Karena di sukai oleh kakak ipar nya membuat Aulia hidup dalam kegelisahan.
Aulia yang masih berstatus anak kuliahan bingung dengan kehidupan nya saat ini,dia ingin pergi dari rumah kakak nya tapi dia tak memiliki tempat tinggal bahkan uang sepeser pun selama ini kakak ipar nya lah yang membiayai hidup Aulia hingga membuat kakak ipar nya semena-mena pada diri nya.
Aulia memutuskan untuk mengajak Rendy sang kekasih menikah tapi saat mendatangi apartemen kekasih nya ini justru dia melihat perselingkuhan Rendy dengan teman kampusnya sendiri membuat Aulia kecewa berat.
Bagaimana kisah hidup Aulia selanjutnya akan kah dia bisa lari dari kejaran kakak ipar brengseknya itu atau dia justru menjadi madu untuk kakak kandungnya sendiri?
Yuuk baca kisah nya hanya di Nt🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Telat
Mata Aulia terbuka lebar dengan kaget. Ia melirik jam di ponselnya, dan seketika darahnya langsung berdesir hebat ke kepala.
"Astaga,,, sudah siang!!!"
Aulia segera melompat dari kasur seolah tersengat listrik. Selimut terlempar sembarangan. Jam menunjukkan pukul delapan pagi hal yang membuat jantungnya serasa mau copot. Dia telat! Sangat telat,apa yang harus dia katakan pada atasan nya nanti.
"Aduh, aduh, aduh!!" gerutunya panik,Aulia segera mandi secepat kilat.
"Lambat sekali tubuh ini bergerak!" umpatnya pada diri sendiri, selesai mandi dia baru tersadar kalau dia tidur di rumah sang atasan, pakaian kerja nya tidak ada di sini.
"Astaga, bagaimana ini" ucap nya lemah.
"Tok....tok....." terdengar ketukan pintu dari luar membuat Aulia kaget.
"Permisi Nona,saya mengantarkan pakaian ganti" ujar nya dari luar.
"Sebentar" sahut Aulia berjalan lalu membuka sedikit pintu kamar lalu mengeluarkan kepalanya untuk mengintip.
"Ini Nona pakaian ganti anda,tuan menunggu anda di meja makan"ucap sang pembantu.
"Pak Arlan belum pergi ke kantor bi?" tanya Aulia sambil mengambil pakaian ny.
"Belum, beliau sengaja menunggu anda" jawab bibi bernama Ida ini.
"Terimakasih bi" sahut Aulia lalu segera menutup pintu kamar nya.
"Kenapa pak Arlan belum ke kantor,apa dia akan memarahi ku karena bangun siang"tebak Aulia.
"Ini bukan pakaian kerja,lalu bagaimana dengan pekerjaan ku hari ini" keluh nya,Aulia memasang baju tersebut dengan cepat setelah rapi dia keluar dari kamar.
Ternyata benar saja Arlan sudah duduk santai menikmati sarapan nya di meja makan.
"Ma-af pak sa-"
"Sarapan dulu,aku tidak mau di cap sebagai bos yang kejam pada bawahan nya" potong Arlan membuat Aulia terdiam dan menarik kursi di hadapan sang atasan nya ini.
"Nanti kamu katakan pada bik Ida apa yang menjadi kesukaan mu biar bik Ida bisa menyiapkan nya"ujar Arlan
"Tidak perlu pak,saya bisa sarapan dan makan apapun tidak ada pantangan nya"jelas Aulia
"Alergi?" tanya Arlan lagi
"Tidak! Saya sehat walafiat tidak ada penyakit apapun di tubuh saya" jawab Aulia
"Bagus lah kalau begitu bik Ida tak perlu repot-repot untuk mengingat nya,hari ini kamu nggak perlu ke hotel tadi saya sudah hubungi Ridwan mengatakan kalau kamu tidak masuk"
"Ha! Bapak menghubungi mas Ridwan?" tanya Aulia panik, bagaimana bisa sang atasan mengambil keputusan sendiri, bagaimana bila karyawan hotel curiga,bisa tamat riwayatnya.
"Manis sekali panggilan mu pada Ridwan,apa kalian punya kedekatan khusus?"tanya Arlan sembari memotong roti nya.
"Semua nya juga panggil dia mas" sanggah Aulia cepat.
"Kenapa aku baru tau?" tanya Arlan
"Itu karena bapak jarang ke hotel" jawab Aulia sedikit ketus.
"Aku mau berangkat ke kantor dulu"ucap Arlan menyudahi acara sarapan nya.
"Hari ini kamu bisa keliling rumah di temani pembantu lain nya,jika butuh sesuatu bisa minta pada bik Ida"lanjut Arlan langsung berdiri.
"Tapi pak-"
"Baru saja Aulia ingin membantah tatapan tajam sudah di keluarkan Arlan membuat nyali Aulia menciut.
"Oh ya habis kan sarapanmu,hari ini aku pulang agak malam kamu tidak usah menunggu ku langsung tidur saja" ujar nya lalu segera pergi.
"Siapa juga yang mau menunggu mu" gumam Aulia sambil memotong roti sarapan nya dengan kasar lalu memasukkan nya kedalam mulut dengan cemberut.