NovelToon NovelToon
Cintaku Dikamu

Cintaku Dikamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Neisa Krestianningrum

Cinta akan hadir seiring datangnya waktu, kita hanya perlu bersabar, entah besok, lusa tau tahun depan kita tidak akan bisa menebaknya. Ikuti saja alurnya, agar kau tahu kemana tempat ia akan berlabuh, ya cintaku ada di kamu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neisa Krestianningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

# 5.

"Bagaimana kabar mama?" tanya Bastian sambil memeluk mama tirinya itu.

"Mama baik sayang,,sangat baik..", balas mama Lena. Senyum merekah diwajahnya yang mulai keriput.

Kegiatan temu kangen itu, terlihat oleh Ara "oh, ini mamanya Bastian, sangat cantik" katanya dalam hati.

Bastian yang menyadari keberadaan istri nya itu segera mengenalkan Ara kepada mama sambungnya. Bastian mendorong kursi roda Ara untuk mendekat.

"Oh iya ma, ini istri Bastian ma, Ara namanya" ucapnya memperkenalkan sang istri.

Ara pun langsung mengulurkan tangannya mencium takzim tangan sang mama mertua.

"Sa,,saya Arasha tante panggil saja saya Ara" kata Ara gugup, Ara baru kali ini bertemu dengan ibu Bastian karena waktu menikah hanya Papa Andrew yang datang sedangkan mama Lena tidak datang dikarenakan masih di Korea.

Mama Lena menelisik penampilan sang menantu dari ujung kepala sampai ujung kaki menurutnya tak ada yang istimewa pada wanita dihadapannya itu, ia sebenarnya kurang suka dengan pilihan Bastian.."istri duduk dikursi roda bisa apa?" batinnya.

Merasa ditatap seksama oleh mama Lena hatinya merasa tidak enak. Ia merasa ditelanjangi, Ara menduga mama mertuanya ini kurang suka padanya terlihat dari tatapannya yang sinis.

"Ayo ma istrahat dulu, aku antar mama dulu ya Ra " pamit Bastian seraya menggamit lengan sang mama.

Kedua ibu dan anak itu pun langsung menuju ke kamar mama Lena yang berada lantai atas.

"Istirahat dulu ma, mama kan capek habis naik pesawat,,nanti kalo mama butuh apa apa dibawah ada bik murni " kata Bastian.

"Iya Sebastian,,terimakasih ya nak..".

Sebastian pun turun dan menyusul sang istri yang berada diruang tv."Ra .."..lirih Bastian

"Hmm, ya ada apa bas ..?" tanya sang istri.

"Berhubung mama sudah ada disini,,besok aku sudah kembali ke kantor ya ra,,tidak apa apa kan?" kata Bastian

"Mama bisa menemanimu jika aku berada dikantor" tambahnya lagi.

Sebenarnya ada keraguan dalam benak Ara apakah ia diterima keluarga yang kaya raya ini. Memang sudah dua bulan ini Bastian bekerja dari rumah karena harus menjaga Ara, terapi yang dilakukan Ara juga mempunyai efek yang signifikan bagi perkembangan kakinya.

"Iya ..tidak apa apa ko bas, lagian ada mama kamu .." katanya menghibur diri.

"Terimakasih ya ra" ucapnya sambil membelai rambut sang istri.

"Sekarang kita tidur sudah malam, sini aku gendong,." pinta Bastian.

"I..iya bas" kata Ara terlihat rona merah diwajahnya itu.

Ara merasa kikuk dan grogi saat berada digendongan sang suami, terdengar olehnya degub jantung sang suami, "aku tahu kamu bas, apa yang kamu rasakan aku juga merasakannya" batin Ara.

"Ra mulai malam ini kita tidur satu kamar ya, biar mama gak curiga" katanya sambil menatap lekat sang istri.

Awalnya grogi harus tidur satu kamar dengan Bastian tapi apa boleh buat,.Ara hanya bisa pasrah. Kini 2 insan berlawan jenis itupun bergulung selimut terlelap, terbuai dalam mimpi.

Pagi menjelang, Ara yang pertama terbangun, dibukanya matanya perlahan lahan "Hoammmmm, walaupun belum terbiasa tapi aku harus terbiasa "..batin Ara. ditatapnya sang suami disampingnya itu, semuanya sempurna dimata Ara.

"Bas..bas bangun sudah jam 6 ini, kamu tidak pergi kekantor..?" seraya menepuk nepuk pundak sang suami.

"Hm..hmmm sebentar lagi ..masih ngantuk" jawab Bastian dengan suara serak.

"Tapi nanti kamu terlambat ke kantor, ini sudah hampir jam setengah 7 .."

"Iya iya..Ra..", matanya yang masih ngantuk ia paksa untuk terbuka.

Akhirnya Bastian bangun , dilihatnya sang istri, rambutnya yang acak acakan, dan raut mukanya yang gembul.

"Cantik banget istriku, bangun tidur aja cantik" kata Bastian dalam hati. (ya beraninya didalam hati belum berani ngungkapin secara langsung).

"Cepetan mandi gih..terus ke kantor" perintah Ara pada suaminya.

"Iya iya" mau tak mau Bastian beranjak ke kamar mandi. Ia lalu menoleh pada sang istri. "Berhubung mama disini..kamu jangan panggil aku nama ya ,,aku ini kan suami kamu masa panggil bas, gak enak kalo didengar mama" katanya pelan pelan.

"Trus aku panggil kamu apa ?" tanya Ara sambil menatap lekat pria dihadapannya itu.

"Terserah kamu,,mau Abang ,,akang juga bisa,,atau mas juga boleh " sembari tersenyum kearah istrinya itu.

"Yasudah mas saja ya" jawab Ara sambil menganggukan kepalanya.

"Yasudah aku mandi dulu" Bastian pun langsung berlenggang ke kamar mandi. Berhubung semua perlengkapan Bastian masih di kamarnya yang dulu mau tak mau ia kembali mengambil perlengkapannya itu.

"Aaaaa.... ...i..itu kenapa gak pake baju.?" teriak Ara seraya menutup mata dengan kedua tangannya.

"Hehehhe,,maaf Ra..bajunya dikamar sebelah..", langsung saja Bastian menuju kamarnya.

1 jam kemudian Bastian pun pergi ke kantor dengan diantar sang supir.

"Sebastian berangkat dulu ma " pamitnya pada sang mama, diciumnya tangan sang mama dan tak lupa ia juga mencium kening sang istri.

"Heheheh vitamin" batinnnya, senyum terukir sepanjang perjalanan Bastian ke kantor.

1
Cheng Lin2194
Mantap betul!
shizi ah
Jangan biarkan kisah ini terlupakan, tolong cepat update!
neney: iya kak hehhehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!