Syela tak ingat apapun yang terjadi malam itu, berawal dari pesta di sebuah klub membuatnya harus kehilangan kegadisannya.
Apa yang harus dilakukannya pun ia tak tahu...
Apakah harus????.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.A.Hanifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Syela yang baru saja tiba dirumah setelah berbelanja langsung menuju kedapur dibantu supir taxi karena bawaannya memang banyak sekali dan dia hanya sendiri.
"Terima kasih pak" ucapnya setelah membayar ongkos taxi dan tips untuk bantuan bapak itu tadi.
"Sama sama Neng" jawab pak supir.
Saat Syela kembali kedapur untuk memeriksa barang belanjaannya samar samar terdengar suara bayi menangis, begitu sadar Syela langsung menuju ke kamar. Berapa terkejutnya dia melihat Ansel sudah terjatuh dari kasur yang tidak beranjang itu.
"Astaga Ansel!!!!" teriaknya panik.
Cepat cepat dia mendekat lalu mengambil tubuh mungil itu untuk ia peluk. "Anakku maafkan Ibu, mana yang sakit Nak hmmm" ucapnya sambil terus mengelus kepala putranya.
Sambil menangis karena perasaan bersalah sudah meninggalkan anaknya, Syela memeriksa tubuh Ansel kalau kalau ada yang memar atau amit amit patah. Kasurnya tak terlalu tinggi memang karena tak dipondasi oleh ranjang, tapi untuk bayi seumuran Ansel jatuhnya pasti sakit sekali apalagi tulangnya masih belum kokoh sepenuhnya.
"Cup cup cup......sakit yah....maafin Ibu ya nak, putraku sayang hiks".
Dan ternyata tak ada memar ataupun luka seperti dalam pikiran Syela, syukurnya dia memang sudah menaruh ambal disisi kasurnya sejak Ansel suka sekali berguling guling. Dan sekarang karena hobi baru putranya itu terjatuh lah dia, tanpa ada yang melihat.
Tapi tunggu dulu gimana bisa anaknya hanya sendiri bukannya dia menitipkan Ansel yang tertidur pada Susi sebelum ia pergi tadi. Bisa bisanya wanita itu meninggalkan Ansel sendiri didalam kamar ini. Hal ini tak bisa dibiarkan seperti ini, sang Putra sudah jadi korban kelalaian mantan neneknya sendiri.
Dihapusnya bekas air mata diwajahnya lalu dengan emosi Syela keluar kamar sambil menggendong Ansel yang masih tersendat sendat napasnya usai menangis "Nyonya...... Nyonya Susi...... " teriak Syela menggelegar.
"Ada apa ini, kenapa kamu berteriak seperti itu Syela?!" malah Handoko yang turun dari lantai dua karena mendengar teriakan Syela.
"Mana Nyonya suruh dia keluar" tantang Syela penuh emosi mencari keberadaan Susi.
"Kenapa ini Mas, ada apa Syela...." tanya Susi polos setelah turun juga dari lantai atas bersama dengan Catherine.
Syela tersenyum sinis menatap Ibu dan anak yang berwajah polos itu. "Masih bertanya ada apa?!!" ucapnya dengan anda tinggi.
"Apasih ribut ribut malu didengar tetangga" sanggah Catherine yang membuat Syela semakin kesal saja.
"Tanya pada Mama mu itu, kenapa dia bisa meninggalkan Ansel yang masih bayi ini dikamar sendirian padahal dia sendiri yang menawarkan untuk menjaganya malah ditinggal begitu saja, otaknya dimana" ucap Syela berapi api.
"Memangnya kenapa bukankah anakmu baik baik saja" ucap Catherine lagi.
"Apanya yang tidak apa apa kau tidak lihat matanya bengkak dan merah begini, anakku menangis terjatuh dari kasur karena kecerobohan Mama mu!!"
Catherine menatap sang Mama yang terdiam beberapa saat. "Ahhh Syela Mama minta maaf, mama lupa kalau lagi jaga Ansel, tadi Mama kekamar Catherine kami lagi liat baju baju untuk bayi" ucap Susi tanpa rasa berdosa.
"Apa lupa, ckckck enak sekali mulut anda bicara" ucap Syela tak habis pikir dengan yang diberikan sang Nyonya.
"Ya udah si, toh anakmu nggak kenapa napa, namanya juga musibah mau di apa" ucap Catherine seenak jidatnya.
Sepertinya gadis itu benar benar kembali ke semula sifat menjengkelkan nya masih tertanam disana, malah semakin parah saja. Kelemahan dan permintaan maaf darinya sebelumya bak hilang ditelan arus sungai yang mengalir satu arah dan takkan kembali lagi. Dan Syela sudah menduga, tidak salah jika kata maaf tak akan dia berikan pada Catherine dan kedua orang tuanya.
"Catherine kau!!!" tangan Syela sudah terangkat nyaris akan menuju wajah Catherine jika Handoko tak sigap menahannya.
"Mau apa kamu Syela?!" tanya Handoko dengan wajah garangnya tapi Syela balas menatap tajam tanpa rasa takut. "Lepas!" ucapnya.
"Ada apa ini??". Miko yang sepertinya juga baru dari luar rumah, melihat semua orang berkumpul dan Handoko yang memegang tangan Syela membuatnya bertanya.
Bersamaan dengan mendekatnya Miko, Syela menepis tangan Handoko kasar lalu beralih menimang Ansel digendongannya.
Dan yang mengadu malah Catherine, dia langsung menghambur kepelukan Miko dan menceritakan kejadian barusan tentu saja dengan nada manjanya.
"Namanya juga Mama lupa, wajar lah, toh anaknya juga nggak kenapa napa dia aja yang lebay" ucap Catherine.
Tapi bukannya Miko menanggapi sang suami malah mendorong tubuh Catherine dan beralih pada Ansel yang ada dipelukan Syela. "Dia nggak papa kan, ayo aku bawa ke rumah sakit, takutnya ada apa apa" usulnya pada Syela.
Syela yang juga takut akhirnya menurut keadaan Ansel jauh lebih penting sekarang dari pada meminta pertanggung jawaban dari sang tersangka, apalagi dengan perlawanan anak buahnya.
Akhirnya Miko membawa Syela dan Ansel pergi dari sana meninggalkan Catherine juga orang tuanya tanpa meminta ijin pada mereka. Melihat hal itu Catherine kembali murka, sang suami lebih mementingkan Syela.
Padahal untuk mendapat perhatian seperti itu dari sang suami Catherine harus melakukan berbagai macam cara, juga ancaman yang berbeda dan Syela malah gampang sekali mendapatkannya.
Siyalan.
Didalam mobil sambil fokus menyetir Miko sesekali melirik Syela dan putranya, Ibu muda itu terus mengelus kepala sang putra dengan wajah khawatirnya. Tak ada percakapan didalam mobil itu keduanya fokus dengan pikiran masing masing sampai tiba dirumah sakit.
"Anak Ibu tidak papa, jangan khawatir" ucap Dokter setelah memeriksa beberapa bagian tubuh Ansel.
"Tapi kenapa sekarang dia hanya diam saja Dok, padahal tidak tidur biasanya banyak bergerak dan terus bergumam?" tanyanya.
"Mungkin karena dia syok dan kelelahan menangis" jawab sang Dokter. "Tapi itu normal bayi yang sudah terlalu lama menangis dan telah mengalami kejadian yang membuatnya terkejut akan bereaksi seperti ini, setelah ini dia akan tertidur, saat bangun nanti semua sudah kembali seperti semula" tambahnya panjang lebar.
Mendengar penjelasan Dokter akhirnya Syela bisa menghela napas lega. "Baiklah, terima kasih Dok" ucapnya.
"Dia sudah boleh dibawa pulang, tapi untuk berjaga-jaga saya akan memberikan resep obat untuk ditebus, bisa diminum kan jika dia menunjukkan gejala seperti demam, kesakitan dan tak nafsu makan".
Syela mengangguk paham lalu memberi jalan untuk Dokter itu kembali bekerja memeriksa pasien lainnya. Beberapa menit kemudian Syela keluar dari ruang UGD bersama Ansel digendongannya, obat pun sudah ditebus nya.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Miko yang menunggu diluar.
"Alhamdulillah dia baik baik saja" jawab Syela tenang.
Mereka berdua pun kembali pulang setelahnya. "Terima kasih karena sudah membantu ku" ucap Syela ketika didalam mobil.
Miko sekilas melirik Syela. "Tidak masalah, aku sudah berjanji dulu jika kalian ada apa apa bisa minta bantuanku" jawabnya panjang lebar.
"Tapi setelah ini Catherine pasti marah padamu, ekpresinya sudah jelek saat kita pergi tadi" ungkap Syela sadar dengan raut wajahnya Catherine saat mereka pergi tadi.
Miko sempat terdiam sebelum menjawab. "Dia urusanku kamu tak perlu merisaukannya".
"Baiklah" jawab Syela.
Setelah keterdiaman untuk beberapa menit Miko kembali bicara. "Maafkan aku Syela" ujarnya dengan nada lirih.
Syela menoleh dengan alis menyatu. "Untuk apa kamu minta maaf, yang salah Mama Catherine bukan kamu".
Miko tersenyum. "Bukan itu, maaf karena aku sudah menikahi Catherine" jelasnya.
Syela beralih menatap jalan raya di depannya. "Itu sudah jadi kewajibanmu kenapa minta maaf padaku?".
"Karena niatku sebelumnya ingin menunggumu siap untuk kembali padaku tapi nyatanya malah aku yang berpaling" ungkap Miko dengan ekspresi bersalahnya.
"Sudahlah tak usah dipikirkan lagi, sekarang Catherine sudah kamu jadikan istri, jagalah dia sepenuh hati" ucap Syela jujur.
Jaga dia karena firasatku akan ada hal buruk yang terjadi nanti.
Syela kembali menatap Ansel yang tertidur dalam pelukannya. Lalu pikirannya melayang ke berbagai arah yang selalu membuat kepalanya sakit.
*****
Pengenkutuh up sampai episode Ayah Ansel muncul, tapi Komen dan Like nya kurang mendukung... up kaya biasanya aja lah yah, per episode😁