Axillia Pramitha, seorang gadis cantik berusia 23 tahun yang berprofesi sebagai seorang sekretaris di sebuah perusahaan property terbesar di ibu kota. Sifatnya yang tenang nyaris tak tersentuh membuatnya dikenal sebagai sekretaris dingin. Sementara Skylar Wijaya, seorang CEO sekaligus boss besar Axillia, dikenal dengan sosok yang ramah, mudah bergaul, dan suka tebar pesona dengan parasnya yang sangat tampan, banyak wanita dari semua kalangan tergila gila kepadanya. Tak heran predikat playboy kelas kakap jatuh kepadanya. Namun bagi Skylar hanya satu wanita yang bisa menarik perhatiannya yang tak lain adalah sekretarisnya sendiri. Gimana kelanjutan kisahnya? Yuk kepoin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35
Laras dan juga Rosaline langsung menuju ke perusahaan untuk menemui Heru. Tanpa mereka ketahui Heru sudah tidak berada di sana. Begitu sampai ke perusahaan kedua wanita sombong itu langsung menuju lift khusus direksi. Namun sebelum sempat memencet tombil lift seorang security langsung menghadang mereka.
"Apa apaan kamu kacung rendahan? Mau saya pecat?" Teriak Laras
"Maaf bu sesuai perintah, ibu dan juga Nona Rosaline tidak diperbolehkan lagi mendatangi Kantor ini" jawab security tersebut.
"Siapa yang berani melarang kami? Ayahku pemilik perusahaan ini, sadar diri kalian hanya bawahan tidak berhak melarang kami" tambah Rosaline.
"Saya yang melarangnya" jawab Barra yang tiba-tiba muncul.
"Heh Bara atas dasar apa kau melarang kami masuk? kau mau aku pecat? Posisimu hanya seorang karyawan"
"Rupanya kalian belum tahu, Heru Saputra saat ini sedang menjalani pemeriksaan karena terbukti menggelapkan Dana perusahaan tindak pencucian uang" Jelas Barra.
Laras dan Rosaline terkejut mendengarnya. Mendadak wajah mereka pucat pasi.
"Jangan sembarangan menuduh. Untuk apa suamiku melakukannya, ini perusahaan miliknya" bantah Laras. Barra tertawa terbahak-bahak mendengar bualan tersebut.
"Rupanya anda Masih berada di Dunia mimpi, sebegitu nikmatnya kah hidup dari harta orang lain?" Tanya Barra.
Rosaline tidak terima apa yang dikatakan pria itu. Ia maju hendak menampar Barra namun pria itu langsung menahan tangannya.
"Lepaskan bajingan, jaga ucapanmu, kami ini keluarga terhormat". Barra melepaskan lengan Rosaline.
"Mungkin harus aku ingatkan, ini perusahaan milik mendiang nyonya Arunika yang sudah berpindah tangan kepada anak tunggalnya yaitu Nona Axillia" jawab Barra rendah namun tersirat ancaman di dalamnya.
"Sebaiknya kalian cepat pergi sebelum aku menyuruh petugas keamanan menyeret dan melempar kalian ke jalan, satu Hal lagi, semua fasilitas kantor termasuk credit card yang kalian pegang mulai hari ini diblokir." lanjut Barra lagi.
Laras dan Rosaline merasa dipermalukan karena banyak pasang Mata yang menonton mereka. Beberapa dari mereka bahkan terang-terangan merekam. Tak berfikir lama, anak dan ibu tersebut segera meninggalkan tempat itu tapi suara Barra kembali membawa suasana menjadi tegang.
"Oya suamimu membeli sebuah apartment mewah atas nama sekretarisnya, aku rasa kau bukan satu-satunya wanita dihidupnya, Selamat karma mulai mencari alamatnya" tambah Barra lagi. Laras mengepalkan tangannya, benarkan suaminya berkhianat. Rosaline menarik lengan ibunya untuk segera ke meninlllggalkann tempat itu.
"Huuu...." sorakan dari penghuni gedung menemani kepargian mereka. Banyak yang tidak suka dengan kedua manusia tersebut tapi selama ini mereka hanya bisa memedam dalam hati saja.
"Kalian kembali ke tempat masing-masing" perintah Barra tegas. Akhirnya mereka membubarkan diri setelah mendapat pertunjukan gratis.
Selama Axillia belum siap memegang perusahaan, Barra lah yang ia tunjuk untuk menjadi pemimpin sementara di sini. Skylar pun sudah menyelidiki latar belakang Barra. Pria itu pun tahu bahwa Barra diam-diam menyimpan rasa kepada almarhumah calon ibu mertuanya bahkan sampai saat ini.
Di tempat lain. Seorang remaja berdiri di depan sebuah gedung seorang pengacara terkenal. Rei memutuskan untuk menemui Andrian setelah menyelidiki tentang kemungkinan dia bukan putra dari Laras dan Heru. Setelah berdiam diri cukup lama, ia pun memutuskan untuk masuk.
"Selamat pagi kak" ucap Rei kepada resepsionis. Sang resepsionis terkejut melihat Rei.
"Ada yang bisa saya bantu dek?" Tanyanya.
"Saya ingin bertemu tuan Andrian, katakan saja saya Rei, tolong ya kak" ucap Rei lagi.
"Baiklah tunggu sebentar ya dek" balasnya Sang resepsionis pun langsung beranjak menemui atasannya tersebut.
"Pak mohon maaf ada anak bapak.. Eh maksud saya ada Rei ingin menemui bapak" terangnya. Mendengar nama Rei sontak membuat Andria sangat terkejut.
"Suruh dia masuk sekarang" ujar Andria terlalu excited.
Setelah beberapa saat Rei muncul di depan pria paruh baya tersebut. Perasaan campur aduk. Andria langsung menghampiri Rei dan memeluk remaja tersebut. Rei sedikit kaget namun dia nyaman.
"Ada yang bisa om bantu Rei?" Tanya Andrian. Rei pun mendongak melihat baik-baik pria di depannya. Kemudian ia mengeluarkan beberapa berkas dari tasnya. Andrian mengambil berkas-berkas tersebut dan ia tampak sangat terkejut membacanya.
"Aku Yakin om tahu maksudnya apa" ujarnya lagi.
Andrian menatap remaja itu kemudian berkata. "Let's do it boy"
jebloskan aja k penjara biar kapok tuch & tidak gangguan Sky & Axill lagii... 😡😡🤦♀️🤦🏻♀️🤦♀️