NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Mantan

Benih Rahasia Sang Mantan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:59.4k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Satu malam kelam menumbuhkan benih kehidupan dalam diri Miranda. Namun naasnya, hubungan terlarang itu di ketahui sang Majikan, yang tak lain Ibu dari kekasihnya~Ezar Angkasa.

Merasa tidak terima atas hubungan itu, Majikanya memfitnah Miranda secara keji, dan mengharuskan gadis malang itu angkat kaki dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

5 tahun berlalu~

Miranda mencoba bangkit. Melamar kerja pada sebuah perusahaan ternama di kotanya. Namun siapa sangka, Bos barunya itu.....? Dia adalah Ezar Angkasa, mantan kekasihnya 5 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Sementara di rumah,

Huh....

Miranda menghembuskan napas panjang sejenak. "Bisa-bisanya ketemu pasangan spek keluaran rumah sakit jiwa semua."

Teringat ia masih membawa peci putranya, Miranda tersadar, ia hampir lupa memberikan peci itu kepada mertuanya. "Ya Allah... Ibu pasti sudah menunggu." Dan benar saja, ia baru mendapat pesan dari mertuanya; menyuruh Miranda langsung ke sekolah Tama saja.

Miranda bergegas melajukan motornya, sudah siap dan rapi sekalian bekerja. Dan untung saja Putranya belum berangkat.

"Bu... Ini pecinya. Tama mana?" Miranda mengedarkan matanya ke dalam, sekolahan Tk itu sudah penuh dengan beberapa wali murid yang nantinya akan mendampingi putra putrinya masing-masing.

Bu Sri menunjuk ke arah ayunan, "Tuh, lagi main sama temennya."

"Ya sudah, Bu... Miranda berangkat dulu. Assalamualaikum...."

Selepas kepergian Miranda, Ustadzah Tama mengintrupsi anak didiknya untuk bersiap-siap. Satu travel juga sudah menunggu. Selain nanti acaranya menghadiri peresmian Masjid, anak-anak akan di latih untuk mengikuti manasik haji di alun-alun.

Rombongan travel itu sudah mulai melaju, dan anak-anak pun tampak antusias melantunkan ayat, 'Labbaikallahumma labbaik... Labbaika la syarika laka labaik....' termasuk Tama juga.

"Nek uti, apa kita nanti akan beltemu Ayah Alya ya, Nek? Katanya kalo beldoa itu bakal beltemu Ayah?"

Bu Sri hanya mampu mengusap lengan cucunya dengan gemas. "Bukan nanti... Tapi suatu kelak. Ayah Arya 'kan sekarang sudah di surga."

Tama sedikit paham dan tau apa makna Surga dan Neraka. Miranda selalu menjelaskan, karena usia hampir 6 tahun itu Tama jadi banyak ingin tahu.

Tak lama itu, travel tadi tiba di depan sebuah masjid megah dan mewah dekat alun-alun pusat kota. Disana anak-anak sudah di sambut hangat oleh tim panita.

"Selamat datang Ustadzah dan anak-anak semua. Silahkan... Silahkan langsung masuk, karena Kiyai sebentar lagi tiba."

4 Ustadzah itu langsung membimbing anak-anak untuk masuk. "Baik, terimakasih...." karena nanti, disana anak laki-laki akan ada yang memainkan burdah, begitu melantunkan beberapa Shalawat Nabi.

"Tama berani 'kan? Nggak boleh nangis ya? Nek Uti duduk di luar dulu. Kita persiapan, nanti setelah Kiyai datang, baru pada masuk semua," ucap Ustadzah sambil membenarkan peci Tama.

"Baik, Ustadzah...." Tama langsung bergabung, duduk bersama teman-temannya.

Di luar, 2 buah mobil Alphard sudah tiba di depan Masjid Nurul Huda milik salah satu pengusaha sukses bernama Andika Wijaya. Namun, tanah yan ia beli sudah di wakafkan dan di banguni menjadi Masjid.

Panita menyambut, begitu para tamu undangan yang sudah berjejer rapi.

Disana, keluarlah dua wanita berjilbab lebar, tampak anggun dengan abaya mewahnya berwarna putih. Wanita beda generasi itu adalah Lita dan keluarga Bu Arumi. Sementara satu mobil Alphard tadi milik Kiyai undangan -- Abah Ahmad Syafik.

Lalu, dari belakang ada beberapa mobil yang baru masuk, terparkir yang salah satunya keluarga Afran dan Pak Andika, Ayahnya.

"Ibu... Silahkan masuk," Panitia menyambut keluarga besar Wijaya dengan antusias. Sementara para tamu undangan Pria langsung saja masuk.

Wali murid Tk sudah bangkit hendak menyalami beberapa tamu undangan yang baru saja tiba. Bu Sri juga sudah bersiap. Kepalanya baru saja menegak. Dan disaat bersamaan Afran melewati depan tempatnya bersama sang Ayah dan rekan-rekan undangan.

Deg!

Deg!

Wajah Bu Sri tersentak setengah mati. Dua pria beda generasi yang baru saja lewat itu? Ya Allah.... Hanya kalimat lafadz Allah yang keluar dari mulut Bu Sri. Mantan Majikan suaminya itu nyata dapat ia lihat secara dekat lagi. Tahun-tahun menyakitkan yang harus ia pendam seorang diri, di paksa bungkam oleh ketidak adilan dunia.

Ingatan Bu Sri terlempar pada kejadian 30 tahun yang lalu.

Oek.... Oek....

Seorang bayi kembar baru saja lahir beberapa menit yang lalu. Akan tetapi, salah satu dari bayi kembar itu mengalami kelainan pada kulit yang membuatnya terlihat lebih gelap dan bersisik. Tuan Andika selaku Ayah dari bayi kembar tadi syok pada saat akan meng Adzankan dua bayinya. Sang Ayah, Eyang Tengku Wijaya murka saat memasuki ruangan persalinan itu.

"Bayi ini cacat?!" bisik hatinya.

"Bayi ini akan mempermalukan keluarga besar Ayah, Andika! Jika kamu tak dapat membuangnya, maka biarkan Ayah sendiri yang memusnahkan!" gertak Tuan Tengku bagaikan samurai yang menusuk hati Andika.

Sebagai Ayah baru, Andika tidak ingin salah satu putranya yang cacat itu akan terasingkan dalam keluarganya. Dan sejak itu, keluarga besar merahasiakan tentang sosok bayi cacat itu kepada Arumi.

"Saya mohon, bawalah putra saya pergi jauh dari Ayah saya, Pak! Rawatlah dia seperti Pak Heru merawat putra Bapak sendiri," mohon Andika kepada sopir pribadinya. "Saya akan tetap memantau dan mencukupi semua kebutuhan finansialnya."

Pak Heru gemetar menggendong bayi itu. Bukan karena penampilan tubuhnya yang buruk rupa. Tapi, hampir 40 tahun menikah dengan Istrinya - Sri Handayani, pasangan itu belum di berikan keturunan dan kepercayaan oleh Allah. Dan bayi yang Pak Heru gendong itu, seakan hilal terbesar yang selama ini ia panjatkan setiap harinya selama 40 tahun.

Dan setelah itu, Pak Heru membawa bayi tadi menuju rumahnya, dan menyuruh sang Istri untuk merahasiakan keberadaan bayi itu.

Sementara yang Bu Arumi tahu, putranya hanya satu, yakni Afran Wijaya.

"Apa Pak Andika selama ini mencari putranya, disaat kami sudah pindah? Jika iya, betapa bersalahnya aku...." batin Bu Sri yang masih di selimuti rasa terkejutnya pagi ini.

Tiba-tiba saja ada suara seseorang yang menyadarkan lamunannya.

"Mbak Sri... Ini benar kamu?"

Deg!

Wajah Bu Sri tak kalah syok melihat Bu Arumi ada di depannya sambil memegang bahunya. "Bu Arumi? Ya Allah... Apa kabar, Bu?" suara Sri bergetar, ada rasa bersalah yang menyelinap masuk dalam celah hatinya.

"Mbak Sri, nanti kita ngbrol-ngobrol dulu ya, setelah acara. Sudah lama banget kita nggak pernah ketemu sejak Pak Heru resign," ucap kembali Bu Arumi.

Bu Sri mengangguk, mulutnya seolah mengatup. Ia menatap mantan Majikan suaminya itu berlalu begitu saja.

"Aku harus memberitahu Bu Arumi tentang kenyataan 30 tahun lalu itu. Tapi... Apa jadinya jika Bu Arumi tahu jika salah satu putranya sudah tiada. Ya Allah.... Ampunilah hamba. Arya... Maafkan Ibu yang selama ini menutupi siapa Ibu kandungmu...." kalimat itu tercekat bagaikan ribuan jarum yang tertelan begitu saja.

Sementara di dalam, Panitia sudah duduk mendampingi beberapa anak Tk undangan untuk memainkan burdahnya ketika Kiyai Ahmad Syafik sudah memasuki ruangan.

meskipun tidak sempurna, namun anak Tk termasuk Tama itu sudah begitu luwes memainkan beberapa alat burdah.

Wajah Tama mendongak. Dan kebetulan mata kecil itu melihat sosok Afran sedang masuk, duduk tenang bersama Ayahnya-Tuan Andika.

Tama menghentikan pergerakan tanganya pada salah satu alat burdah yang dirinya pegang. Tiba-tiba ia bangkit sambil memekik.

"Paman Aflan...."

Tidak hanya Afran dan Pak Andika. Bu Arumi termasuk Lita juga menoleh.

"Anak itu lagi?" batin Lita menggeram.

1
Naufal hanifah
bagus
Ig:@septi.sari21: maciihhh kak😍✋
total 1 replies
SisAzalea
adakah " Jauh kan tanganmu?"
Nessa
👍🏻👍🏻
Sarinah Quinn
di sini yang jahat menang telak author dukung Sinta dan ezar sedangkan Miranda yg hancur in s
ezar yg tanggung jawab Arya sama dewa, Sinta yang berjaya modal air mata dan ngancam bundir. gak sesuai ekspektasi sih tapi apa lah pembaca hak penuh author 🙏
Sarinah Quinn: terserah author nya. takdir nya di tangan author hanya gak ikhlas SJ gt Thor Sinta SM ezar. kalau nanti ezar di pertemukan dengan orang yg di cintai nya mungkin etis juga ini kn terpaksa nikah nya. tapi lagi lagi kn pembaca ini hanya pembaca thor mengikuti alur nya saja 🙏🥰
total 2 replies
Yunita Sophi
aahh aq kira Miranda akan nikah dgn Ezar...
Ig:@septi.sari21: sad ending ceritanya kak💔🥀
tapi sama-sama bahagia kok😍
total 1 replies
Yunita Sophi
keren thor ceritanya 👍
tia
👍👍👍👍👍
tia
lanjut thor
ardiana dili
lanjut
Dew666
🎈🎈🎈🎈
ardiana dili
lanjut
Nessa
nexxttt..
Yunita Sophi
bagus Ezar... libas aja tuh cewek barber tukang fitnah..
tia
lanjut thor,,
Yunita Sophi
kak thor cepat lanjutin yah... jadi makin penisirin ini...😄
Yunita Sophi
ciah Ezar punya modal nama Tama di bawa bawa..😄
Yunita Sophi
kata Dewa dia ikut agama mamah nya... terus papah nya beda gitu yah thor..
Yunita Sophi
semangat Zar...
Yunita Sophi
👏👏👏👏👏 seru nih tante 😄😄😄
Yunita Sophi
Ria mau kaya apa pun di lakukan... merebut suami kakak,membunuh kakak tp setelah berhasil menguasai malah selingkuh ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!