Tajuk Hendrawan adalah seorang CEO muda yang terkenal akan keuletannya, tapi saat dia jatuh cinta kembali dengan seseorang yang tiga tahun lalu pernah hadir dalam hidupnya, membuat semuanya berubah, bahkan Tajuk yang belum merelakan cinta lamanya memilih untuk mengejarnya kembali, apa lagi perpisahannya dahulu karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab, membuat Tajuk tidak bisa menerima kenyataan perpisahan mereka.
sedangkan Rindu adalah seorang wanita biasa, sebagai karyawan biasa tidak ada hal yang menonjol darinya. sampai saat kisah cintanya yang rumit terulang kembali. Kini cinta segitiga yang di alaminya begitu membuat Rindu serba salah.
Alfian orang yang paling peduli akan Rindu, mencintai Rindu dengan setulus hati. Bahkan Alfian dengan sabar menanti kesiapan Rindu menerima cintanya.
Lantas bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Bagaimana kisah asmara mereka???
Silahkan di baca ya!!
PERINGATAN!!!
BANYAK TYPO DIMANA MANA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahayu Avilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan Alfian
Alfian sedang melakukan meeting bersama dengan beberapa orang koleganya, dan itu membahas tentang kerjasama yang akan mereka lakukan kedepannya, mengingat jika saat ini begitu banyak pengajuan dari beberapa perusahaan yang ingin kerjasama dengan perusahaannya.
"Makasih tuan Al, atas waktunya, kedepankan saya akan semakin bersemangat untuk melanjutkan kerjasama kita dalam bidang properti." Ucap salah satu koleganya di sela-sela makan siang bersama setelah meeting.
"Sama-sama pak, sebagai mitra bisnis, alangkah baiknya jika kita mempererat tali silaturahmi seperti ini, walaupun jarang kita makan siang bersama." Ucap Alfian ramah.
"Selanjutnya, apa mungkin perusahaan Hendrawan akan bergabung dengan kita tentang proyek baru itu pak?" Tanya salah satu koleganya yang lain.
"Aku rasa begitu, mengingat jika perusahaan itu adalah perusahaan terbesar bahkan nomor satu di Asia, akan sangat menguntungkan bagi kita jika perusahaan itu ikut bergabung." Ucap Alfian.
Semua yang ada di meja makan itupun sepertinya sangat setuju dengan pendapat Alfian, bagaimanapun pengaruh perusahaan Hendrawan sangat besar dalam dunia bisnis saat ini. Dan begitu banyak perusahaan yang selalu menawarkan kerjasama dengan perusahaan tersebut. Namun banyak juga yang kecewa karena gagal dan di tolak.
Karena standar perusahaan yang terlalu tinggi, membuat begitu banyak proposal yang di tolak oleh perusahaan yang di pimpin oleh Tajuk tersebut. Perusahaan keluarga Wiryawan yang di pimpin oleh Alfian saja tidak ada apa-apanya di banding perusahaan keluarga Hendrawan.
Jadi sangat wajar jika Alfian berharap jika Tajuk akan bekerjasama dengan proyek baru yang akan dimulai kali ini. Dan Alfian yakin jika Tajuk pasti akan tertarik dengan proposal yang akan dia ajukan, mengingat keuntungan yang begitu besar.
"Oh ya pak Al, kemarin saya mendengar kabar tentang tuan Taj yang ternyata sudah menikah, apa anda sudah mendengar hal itu?" Tanya salah satu koleganya yang lain lagi. "Ya, karena saya tahu bagaimana hubungan anda dengan CEO muda itu," Tambahnya lagi.
Alfian menghentikan aktifitasnya menyuapkan makanan ke mulutnya, kemudian memandang ke arah orang yang barusan menanyakan hal itu. Semua yang melihat reaksi dari Alfian, seakan bisa menebak jika pemuda tampan di depan mereka itu belum tahu apa-apa.
"Aku belum mengetahui soal itu, mungkin karena aku sibuk akhir-akhir ini jadi tidak mengikuti berita gosip di televisi." Ucap Alfian seakan mematahkan ucapan orang itu. Karena memang Alfian belum mendengar berita tentang pernikahan Tajuk.
'Tajuk sudah menikah? Apa mungkin dia sudah move on dari istrinya yang di carinya itu?' Batin Alfian seakan tidak percaya. Kemudian Alfian melanjutkan makannya kembali.
Semua orang yang melihat reaksi Alfian yang seakan belum mengetahui tentang pernikahan Tajuk dan juga Rindu lebih memilih untuk diam dan menyelesaikan makannya.
Acara makan siang bersama itupun akhirnya telah usai, dan semua orang yang terlibat dalam acara tersebut pun kembali ke kantornya masing-masing, termasuk juga dengan Alfian.
"Apa benar jika Taj sudah menikah? Ah sebaiknya aku konfirmasi langsung saja ke kantornya sekalian bertemu dengan Rindu, karena belakangan ini sikap Rindu sangatlah aneh, sampai sekarang dia tidak juga mengirimkan alamat tempat tinggalnya." Gumam Alfian.
Dengan berpikir jika Alfian akan mendapatkan jawaban atas apa yang menjadi rasa penasarannya, Alfian memutar balik mobilnya menuju ke kantor Tajuk.
Namun sebelumnya Alfian berniat memberikan kejutan dengan membawakan makan siang untuk Tajuk dan juga Rindu. Alfian pun memutuskan untuk mampir di sebuah restoran, memesan makanan untuk di bungkus dan diberikan kepada Tajuk maupun Rindu.
Senyum Alfian mengembang jika mengingat tentang Rindu, sosok wanita itu selalu menghiasi kepala Alfian, seolah menari-nari di sana. Sungguh Rindu membuatnya benar-benar bertekuk lutut dan tak berdaya.
Selama menunggu makanan siap Alfian duduk di sebuah kursi, kemudian ia merogoh saku jasnya untuk mengambil ponsel persegi miliknya. setelah mengetikkan password di layar ponsel miliknya itu, Alfian pun membuka aplikasi yang menyediakan berita online.
senyum Alfian tiba-tiba hilang saat membaca berita online yang ada di layar ponselnya.
"Apa!! Jadi..?? Oh my lord," Ucap Alfian terlihat sangat terkejut sekaligus frustasi dengan berita yang barusan di bacanya di layar ponsel miliknya.
Semangatnya tiba-tiba menghilang entah kemana, perasaannya campur aduk jadi satu, hatinya hancur berkeping-keping, perasaan antara ingin marah, tidak terima, bahkan seakan begitu terpukul dengan keadaan yang ada.
Ternyata orang yang selama ini dia cintai adalah istri sahabat baiknya sendiri. Sakit hati Alfian seakan tidak bisa di bayangkan lagi gimana rasanya. Yang jelas saat ini Alfian ingin menyendiri.
Alfian yang berasa ingin marah karena dia tidak tahu jika selama ini Rindu lah orang yang sedang di cari oleh Tajuk, tidak terima jika saat ini Tajuk adalah suami Rindu, sedangkan perasaan sakit hati kenapa Rindu membohonginya bahwa dia telah jadi janda.
Apa sebenarnya maksud dari Rindu berkata seperti itu? Kenapa dia begitu tega mempermainkannya? Padahal cintanya kepada Rindu benar-benar tulus.
Karena saat ini Alfian sedang kacau maka membuat Alfian pergi dari restoran tersebut tanpa permisi, walaupun pelayan di restoran itu berkali-kali memanggilnya. Karena pesanannya sudah selesai.
Perasaan Alfian hancur, sehancur-hancurnya, hatinya begitu pedih, entah bagian mana yang terluka, namun ini sangatlah sakit walau tidak berdarah.
Mobil Alfian yang tadinya ingin melaju ke kantor Tajuk, kini berubah haluan tanpa arah dan tujuan. Alfian mengendarai mobilnya tanpa arah dan tujuan, yang jelas saat ini Alfian begitu sedih dan merasa di kecewakan oleh Rindu.
Bersambung.
semangat 💪💪
jgn main potong" ajha 😏😏😏
rindu bilangnya ke Alfian tajuk yg meninggalkan
aku baru terjumpa dgn novel mu
keren sungguh jalan ceritanya.
ada sambungannya tak?