" Aku selalu mencintaimu.. Tidak ada rasa ini berkurang sedikit pun untukmu.. Selena ku. " Arjuna.
" Mencintai mu tidak harus memiliki ragamu.. hati ini selalu terisi penuh dengan nama mu, Arjuna ku. " Selena.
" Apa Daddy tidak mencintai mommy ku lagi? Daddy sudah melupakan mommy ku? Selena mu? Jadi benar, aku di lahirkan ke dunia karena suatu kesalahan? lalu kenapa Daddy mempunyai anak lainnya? aku membenci mu dad! sangat membenci mu! sebelum aku mencintaimu! " Renard.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehamilan Selena
Selena tetap dalam keputusannya. Meninggalkan Arjuna dan pergi bersama Nathan ke kota lain. Meski hati terasa berat, namun dia harus melakukannya. Selena merasa tidak pantas untuk Arjuna perjuangkan. Sedangkan ada perempuan lain yang lebih pantas mendapatkan Arjuna.
"Wajahmu sangat pucat! seperti mayat hidup." ucap Nathan mengomentari penampilan Selena siang itu. "Jangan mempermalukan ku! berdandan lah yang cantik." tegurnya. Siang ini Nathan mengajak Selena menemui saudara jauhnya. Nathan berencana untuk meminta suntikan dana pada saudaranya itu.
"Iya." tidak membantah, Selena segera memperbaiki penampilannya. Entah kenapa, akhir-akhir ini dirinya malas sekali merias wajahnya.
Selena kembali menemui Nathan ketika penampilannya sudah lebih baik. "Aku sudah siap."
"Ayo!" ajak Nathan.
"Kenapa kau mengajak ku? bukannya Tasya?" tanya Selena.
"Apa kau sudah gila! bagaimana mungkin aku mengajak Tasya di hadapan keluarga ku!" sembur Nathan.
"Tapi dia memang sekertaris mu, tidak masalah bukan?" Selena.
"Meski dia sekretaris ku, aku tidak akan ceroboh mengenalkannya pada keluarga." seru Nathan. "Tidak usah membantah ku! dan jangan banyak bertanya!"
"Iya. Maafkan aku." Selena.
Nathan membawa serta sekertaris sekaligus kekasih gelapnya untuk pindah dari ibu kota. Mereka sudah satu bulan lebih tinggal di kota, dimana perusahaan utama Nathan berada.
Tiba di restoran, tempat mereka melakukan pertemuan. Nathan berbincang basa-basi terlebih dahulu, tak lama kemudian mengutarakan niatnya yang meminta bantuan suntikan dana. Nathan dengan mudah mendapatkan apa yang ia inginkan. Karena saudaranya itu mau membantunya.
"Nathan, bisa kita berhenti di sana dulu. Aku ingin membeli sesuatu." ucap Selena dengan berani.
"Kau ingin membeli apa?" dengusnya kesal.
"Itu, aku ingin makan bebek bakar." Selena menunjuk salah satu tempat makan yang menyediakan berbagai macam olahan bebek.
"Barusan kau sudah makan. Apa masih belum kenyang?" ucap Nathan. "Aku tidak mau! kerjaan ku banyak dan harus segera kembali ke kantor."
Selena mendengus, tidak berani lagi membantah Nathan. Wanita itu hanya bisa memandangi rumah makan yang semakin jauh dari penglihatannya.
"Kau bisa memesan lewat online jika kau ingin." ucap Nathan.
Selena tersenyum lebar, benar juga apa yang di katakan Nathan, dia masih bisa memakan bebek bakas melalui layanan pesan antar.
"Kau sangat aneh!" Nathan.
Nathan mengantar Selena hingga depan rumah mereka. Selanjutnya Nathan kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.
***
Nathan yang baru saja sampai di perusahaan, di kejutkan dengan panggilan telepon dari rumah. Dan mengabarkan jika Selena terjatuh pingsan. Mau tidak mau Nathan harus kembali lagi. Sebelumnya, Nathan telah memanggil dokter untuk datang ke rumahnya. Selena memang terlihat aneh, dan mungkin saja kesehatan Selena sedang tidak baik-baik saja. Karena itu, Nathan memanggil dokter ke rumahnya. Terlihat seperti peduli tapi nyatanya pria itu tidak akan terjadi apa-apa dengan Selena, karena bakan merepotkan nya. Ketika sampai, dokter sedang memeriksa kondisi Selena.
"Kenapa dia dok? apa ada masalah dengan kesehatannya?" tanya Nathan.
Dokter diam sejenak, memastikan kembali denyut nadi yang ia rasakan dengan tangannya. "Sebaiknya tuan segera membawa nyonya ke dokter obgyn."
Nathan terkejut. "Maksudnya?"
"Dari pemeriksaan, nyonya Selena hanya kelelahan. Dan kalau tidak salah prediksi, Nyonya saat ini sedang mengandung. Jadi untuk kepastiannya, lebih baik anda memeriksanya di dokter spesialis kandungan."
Bagai tersambar petir mendengarnya. Bagaimana Selena bisa hamil? sedangkan dirinya tak lagi menyentuh Selena. Sudah hampir setahun lebih lamanya, semenjak dia memiliki kekasih gelap. Nathan tidak lagi menyentuh istrinya. Lalu siapa yang menghamili Selena?
"Dasar wanita jallang!" teriak Nathan ketika Selena sadarkan diri. Dokter yang memeriksa sudah pergi sepuluh menit yang lalu.
"Ada apa dengan mu!" Selena terkejut dengan suara Nathan yang begitu menggelegar. Rasanya dirinya tidak mempunyai kesalahan yang membuat Nathan semarah itu.
"Siapa laki-laki yang menghamili mu!" Nathan kembali berteriak, kali ini kedua tangannya mencengkram erat bahu Selena. Tatapannya seolah akan makan Selena hidup-hidup, sangat mengerikan.
"Ha-hamil? apa maksud mu?" Selena pun terbata.
"Sialan! ternyata kau benar-benar wanita hina! hamil dengan pria lain di saat status mu masih istri sah seorang pria! sangat menjijikkan!"
Tubuh Selena bergetar, dia baru mengerti. "Aku hamil? anak Arjuna? "
"Jawab wanita jallang! siapa ayah dari bayi yang kau kandung? hah!"
Selena menggeleng. "Aku tidak tahu."
Plak plak.. tak segan-segan Nathan melayangkan pukulannya.
"Berapa banyak pria yang menikmati tubuh mu! sampai kau tak tau siapa ayah dari bayi mu!" ucap Nathan berapi-api. "Kau menjijikkan Selena, tidak menyangka aku menikahi wanita seperti mu!"
Selena tak kuasa menahan tangisannya, apa yang di katakan Nathan memanglah benar, dia wanita yang tidak bisa menjaga kehormatan nya. Apalagi sampai mengandung anak pria lain.
"Gugurkan dia!" seru Nathan.
" Tidak! aku tidak mau!" jelas saja Selena menolak untuk menggugurkan bayi yang tak memiliki dosa. Perbuatan nya yang salah, bayinya tidak tahu menau kesalahan orang tuanya.
"Keluar dari rumah ini! aku sangat muak pada mu!" ucap Nathan.
"Baiklah.." inilah yang Selena nantikan. Keluar dari jeratan Nathan.
"Jangan senang dulu. Meski kau keluar dari rumah ini, aku tidak akan menceraikan mu sampai aku puas menyiksa mu di luar sana. Tunggu balasanku Selena. Kau akan merasakan apa yang ku rasakan!"
Tidak peduli dengan ancaman Nathan. Selena bergegas pergi dari rumah itu. Takut jika Nathan berubah pikiran.
Ternyata benar, Nathan tak membiarkan hidupnya dalam ketenangan. Keluarga besarnya tidak lagi menganggap dirinya. Kedua orang tuanya pun kecewa padanya. Lepas dari Nathan, ia pikir akan bahagia.
Namun cobaan harus tetap ia jalani. Hidup sendirian dengan keterbatasan perekonomian yang sangat buruk. Tabungannya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan yang layak. Selena harus berhemat dalam mengeluarkan biaya hidupnya.
Meskipun begitu, Selena tak akan menyerah untuk membesarkan anak dalam kandungan nya.
Bersambung...
Nggak tau aja Arjuna anak siapa, holang kaya tau nggak