NovelToon NovelToon
Rahim Untuk Sahabat

Rahim Untuk Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:21.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Andra dan Diana sudah menikah selama lima tahun. Namun selama itu pula Diana memilih untuk menunda kehamilannya. Dengan alasan jika saat ini sedang berada di puncak karir yang selama ini dia impikan.

Selain karena tekanan dari kedua orang tua Andra yang ingin segera punya cucu. Dalam hati kecilnya, Andra juga ingin segera punya anak. Hingga akhirnya dia bertemu sahabat lamanya bernama Nadhira.

Entah ada pikiran dari mana hingga tiba-tiba Andra meminta Nadhira hamil anaknya. Jelas Nadhira menolak apalagi Andra sudah menikah.

Apakah rencana Andra aka berhasil untuk mendapatkan anak dari keturunannya sendiri. Apakah Nadhira akhirnya akan setuju? Lalu bagaimana dengan Diana dan keluarga Andra?

Konflik apa lagi yang akan terjadi setelah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahim Untuk Sahabat 35

Telepon yang terputus sepihak itu membuat Diana mematung di tengah butik mewah. Wajahnya yang semula angkuh kini berubah pias, diikuti semburat merah padam akibat rasa malu yang luar biasa. Tatapan teman-temannya yang semula memuja, kini berubah menjadi bisik-bisik penuh tanya.

"Diana? Ada apa? Apa kamu dan Andra baik-baik saja?" salah satu temannya memberanikan diri bertanya dengan nada curiga.

"Itu Andra salah paham padaku! Sehingga dia marah. Aku sepertinya harus pulang lebih dulu, best!" jawab Diana terbata, mencoba menutupi kekacauan yang baru saja dia perbuat sendiri.

Tangannya gemetar saat mencoba memasukkan ponsel ke dalam tas brandednya. Namun, sebelum dia sempat berbalik untuk melarikan diri dari pusat perhatian, langkahnya terhenti. Di ambang pintu butik, sosok wanita paruh baya dengan busana elegan dan aura yang sangat dingin berdiri tegak. Bu Viona. Ibu mertuanya.

Bu Viona tidak datang dengan kemarahan yang meledak-ledak. Dia justru tersenyum, senyum yang bagi Diana terasa jauh lebih menakutkan daripada teriakan.

"Belanja apa saja hari ini, Diana? Bukannya kamu ada di Bali ada pemotretan dengan project besarmy itu? Bahkan kamu sampai menghindari pemeriksaan dokter untuk program kehamilan. Tapi kenapa malah ada di sini? Masih butuh uangmu rupanya?" suara Bu Viona tenang, namun mampu menghentikan napas Diana seketika.

Diana menelan ludah dengan susah payah.

Teman-teman sosialitanya saling pandang dan berbisik-bisik. Sungguh Diana sangat malu, harga dirinya benar-benar jatuh karena Bu Viona memergoki dia berada di mall. Kebohongannya kini terungkap.

"Loh bukannya Andra yang tak mau hamil ya? Bahkan Diana sempat bilang kalau Andra mandul!" celetuk salah satu dari teman Diana. Ucapan teman Diana itu membuat Mama Viona benar-benar emosi.

"Mama... saya... saya hanya..."

Plaaaakkk

Plaaaakkk

"Sudah cukup," potong Bu Viona, langkahnya mendekat dengan tenang.

"Bawa dia ke rumah!" perintah Bu Viona kepada dua orang bodyguardnya.

Diana akhirnya di seret dan di tarik dari sana sehingga membuat perhatian banyak orang. harga diri Diana benar-benar runtuh karena hal ini.

Suasana di ruang rapat mendadak berubah menjadi arena eksekusi. Pak Ardi tidak membuang waktu. Ia menekan satu tombol di remote yang terhubung ke proyektor di depan. Seketika, layar besar itu menampilkan flowchart keuangan yang sangat rumit, dengan garis-garis merah yang menunjuk ke satu titik rekening atas nama Reno.

"Reno, aku tidak butuh alasan," suara Pak Ardi menggelegar, mematikan nyali siapa pun yang berniat membela.

"Audit ini bukan sekadar ketidakberesan administratif. Ini adalah penggelapan sistematis. Kamu pikir aku tidak tahu ke mana aliran dana 'proyek fiktif' itu berakhir?"

Reno terdiam, tenggorokannya tercekat. Dia mencoba mencari celah untuk membela diri, namun tatapan para petinggi perusahaan di sekelilingnya sudah berubah menjadi tatapan penghakiman. Mereka bukan lagi rekan kerja, melainkan juri yang siap menjatuhkan vonis.

Andra, yang sejak tadi duduk bersandar, akhirnya memecah keheningan. Dia bangkit dari kursinya dengan gerakan yang tenang namun mengintimidasi.

"Reno," panggil Andra lembut, hampir seperti berbisik.

"Sebelum kita menyerahkan bukti-bukti ini ke pihak berwajib, aku ingin memberimu kesempatan terakhir. Jelaskan, ke mana saja dana operasional cabang senilai 5 miliar itu mengalir?"

Reno menelan ludah dengan susah payah. Kerongkongannya terasa kering seperti gurun. Dia melirik Pak Ardi yang sedang menyesap kopi dengan tenang, matanya menatap tajam dari balik kacamata, seolah-olah sedang membedah isi kepala Reno.

"Itu... itu digunakan untuk tambahan biaya logistik mendadak, Pak Andra. Audit ini pasti ada kesalahan input," suara Reno mulai bergetar hebat.

"Kesalahan input ya?" Andra mengulangi dengan nada jenaka. Dia berjalan mengitari meja, sepatunya beradu dengan lantai marmer, menciptakan suara klik-klik yang ritmis dan mengancam.

"Luar biasa. Begitu banyak kesalahan input hingga mampu jika di total selama lima tahun kemudian bekerja di perusahaan ini hasilnya sampai puluhan miliar?"

"Mana mungkin? Ini semua fitnah untukku!" Reno berusaha membela diri.

Andra berhenti tepat di depan Reno. Senyum di wajahnya lenyap, digantikan dengan raut wajah sedingin es yang membuat suhu ruangan terasa turun drastis.

"Fitnah?" Andra mengeluarkan sebuah tablet dari saku jasnya dan melemparkannya tepat ke atas meja, tepat di depan Reno.

"Buka file yang bertanda 'Proyek Bayangan'. Di sana ada rekaman transfer dari gateway keuangan yang tidak bisa dihapus. Bukan cuma bukti transfer, tapi ada juga rekaman suara dari debt collector yang menagih utang judi Reno di luar negeri, yang dibayar pakai dana perusahaan."

Reno membeku. Tangannya gemetar hebat saat menyentuh layar tablet itu. Wajahnya yang semula memucat kini berubah menjadi kelabu.

"Bukan cuma itu," lanjut Andra dengan suara yang makin meninggi, membuat para direksi tersentak.

"Aku sudah melacak alamat IP yang kamu gunakan untuk membobol sistem enkripsi perusahaan. Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu memakai VPN untuk menutupi jejak?"

"Tidak... tidak mungkin..." bisik Reno nyaris tak terdengar.

Pak Ardi, yang sedari tadi hanya mengamati, berdiri dari kursinya. Dia memberi isyarat kepada pintu ruang rapat. Dua orang pria berbadan tegap, bukan sekadar keamanan. Melainkan anggota divisi investigasi internal, masuk dengan membawa berkas-berkas pengadilan.

"Reno, kamu tidak akan keluar dari sini dengan status sebagai karyawan," ucap Pak Ardi dingin.

"Kamu keluar dari sini sebagai pesakitan."

"Tunggu!" Reno mencoba bangkit, namun Andra menendang kursi di hadapannya hingga menghantam dada Reno, membuatnya kembali terjatuh.

"Duduk kembali, Reno," perintah Andra dengan nada yang lebih rendah namun mematikan.

"Kita belum sampai ke bagian paling menarik."

Andra memutar sebuah file audio di ruangan itu. Suara Diana terdengar, namun bukan suara yang merengek, melainkan suara Diana yang tertawa penuh kemenangan saat berbicara dengan seseorang di telepon, tepatnya kepada Reno, di hari ulang tahun pernikahan Andra yang ke-empat.

"Uang Andra sudah masuk lagi, Sayang. Dua puluh miliar. Cukup untuk kita beli vila di luar negeri. Jangan lupa, segera pindahkan dana itu ke rekening aman kita. Andra bodoh, dia tidak akan pernah curiga karena dia terlalu sibuk menjadi suami yang baik," ucap rekaman suara Diana.

Reno membelalak. Dia tidak menyangka Andra memiliki bukti hingga sedetail itu.

"Kamu dengar itu, Reno?" Andra membungkuk, mensejajarkan wajahnya dengan Reno yang kini berantakan.

"Istriku yang 'terkasih' itu sedang menertawakan kebodohanku bersama kekasihnya yang 'hebat'. Jadi, masih mau bilang ini fitnah?"

Tiba-tiba, Reno tertawa histeris, tawa orang yang sudah kehilangan segalanya.

"Ya! Memang benar! Aku sudah menidurinya ribuan kali di belakang punggungmu! Dia memang lebih memilih aku daripada pria bo-doh sepertimu! Kami memang merencanakan semuanya untuk menjatuhkan Antanagara! Diana tak pernah mencintaimu! Itulah sebabnya dia tak pernah mau memiliki anak darimu!"

Ruangan itu mendadak sunyi senyap. Keberanian Reno yang muncul dari keputusasaan itu justru memicu ledakan amarah Andra yang tak terbendung. Andra mencengkeram kerah kemeja Reno dan menghantamkan kepalanya ke meja marmer dengan satu gerakan cepat.

BUGH

Darah mulai mengalir dari pelipis Reno. Andra tidak berhenti. Dia mencengkeram rambut Reno, memaksa pria itu menatap ke layar proyektor yang kini menampilkan foto-foto mereka berdua di apartemen penthouse. foto-foto yang diambil oleh detektif pribadi yang selama ini Papa Ardi sewa.

"Selamat, Reno. Kamu baru saja memberikan pengakuan di depan para saksi kunci dan rekaman kamera ini," Andra melepaskan cengkeramannya dengan jijik.

"Sekarang, nikmatilah sisa hidupmu di balik jeruji besi. Dan untuk Diana dia tidak akan tahu apa yang menimpanya sampai dia benar-benar kehilangan segalanya. kalian benar-benar para manusia menji-jikkan!" Andra benar-benar marah karena di bohongi dan di bo-dohi oleh dua orang yang dia percaya.

1
Fitria Syafei
Nadhira kereen 😍 KK cantik mantaf 😘 terimakasih 😘
Eva Karmita
keren 👍👍 suka jalan ceritanya ngak berbelit-belit
sunaryati jarum
Jederrr selain dicerai diimiskinkan dan diperkirakan , sempurna balasan pagi penipu dan perampok berkedok istri
sunaryati jarum: Maksudnya dipenjarakan
total 1 replies
sunaryati jarum
Ada ya wanita seperti Diana,dasar serakah
Muft Smoker
mantaap kaan Diana ,, niat mau nipuu eeh malah kemakan senjata sendriii ,, 👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dew666
💎💎💎💎
Fitria Syafei
semangat KK 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Anisa Nur
bangkai yang di simpan rapat "pasti akan tercium juga diana
Eva Karmita
Diana sadar kamu pendosa teriK pendosa satu jarimu menunjuk Dhira tapi empat jari mu menunjuk dirimu sendiri 😩😏
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kamu gk takut dilaporin istrinya reno tentang hal perselingkuhan? istrinya lagi hml anak reno loh
Fitria Syafei
Andra kereen 👏 KK cantik mantaf 😘 terimakasih 😘
Dew666
💄💄💄💄
Muft Smoker
ngomong koq asal mangap ,,
gx sadar diri ,,
dr awal pernikahan atau mungkin dr sebelum menikah situ juga udh berzina ,,
sedangkan nadhira msh suci ,,
siti sehat Diana😒😒😒😒😒😏😏😏😏
sunaryati jarum
Kamu saja harus mempertanggung jawabkan perbuatan zinamu dan uang Perusahaan yang kau curi dan kau masukkan ke rekening Reno,bukti akurat dan pengakuan Reno bisa menjeratmu bertshun- tahun menjadi penghuni penjara,Diana
sunaryati jarum
Bodoh kok sampai 4 tahun dan uang ratusan miliar, melayang untuk membiayai foya- foya istri dan selingkuhannya.🤭🤭
sunaryati jarum
Pengin tahu Reaksi Diana ditalak,semus aset berharga di dalam dan luar negeri di ambil dan jadi gembel
sunaryati jarum
Kebusukan itu makin lama akan tercium baunya Reno,Diana
nely_48
kandangan d kandang singa n 🐊🐊 s diana mh, jgn d lepas apalagi d penjara, enak teuing bs bebas
Anisa Nur
jadi gembeh deh kamu Diana setelah di tendang ma andra
Eva Karmita
sayang...sayang endas mu 😏 habislah sudah kamu Diana masa depan mu sudah berakhir the end
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!