NovelToon NovelToon
My Possessiv Damian

My Possessiv Damian

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zaara 26

Zona dewasa ‼️ Harap bijak dalam memilih bacaan!

Valerie seorang mahasiswa fresh graduate, cantik ,pintar, berkelas, sebenarnya hidupnya normal layaknya mahasiswi biasa, namun semuanya berubah saat sebuah kejadian yang membuatnya harus terikat dengan seorang gangster bernama Damian Callister.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaara 26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

Aiden melangkah memasuki rumahnya dengan bahu yang merosot lesu. Suasana rumah yang besar itu terasa sepi, seolah ikut merasakan kekosongan di hatinya.

Meski ada secercah rasa lega karena telah melihat Valerie dalam keadaan baik-baik saja, perasaan sedih tetap menggelayuti batinnya.

Bayangan Valerie yang lebih memilih tinggal di penthouse pria asing itu daripada pulang bersamanya terus berputar di kepalanya. Belum lagi kenyataan bahwa ia tak akan melihat wajah gadis itu di kampus untuk waktu yang tak ditentukan.

Di ruang tamu, Richard—ayah Aiden sekaligus ketua yayasan Arthemis—sudah duduk menunggu dengan postur tubuh yang kaku dan ekspresi wajah yang menegang.

Begitu melihat putranya muncul, Richard langsung melayangkan pertanyaan tajam.

"Aiden! Bagaimana? Apa kau sudah menemukan Valerie?"

Aiden menghempaskan tubuhnya ke sofa, mengembuskan napas panjang yang terdengar lelah.

"Sudah, Ayah. Aku sudah menemukan dia."

Richard memajukan duduknya, matanya menyipit penuh selidik. "Lalu kenapa kau pulang sendirian? Kenapa kau tidak membawa Valerie pulang bersamamu ke sini?"

"Untuk saat ini... dia sedang bekerja pada seseorang, Ayah," jawab Aiden pelan, mencoba membela keputusan kekasihnya. "Dia terikat kontrak sebagai asisten pribadi. Aku sudah bicara padanya, dan jika waktunya sudah tepat, aku sendiri yang akan menjemputnya untuk pulang."

Mendengar penjelasan itu, rahang Richard mengeras. Wajahnya memerah karena amarah yang tiba-tiba meledak.

"Bodoh! Kau benar-benar bodoh, Aiden!" bentak Richard sambil memukul meja. "Bagaimana bisa kau melepaskannya begitu saja? Sebagai kekasihnya, seharusnya kau bisa mengawasinya dengan baik, bukan membiarkannya berkeliaran di bawah kendali orang lain!"

Aiden tersentak, ia menatap ayahnya dengan kening berkerut. Reaksi Richard terasa sangat berlebihan bagi Aiden.

"Ayah, aku memang sangat menyayangi Valerie, tapi aku tidak bisa memaksakan keinginanku padanya. Jika aku terus mengekangnya, dia justru tidak akan merasa nyaman lagi bersamaku. Aku menghargai pilihannya."

Richard mendengus kasar, nada suaranya kini penuh dengan ambisi yang tak tertahankan.

"Aku tidak butuh filosofi cintamu itu! Yang aku inginkan adalah kau bukan hanya menjadi kekasihnya, tapi kau harus bisa menikahi gadis itu secepat mungkin!"

Aiden terpaku di tempatnya, matanya membelalak karena terkejut. Memang benar ia bermimpi untuk menikahi Valerie suatu saat nanti, namun permintaan ayahnya yang mendadak dan penuh tekanan ini terasa sangat janggal.

Ada nada urgensi yang tidak wajar dalam suara Richard, seolah-olah pernikahan itu adalah sebuah misi bisnis yang krusial.

"Menikah?" gumam Aiden lirih. Ia menatap lekat raut wajah ayahnya yang penuh ambisi gelap.

Di balik kemarahan Richard, Aiden mulai menyadari satu hal: ada rahasia besar atau rencana tersembunyi yang sedang disusun ayahnya, dan Valerie adalah kunci utamanya.

Aiden bangkit dari duduknya, ketenangan yang tadi ia usahakan kini runtuh total. Ia menatap ayahnya dengan sorot mata dingin yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.

"Katakan padaku, Ayah. Apa yang sebenarnya sedang kau rahasiakan? Kenapa tiba-tiba pernikahan menjadi begitu mendesak?"

Richard berdiri, mencoba mempertahankan wibawanya.

"Tentu saja kau harus menikahinya secepat mungkin, Aiden! Jangan sampai ada orang lain yang—merebut Valerie darimu. Kau tidak tahu apa yang sedang kau pertaruhkan!"

"Aku mengenalmu lebih baik dari siapa pun, Ayah," potong Aiden dengan suara rendah yang mengancam. "Katakan apa rencanamu yang sebenarnya. Jangan gunakan alasan cintaku padanya sebagai tameng ambisimu."

Richard terdiam sejenak, menimbang-nimbang sebelum akhirnya mengembuskan napas kasar. Ia menyadari putranya tidak akan bisa lagi dibohongi dengan alasan klise.

"Baiklah, jika kau ingin tahu. Valerie itu bukan gadis biasa, Aiden. Dia adalah keturunan terakhir dari bangsawan Austri Blackwood yang tersisa. Gadis itu... dia adalah harta karun yang sangat berharga."

Jantung Aiden seakan berhenti berdetak. Ia tertegun, seluruh tubuhnya kaku karena rasa shock yang luar biasa.

Selama ini ia hanya mengenal Valerie sebagai gadis yatim piatu yang sederhana dan penuh rahasia, namun ternyata kekasihnya itu memiliki latar belakang darah biru yang begitu kelam dan besar.

"Keturunan Blackwood?" gumam Aiden dengan suara bergetar. Namun, rasa penasaran yang lebih besar mengusik logikanya.

"Tapi apa maksudmu dia adalah 'harta karun'? Apa hubungan status bangsawannya dengan desakanmu untuk menikahinya?"

Richard melangkah mendekat, matanya berkilat penuh keserakahan yang tak lagi disembunyikan.

"Dengarkan baik-baik, Aiden.Jika Valerie sudah genap berusia 21 tahun, maka akses biologis dan hukumnya akan aktif. Hanya dia yang bisa membuka kode keamanan tingkat tinggi di Bank Swiss, tempat di mana brankas harta karun tak ternilai milik keluarga Blackwood disimpan selama berpuluh-puluh tahun."

Aiden mundur selangkah, merasa mual saat menyadari bahwa selama ini ayahnya melihat Valerie bukan sebagai calon menantu, melainkan sebagai kunci menuju kekayaan yang tak terbatas.

Valerie melangkah dengan gontai menyusuri lantai marmer penthouse yang dingin. Pikirannya masih berkecamuk, berputar-putar pada kontradiksi aneh yang baru saja ia rasakan di bawah pohon rindang tadi.

Perbedaan reaksi tubuhnya saat bersama Aiden dan Damian sungguh mengusik ketenangannya.

"Kenapa hatiku berisik sekali sih"? batin Valerie frustrasi. Ia mencoba merasionalkan segalanya.

Mungkin debaran liar itu muncul karena ia membenci Damian, atau mungkin karena aura pria itu yang terlalu mengintimidasi. Tapi, jika alasannya hanya karena ketampanan, Aiden pun sangat tampan. Namun, kenapa pelukan Aiden terasa begitu... datar?

"Argh, lupakan!" gerutunya pelan sambil mengacak rambutnya sendiri.

Karena terlalu asyik melamun dengan pikirannya sendiri, Valerie tidak menyadari bahwa langkahnya sudah mencapai depan lorong kamar. Ia terus berjalan menunduk sampai—

DUG!

Dahinya membentur sesuatu yang keras dan kokoh. "Aww!" Valerie meringis kesakitan, refleks mundur selangkah sambil mengusap dahinya yang berdenyut.

Saat ia mendongak, sosok Damian sudah berdiri menjulang di sana dengan kedua tangan bersedekap di dada, menatapnya dengan tatapan merendahkan yang khas.

"Baru saja bertemu dengan pacarmu, kau sudah menjadi orang linglung sampai tidak sadar menabrakku?" sindir Damian dengan nada suara yang tajam dan dingin.

Valerie mendengus kesal, rasa sakit di dahinya membuat emosinya naik.

"Apaan sih! Memangnya Bos tidak punya mata? Kalau lihat aku jalan, ya menghindar sedikit, kenapa malah diam seperti patung!"

Bukannya merasa bersalah, Damian justru menyipitkan matanya. Tanpa peringatan, ia menyentil dahi Valerie dengan cukup keras.

TAK!

"AWWW! Sakit tahu!" Valerie menjerit kecil, kembali meraba dahinya yang kini pasti sudah memerah. "Bos kenapa sih? Kasar sekali!"

"Fungsikan otakmu itu, jangan hanya dipakai untuk memikirkan pacaran," ucap Damian dengan nada sinis yang menyakitkan.

"Kau masih punya banyak pekerjaan. Ini sudah lewat satu jam dari waktu yang kutentukan, dan kau bahkan belum menyiapkan baju gantiku di kamar mandi."

Mata Valerie membulat sempurna. Ia menatap Damian seakan tidak percaya, mulutnya sedikit menganga.

Dalam hati, ia memaki pria itu habis-habisan.

"What the fuck?! Tugas gila apalagi ini? Menyiapkan baju ganti? Memangnya dia bayi besar yang tidak bisa ambil baju sendiri?!

1
@RearthaZ
lanjutin terus ceritanya kak
@RearthaZ
awalan cerita yang bagus kak
Raffa Ahmad
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!