NovelToon NovelToon
Rahasia Istri Pengganti

Rahasia Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Balas Dendam / CEO
Popularitas:45.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Gavin terpaksa menikah dengan Ayana, karena calon istrinya kabur di hari pernikahannya membawa semua barang yang seharusnya untuk acara resepsi.

Ayana merupakan asisten pribadi pilihan ibunya yang baru bekerja selama tiga bulan. Selama itu pula mereka tak pernah akur dan selalu berselisih paham. Bagaimana saat mereka menikah nanti?

Ayana sering tak ada di kamarnya setiap malam Minggu, dan Gavin mulai meras penasaran dengan jati diri Aruna. Siapakah dia sebenarnya? karena selain suka mendebatnya, Ayana juga pintar bela diri.

Bagaimana kisah Gavin dan Ayana? terus ikuti ceritanya ya kak... 😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gavin-Ayana 35

"Kurang ajar kau Gaviiiiiinnnn ...!" teriak Ayana kemudian menendang suaminya sampai terjungkal ke lantai.

Bugh

"Astaga! Apaan sih kamu Ayana! Sakit tau, mana tendang-tendang aja!" protes aga is sambil mengusap bo-kongnya yang kesakitan karena tendangan Ayana yang begitu kuat sehingga dia benar-benar terjungkal dna mendarat di lantai kesakitan.

"Apaan ... apaan! Apa kamu sengaja! Dasar pria me-sum! Ngapain kamu peluk-peluk aku! Bukannya udah aku bilang jangan melewati batas!" kesal Ayana.

"idih! Siapa yang tahu dan sadar kalau peluk-peluk kamu! Aku kan tidur, lagian selama ini aku biasa tidur sendiri dan meluk guling. Mungkin aku kira kamu itu adalah bantal di bawah alam sadarku!" jawab Gavin sambil merengut.

"Halah alasan! Kamu pasti sengaja dan cari-cari kesempatan! Emangnya kamu kira aku si Vania yang gampang di grepe-grepe! Nanti malam kamu tidur di bawah! Pulang kerja kita beli kasur lipat buat kamu!!" kesal Ayana sambil menatap tajam kedua mata Gavin dan menunjuk dengan dua jarinya.

"Astaga! Kau kira kita sedang berada dirumah sakit apa? Masa iya tidur di bawah pakai kasur lipat!" kesal Gavin tapi tak di pedulikan Ayana yang masuk ke dalam kamar mandi setelah membawa pakaian ganti.

"Apa benar aku malah peluk-peluk dia saat tidur? Ya mana aku tahu dan sadar kan? Lagian orang sedang tidur mana tahu apa yang dia lakukan! Apa salahnya coba peluk dia? Kan dia istri aku? eh, istri? Apa aku sudah benar-benar menerima dia sebagai istri? Ah tidak, ini semua karena keinginan mami. Walau bagaimana juga kami sudah menikah dengan cara yang sah secara hukum dan agama. Tak ada yang salah kalau aku memeluk, mencium atau melakukan hal lebih kan?" ujar Gavin masih terduduk di lantai.

"Mau sampai kapan kamu bengong dan duduk di lantai seperti itu?" Suara Ayana menyadarkan Gavin dari pikirannya sendiri.

"Cepet mandi sana! Jangan sampai kita terlambat. Hari ini kita langsung pergi ke kantor Atmaja untuk meeting. Kamu nggak lupa akan hal itu kan Pak Gavin?" kembali Ayana membuat Gavin kesal

"Nggak usah panggil Pak! Panggil aku dengan sebutan yang lain! Mas kek, aku suamimu Ayana! Kamu nggak lupa akan hal itu kan?" kesal Gavin sambil menyambar handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.

"Astaga, kelakuan dia semakin hari malah semakin membingungkan! Apa yang terjadi dengan otaknya? Jangan sampai dia malah membuat aku terus berada dalam pernikahan yang ini. Apalagi dia mengikat kau hanya karena kesal! Awas saja kau Gavin!" kesal Ayana sambil mengeringkan rambutnya dan memberikan sapuan tipis di wajah dan bibirnya agar telihat lebih segar.

"Apa kamu sudah baca semua berkas meeting kita hari ini?" tanya Ayana yang mendapat gelengan dari Gavin.

"Astaga! Lalu kamu ngapain aja dari kemarin?" kesal Ayana sambil menyimpan kopi di depan Gavin.

"Kenapa nyalahin aku? Salah kamu sendiri semalam nggak bilang padaku. Kamu malah ngajak aku berdebat terus!" jawab Gavin membuat Ayana memutar bola matanya malas.

Ayana melihat jam yang melingkar di tangannya. Mereka masih memiliki waktu dua jam sebelum pertemuan.

"Periksa lagi berkasnya dan kamu pahami isinya. Jangan sampai membuat malu seorang wakil CEO tak memahami isi proposal kerjasama ini. Apalagi yang akan kita temui nanti adalah perusahaan Atmaja. Aku dengar yang akan meeting dengan kita adalah anak perempuannya. Miranda!" ujar Ayana memberikan berkas kepada Gavin yang baru selesai sarapan.

"Astaga kamu nggak memberi aku napas apa? Baru juga selesai sarapan ini!" protes Gavin.

"Kalau kamu nggak bernafas sudah mati dari tadi!" kesal Ayana malah membuat Gavin terkekeh melihat istrinya kesal begitu.

"Nggak ada yang lucu! Cepat periksa dan kamu pahami isinya!" Ayana kembali menyodorkan berkas itu kepada Gavin.

Gavin mengalah dari pada dia kena omel Ayana Lagi. Sebenarnya di kantor dia sudah memeriksa proposal untuk perusahaan Atmaja. Dan dia sudah mengerti dan paham semua isinya. Tapi Ayana malah terus memintanya kembali memeriksanya. Gavin hanya membacanya kembali sedangkan Ayana terlihat fokus dengan ponselnya. Entah dengan siapa dia berbagi pesan. Rasanya Gavin penasaran sekali. Apa mungkin dengan Reiner atau dengan pria bernama Ren atau mungkin Cakra? Ah kenapa dia malah memikirkan hal itu dan kembali kesal.

"Kamu nyuruh aku memahami dan memeriksa berkas ini. Tapi kamu sendiri malah main ponsel dan bertukar pesan dengan para pria di luar sana!" kesal Gavin.

"ck! Aku membalas pesan dari emak kamu! Nih lihat! Lagian bukan urusan kamu juga aku mau bertukar pesan dengan siapapun!" jawab Ayana ketus.

"Mana sini aku lihat kalau memang benar kamu bertukar pesan dengan Mami!" Gavin mengulurkan tangannya meminta Ayana memberikan ponselnya memastikan jika Ayana tak berbohong.

"Astaga, nggak percayaan amat kayak emaknya!" kesal Ayana memberikan ponselnya kepada Gavin.

"Namanya juga selama sembilan bulan numpang idup di perut emaknya ya pasti mirip lah!" jawab Gavin santai dengan mata yang masih memeriksa pesan dari maminya.

Karena maminya tak mengirim pesan apapun keapda dirinya. Sebenarnya maminya masih menganggap dia anak atau tidak? Apa mungkin masih kesal dan marah perkara Vania?

"Kalian menggosipkan aku selama ini?" tanya Gavin.

"Tidak, itu hanya mami kamu saja sih. Aku hanya menjawab semua kebenaran!" jawab Ayana santai membuat Gavin gemas.

"Kita berangkat sekarang! Kamu bisa pelajari berkasnya lagi di sana sambil menunggu mereka datang!" ajak Ayana.

Dia membereskan tas kerja miliknya dan memasukkan laptop serta semua keperluannya. Begitupun dengan Gavin, saat mereka berdiri, Gavin mengambil tas kerja Ayana dan membawanya. Begitupun dengan kunci mobil dia yang membawanya. Saat Ayana kembali dari dapur menyimpan gelas kotor tak melihat tas dan kunci mobil.

"Apa di bawa sama orang itu? Kenapa tumben baik? Padahal biasanya juga selalu aku yang membawa semuanya! Bodo amat lah!" ujar Ayana sambil berjalan keluar rumah.

Gavin sudah duduk di belakang kemudi menunggu Ayana. Kening Ayana semakin berkerut melihat pemandangan aneh di pagi hari ini.

"Kayaknya demam nih orang!" ucap Ayana pelan kemudian masuk dan duduk di sebelah kursi kemudi.

"Restoran apa?" tanya Gavin.

"Laura's ..." jawab Ayana.

Tanpa ada pertanyaan lagi, Gavin mengemudikan kendaraan mewahnya menuju ke restoran tempat mereka akan meeting kali ini. Selama perjalanan tak banyak pembicaraan antara mereka. Ayana sesekali membalas pesan di ponselnya kemudian melihat ke arah jendela, melihat gedung-gedung di sana. Sedangkan Gavin fokus dengan jalanan dan sesekali melirik ke arah Ayana.

"Jangan bicarakan masalah perpisahan atau juga pembatalan pernikahan kepada Papi ataupun Mami!" ucap Gavin memecah keheningan yang hanya di dominasi oleh deru mesin mobil.

"Kenapa?" tanya Ayana menaikkan sebelah alisnya.

1
nely_48
nah loh ada yg ngikutin tuh mobil Gavin,, siapakah itu❓❓
nely_48
mulai belajar dewasalah cara berpikir km Gavin,, serius dlm hal² tertentu jgn slengean trs
Ariany Sudjana
jangan gegabah Gavin dalam mengambil keputusan, pernikahan itu komitmen seumur hidup, kalau kamu memang ingin menjalankan pernikahan dengan sesungguhnya, kamu harus bisa terima Ayana, apapun pekerjaan lainnya, termasuk misi yang sedang dia jalani
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Gavin pasti bingung..
nely_48
ayana ga peka kau ini,, bang ren suka sm km itu
Ariany Sudjana
jangan protes dulu Gavin, kamu cari tahu apa yang sebenarnya terjadi
olyv
kesal y aya lama2 hajar aja tu suami mu
Diana Dwiari
ah,bang ren....pupus sudah cintamu untuk Ayana.... semoga dapat gantinya lah
olyv
dongkol bgt 🤣🤣🤣
olyv
jangan jadi pembinor y pak darren
olyv
kasihan gavin 🤣
olyv
ati2 gav jangan terlalu benci nnti kebalikan jadi bucin
olyv
jleb g tuh gavin 🤣🤣
olyv
bilang aja kalo cemburu /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
olyv
🤣🤣🤣🤣
Amran Markokotu
Aruna siapa ta
nely_48
ayana sang assasin toh 🤭
nely_48
sekali action 4-5 bandit lgsg eksekusi nih lady aya
nely_48
lady aya in action 💃💃💃
Ariany Sudjana
jangan-jangan Ayana ini agen intelijen? atau agen rahasia? atau pembunuh bayaran? atau detektif swasta? karena sangat rahasia pekerjaannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!