NovelToon NovelToon
Milik Sang Kapten

Milik Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Menyembunyikan Identitas / Romansa
Popularitas:30.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Karline sengaja bersembunyi di balik masker dan jaket gembel demi ketenangan. Namun, sebuah insiden di kolam renang membongkar segalanya. Di balik penampilan kumuhnya, ternyata ada kecantikan luar biasa yang membuat seisi sekolah lupa cara bernapas.
​Dean, sang kapten voli yang populer dan arogan, tidak tinggal diam. Sejak napas buatan itu diberikan, Dean mengklaim Karline sebagai miliknya. Kini, Karline harus menghadapi dunia yang memujanya, sekaligus menghadapi obsesi posesif sang kapten yang tidak sudi berbagi tatapan Karline dengan pria mana pun.
​"Lepaskan maskermu. Mulai sekarang, kamu aman di bawah kuasaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Jarak Yang Tiba-Tiba

Beberapa hari setelah kejadian di gudang olahraga, kehidupan di sekolah perlahan kembali terlihat normal. Para siswa menjalani aktivitas seperti biasa, seolah tidak ada sesuatu yang pernah terjadi. Namun bagi Dean, ada satu hal yang terasa sangat berbeda.

Karline.

Gadis itu tiba-tiba berubah.

Pagi itu Dean sudah berdiri di dekat gerbang sekolah sejak lama. Ia bersandar di motornya sambil sesekali melihat ke arah jalan, menunggu mobil yang biasa mengantar Karline datang.

Tak lama kemudian mobil hitam keluarga Dharmawijaya berhenti di depan gerbang.

Dean langsung berdiri tegak.

Karline turun dari mobil dengan seragam sekolah yang rapi. Rambut panjangnya tergerai seperti biasa, dan wajahnya terlihat jauh lebih sehat dibanding beberapa hari lalu.

Namun saat matanya bertemu dengan Dean, gadis itu justru menunduk.

Ia berjalan melewati Dean begitu saja.

“Karline,” panggil Dean sambil melangkah mendekat.

Karline berhenti sebentar, tapi tidak benar-benar menoleh.

“Kamu sudah lebih baik?” tanya Dean pelan.

Karline hanya mengangguk.“Sudah.”

Jawabannya singkat.

Terlalu singkat.

Dean menunggu beberapa detik, berharap Karline mengatakan sesuatu lagi. Biasanya gadis itu akan tersenyum kecil atau setidaknya menanyakan kabarnya.Namun kali ini tidak.“Aku masuk dulu,” ucap Karline pelan.

Setelah itu ia berjalan menuju gedung sekolah tanpa menoleh lagi.Dean berdiri diam di tempatnya.

Perasaan aneh mulai muncul di dadanya.

Di kelas pun keadaan tidak jauh berbeda.

Karline duduk di bangkunya seperti biasa, membaca buku dengan tenang. Namun setiap kali Dean mencoba berbicara dengannya, jawabannya selalu pendek dan seperlunya.

Saat istirahat pertama, Dean mencoba menghampirinya lagi.“Karline, kamu tidak ke kantin?” tanyanya.Karline menggeleng.“Aku mau ke perpustakaan.”

“Sendiri?”Karline mengangguk.

Dean ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi Karline sudah berdiri dan berjalan keluar kelas.Dean hanya bisa menatap punggungnya dengan bingung.

Di kantin, Raka memperhatikan wajah Dean yang murung.“Ada apa denganmu?” tanya Raka sambil menggigit roti.

Dean menghela napas.“Karline aneh.”

“Aneh bagaimana?”

“Dia menjauh dariku.”Raka mengerutkan dahi.

“Bukannya kemarin kalian baik-baik saja?”

“Itu yang membuatku bingung.”jawab dean murung.

Dean menatap meja dengan kesal.“Sejak pagi dia seperti menghindar.”

Raka berpikir sebentar.“Mungkin dia masih trauma.”

Dean terdiam.Kemungkinan itu memang masuk akal.Namun tetap saja ada sesuatu yang terasa berbeda.

Sore hari setelah sekolah selesai, Dean berdiri di dekat parkiran sambil menunggu Karline.

Beberapa menit kemudian gadis itu keluar dari gedung sekolah.Dean langsung menghampirinya.

“Karline.”

Karline berhenti berjalan.

Dean menatapnya serius.“Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.”Karline tampak ragu, tapi akhirnya mengangguk.

“Apa?”

Dean menarik napas pelan.“Kenapa kamu menjauh dariku?”

Karline terlihat terkejut.“Aku tidak menjauh.”

“Kamu menjauh.”Dean menatapnya lurus.“Sejak pagi kamu bahkan tidak mau menatapku.”

Karline terdiam beberapa detik.“Aku hanya… sibuk.”

Dean menghela napas kesal.

“Karline, kita sudah saling kenal cukup lama. Aku tahu saat kamu berbohong.”

Gadis itu menggigit bibirnya pelan.“Dean…”

“Apa aku melakukan sesuatu yang salah?”Karline langsung menggeleng.“Tidak.”

“Lalu kenapa?”Karline menunduk.

Tangannya mengepal pelan.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan.

“Aku hanya berpikir,” akhirnya Karline berkata pelan, “mungkin lebih baik kita tidak terlalu dekat.”

Dean langsung mengernyit.“Maksudmu?”

Karline masih tidak menatapnya.“Kejadian kemarin terjadi karena aku.”

“Apa?”

Dean terlihat tidak percaya.

“Rio marah padamu karena aku,” lanjut Karline dengan suara pelan. “Kalau aku tidak ada, mungkin semua itu tidak akan terjadi.”

Dean menatapnya tajam.“Jadi kamu menjauh dariku karena itu?”

Karline tidak menjawab.

“Karline, dengarkan aku,” kata Dean serius. “Kejadian itu bukan salahmu.”

“Tapi tetap saja aku yang membuat mereka membencimu.”

“Tidak.”

Suara Dean terdengar tegas.

“Aku yang memilih menjauh dari mereka. Itu keputusanku.”

Karline akhirnya menatapnya.

Matanya terlihat sedikit berkaca-kaca.

“Aku tidak ingin kamu terluka lagi karena aku.”

Dean terdiam sejenak.

Kemudian ia berkata pelan,

“Karline… menjauh dariku tidak akan membuat semuanya lebih baik.”

Gadis itu menunduk lagi.

“Setidaknya kamu akan lebih aman.”

Dean menghela napas panjang.

Ia merasa frustrasi.

Namun sebelum ia bisa mengatakan sesuatu lagi, suara mobil berhenti di dekat mereka.

Mobil hitam yang sama seperti pagi tadi.

Pintu belakang terbuka.

Andhika keluar dari dalam mobil.

Tatapannya langsung tertuju pada Dean.

Ia sudah melihat seluruh percakapan mereka dari dalam mobil.

Beberapa detik mereka saling menatap.

Dean bisa merasakan aura tegang dari pria itu.

Namun Andhika hanya berkata singkat,

“Karline.”

Karline langsung berjalan mendekat.

Dean masih berdiri di tempatnya.

Sebelum masuk ke mobil, Karline sempat menoleh sebentar ke arah Dean.

Tatapannya terlihat ragu.

Namun akhirnya ia tetap masuk ke mobil.

Pintu tertutup.

Mobil itu perlahan meninggalkan halaman sekolah.

Dean berdiri diam di tempatnya.

Sementara itu, di dalam mobil, Andhika melirik ke arah adiknya.

“Kamu sengaja menjauh darinya?”

Karline terdiam.

Beberapa detik kemudian ia mengangguk pelan.

Andhika tidak berkata apa-apa lagi.

Namun pikirannya dipenuhi satu hal.

Dean.

Pria itu menatap jalan di depan dengan tenang.

Dalam hatinya, sebuah keputusan mulai terbentuk.

Jika Dean benar-benar serius menjaga adiknya…

Maka ia harus membuktikannya.

Dan Andhika sendiri yang akan mengujinya.

1
Anonymous
david yg selalu ada 🫶🏻😍
Alfriza Lian
msih memantao kali inii d sisi berbeda msih kasihan ama mreka bedua sma2 sling slah fham..entahlah apakah diriku msih berharap mreka bersama ato tidakk hnya thorrrr yg tauu hihi brharap mreka bahagia bersama sih tpi hihihi
jajangmyeon
mnding sm david aj gk sih karline
brawijaya Viloid
benci bgt liat dean 😡
jajangmyeon
co cwiit 🤣
brawijaya Viloid
aq ketinggalan nich 😅
Anonymous
lanjut 😎
Ra H Fadillah
ini cerita saya, semoga kalian suka 🥰
brawijaya Viloid
dean g fokus
Anonymous
semangat dean 🤭
Maya Aliska
masih sepi yah. aku bantu ramein yah thor🤭
aku marathon tau bacanya😍
Ra H Fadillah: Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca dan ikut meramaikan. Semoga ceritanya dapat terus menghibur Anda 💞😉
total 1 replies
Anonymous
hahaha, buktikan dean 😎
🍁𝐘𝐖❣️💋🄴🄰🅂🅃🄴🅁👻ᴸᴷ
Good lh, kata² Andhika ini 👍👍👍
jajangmyeon
benci bgt liat clarisa
Anonymous
jgn gantung dong thor 😭
jajangmyeon
Suka banget sama ceritanya! Alurnya menarik dan karakternya juga bikin penasaran. Pokoknya recommended, yang lain wajib baca! 😆✨
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 💞
total 1 replies
Anonymous
loh kok beda thor?
Anonymous: oke thorr, semangat selalu 💪😎
total 2 replies
jajangmyeon
wihhhhh seru nii
brawijaya Viloid
yey cerita baru 😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!