NovelToon NovelToon
HEART'S OWNER

HEART'S OWNER

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Mempunyai Mama yang tidak menyayanginya dan dikhianati oleh sang kekasih disaat lagi sayang-sayangnya membuat Belva memilih menjauh dan hidup sendiri tanpa cinta dari siapa pun.

Siapa sangka, Belva menjadi owner skincare sukses dan kaya raya. Disaat kehidupan Belva sudah sangat sempurna, Belva dipertemukan dengan seorang Tentara yang begitu sangat menyebalkan dan selalu membuat Belva darah tinggi.

Akankah Belva kembali menemukan cintanya? Adakah orang yang benar-benar tulus ditengah-tengah kondisi Belva yang sedang dilanda krisis kepercayaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35 Diculik

Orang-orang itu membobol kaca mobil Belva, dan berhasil membukanya. Belva diseret keluar dan langsung dibius membuat Belva seketika pingsan. Mereka membawa Belva pergi dari tempat itu dan meninggalkan mobil Belva.

Sesuai arahan Bondan, mereka membawa Belva ke sebuah rumah kosong bekas peninggalan Belanda. Tempat itu di tengah kota, hanya saja rumahnya sudah penuh dengan alang-alang yang tinggi sehingga membuat semua orang tidak akan ada yang menyangka ada orang yang dibawa ke sana. Belva diikat di atas kursi, matanya ditutup oleh kain sehingga Belva tidak bisa melihat sama sekali.

"Kerja bagus kalian," seru Bondan.

Tidak lama kemudian Belva sadar, dia masih merasakan kesakitan. Maagnya kembali kambuh ditambah posisi saat ini matanya tertutup dan terikat. "Siapa kalian? kenapa kalian menculik aku?" seru Belva.

Bondan menghampiri Belva dan melepaskan penutup matanya. Belva membelalak saat melihat siapa orang yang sudah menculiknya itu. "Kamu?" geram Belva.

"Halo, anak cantik!"

"Lepaskan aku, kamu mau apa?" seru Belva penuh kebencian.

"Lepaskan? tidak semudah itu," sahut Bondan dengan senyumannya.

"Apa yang kamu inginkan? dasar manusia tidak tahu diri, sudah menumpang hidup, membunuh Papa, dan sekarang kamu menculik aku, aku pastikan kamu dan anak kamu tidak akan aku lepaskan!" bentak Belva.

Plaaaakkkk...

Bondan menampar Belva dengan sangat kencang bahkan sudut bibir Belva pun berdarah. "Sebelum kamu melaporkan saya ke polisi, saya duluan yang akan mengirim kamu untuk bertemu dengan Papa kamu yang bodoh itu," ucap Bondan dengan senyuman sinisnya.

Belva meludah di wajah Bondan membuat Bondan naik pitam dan memukuli Belva habis-habisan. Darah mengalir dari hidung dan mulut Belva, lalu Bondan menjambak rambut Belva. "Anak sialan, berani sekali kamu meludah di wajah saya!" geram Bondan.

"Kalau kamu mau bunuh aku, bunuh saja sekarang," lirih Belva lemas.

Bondan lagi-lagi tersenyum. "Tidak semudah itu, saya belum puas menyiksa kamu jadi saya akan menyiksa kamu secara perlahan supaya nanti kamu juga mati secara perlahan!" bentak Bondan.

Perlahan tubuh Belva sudah mulai lemas dan dia pun kembali pingsan. Sementara itu, Yuri menghubungi ponsel Belva hanya untuk memastikan jika Belva sudah sampai di rumah. "Kok, Belva gak angkat telepon dari aku sih?" gumam Yuri khawatir.

Yuri pun memutuskan untuk menghubungi telepon rumah dan betapa terkejutnya Yuri saat mendengar jika Belva belum sampai di rumah. Yuri dengan cepat memesan taksi dan memutuskan untuk pulang karena dia benar-benar merasa sangat khawatir. Pada saat Yuri melewati jalan sepi, dia melihat mobil Belva yang masih berada di sana.

"Loh, bukanya itu mobil Belva. Pak, berhenti!"

Yuri segera keluar dari dalam taksi dan sangat terkejut dengan kondisi mobil Belva yang sudah rusak dengan kaca mobil pecah. "Astaga, Belva kenapa?" gumam Yuri semakin khawatir.

Yuri bingung harus menghubungi siapa, hingga akhirnya dia teringat akan Abi dan segera menghubungi Abi. Abi sangat terkejut, dia pun bergegas segera pergi ke tempat yang diberitahukan oleh Yuri. "Ada apa ini?" tanya Abi panik.

"Tadi Belva izin pulang dari toko karena maagnya kambuh dan obatnya lupa gak dibawa, tapi pas aku telepon gak diangkat-angkat lalu aku hubungi rumah dan katanya Belva belum pulang pas aku lewat sini ternyata mobil Belva ada disini," jelas Yuri.

Abi terdiam. "Kalau perampokan aku rasa tidak mungkin karena barang-barang Belva sama sekali tidak ada yang dibawa," seru Abi.

"Bagaimana ini Pak, aku khawatir banget sama kondisi Belva. Bagaimana kalau kita lapor polisi saja," ucap Yuri.

"Gak bisa, soalnya Belva belum hilang selama 24 jam. Ya, sudah lebih baik sekarang kita pulang dulu dan bicarakan di rumah," ucap Abi.

Yuri pun akhirnya pulang ikut dengan Abi. Sesampainya di rumah, Abi langsung memberitahukannya kepada Papanya. "Sial, kita kecolongan," seru Papa Suharto.

"Siapa yang sudah menculik Belva?" ucap Abi.

"Setahu aku Om, Belva itu tidak mempunyai musuh dan musuh satu-satunya Belva ya, keluarganya sendiri," sahut Yuri.

"Bi, Papa juga curiga sama suami baru Venny. Tunggu, biar Papa memerintahkan anak buah Papa untuk menyelidiki semuanya," seru Papa Suharto.

Suharto pun pergi dan segera menghubungi seseorang. Yuri terlihat sangat khawatir. "Kalau sampai ini benar kerjaan pria brengsek itu, aku tidak akan mengampuninya," geram Yuri.

Bondan mengirimkan foto Belva kepada Tissa membuat Tissa tersenyum puas. "Kamu lihat apa senyum-senyum kaya gitu?" tanya Mario.

Seketika Tissa langsung mengalihkan ke aplikasi YouTube. "Ah, enggak aku lagi lihat video lucu saja," sahut Tissa kaget.

Mario memicingkan matanya ke arah Tissa, dia merasa curiga melihat raut wajah Tissa yang terlihat pucat dan gugup. "Sayang, besok kita tidak bisa bertemu dulu ya, soalnya aku ada acara keluarga," seru Tissa gugup.

"Acara keluarga?" Mario mengerutkan keningnya.

"Iya, biasalah Mama ingin kita liburan tapi katanya kita ingin liburan bertiga saja jadi maaf ya, jika kali ini aku gak bisa ajak kamu. Jangan marah ya," bujuk Tissa sembari gelendotan di lengan Mario.

Mario hanya bisa mengangguk, walaupun dalam hatinya ada perasaan mengganjal.

***

Malam pun tiba....

Yuri dari tadi terus saja menangis, dia ingat kepada Belva bahkan Yuri menangis sambil menggenggam obat maag milik Belva. Dia sangat menyesal karena tadi membiarkan Belva pulang sendirian. Abi datang ke rumah Belva. "Bagaimana, sudah ada kabar dari Belva?" tanya Abi.

Yuri menggeleng dan semakin menangis. "Pasti saat ini Belva sedang ketakutan dan kesakitan Pak. Aku tidak bisa membayangkan kalau maagnya sedang kambuh, dia suka kesakitan bahkan aku juga suka ikut nangis jika melihat dia kesakitan kaya gitu. Sedangkan tadi dia izin pulang karena maagnya sudah mulai terasa dan ingin meminum obat ini," sahut Yuri sembari melihat obat maag Belva yang dari tadi dia genggam.

Malam itu semuanya sama sekali tidak ada yang tidur. Di sisi lain, Belva mulai membuka matanya. Tubuh dan wajahnya terasa sangat sakit bahkan darah di hidung dan mulut sudah mulai mengering.

"Ha--us, to--long be--ri a--ku mi--num," lirih Belva terbata-bata.

"Kamu mau minum?" tanya anak buah Bondan.

Belva mengangguk lemah. Anak buah Bondan mengambil botol minum lalu melepaskan ikatan tangan Belva. "Kamu mau ini?" tanya anak buah Bondan kembali.

"Iya," lirih Belva.

Orang itu menyimpan botol minuman jauh di depan Belva. "Kalau kamu mau minum, ambil saja sendiri," serunya dengan tawa yang sangat menyebalkan.

Tubuh Belva lemas, bahkan sakit maagnya sudah mulai terasa begitu menyiksa. Perlahan Belva menyeret tubuhnya untuk bisa mengambil air minum itu. Anak buah Bondan menertawakan Belva seolah-olah itu adalah lelucon yang sangat lucu.

"Ya, Allah sakit sekali. Jangan biarkan aku mati dulu ya, Allah," batin Belva.

Belum juga sampai untuk mengambil air itu, mata Belva sudah mulai buram dan Belva kembali pingsan.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
ya elah mokondo ..Cemen amat maen nya culik2an
yaniSuryani
wah udah mulai main culik culikan nih,,,,
Abi...iya pasti Abi bisa selamtin Belva
Riasusi
double update kk poppy lanjut 👍😘😘😍
ꪶꫝNOVI HI
belva dalam bahaya
Naysila mom's arga
semoga abi nolongin belva kasihan bgt dia
yaniSuryani
ih...Abi sama Belva tuh vibes nya kaya Kyara dan mas Al gak sih,,, rumahnya saling berhadap-hadapan,,, terus sama² abdi negara yg melindungi cewek kesayangan 🤭🤭
yaniSuryani
tuh mulut rem blong banget ya marMarimar,,,, lihat aja nanti Belva bakalan jauh lebih bahagia hidup sama abangmu 😂
yaniSuryani
si mario otaknya masih belum sampe dikasih kode² kaya gituan,,, tetep aja oon 🤣🤣
yaniSuryani
bahaya nih si Bondan pasti bakalan nekat sama Belva
yaniSuryani
utung sekarang ada mas Abi yg bakalan lindungi Belva
yaniSuryani
uhuuuuuyyyyy kebongkar semuanya 🤣🤣🤣
yaniSuryani
ya pulang naik taxi lagi lah gimana sih,,,,, udah mah datang gak di undang pulang minta di anterin lagi 👻
yaniSuryani
ih kebangeten oonnya Mak Venny 🤭
yaniSuryani
emang beda ya orang yg otaknya waras sama yg goblok 🤭🤭🤭🤭
yaniSuryani
puas banget akuuuuu🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yaniSuryani
ini si Tissa kapan kebongkarnya sih udah gak sabar akuuuu🤣🤣🤣
yaniSuryani
sering² aja kerjasama kaya gini,,, siapa tau jadi cinlok kan ya🤭
yaniSuryani
ketawain si Mario aja terus aku 🤣🤣🤣
yaniSuryani
udah lah Tissa mau segimanapun kamu tetep jauh dibawah Belva 🙄
yaniSuryani
nasib si Mario gimana ya,,, sekarang aja udah mulai ragu sama si Tissa 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!