Alexa Alvarez, seorang gadis yang tomboi, ceria, ahli bela diri, jenius tapi sangat ceroboh.
Javier Hernandez, tunangan asli Alexa yang belum pernah ditemuinya, Zaidan Hernandez, pria datar, kejam dan arrogan, Dia CEO ZH, Crops, yang juga Paman Javier, dan pria yang tidak sengaja tidur dengan Alexa.
Sampai suatu saat, Alexa salah mengenali, Zaidan sebagai tunangannya dan Javier sebagai CEO ZH, Crops.
Kisah mereka pun dimulai, antara Alexa, Zaidan dan Javier yang salah target.
Bianca, adik sepupu dari Javier, musuh dalam selimut Alexa.
Bianca orang yang hidup kembali, jadi Dia tahu cerita selanjutnya, yang selalu berusaha untuk membunuh Alexa agar bisa menjadi Nyonya besar Hernadez.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhiy08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Hukuman untuk Karina
Kenzo memasuki ruangan itu dengan wajah datarnya dan rahang yang mengeras.
Mata tajamnya seolah tengah menusuk dada semua orang yang ada dalam ruangan itu.
"Ken... Sini nak..." Panggil Darren sambil melambaikan tangannya memanggil Kenzo untuk mendekat padanya yang masih bersandar dengan lemas di atas ranjang.
"Apa benar kau telah memutuskan pertunangan mu dengan Putri Tuan Tony Lee?" Tanya Darren dengan suara lemahnya.
"Benar." Kenzo menjawab singkat dengan menatap datar Karina yang ikut hadir lalu berpindah pada Tony yang terlihat sedikit gugup.
"Mereka menyatakan keberatannya, nah sekarang... Ciba kau katakan, apa yang menjadi alasan yang mendasari keputusan mu itu." Ucap Darren bijaksana, lalu Kenzo mengalihkan tatapannya pada Darren yang tampak masih sedikit pucat dan bersandar di dashboard ranjang.
"Dari awal perjodohan ini, aku tidak pernah menyetujuinya, aku sudah mengatakan itu pada gadis itu, mereka saja yang terus memaksakan." Ucap Kenzo lembut sambil membenarkan selimut yang menutupi tubuh Darren.
"Dad, aku sudah menemukan gadis kecil yang aku cintai," Lanjut Kenzo tegas dan itu membuat semua orang sontak menatap Kenzo tidak percaya, hanya Darren saja yng langsung mengulas senyum di wajah pucat nya itu.
Dari awal Darren sudah dapat menebak ada apa dengan putra bungsunya itu akhir-akhir ini.
Kenzo yang selalu tenang dan datar itu tampak menampilkan beberapa ekspresi wajahnya.
kenzo jug menjadi lebih bersemangat, wajah datar itu tampak sedikit berbinar dan jangan lupakan senyum tipis yang sering Dia sembunyikan di bibirnya.
"Tidak bisa! Kenzo hanya bisa menjadi milikku... Hanya aku yang pantas untuknya..." Teriak Renata sambil berdiri dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kau harus bertanggung jawab padaku... Aku sudah kehilangan kak Albert karena mu..."
"Aku juga hampir kehilangan keluarga Lee, apa yang kurang dariku Ken! Aku pintar, cantik dan sempurna!" Lanjut Karina dengan frustasi.
"Kau bukan Dia..." Sahut Kenzo datar.
"Aku belum meminta perhitungan denganmu, karena kau ikut terlibat dalam kasus penculikan Alexa." Kenzo sambil memutar-mutar cincin lambang kekuasaan dalam keluarga Hernandez.
"Aku sudah mencintaimu lebih dari 10 tahun, Ken! Kau seharusnya memberiku kompensasi karena hal ini." Karina kembali menyerang Kenzo.
"Kau tahu, karena harapanku pada perjodohan ini, kau telah menunda masa mudaku, jika tidak aku pasti telah menikah dengan pria yang lebih baik darimu...!" Karina berbicara dengan nafas yang tersengal-sengal, emosinya memuncak karena melihat Kenzo yang masih saja bersikap datar padanya.
Tony terkejut melihat putrinya yang tampak menantang dan menekan Kenzo, Karina bahkan berani menunjuk wajah Kenzo, dan Kenzo hanya menatap datar.
"Karina! Jangan keterlaluan! Kendalikan emosimu!" Tony menarik tangan Karina kasar dan menyentakkan tangannya ke sofa agar kembali duduk.
"Daddy! Apa yang kau lakukan, kau seharusnya membela aku, putrimu, aku hanya ingin menikah dengan Kenzo." Teriak Karina tidak terima melihat Tony yang hanya bungkam.
"Kau memang pria pengecut! Untuk mewujudkan impian terbesar ku pun, kau tidak sanggup! Lalu apa gunanya dirimu!" Teriak Karina tidak sadar.
"Karina!!!" Panggil Tony emosi sambil melayangkan tangannya ke wajah Karina, membuat wajah Karina sampai terlempar kesamping dan menghasilkan suara yang menggema.
Plak
"Tutup mulutmu, bodoh!!! Kau ingin keluarga kita hancur dan bangkrut, dasar anak sialan!!!" Ucap Tony sambil menyugar rambutnya kebelakang.
"Tuan... Maafkan sikap putriku, kami harap Anda tidak mengambil hati ucapan nya, Karina belum dewasa, jadi ucapan anak-anak jangan sampai menghancurkan hubungan kita yang sudah lama terjalin," Tony berusaha membujuk agar Kenzo tidak emosi, sedangkan Kenzo hanya tersenyum miring dengan wajah yang tetap datar.
"Belum dewasa, yang benar saja," Celetuk Aland sambil membuang wajahnya muak.
"Aku sudah memberimu peringatan sebelumnya, jangan pernah mengusik Alexa, tapi Dia bahkan sudah berani menculiknya..." Ucap Kenzo penuh penekanan lalu mengangkat wajahnya dan menatap semua orang dengan tatapan tajamnya.
Darren hanya tersenyum, Dia paham benar akan sikap tegas, keras dan kasar dari putra bungsunya itu.
Kenzo terkenal dengan julukan CEO datar dan kejam.
Darren juga tahu apa maksud dari Tony dan putrinya itu, mereka mencoba memprovokasi dirinya dan putranya.
Ada rasa penyesalan yang terselip dihatinya, andai dirinya tidak terburu-buru melakukan perjodohan itu, mungkin masalahnya tidak akan serumit ini.
Darren hanya bisa menghela nafas lelah, dan menyerahkan semuanya ke tangan Kenzo, seperti yang diinginkannya.
"Mengapa kau begitu membela jalang itu, hah?!" Teriak Karina lagi.
"Daddy Darren, lihat apa yang dilakukan Kenzo, Dia rela merebut tunangan keponakannya!" Lanjut Karina lagi dengan menunjuk Kenzo yang masih tampak tenang dan datar seperti biasanya.
"Jalang! Jaga mulut anda Nona Lee?!" Putus Aland ikut emosi tapi, Kenzo langsung mengangkut tangannya memberi isyarat pada Aland untuk tenang.
Melihat itu, Tony langsung berdiri dan kembali melayangkan tangannya ke wajah Karina kali ini lebih keras, Tony sangat tahu mengapa perjodohan ini terjadi, banyak hal yang tidak jujur yang dilakukan untuk mendapatkan janji itu.
"Daddy! Mengapa Daddy menamparku! Apa yang aku katakan itu sebuah kebenaran!" Karina berteriak semakin tidak terkendali.
"Tony... Jika kau tidak bisa mengendalikan putrimu, aku tidak keberatan mengirimnya kesatu tempat untuk kembali belajar," Kenzo berdiri dengn kedua tangannya dalam saku celananya, berdiri tegap dengan aura yang kuat, menatap Tony dan Karina dengan sorot membunuh.
"Perjodohan itu tidak pernah menyebutkan nama, hanya perjodohan antara Putri tertua keluarga Alvarez dan keluarga Hernandez, jadi siapa pun itu, tidak menjadi masalah." Jelas Darren tanpa membuka matanya.
"Dad! Karina mohon... Jangan putuskan perjodohan ini, jangan biarkan jalang itu menghancurkan hubungan antara kita, antara Uncle dan keponakan..." Ucap Karina memelas sambil menjatuhkan dirinya kelantai dan berjalan mendekat keranjang Darren dengan menggunakan lututnya dan air mata yang mengalir deras.
Tony memejamkan matanya, tidak sanggup melihat pemandangan itu, terlalu mengoyak hati dan harga dirinya.
Semua berawal dari tangannya, sesungguhnya tangannya lah yang menghancurkan putrinya itu.
Aland hanya mencibir muak melihat apa yang dilakukan gadis Saiko itu, Karina akan menggunakan semua taktik dan trik agar keinginannya tercapai, apapun itu Karina tidak perduli dengan caranya, hanya perduli pada hasilnya.
"Semua keputusan ada ditangan Kenzo, aku tidak bisa ikut campur lagi, bertanggung jawablah atas apa yang telah kau lakukan. Dan masalah perjodohan itu, itu bukan hakmu untuk menghakimi mereka." Ucap Darren bijaksana.
"Tidak Dad! Jangan katakan itu, aku sangat mencintai Kenzo, jangan biarkan Jalang itu menghancurkannya," Lanjut Karina semakin berani.
Tony langsung berdiri dan bermaksud menarik Karina karena melihat Kenzo yang mulai mengeluarkan aura membunuhnya dan terlihat dari sorot matanya.
Tapi, sebelum Tony sempat menyentuh Karina, Aland sudah menarik putrinya itu dan menampar nya lebih keras, hingga membuat sudut bibir Karina robek dan mengucurkan darah.
"Aku telah memperingatkan mu, jangan cemari nama orang yang aku cintai dengan menyebutnya menggunakan mulut kotorMu itu." Ucap Kenzo datar.
"Aland..." Panggil Kenzo sambil mengibaskan tangannya.
"Tuan... Aku mohon, tolong lepaskan putriku, aku berjanji, kali ini aku akan benar-benar pergi dari negara ini, dan tidak akan pernah muncul dan mengusik kalian..." Ucap Tony sambil menjatuhkan dirinya disamping Karina yang tampak shock dan terdiam dengan tatapan mata yang kosong..