NovelToon NovelToon
Datanglah Padaku

Datanglah Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: vennyrosmalia

Revania Agatha, Ibu muda berusia 32 tahun yang sudah memiliki seorang putra. Terjebak dalam dilema antara bertahan atau pergi disaat rumah tangganya tak lagi membuatnya merasa diinginkan oleh suaminya sendiri.

Nathan Alexander, pria dewasa dan mapan yang masih betah melajang dan disibukkan dengan karir yang dibangunnya. Namun tanpa di duga dirinya justru tertarik pada wanita yang sudah bersuami.

Gimana ya kisahnya, yuk ikutin ceritanya. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vennyrosmalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35

Vania dibuat pusing dengan bermacam-macam buket bunga yang terus berdatangan ke rumahnya juga toko kue nya.

"Dia ini mau bikin taman bunga apa ya." gerutu Vania sambil menata buket bunga mawar putih di ruangannya.

Vania tahu bunga-bunga ini dikirimkan Nathan untuk membujuknya agar menerima permintaan maafnya. Tapi Vania tidak mudah untuk luluh begitu saja. Apalagi sudah sepekan ini Nathan juga belum muncul dihadapannya.

Ceklek.

Pintu ruangan Vania terbuka, Liliana datang sambil menggelengkan kepalanya melihat ruangan Vania yang sudah seperti toko bunga dadakan.

"Nathan gila juga ya." seru Liliana.

Vania mengangkat kedua bahunya seolah tidak peduli. Kemudian duduk bersama Liliana di sofa yang ada di ruangan.

"Resa dan Sely jadi pergi ke playground baru?" tanya Vania saat Liliana datang seorang diri.

"Iya, Kamu tahu sendiri Mereka tidak akan melewatkan playground baru kesukaan keduanya." jelas Liliana.

Vania membenarkan hal itu. Resa dan Sely memang sering menghabiskan waktu bermain bersama ditemani pengasuh Mereka.

"Kamu belum mau angkat telepon Nathan ya?" tanya Liliana dan dijawab gelengan kepala oleh Vania.

"Aku masih belum bisa percaya lagi sama Dia." jawab Vania pelan.

Bukan hal mudah kan untuk kembali menaruh rasa percaya pada seseorang yang sudah berbohong. Vania tahu kesalahan Nathan hanya karena tidak jujur mengenai identitasnya, tapi karena identitasnya itu yang justru berhubungan dengan orang-orang yang pernah mengkhianati Vania.

"Aku mengerti, tapi Kamu juga harus bisa mencoba berdamai lagi. Dengar penjelasannya dulu sebelum memutuskan." ucap Liliana.

Vania memicingkan mata pada sahabatnya. Dia curiga jika Liliana seolah memintanya untuk memberi kesempatan pada Nathan.

"Kamu di sogok apa sama Nathan?" tegur Vania to the point.

PLAK

Liliana memukul pundak Vania pelan tapi cukup bersuara. Vania mengaduh dan mengelus bahunya yang dipukul Liliana.

"Enak saja, Aku gak disogok apa-apa sama Dia. Cuma Aku risih juga setiap hari Dia nanyain Kamu lagi apa, Kamu baik-baik aja atau ngga, pokonya banyak deh." cerocos Liliana mengungkapkan kekesalannya.

Memang sudah sepekan ini Nathan jadi terus menghubunginya untuk menanyakan keadaan Vania. Bahkan Nathan juga memintanya untuk membantu membujuk Vania agar mau menerima panggilannya.

Vania yang melihat wajah kesal Liliana terkekeh. Vania mencubit bibir Liliana yang maju karena cemberut.

"Duuuhh, harusnya Kamu minta sogokan sama Dia kalau pengen bujuk Aku." usil Vania.

"Memang boleh?" tanya Liliana berbinar.

Vania membalas memukul bahu Liliana karena sikap Liliana yang langsung berubah saat membahas sogokan.

"Gak boleh. Biarin Nathan pusing sendiri. Aku gak akan kasih mudah buat Maafin." tegas Vania dam beranjak dari sofa untuk ke luar ruangan.

"Yaa, Vania. Ayo dong, boleh ya, boleh ya."

.

.

Nathan baru saja tiba di Bandara setelah mengudara selama 8 jam. Urusan perusahaan baru bisa Dia tinggalkan dan Nathan bergegas untuk pulang. Meskipun Bram masih harus berada di Negara C tapi Nathan sudah tidak khawatir karena pengkhianat di perusahaannya sudah bisa ditangani.

Tanpa mengganti pakaian ataupun beristirahat, Nathan segera melajukan mobilnya menuju rumah Vania. Orang suruhan Nathan yang selalu memantau Vania dari kejauhan mengatakan jika Vania masih ada di tokonya.

Nathan berfikir untuk langsung pergi ke rumah Vania dan akan menemui Resa terlebih dulu dirumahnya. Nathan juga merindukan Resa yang pasti akan selali menanyakan keberadaannya.

Begitu sampai di rumah Vania, Bibi Lauren yang mengetahui kedatangannya segera membuka pagar untuk Nathan.

"Selamat datang Tuan." sapa Bibi Lauren setelah Nathan turun dari mobilnya.

"Resa di dalam?" tanya Nathan dan di angguki oleh Bibi Lauren.

Nathan bergegas masuk ke rumah Vania sambil menenteng paper bag yang cukup besar berisi mainan yang sempat dibelinya untuk Resa di Negara C.

"Resa."

Bocah berusia 5 tahun yang sedang asik bermain itu menoleh saat Nathan memanggilnya. Dengan senyum lebar Resa beranjak dan berlari ke arah Nathan.

"Uncle Nathan." teriak Resa.

Nathan segera memeluk dan menggendong Resa. Nathan merasa lega saat Resa menyambutnya dengan gembira dan tidak berubah sikap padanya. Itu berarti Vania tidak mengatakan hal apapun pada Resa mengenainya.

"Gimana kabarmu Boy?" tanya Nathan setelah Mereka duduk bersama di ruang keluarga.

"Resa baik Uncle, tapi Resa juga kangen sekali sama Uncle." jelas Resa

"Yang bener?"

Resa mengangguk dan kembali memeluk Nathan.

"Bener Uncle, Resa sering minta Bunda buat telepon Uncle. Tapi kata Bunda Uncle sedang sibuk jadi tidak boleh di ganggu." jelas Resa panjang.

Nathan mengangguk dan memberi pengertian pada Resa jika Dirinya memang pergi bekerja agar jawaban Vania sama dengan penjelasannya.

"Uncle ada hadiah untuk Resa karena sudah sabar menunggu Uncle."

Nathan mengambil paper bag berisi seperangkat mainan mobil balap untuk Resa. Dengan antusias Resa bersorak dan meminta Nathan untuk segera membukanya.

Nathan dan Resa sibuk merakit lintasan mobil balap dan tidak menyadari kedatangan seseorang yang terus menatap ke arah keduanya yang terlihat seperti ayah dan putranya.

Ya, Vania sudah pulang. Dia juga sudah tahu jika Nathan datang saat melihat mobilnya terparkir di halaman rumah.

Vania bersiap ingin marah dan mengusir Nathan, namun pemandangan di hadapannya ini membuat Vania urung melakukannya.

"Bundaaa."

.

.

......................

1
Indah Tuk Di Kenang
sakitya thorrr liat satria bahagia 😭😭semangat up therusss thorrr👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!