, pendiam, dan nyaris mustahil didekati.

Di depan semua orang, Adrian adalah pria profesional dengan kendali sempurna. Tetapi di balik tatapan tajam dan sikap tenangnya, tersimpan hasrat gelap yang perlahan hanya muncul saat bersama Alena.

Dimulai dari pertemuan-pertemuan singkat, diskusi malam yang terlalu lama, hingga ciuman terlarang di tempat yang tak seharusnya—hubungan mereka tumbuh menjadi rahasia yang berbahaya.

Semakin dekat, semakin sulit berhenti.

Di antara aturan kampus, reputasi yang dipertaruhkan, dan perasaan yang makin dalam, Alena harus memilih:

Menjaga masa depannya...

atau menyerah pada pria yang mampu membuatnya kehilangan kendali hanya dengan satu tatapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alena Terluka

BAB 29 — Alena Terluka

Hari-hari tanpa kabar dari Adrian terasa seperti penyiksaan batin yang perlahan tapi pasti.

Alena berjalan di tengah kampus seperti mayat hidup. Dia masuk kelas, mendengarkan kuliah, mengerjakan tugas, tapi semuanya dilakukan tanpa semangat. Matanya yang dulu selalu berbinar, kini terlihat sayu, gelap, dan kehilangan cahaya.

Dia mencoba bertahan. Dia mencoba meyakinkan diri bahwa Adrian punya alasan, bahwa pria itu melakukan ini demi kebaikan mereka berdua, seperti yang pernah dia janjikan.

Tapi... keyakinan itu rapuh sekali. Terutama saat kenyataan menunjukkan bahwa dia sedang berjuang sendirian menahan hantaman ombak.

 

🧱 Menanggung Segalanya Sendiri

Setiap hari Alena harus menelan ludah sendiri mendengar bisikan-bisikan jahat.

'Lihat tuh, ditinggalin kan sekarang?'

'Biasa juga, manis di awal, terus ditinggal di tengah jalan.'

'Dasar mahasiswi murahan, kira bisa menggertak dokter muda kaya raya.'

Tidak ada yang membela. Tidak ada yang bertanya "Kau baik-baik saja?".

Rina dan teman-teman yang lain memilih diam dan menjaga jarak demi keamanan diri mereka sendiri. Mereka takut ikut terbawa arus fitnah.

Alena benar-benar sendirian.

Saat dia sakit, tidak ada yang menyiapkan obat. Saat dia lapar, tidak ada yang mengajak makan. Saat dia menangis, bantalnya lah satu-satunya saksi bisu.

Dan yang paling menyakitkan... sosok yang seharusnya menjadi perisai terkuatnya, justru menjadi orang yang paling jauh dan paling dingin.

Di kelas, Adrian tetap menjadi Dr. Vale yang sempurna, tegas, dan berwibawa. Dia tertawa bersama rekan dosen, dia berdiskusi serius, dia terlihat baik-baik saja. Seolah tidak ada beban apa pun di pundaknya. Seolah Alena dan masalah ini tidak pernah ada.

Pemandangan itu membuat hati Alena teriris-iris.

Apakah selama ini aku yang berlebihan? Apakah baginya ini semua cuma mainan yang mudah dilupakan begitu saja?

Keraguan mulai tumbuh subur. Benih-benih ketidakpercayaan mulai tumbuh menggantikan cinta.

 

👑 Kunjungan yang Menusuk

Siang itu, saat Alena sedang duduk sendirian di taman kampus mencoba menenangkan pikiran, bayangan tinggi menjulang berdiri di depannya membuat gadis itu mendongak malas.

Sophia.

Wanita itu tampak sangat cantik, sangat anggun, dan sangat bersinar di tengah matahari. Dia tersenyum melihat Alena yang tampak lusuh dan hancur.

"Kau terlihat tidak sehat sekali, Alena," ucap Sophia lembut, namun nada suaranya penuh kemenangan. "Kehidupan kampus ternyata berat ya buatmu?"

Alena menunduk, tidak punya tenaga untuk marah atau berdebat. "Apa keinginan Kakak lagi?"

Sophia tersenyum tipis, lalu duduk di bangku itu tidak jauh dari Alena. Dia menatap gedung fakultas dengan pandangan sombong.

"Aku cuma mau kasih tahu fakta saja. Supaya kau tidak terlalu berharap tinggi dan akhirnya jatuh sakit seperti ini."

Sophia menoleh menatap Alena tajam.

"Adrian itu memang begitu orangnya. Dia pria yang sangat karismatik, sangat pandai membuat wanita merasa spesial, sangat pandai memberi harapan... tapi pada akhirnya? Dia selalu takut komitmen. Dia selalu lari saat masalah datang. Dia selalu meninggalkan orang yang sayang padanya demi menjaga ego dan dunianya sendiri."

Wanita itu tertawa kecil.

"Aku tahu karena aku pernah merasakannya. Dulu aku juga berpikir aku istimewa. Aku berpikir aku yang terakhir. Tapi nyatanya? Dia bisa dengan mudahnya bersikap dingin, bisa dengan mudahnya menghilang, dan bisa dengan mudahnya mengganti orang di sisinya."

 

💔 Fakta yang Menyakitkan

"Jadi..." Sophia mendekatkan wajahnya sedikit, berbisik seperti setan penggoda. "...jangan terlalu bodoh menunggu dia, Alena. Jangan menunggu kepastian yang tidak akan pernah datang. Karena di mata Adrian, kau ini hanyalah... angin lalu."

"Dia butuh kau saat dia bosan, saat dia butuh hiburan, saat dia butuh sesuatu yang baru dan segar. Tapi saat dunia nyata memanggil, saat dia butuh seseorang yang benar-benar bisa berdiri sejajar dan membantunya mengangkat derajat... dia pasti akan memilih orang sepertiku. Orang yang memang sudah satu level dengannya."

Sophia berdiri lagi, merapikan gaunnya.

"Lihat sekarang kan buktinya? Masalah baru datang sedikit saja, dia langsung lari menjauh. Dia langsung membuangmu demi menyelamatkan dirinya sendiri. Itu sifat aslinya. Dan kau... kau tidak akan pernah bisa mengubahnya."

Setelah melontarkan racun itu dengan manisnya, Sophia pun pergi meninggalkan Alena yang terduduk kaku di bangku itu.

 

🤔 Pertanyaan Tanpa Jawaban

Kata-kata Sophia terus berputar liar di kepala Alena.

'Dia selalu begitu...'

'Kau cuma hiburan...'

'Dia lari karena dia tidak cinta...'

Benarkah itu benar?

Benarkah selama ini Alena hanya dibutakan oleh rasa sayang?

Benarkah janji-janji manis itu hanyalah omong kosong belaka?

Alena mulai mengingat kembali semua kejadian.

Cara Adrian yang tertutup.

Cara dia yang sulit mengungkapkan perasaan.

Cara dia yang memilih menghilang saat masalah datang bukannya menghadapinya bersama-sama.

Dan sekarang... dia benar-benar hilang. Tanpa kabar. Tanpa pesan. Tanpa kepedulian.

Jika dia benar-benar cinta, bagaimana mungkin dia bisa tidur nyenyak mengetahui gadis yang dia cintai sedang dihujani fitnah dan air mata sendirian?

Bagaimana mungkin dia bisa bersikap seolah tidak terjadi apa-apa?

Kecuali... memang di hatinya, Alena tidak sepenting itu.

Kecuali... memang Alena tidak berarti apa-apa selain pengisi kekosongan semata.

 

❤️‍🩹 Kesimpulan yang Menghancurkan

Malam harinya, di kamarnya yang gelap, Alena duduk di depan cermin. Dia menatap pantulan dirinya sendiri. Gadis muda yang polos yang dulu penuh mimpi, kini berubah menjadi sosok yang rapuh dan kecewa.

Air matanya tidak lagi mengalir deras. Hanya ada genangan sedih di sudut mata.

Dia mengingat senyum Adrian, pelukannya, ciumannya, dan semua janjinya. Tapi sekarang semua itu terasa begitu jauh dan tidak nyata. Seperti mimpi indah yang baru saja dia bangunkan.

Ternyata Sophia benar.

Ternyata dia tidak punya apa-apa untuk melawan dunia Adrian.

Ternyata cinta saja tidak cukup menutupi jurang pemisah yang begitu dalam.

Dengan tangan gemetar, Alena menyentuh dadanya sendiri, merasakan sakit yang perih sekali di sana.

Perasaan cintanya yang begitu besar, kini berubah menjadi rasa bodoh yang luar biasa.

Dia merasa tertipu.

Dia merasa dipermainkan.

Dan dia merasa... sangat tidak berharga.

Dengan suara lirih, hampir tak terdengar, Alena berbisik pada pantulan dirinya di cermin, mengakui kenyataan pahit yang mulai dia terima:

“Aku hanya sementara baginya…”

"Aku cuma singgahan. Cuma pelarian. Dan saat dia bosan atau takut, aku langsung bisa dibuang seenaknya."

 

----- kalau kalian suka novel ini jangn lupa tinggal jejak yah gays-----

1
jeakawa loving❤️
masih coba untuk membaca walau agak loncat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!