Mohon diharapkan sopan dalam berkomentar.
Sebelum membaca novel ini disarankan membaca perjodohan karena hutang yang pertama dulu ya, karena ini adalah cerita lanjutan perjodohan karena hutang pertama.
Disini saya akan menceritakan tentang kehidupan anak-anak mereka, yang tentunya tidak kalah seru dengan para orang tua mereka.
Danis adalah anak dari Risa dan Denis, Danis yang terbiasa hidup mewah dan tidak pernah kekurangan tapi tiba-tiba Denis mengambil semua fasilitas yang Denis berikan pada Danis.
Dan tentunya kenapa Denis mengambil semuanya, Denis punya alasan tertentu dan ingin membuat anaknya bisa menghargai apa yang dia punya bukan menghambur-hamburkannya tidak jelas.
Sampai akhirnya Danis hidup menjadi laki-laki biasa karena hukuman dari sang papa dan bertemu dengan seorang gadis yang sangat membenci laki-laki kaya.
Dan pertemuan itu membuat Danis jatuh hati pada gadis itu. Tapi bagaimana cara Danis jujur pada gadis itu kalau dirinya adalah anak orang kaya? Sedangkan gadis itu sangat membenci laki-laki kaya. Ya tentunya sang gadis juga punya alasan kenapa dia bisa membenci laki-laki kaya.
Penasaran dengan cerita cinta mereka? Dan bagaimana nanti Danis akan mengatakan kejujuran pada sang gadis.
Baca yuk karya Author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35.Janji Anin pada mama
"Orang kaya! Maksudnya apa?" Tanya Anin, dengan sorot mata yang masih belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh Danis.
"Kamu tidak sedang berguraukan?" Tanya Anin, ia masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Aku jujur sayang, aku tidak mau terus-terusan berbohong padamu." Jawab Danis, ia mengangkat kepalanya dan menatap Anin dengan penuh arti.
Ntahlah Anin kecewa atau tidak, tiba-tiba ia meneteskan air matanya begitu saja. Ia tidak tahu harus berbuat apa? Ia yang selama ini selalu menjaga pesan mamanya untuk tidak berpacaran atau menjalin hubungan dengan laki-laki kaya, akhirnya hari ini dia kalah karena Anin sudah terlanjur mencintai Danis.
Anin hanya terdiam, Danis meraih tangan Anin tapi ditepis oleh Anin dengan kasar.
"Jangan sentuh aku! Kamu tahukan aku tidak tertarik dengan laki-laki kaya dan bisa-bisanya kamu membohongiku!" Sentak Anin, dengan sorot mata yang sulit di artikan.
"Sayang, sungguh aku tidak bermaksud membohongimu. Aku juga tidak tahu aku bisa jatuh cinta padamu dan aku tulus mencintaimu." Danis meraih tangan Anin, ia memegang tangan Anin dengan erat.
Danis tidak ada maksud untuk berbohong pada Anin, apalagi Danis menjadi pura-pura miskin itu semua karena hukuman dari papanya dan dia jatuh cinta dengan Anin juga tulus dari dalam hatinya.
"Biarkan, aku sendiri!" Anin melepaskan tangannya dari tangan Danis, ia pergi berlalu dari hadapan Danis begitu saja. Kini perasaan dia pada Danis sungguh membuat ia terluka.
"Kenapa? Kenapa, semuanya seperti ini? Dan Danis ternyata laki-laki kaya, aku harus bagaimana? Mama, maafkan Anin, Anin tidak bisa menepati janji Anin pada mama karena ternyata Anin jatuh cinta pada laki-laki kaya." Hati Anin terus berbicara.
Iya Anin pernah berjanji pada mamanya sebelum mamanya meninggal, kalau Anin tidak akan menjalin hubungan dengan laki-laki kaya. Tentu saja itu juga karena pesan dari sang mama sebelum pergi untuk selamanya.
Anin melangkahkan kakinya dengan lemas, ia berjalan sambil menangis menuju masuk ke dalam rumahnya.
Danis masih terdiam, ia tidak bergeming hatinya begitu hancur karena kejujurannya membuat gadis yang ia cintai menangis.
"Anin, aku sungguh mencintaimu. Kenapa kamu tidak tertarik dengan laki-laki kaya? Apa yang membuatmu tidak tertarik dengan laki-laki kaya?" Hati Danis terus berbicara.
Danis pernah bertanya pada Anin, kenapa dia tidak tertarik dengan laki-laki kaya tapi waktu itu Anin belum sempat menjawabnya.
Sesampainya dirumahnya, Anin membuka pintu rumahnya dengan kunci, lalu ia masuk dan kembali mengunci pintunya rumahnya lagi.
Ia menjatuhkan tubuhnya dibelakang pintu, ia duduk sambil melipat kakinya dengan kedua tangannya.
"Mama, apakah laki-laki kaya itu sama saja? Apakah laki-laki kaya semuanya seperti papa, ma?" Anin terus bicara pada dirinya sendiri.
Flashback.
Beberapa tahun lalu waktu Anin masih kecil, Anin hanya hidup dengan mamanya saja karena papanya meninggalkan mamanya waktu Anin masih dalam kandungan.
Anin dan mamanya menjalani hidupnya dengan penuh kesusahan, bahkan Anin dari kecil juga sudah berkerja sebagai penjual koran untuk membantu mamanya mencari uang.
Mamanya yang berasal dari keluarga kaya raya, Mamanya Anin menjalani hidupnya yang begitu susah, perusahaan keluarganya bangkrut dan dia juga ditinggalkan oleh suaminya, karena suaminya memilih pergi dengan wanita lain.
Waktu habis melahirkan Anin, mamanya Anin sering-sering sakit-sakitan sampai suatu saat waktu itu Anin masih SD dan mamanya pergi untuk selamanya.
Sebelum pergi meninggalkan Anin untuk selamanya, mama Anin berpesan pada Anin.
"Nak, kelak jangan pernah mencintai laki-laki dari keluarga kaya! Lebih baik menikah dengan laki-laki sederhana yang mau hidup susah bersama!" Kata Mama Anin, ia mengusap pipi Anin dengan lembut.
Anin tidak tahu kenapa mamanya mengatakan itu padanya, Anin hanya diam dalam pelukan sang mama. Ia merasakan hangatnya pelukan dari mamanya pada malam itu.
"Memangnya, kenapa dengan laki-laki kaya ma?" Tanya Anin, ia ingin tahu.
"Laki-laki kaya itu hanya membuat sakit hati, mereka suka bermain dengan wanita, dan mereka juga sering sekali memperlakukan wanita seenak-enaknya," Jawab sang mama.
"Apa, papa juga seperti itu ma?" Tanya Anin.
"Iya papamu meninggalkan mama, disaat mama sangat membutuhkannya dia malah pergi dengan wanita lain. Dia meninggalkan kita tanpa memberikan apa-apa nak, sekarang kita hidup susah dan kamu juga berkerja jadi tukang koran, sungguh nak mama sangat membenci papamu, dia berasal dari keluarga kaya tapi papamu dan keluarga papamu sama sekali tidak mau mengakui mama." Jawab sang mama, ia menangis sambil memeluk putrinya yang bernasib malang.
Waktu itu Anin juga hanya bisa menangis dipelukan mamanya, ia tahu selama ini mamanya berjuang hidup untuk menghidupi dirinya dengan keadaan yang pas-pasan bahkan kadang kurang dan mamanya juga sering tidak makan yang penting Anin makan.
Waktu itu tidak ada orang yang mau membantu mereka, saudara dan keluarga lainnya juga tidak mau mengenal mereka. Mama Anin yang sudah sering sakit-sakitan ia hanya bekerja sebagai Art itu juga kalau ada yang memanggil saja, jika tidak mereka akan makan dari hasil Anin berjualan koran.
"Ingat nak pesan mama, jangan menjalin hubungan dengan laki-laki kaya!" Kata mama sambil memeluk erat tubuh Anin.
"Iya ma, Anin janji!" Jawab Anin.
Malam semakin larut, Anin dan mamanya tidur sambil berpelukan.
Pagi hari kemudian, Anin bangun dari tidurnya dan ia melepaskan dirinya dari pelukan sang mama, waktu itu mamanya terlihat pucat, Anin berusaha menenangkan mamanya tapi mamanya tidak kunjung bangun.
"Mama....mama...maaaa, bangun ma!!" Anin menangis sejadi-jadinya, karena mamanya tidak bangun sama sekali.
Malam itu menjadi malam terakhir Ani dan mamanya, setelah kepergian sang mama Anin hanya hidup sendiri. Dan akhirnya pada suatu hari sang papa membawa Anin untuk ikut bersamanya, tapi karena istri baru papanya tidak suka dengan Anin dan sangat membenci Anin, akhirnya Anin pergi dari rumah dan ia berusaha hidup mandiri.
Off flashback.
Mengingat kenangan tentang mamanya dulu, Anin hanya bisa menangis. Betapa susahnya ia menjalani hidupnya selama ini.
"Mama, Anin tidak tahu. Apakah Anin bisa menepati janji Anin pada mama, sekarang Anin mencintai laki-laki dari keluarga kaya ma." Kata Anin, ia hanya bisa menangis.
.
.
Danis duduk tepat di depan pintu rumah Anin, ia juga menangis karena ia sudah terlanjur jatuh cinta pada Anin.
"Sayang, aku tidak bermaksud membohongimu!" Kata Danis, ia duduk di depan pintu rumah Anin.
Anin mendengar suara Danis, ia sebenarnya ingin keluar dan memeluknya tapi ia teringat janjinya pada sang mama.
"Aku juga mencintaimu." Jawab Anin dalam hatinya.
"Kita bicara baik-baik, apa yang membuat kamu tidak tertarik dengan laki-laki kaya?" Tanya Danis, sungguh ia ingin sekali mendobrak pintu rumah kekasihnya itu dan langsung memeluknya.
"Apa, yang salah dengan laki-laki kaya?" Tanya Danis, ia mengedor pintu rumah Anin dengan keras.
"Katakan padaku sayang!!" Pinta Danis.
Setengah jam lebih telah berlalu, Anin sama sekali tidak memberikan jawaban, Anin juga hanya diam dibelakang pintu rumahnya.
"Danis, pulanglah! Biarkan aku sendiri dulu!" Jawab Anin dalam hatinya.
Danis terus menggedor-gedor pintu rumah Anin, ia rasanya lemas, ia juga sedih, ia kecewa pada dirinya sendiri kenapa ia tidak jujur dari awal bertemu dengan Anin. Sekarang kalau sudah seperti ini, siapa yang salah?
"Anin, aku rela jadi orang miskin jika kamu tidak tertarik dengan laki-laki kaya!" Kata Danis, ia sudah pasrah demi cintanya pada Anin.
"Danisss..." Anin mulai mengeluarkan isak tangisnya.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊
Ramekan yuk, karya Author yang lain siapa tau pada suka 😘😘
bukannya suara bayi oek.....oek...oek
dasar fani
kasian si rifki
kok sama denisnya namanya...