Nifa(19 tahun) adalah seorang gadis yang kelahiranya dianggap sial oleh keluarganya. Nifa memiliki postur tubuh yang pendek dan gemuk. Serta penampilan Nifa dengan kaca mata tebalnya membuatnya juga sering di bully oleh teman temanya.
Saat duduk di bangku kuliah, Nifa masih saja mendapatkan bully dari temanya karena fisik dan penampilanya. Hingga puncaknya, Nifa dijadikan taruhan oleh Ardian(22 tahun) dan teman temanya yang populer di kampus.
Ardian(22 tahun) adalah seorang laki laki tampan yang terkenal playboy dan sering berganti pasangan. Ardian yang kalah dalam taruhan terpaksa harus menjalankan tantanganya memacari Nifa selama satu bulan.
Bagaimana kisah kehidupan Nifa dan Ardian kedepanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfian Rosyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35 - KHAWATIR
Setelah makan siang di sore hari selesai Nifa langsung mencuci semua peralatan makan di dapur. Tak lupa di sore hari Nifa juga menyapu halaman rumah yang berdebu. Namun saat Nifa menyapu tiba tiba Ardian memanggilnya.
"Nif..." panggil Ardian
"Iya Mas, sebentar," jawab Nifa
Nifa meletakan sapunya sejenak kemudian menghampiri Ardian yang ada di ruang tamu.
"Ada apa Mas?" tanya Nifa
"Tadi mahasiswa jurusan biologi mengundangku ikut acara tadabur alam di hutan. acaranya berlangsung selama tiga hari. jadi aku mau mengajakmu minggu depan," jawab Ardian
"Aku gak ikut aja deh Mas, Mas aja yang ikut. lagian Mas yang di undang," ucap Nifa
Ardian kemudian memegang tangan Nifa lalu mengatakan sesuatu.
"Tapi kamu harus ikut. aku sudah membayarnya," ucap Ardian
"Mas bisa teman Mas yang lain. atau Mas bisa ajak Kak Elsa," jawab Nifa
"Aku tidak mungkin mengajaknya. aku sudah putus dari Elsa sejak sehari sebelum aku menikahimu. jadi kamu harus tetap ikut," ucap Ardian
Degg
Nifa terkejut mengetahui Ardian putus dengan Elsa. Jujur saja Nifa merasa tak yakin Ardian memutuskan Elsa.
"Mas, kok bisa putus sama Kak Elsa?" tanya Nifa
"Ah, banyak tanya deh kamu," jawab Ardian
"Mas apa karena pernikahan ini? atau Mas sudah tidak cinta lagi sama Kak Elsa?" tanya Nifa
"Udah deh, aku gak suka kamu tanya aneh aneh. harusnya kamu seneng suamimu ini memutuskan pacarnya. pokoknya kamu tetap ikut," jawab Ardian
"Mas, tapi bagaimana jika banyak orang tahu tentang pernikahan kita? Dan nanti Mas akan malu. Mas tahu juga kan terakhir di grup kedekatan kita....," jawab Nifa terpotong
Ardian saat itu langsung menutup mulut Nifa dengan tanganya.
"Aku tidak peduli. sebenarnya aku tidak malu jika pernikahan kita diketahui banyak orang. sebenarnya kamu lah yang malu, bukan aku. tapi kamu tenang saja karena ada aku," saut Ardian
Ardian melepas tanganya dari mulut Nifa kemudian Nifa langsung bicara.
"Mas, tapi aku peduli sama kamu Mas. aku takut Mas tertekan menghadapi semua ini nanti. Mas itu orang penting di kampus. jangan sampai reputasi Mas menjadi buruk karena menikahiku di mata orang," ucap Nifa
Degg
Ardian sungguh terkejut mendengarkan ucapan Nifa. Ternyata Nifa lebih mengkhawatirkan Ardian di bandingkan keadaanya nanti. Hal itu tentu membuat Ardian tesentuh.
"Mengapa kamu lebih peduli dengan reputasiku? " tanya Ardian
"Karena aku..." jawab Nifa
"Tidak Nif, jangan katakan kalau kamu mencintainya. suamimu hanya kontrak dan akan meninggalkanmu setelah masa itu berakhir. cari alasan lain," batin Nifa
"Karena apa?" tanya Ardian
"Karena Mas itu panutan. maksudnya panutan semua orang," jawab Nifa
Ardian saat itu kembali memegang tangan Nifa kemudian mengatakan sesuatu.
"Baiklah jika itu keinginanmu. kita sepakat akan menyembunyikan pernikahan ini. tapi kamu tetap harus ikut. anggap saja kita tidak kenal atau berteman biasa," ucap Ardian
"Iya baiklah," jawab Nifa
Ardian tersenyum melihat Nifa akhirnya tak menolak ajakanya. Namun saat itu ponsel Ardian berdering karena ada seseorang meneleponya. Ardian mengangka telepon itu selama beberapa detik kemudian menutupnya. Setelah dapat telepon Ardian langsung menyampaikan sesuatu pada Nifa.
"Gilang dan David mengajaku ke kafe. aku akan pulang malam. jadi kamu bisa delivery aja pesan makan malam untukmu nanti," ucap Ardian
"Gak usah Mas, urusan makan malam gak perlu delivery. aku tetap akan memasak makan malam untuku sendiri," jawab Nifa
"Ok, kalau gitu aku pamit ya. assalamulaikum," saut Ardian
"Waalaikumsalam," jawab Nifa
Ardian pergi ke rumah menuju kafe menemui temanya dengan memesan ojek. Sementara Nifa yang sendirian di rumah melanjutkan aktivitasnya membersihkan rumah
3 jam kemudian hari sudah malam. Nifa yang sedang menonton tv dikejutkan dengan suara geledek dan hujan.
"Duar..." suara geledek
"Astaga hujan..." ucap Nifa
Nifa menutup pintu rumahnya kemudian kembali menuju kursi ruang tamu. Nifa saat itu hanya bisa berharap hujan cepat redah dan lampu tidak padam. Karena Nifa sungguh takut dengan kegelapan.
"Semoga hujan cepat reda dan gak ada mati lampu," ucap Nifa lirih
2 jam kemudian hujan bukanya mereda malah semakin lebat. Nifa saat itu masih saja berada di ruang tamu. Namun karena bosan di ruang tamu Nifa mencoba masuk kedalam kamarnya. Sesampainya di kamarnya Nifa terkejut melihat kasur kamarnya basah karena atap kamarnya bocor.
"Ya Tuhan..." ucap Nifa
Tanpa berpikir panjang Nifa langsung mengambil bak di dapur untuk tempat mendarat air hujan yang terus mendarat di kasurnya.
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
terimakasih ya tor 🙏🙏🙏