NovelToon NovelToon
Tanah Berdebu

Tanah Berdebu

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Warning !!!
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau alur, Adalah Hasil Imajinasi Penulis, Murni Kebetulan Semata. Interpretasi agama dalam cerita ini merupakan bagian dari pengembangan karakter dan tidak dimaksudkan untuk mengubah ajaran atau akidah yang ada. Terimakasih 🙏

Di balik jubah sucinya sebagai pewaris pesantren, Zavier El-Shaarawy menjalani kehidupan ganda yang gelap di gemerlap Kota A. Sebagai pria liar yang haus kebebasan, ia terjerat dalam asmara membara bersama Zaheera Bareeka, gadis kota yang menjadi pusat dunianya. Namun, rahasia itu runtuh saat takdir menyeret mereka kembali ke tembok pesantren yang kaku.
Demi menutupi dosa dan menyelamatkan kehormatan keluarga, Zavier nekat membawa Zaheera masuk ke dunianya. Di bawah pengawasan Keluarga, sebuah pernikahan rahasia dilangsungkan demi menghalalkan sentuhan yang terlanjur melampaui batas.

Happy Reading Dear 🤗🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

Tiga bulan telah berlalu sejak janji suci diucapkan di bawah naungan langit Pesantren Al-Iman. Kehidupan Zaheera telah berubah total; tidak ada lagi dentum musik memekakkan telinga atau aroma alkohol yang menyesakkan.

Kini, sore harinya diisi dengan semilir angin persawahan dan aroma jajanan pasar yang menggoda selera.

Sore itu, langit berwarna jingga keunguan. Zaheera duduk di atas motor skuter matik milik Gus Azlan—motor yang jauh lebih santai untuk dipakai berkeliling desa dibandingkan motor besar milik Zavier. Ia sedang menunggu suaminya yang rela mengantri panjang demi batagor langganan yang tiba-tiba saja menjadi makanan yang paling diinginkan Zaheera selama beberapa hari terakhir.

Sambil menunggu, Zaheera sedikit merunduk, menatap cermin spion untuk membetulkan letak pashmina-nya yang sedikit bergeser. Ia tersenyum tipis melihat pantulan dirinya; wajahnya kini lebih berisi dan tampak jauh lebih tenang.

Tiba-tiba, sebuah tepukan mendarat di bahunya. Cukup keras untuk membuatnya terperanjat.

Zaheera mendongak dengan tatapan tajam, bibirnya sudah bersiap melontarkan teguran pedas pada siapa pun yang berani bersikap lancang padanya. Namun, kata-katanya tertahan di tenggorokan. Matanya membelalak, jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat.

Di hadapannya berdiri seorang wanita dengan kacamata hitam yang disampirkan di kepala. Kaos oblong hitamnya yang agak longgar tidak mampu menyembunyikan rajahan tinta di lengan dan lehernya.

"Wah, wah... benar-benar kau, Zaheera?" wanita itu berucap dengan nada sarkastik yang sangat familiar.

"Jalang sialan, ngapain kau di sini?!" Zaheera menjawab spontan, bahasa lamanya di kota A meluncur begitu saja tanpa filter. "Ngobat kau sampai bisa nyasar ke sini? Astagfirullah!" Zaheera segera menutup mulutnya dengan telapak tangan, matanya terpejam rapat. "Ya Allah, maafkan hamba... maafkan mulut hamba, ya Allah."

Wanita itu justru terkekeh, suara tawa yang terdengar serak dan getir. Ia melepas kacamata hitamnya, menampakkan sepasang mata yang tampak sangat lelah namun tajam. "Kau cantik sekarang, Zaheera. Lebih cantik dari dulu saat kita hampir mati karena mabuk di penthouse. Kau sudah lama di kota ini?"

Zaheera masih terpaku. Wanita di depannya ini adalah Azalea Maheera.

Zavier, yang sedari tadi mengawasi istrinya dari kejauhan sambil memegang plastik jajanan, segera melangkah mendekat. Langkahnya tegap, namun matanya memancarkan rasa ingin tahu yang besar.

"Siapa, Sayang?" tanya Zavier lembut namun tegas, matanya beralih menatap wanita bertato di hadapannya.

Zaheera menelan ludah, ia mencoba mengatur napasnya. "Dia... dia Azalea, Mas."

Azalea berbalik saat mendengar suara pria itu. Begitu matanya bertemu dengan wajah Zavier, ia tampak membeku. Ekspresi sinisnya luntur digantikan oleh keterkejutan yang nyata. Tentu saja, Azalea mengenal wajah itu. Meski sudah bertahun-tahun berlalu, garis wajah keluarga El-Shaarawy tidak mungkin ia lupakan. Itu adalah adik dari pria yang dulu menjanjikannya mahar Surah Ar-Rahman.

Zavier menatap Azalea dengan datar. Tidak ada kilatan pengenalan di matanya. Baginya, wanita di depannya ini hanyalah salah satu teman masa lalu istrinya dari kota A yang tampak "berantakan". Zavier memang jarang ikut ke kelab malam dulu; kalaupun ia menemani Zaheera, ia biasanya hanya duduk di pojok atau menunggu di mobil. Ia tidak pernah bertemu Azalea.

"Kau ngapain di sini, Lea?" tanya Zaheera lagi, mencoba memecah kecanggungan.

"Kampung halaman," jawab Azalea singkat, matanya kembali ke arah Zaheera, mencoba menghindari tatapan Zavier.

Zaheera memperhatikan leher Azalea. "Itu tato baru?" tanyanya sambil menunjuk gambar kupu-kupu hitam yang sayapnya tampak patah di leher Azalea. Tubuh wanita itu kini jauh lebih penuh dengan tato dibandingkan terakhir kali mereka bertemu.

Zaheera mengenal Azalea karena sebuah kejadian dramatis dua tahun lalu. Saat itu, Zaheera menyelamatkan Azalea yang hampir dilecehkan oleh beberapa pria mabuk di pintu belakang sebuah kelab malam ternama di kota A.

Sejak itu, mereka sering bertemu di lingkaran pertemanan yang sama. Di dunia malam yang penuh kesenangan, mereka lebih sering memanggil satu sama lain dengan sebutan "jalang" daripada panggilan sayang, sebuah bentuk keakraban yang kasar di tengah keputusasaan.

Zaheera merasa sedikit lega karena sepertinya Azalea tidak mengenali Zavier sebagai "Gus". Ia ingat mereka pernah berada di satu meja besar saat pesta malam tahun baru, minum bersama hingga pagi, tapi Zavier saat itu hanya diam dan tidak banyak berinteraksi.

"Jadi, ini suamimu?" Azalea bertanya, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum miring yang penuh arti. "Pilihan yang menarik, Zaheera. Sangat... religius."

Zavier hanya mengangguk sopan sebagai bentuk formalitas, meski hatinya merasa tidak nyaman dengan aura yang dibawa wanita ini. "Ayo, Sayang. Jajanannya sudah dapat, nanti dingin tidak enak," ajak Zavier pada Zaheera.

Zaheera mengangguk cepat. Ia ingin segera pergi dari sana sebelum Azalea meledakkan bom rahasia atau sebelum Gus Azlan lewat dan melihat wanita ini. "Aku pergi dulu, Lea. Jaga dirimu."

Azalea hanya diam, tangannya masuk ke dalam saku celana jinsnya yang robek. Ia memperhatikan motor skuter yang dinaiki Zaheera—motor yang ia tahu persis milik siapa.

"Zaheera!" panggil Azalea saat Zavier baru saja menghidupkan mesin.

Zaheera menoleh.

"Sampaikan salamku pada... pemilik motor itu," ucap Azalea dengan nada yang sangat rendah, hampir seperti bisikan.

Zavier mengernyitkan dahi. "Dia kenal Mas Azlan?" bisiknya pada Zaheera.

Zaheera memaksakan tawa kecil yang terdengar kaku. "Mungkin dia asal bicara, Mas. Di kota A dulu dia memang sering meracau kalau lagi stres. Ayo jalan!"

Zavier melajukan skuter itu meninggalkan persimpangan jalan desa. Di spion, Zaheera bisa melihat Azalea masih berdiri di sana, sendirian di bawah lampu jalan yang mulai menyala, tampak seperti bayangan hitam yang kontras dengan kedamaian desa itu.

"Dia teman baikmu dulu?" tanya Zavier saat mereka melaju di jalanan setapak.

"Hanya teman mabuk, Mas. Dia punya luka yang sangat dalam, makanya dia jadi seperti itu," jawab Zaheera, menyandarkan kepalanya di punggung Zavier.

Zaheera tidak tahu bahwa di belakang mereka, Azalea Maheera sedang meremas sebuah tas kecil di tangannya. Matanya berkaca-kaca menatap punggung Zavier. Baginya, melihat Zavier adalah melihat cermin dari masa lalunya yang hancur—masa lalu di mana ia pernah menjadi 'Lea' yang suci sebelum badai merenggut Tuhan dari hatinya.

"Ternyata kau benar-benar menikah dengan keluarga itu, Zaheera," bisik Azalea pada angin sore. "Semoga kau bahagia dengan pernikahan mu Dan tidak hancur sepertiku."

Sementara itu, di ndalem, Gus Azlan sedang duduk di teras, menatap jam tangannya dengan cemas menunggu adiknya pulang membawa skuternya. Ia tidak pernah tahu bahwa di persimpangan jalan tadi, jiwanya yang hilang baru saja berdiri hanya beberapa meter dari orang-orang yang ia cintai.

1
winpar
lnjuttttttt💪💪💪💪💪lnjuttttttt
Ros🍂: Okay kak🥰
total 1 replies
winpar
thorrrr lnjut ceritanya thorrrr
Ros🍂: ashiappp kak🥰
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
semangat thor 💪💪💪
Ros🍂: Jangan lupa di-like ya kak🙏 biar Author semangat, ma'aciww 🥰
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
di tggu up ny ya thor jgn lm2 ,, aku nggak sanggup nggu lm2 🤣🤣🤣
Ros🍂: persis Zavier 🤣 nggak kuat lama-lama 🥰🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!