Dunia yang dihuni setiap manusia memiliki makna yang berbeda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bangun dari koma
Didalam sebuah rumah sakit terbesar ditengah kota,terjadi keributan yang terlalu mengganggu banyak pasien, seorang perawat diduga salah memberi cairan yang diyakini sebagai vitamin pada seorang pasien dan mengakibatkan kejang-kejang yang tidak berujung.
"aku tidak mau tau !!! kalian telah melakukan kelalaian besar kepada anakku !!! Aku akan menuntut kalian semua dan rumah sakit ini !!!"
Seorang ibu berdiri dengan keadilannya dan menunjuk kepada semua orang yang terlibat di bagian bangsal yang menangani anaknya,kesalahan yang dibuat oleh seorang perawat menyeret semua orang didalamnya.
"tunggu nyonya...!! Mereka sudah meminta maaf kepada anda,ini memang kesalahan kami tapi saya mohon jangan bawa rumah sakit pada kasus ini,ini murni kesalahan perawat bukan rumah sakit nyonya..."
Seorang direktur rumah sakit membuat pembelaan pada posisinya dan tidak menghiraukan perawat yang dianggap rendah olehnya.
Mata seorang perawat tertuju pada direktur yang melontarkan perkataan kejam itu dan wajah yang penuh kebencian itu terus saja mengutuk direktur dalam hatinya.
"dasar tua bangka !!! Aku harap mulutmu tidak bisa lagi kau gunakan !!! sialan !!!"ucap dalam hati seorang perawat.
"kenapa kau menatapku seperti itu Luci..!!! Kau yang membuat ini menjadi rumit kan ! Bersujud lah pada nyonya Agustina !!!" ucap direktur dengan lantang.
Lucifer adalah perawat rumah sakit yang akan habis masa kerjanya dirumah sakit tersebut,namun karena kelalaiannya dia melakukan kesalahan besar.luci bersujud meminta ampun kepada nyonya agustina dengan tulus dan penuh penyesalan.
"nyonya..!!! Tuan muda sudah kembali normal..!!!"
"sungguh..???"
Seorang pelayan rumah memberi kabar baik kepada tuan rumahnya saat menjaga anaknya yang masih dalam perawatan dokter dalam rumah sakit,nyonya Agustina berlari secepatnya menemui anaknya tanpa menghiraukan perawat yang sedang meminta ampun padanya.
Mendengar kabar baik tersebut setidaknya luci sedikit merasa lega karena pasien itu tidak mati,
"apa yang terjadi dok ? bagaimana keadaan putra saya ??"
"tenangkan dirimu sayang...,,,dia akan baik-baik saja..."ucap seorang suami.
Suami Agustina, Mateo telah menjaga anaknya dalam beberapa waktu saat putranya mengalami kejang hebat di tengah kondisinya yang koma.
Dokter telah menangani pasien dengan sangat baik,atas kelalaian perawat yang menyuntikan obat dengan dosisi yang tinggi membuat tubuh pasien bereaksi sangat tidak beraturan,
"kejangnya telah teratasi nyonya,namun pasien masih dalam keadaan pasif,meskipun beliau merespon atas obat tersebut tapi tidak menjamin dia akan sadar, begitu juga dengan nyawanya yang tidak terancam."jelas dokter.
Agustina selaku ibu pasien merasa sangat hancur hatinya,dia menangis dalam pelukan suaminya dan suaminya terus menguatkan istrinya itu,
"sayang...jebloskan perawat itu dalam penjara,aku tidak mau memafkan orang yang mempermainkan hidup anaku.!!"
"jangan pikirkan yang lain agustina.,kau hanya perlu mendampingi putra kita seperti sedia kala dan biarkan aku menangani kasus itu,jadi kau tidak perlu khawatir."jawab mateo.
Kabar tersebut sudah terdengar dari penjuru rumah sakit,lucifer yang berada diruangan direktur mendapatkan begitu banyak teguran oleh direktur tersebut,dan seseorang memberitahukan pada direktur bahwa keluarga mateo akan memasukan lucifer kedalam penjara.
Lucifer sangat terkejut dan sedih,dia tidak bisa jika harus masuk kedalam penjara,karier nya akan benar-benar hancur beserta hidupnya,lucifer berlari menuju kamar VIP yang berada di lantai atas,meskipun harus menaiki tangga untuk menghindari dari beberapa orang menjaganya agar tidak kabur,lucifer tidak kehabisan akal sampai pada akhirnya dia bisa masuk kedalam ruangan VIP tersebut,
Lucifer membuka pintu dengan hati-hati dan melihat agustina sedang menyeka putranya tersebut,lucifer berimpuh didepan nyonya besar itu memohon ampun dan meminta agar tidak dimasukan dalam penjara.
"dasar gila !!! Berani sekali kau masuk ke sini !!!!
Nyonya itu menarik lucifer untuk keluar dari ruangannya namun luci tetap pada pendiriannya dan akhirnya memberontak,
"nyonya maafkan aku !! Aku tidak mau masuk penjara,hidupku akan hancur nyonya..,,putramu masih hidup kan ? Dia tidak mati nyonya !!!!" teriak luci.
"apa kau bilang !!!!"
agustina menjadi sangat marah ketika perkataan luci menyinggung perasaannya,dan mengangkat tangannya untuk menamparnya,namun luci menghindar dan akhirnya agustina terjatuh.,luci berlari ke arah pasien sambil merangkak naik melewati papan nama pada ranjang pasien.
Lirikannya membaca nama dan tanggal masuk pasien ke rumah sakit tersebut.
luci berdiri disamping pasien dan memegang tangan pasien dengan erat.
"tuan....tuan..leon bangunlah !!!! Aku tidak tau kau sudah tidur selama ini, tapi jika kau tidak bangun sekarang hidupku akan benar-benar hancur...!!! Tolong aku tuan leon !!! Segeralah kembali !!!"
Luci meninggikan nada suaranya dan menangis dihadapan leon,air matanya jatuh berlinang membasahi leon yang masih terbaring tidak bergerak di tempat tidurnya.

"kurang ajar !!! Orang gila !!! Pengawas !!!"
Melihat perawat yang mendekati putranya,agustina berteriak sejadi-jadinya dan bergegas masuk kedalam.
luci ditarik keluar oleh pengawal pribadi keluarga leon setelah mendapati anaknya menjadi korban kelalaian dan luci tetap keras kepala dengan memegangi leon dengan sangat erat sampai memeluk tubuhnya untuk menghindari pengawal itu menarik paksa dirinya.
"ayo...!! Keluar..!!!
"tidak mau..,,lepaskan aku...!!!"
"dasar orang gila..!!! "
Agustina memukul punggung luci yang masih menempel pada putranya itu,tubuh leon tergoncang akibat tarikan pengawal yang menarik luci dari nya,suasana semakin memanas,namun luci merasa keanehan saat wajahnya berbaring diatas leon sambil memegangi tangannya.
"nyonya...!!! Tangan putra anda bergerak !!!"teriak luci.
"dasar pembohong...!! Menyingkirlah !!!"
Melihat keanehan itu luci menjadi tersadar dengan tingkahnya dan berdiri disamping leon sambil memperhatikan gerakan yang dia rasakan barusan.
Benar saja,leon menggerakan jarinya sesekali dan luci terlihat sangat senang dengan kesadaran leon yang mulai terlihat,
"bawa orang gila itu keluar cepat dan panggil dokter...!!!" ucap agustina.
"baik nyonya...!!!"
Pengawal masih saja memegangi luci dan menariknya keluar,luci tidak mau membuang kesempatannya untuk bertahan dan berteriak memanggi leon.
"tuan...,,,selamatkan aku tuan aku mohon !!!!
"tolong aku...!!!!"
Leon mulai membuka matanya,pandangannya samar, ibunya terus saja tersenyum sambil memegangi tangan leon namun,leon sedikit melirik ke arah seseorang yang mulai hilang dibalik pintu,hanya teriakan yang dia dengar.
"nak....sadarlah nak...,,kau mengenalku ??"
Agustina sangat antusias saat leon benar-benar membuka matanya,air mata ibunya membanjiri pipinya dan sesekali mengusap tidak beraturan,
Rasa syukur yang amat besar tengah dirasakan ibu leon dan memeluknya dengan sangat erat.
Dokter datang untuk memeriksa pasien dan ibu leon segera menghubungi suaminya yang kembali ke kantor setelah mengurus prosedur penangkapan perawat tersebut.
"kret....
"masuklah !!!"
Luci tidak memiliki tenaga lagi setelah berteriak kesana kemari meminta keadilan untuknya dan tetap saja dia harus berakhir di dalam sel tahanan.
Luci duduk di lantai dengan memeluk kedua kakinya sambil meratapi nasibnya, malam yang dingin sangat menyiksa didalam sel tersebut, kesedihannya semakin bertambah saat memikirkan masa depannya yang sudah hancur itu.
"jika saja aku tidak mau menggantikan perawat yang tidak masuk itu....
"jika saja aku hidup tidak terlalu memikirkan orang lain...,,
"jika saja aku bisa berbuat semauku...,,,
"jika aku bisa menghancurkan dunia ini !!! Orang pertama yang akan aku hancurkan adalah orang kaya sombong itu !!!!
"putranya sudah sadar !!! untuk apa aku harus dipenjara ?? Putranya tidak mati !!! untuk apa aku di sini !!!!"
Isi dalam pikiran luci sangat membuatnya kelelahan dan pada akhirnya dia tertidur hanya dengan beralaskan sebuah karpet kecil dan tipis,tubuhnya meringkuk seperti seorang gelandangan dan kedinginan.
Keesokan harinya seseorang yang menghubungi luci dan mendapatkan kabar buruk itu datang menemuinya di dalam sel tahanan.
"luci...!! Apa yang terjadi !!!!"
Suara seorang pria membuat luci terbangun dari lamunannya yang terus saja memakan isi otak nya itu.luci menoleh kearah suara yang memanggilnya dan bergegas mendekat dengan penuh kesedihan.
"jay....!!!! Kau datang...!!!!"teriak luci.
"aku menghubungimu tapi seorang petugas mengatakan semua omong kosong ini,dan aku memastikannya secara langsung,apa yang terjadi ???"
Jay begitu khawatir dengan keadaan luci yang berantakan dan terlihat sangat kasihan,dibalik jeruji besi jay mengusap air mata kekasihnya itu dengan lembut.
"aku melakukan kesalahan !! Tapi aku tidak membunuhnya,kenapa mereka mengurungku disini jay !! Tolong aku ..!!!" rengek luci.
"tenangkan dirimu,aku tidak tau,,apa aku bisa membantumu atau tidak,masalahnya kau berhadapan dengan keluarga yang terpandang luci ,,mereka pengendali segalanya,mereka punya kekuatan uang...!!!"
Perkataan jay semakin memperburuk pikiran luci yang semakin putus asa,pandangannya kosong, dan tubuhnya menjadi lemas dan bersimpuh di lantai.
"luci...!! Kau tidak apa-apa ??"
"jay....begini saja.,,jangan katakan pada mereka kalau aku didalam sini, dan satu lagi,,selama aku disini tolong pinjami aku uang untuk dikirimkan pada orang rumah,apa kau bisa membantuku jay ??"
Jay menjadi ragu dengan perkataan luci,keluarganya menuntutnya mengirim uang setiap bulannya dan untuk itu luci bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan adik adiknya di kampung halamannya.
"ba baiklah....,,akan aku lakukan.."
Jay ragu ragu dengan keputusannya,wanita yang baru berkencan dengannya selama setahun itu menjadi sangat kacau dan jay berpikir untuk tidak terlibat dalam hal besar dan mengambil jalan aman saja.
"terimakasih jay....,,,"
Luci sangat senang dan harapannya kembali muncul untuk bertahan hidup didalam hukumannya itu.
Dalam waktu seminggu luci dipindahkan dari sel dalam kantor menuju rumah tahanan,dalam waktu itu juga leon akhirnya bisa kembali ke rumahnya meskipun tubuhnya belum bisa dia gerakan sesuai hatinya,
Leon menaiki kursi roda didampingi oleh david,temannya bersama kedua orang tuanya.
"aku sangat kehilanganmu untuk waktu yang lama leon...,aku senang akhirnya kau kembali...."
David menuntun leon bangkit dari kursi roda dan berbaring diatas kasurnya,
Leon hanya terdiam dan matanya hanya melihat pada david,seperti sebuah mimpi dan sesekali seperti seorang yang kebingungan,david memperhatikan tingkah aneh leon dengan merasa takut.
"apa kau leon ?? Katakan padaku !!!! Siapa kau sebenarnya ??"
"dimana aku...??"
"huaaa......kau bukan leon...!!! Siapa kau sebenarnya ??? Kenapa kau berada pada tubuh temanku ???"
Teriakan david membuat agustina panik dan berlari menuju kamar leon.
"ada apa david !!!"
"leon sangat aneh...!! Sepertinya yang didalam leon bukan dirinya,ada orang lain dalam tubuhnya...bibi...!!!"
"kau bicara apa ? Yang benar saja...!!!"
Leon hanya melihat kegaduhan itu dengan mata dinginnya,dalam hatinya benar-benar sakit dan pikirannya masih berada di tempat lain,leon menjadi sedikit emosional dan meneteskan air matanya.
"leon...!!!
"kau membuat putraku ketakutan david,hentikan omong kosongmu itu..!!!"
Ibu leon mengusap pipi putranya yang dialiri air mata,
"jika kau merasa bingung,itu wajar leon,,,kau baru bangun setelah 5tahun tertidur, kau mengingat kami kan ??"ucap ibunya dengan lembut.
"em....."
"jadi aku tidur selama itu ?aku tidak mati saat bertemu chloe ?? Lalau bagaimana aku bisa bertemu dengannya sedangkan aku berada di dunia bukan diakhirat ???" ucap leon dalam hati.
perasaannya sangat kacau,wanita yang baru saja dia temui menghilang begitu cepat dan saat mengetahui kenyataan hati leon benar-benar hancur.
David membantu leon merawatnya karena hanya david yang mampu menopang tubuh besarnya, dalam sebulan leon belum bisa bersiri sendiri dan harus dibantu oleh david,david sangat setia pada leon bukan semata karena suka,melainkan uang.
Leon memikirkan terus menerus tentang chloe,dan hatinya terasa tercabik-cabik,
Saat leon mencium chloe untuk terakhir kali,dia mengucapkan dalam hatinya bahwa leon mencintai chloe dan tidak mau ditinggalkan olehnya,,
"aku sudah katakan jangan pergi !!!! Jangan tinggalkan aku,,!!! Kau masih saja pergi !!!!
"nenek sihir sialan !!! Kau sangat kejam !!!
Leon memikirkan bagaimana dia bisa menyelamatkan chloe saat dia sekarat,dan untuk yang keduanya dia benar-benar kehilangan chloe untuk selama-lamanya,perasaan yang mulai tumbuh dan berbunga seketika layu,hilang seperti debu, rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan oleh leon pada malam yang sunyi itu,
Sambil melihat langit yang tidak indah sama sekali,leon berharap bisa menemui chloe sekali lagi dan mengatakannya dengan sangat lantang,pikirannya menjadi kalut saat leon melihat ke bawah dari atas balkon,
Leon meraih besi penyangga balkon dengan kedua tangannya dan menapakan kakinya dilantai secara perlahan,leon berdiri terhuyung-huyung sambil menyeret kakinya ke tepian,
"aku akan menemuimu di akhirat chloe...,,sesuai janjimu....,,kau tidak mengingkari janji kan ? Aku yakin kau adalah wanita yang tidak akan membuatku kecewa...!!!!
Leon menutup matanya dan bersiap untuk terjun bebas dari balkon dirumahnya,
"leon....!!!!" teriak david.
David berlari sambil membuang nampan berisi susu dan obat sampai menimbulkan suara gaduh, dan meraih tangan leon saat leon sudah terjun bebas.
"aarghh....apa ini leon...!!! Sial...!! Kau berat sekali...!!!"
"lepaskan aku ..!!!"ucap leon.
"kau sungguh sudah gila leon..!!!!"
Kegaduhan itu membuat seisi rumah terkejut,ayah leon dan ibunya berlari menuju kamar leon dengan cepat dan melihat david yang sedang kesusahan menahan tubuh leon dari balkon.
"tidak....!!! Leon....!!!!
Ayah leon membantu david menarik tubuh putranya tersebut,dengan bantuan dua pria dewasa akhirnya leon bisa terangkat dari bawah balkon.
Ibunya yang hanya berteriak memeluk anaknya yang mencoba membunuh dirinya sendiri dan menangis tersedu-sedu.
"sadarlah leon...!!!"
Ayah leon menjadi emosional dan ikut menangis dengan tindakan ekstrem leon tersebut,begitu juga david yang menjadi sedikit merasa iba dengan keadaan leon sekarang