Warning!!!!!!
Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.
Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.
Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.
Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.
Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.
Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Ia tak bisa menghentikan tangisannya. Penyesalan dan rasa bersalah membuat ia marah pada dirinya sendiri. Tidak seperti ini seharusnya kan? Shena adalah anak yang manis, anak yang baik, cantik, pengertian dan cerdas kenapa dia jadi seperti ini? Kenapa hidupnya bisa sehancur ini dan tak ada seorangpun yang tahu? Bukankah ini tak adil baginya? Bagaimana Shena bisa melanjutkan hidupnya kembali?
Shena mengurai pelukan Ello padanya. Ello melepaskan pelukannya pada Shena dan duduk di tempat semula sambil menggenggam tangan Shena. Air matanya masih terus berjatuhan.
"Aku memang tidak baik-baik saja, tapi aku tidak pernah menyalahkan mu El. Kau seperti ini membuat ku jadi tambah sedih". Ucap Shena, air matanya mulai membendung.
Ello menghapus air matanya mendengar perkataan Shena. Ia membelai rambut Shena dengan sangat lembut. "Maafkan aku membuat mu sedih, Na. Semua pasti akan baik-baik saja. Aku akan menghadapi semuanya bersama mu" ucap Ello sungguh-sungguh.
Air mata Shena terjatuh melewati pelipisnya. Ia tersenyum dalam tangisnya. "Terimakasih, El. Aku sangat membutuhkan saat ini" ucap Shena.
.
.
.
Satu hari telah berlalu sejak hari di mana Shena melahirkan. Polisi belum datang untuk memberikan pertanyaan pada Shena. Itu karena kondisi Shena yang masih lemah. Akan tetapi berita penangkapan Matthew sudah tersebar di mana-mana.
Disisi lain, tubuh Cassandra tampak membeku ketika membaca berita di tv. Tagline berita berjudul "seorang ayah menyekap putrinya yang hamil selama 9 bulan. Apakah seorang ayah tega menghamili putrinya sendiri?" Dia tahu Matthew memang cukup brengsek karena telah berselingkuh dari istrinya sendiri bertahun-tahun yang lalu, namun apakah Matthew memang sebajingan itu sampai-sampai menghamili putrinya sendiri?
Cassandra memang mengetahui kalau Matthew menyekap Shena demi membuat Arsen menurut padanya tapi kehamilan Shena tak ia ketahui. Cassandra segera menyadarkan diri dari keterkejutannya dan menelpon asistennya, Julian. Tak butuh lama Julian pun langsung menjawab panggilan itu. "Cepat hapus berita yang beredar tentang Matthew dan juga Shena. Jangan sampai Arsen tahu keberadaan Shena. Dan satu lagi, urus wanita itu agar bisa pergi sejauh mungkin dari pandangan Arsen. Kalau bisa asingkan saja dia ke negara terpencil" ucap Cassandra.
"Baik nyonya" jawab Julian. Telepon pun di matikan.
Tatapan dingin di mata Cassandra muncul. Itu persis seperti tatapan dingin dari Arsen ketika ia sedang sangat marah. "Putraku hanya bisa menikahi wanita yang sederajat dengannya. Gadis miskin dan kotor seperti mu tidak pantas untuk putra ku" ucap Cassandra penuh ambisi.
.
.
.
Di ruang rawat Shena. Ello dan Shena sedang menonton berita penangkapan Matthew. Sebenarnya sedari tadi Ello melarang Shena untuk menontonnya. Itu pasti menimbulkan luka dan trauma bagi Shena namun Shena tidak mau berhenti menontonnya. Ia memperhatikan televisi bagaikan patung, tak bergerak sedikitpun. Shena bukan hanya sedang menonton. Ia sedang memikirkan sesuatu. Ia bertanya pada Ello. "Ku dengar Andrew anak dari orang kaya. Apakah dia setara dengan keluarga Arsen?" Mata Shena masih terfokus pada layar televisi.
"Bisa di bilang setara. Namun Drew itu bukan anak kandung keluarga Kyle. Ibu Drew melahirkan anak perempuan namun katanya telah meninggal ketika lahir. Ibu Drew menukar putrinya yang telah meninggal dengan Drew karena pada saat itu ayahnya Drew dan keluarganya juga menginginkan putra bukan seorang putri" jelas Ello.
"Bagaimana ayahnya Drew bisa tahu kalau Drew bukan putra kandungnya?" Tanya Shena tak mengerti.
"Waktu itu Drew berusia 15 tahun. Ia mengalami kecelakaan tabrak lari. Drew terluka parah dan kehilangan banyak darah. Baik ibu maupun ayahnya Drew tidak satupun yang memiliki kecocokan darah pada Drew. Setelah dilakukan tes DNA ternyata Drew bukan anak kandung mereka. Ayah Drew langsung membuat pengumuman di publik untuk membatalkan Drew sebagai ahli warisnya" jelas Ello lagi.
Mendengar itu, Shena meremas selimutnya seolah merasa cemas. Ia sendirian dan yang dihadapinya bukan orang biasa. Matthew memiliki kekuatan di belakangnya. Itu adalah Cassandra Lergan, ini Arsen. Bahkan jika Ello membantunya ia tak akan mampu melindungi Shena. Ia ketakutan.
Ello yang melihat Shena merasa ketakutan dan khawatir bertanya. "Ada apa? Ada sesuatu yang kau takutkan?"
"Matthew punya seseorang di belakangnya yang sangat kuat. Mereka bisa mengurungku lagi, El" ucap Shena ketakutan dan khawatir. "Aku harus bagaimana?" Lanjutnya.
Ello memeluk Shena untuk menenangkan. "Tenanglah. Kita polisi sudah menangkap paman Matthew. Semua akan baik-baik saja".
Shena menggeleng ketakutan dan menangis di pelukan Ello. "Tidak El, kau tidak tahu orang di belakang Matthew sangat berpengaruh. Aku yakin dia bisa membebaskan Matthew dengan mudah dari penjara".
"Kita akan pikirkan cara untuk membuatmu dan anak-anak mu aman selagi mereka masih berusaha, Shena. Jangan panik di saat seperti ini, mengerti?"
"Aku tidak mau di kurung lagi" ucap Shena. Ia mulai terisak. Bayangan akan dirinya di ruangan sempit sendirian selama 9 bulan kembali muncul. Ia tidak ingin hal itu terulang lagi.
.
.
.
Di tempat lain, Olivia baru saja pulang dari pasar. Kepalanya sedikit terasa sakit karena belum minum kopi ketika pagi hari. Ia lalu menyeduh kopi. Selesai menyeduh kopi, dirasa sudah pas ia berjalan ke ruang tv. Ia lalu menyalakan tv dan menyeruput kopi panasnya.
Tv menyiarkan siaran berita. Olivia tidak terlalu memperhatikan karena telponnya berdering. Itu adalah suaminya yang sudah lama tidak menghubunginya. Ia sedikit ragu untuk menjawab. Sejak suaminya tahu bahwa Drew bukan anak kandungnya, suaminya menjadi bersikap dingin padanya. Mereka jarang berkomunikasi dan hidup terpisah. Sudah lama ia tidak mendengar kabar dari suaminya. Setahunya, suaminya sedang berupaya melakukan inseminasi buatan untuk melahirkan keturunan. Suaminya memiliki masalah kesuburan.
Setelah menimbang beberapa saat, Olivia akhirnya memutuskan untuk mengangkat telponnya. "Halo, ada apa?"
Hening beberapa saat sebelum akhirnya ada suara. "Sebentar lagi hari peringatan kematian putri kita. Ayo datang bersama ke makamnya" ucap Richard Kyle.
"Aku mengerti, kita bisa datang ketika sore hari setelah ulang tahun Drew selesai". Ucap Olivia.
Richard mengernyitkan keningnya tak suka. "Sampai kapan kau akan terus mengutamakan anak itu dari pada anakmu sendiri, hah? Ini sudah 5 tahun berlalu apa kau bahkan tidak merasa bersalah menukar kehidupan putrimu dengan anak itu??" Ucap Richard marah.
*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏