NovelToon NovelToon
Darah Pendekar

Darah Pendekar

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Dendam Kesumat / Pusaka Ajaib / Ilmu Kanuragan
Popularitas:16.3k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

perjalanan seorang anak yatim yang berusaha menjadi pendekar untuk membalaskan dendam atas kematian pamannya karena perampokan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Racun Vs Bisa

Arya yang melihat Purwa Geni seperti akan melarikan diri dengan cepat menghadang jalan keluar arah goa,

"wuuut"

" he he he , mau kemana kau bajingan!" bentak Arya sambil menyabetkan tongkatnya pada Purwa Geni, membuat purwa geni mundur kebelakang.

" Kurang ajar kamu pikir aku akan melarikan diri  ,terima ini!" Purwa Geni dengan cepat bergerak menyerang kembali

Wuuut

Wush

Satu sinar merah keluar dari telapak tangan Purwa Geni, ia tak mengarahkan serangan nya langsung pada Arya tetapi pada tanah di samping Arya, berharap Arya akan menghindar dan ia bisa meloloskan diri dari Arya. Namun Arya seperti mengetahui jika itu hanya pancingan saja ia bergerak. Menyongsong serangan itu

.hiaaat

Wuuut

Blaaaar

Braaak

Tubuh Purwa terpental saat ledakan tenaga dalam terjadi,

" Kurang ajar" Purwa mengusap darah yang meleleh di sudut bibirnya, ia teringat akan Andini wanita muda yang tadi di bawanya , ia berniat menjadikan wanita itu sebagai tameng nya.

" Eh kemana dia?" Tanya Purwa heran saat melihat Andini tak ada di sana lagi. Saat mereka bertarung Arya memberikan kode agar Andini masuk makin dalam ke goa, dan ternyata dugaan Arya benar. Purwa Geni yang terdesak ingin menjadikan wanita itu sebagai tameng nya

Melihat tak ada jalan lain Purwa mulai mengeluarkan ajian andalannya .

" Api Kematian!" Teriak Purwa mengerahkan ilmunya , seiring dengan teriakannya suhu dalam goa berubah drastis, dari dalam tubuh Purwa memancar hawa panas ,

Arya mengerahkan tenaga dalamnya untuk melindungi dirinya dari gelombang panas yang di kerahkan Purwa Geni.

Di desa Sugih Waras, nampak empat bayangan melesat cepat keluar dari desa menuju goa tempat Arya dan Purwa bertarung , di pimpin oleh seorang kakek tua sedikit bongkok , gerakan ke empatnya sangat cepat menandakan mereka mempunyai ilmu yang tinggi .

." Cepat Sindang aku takut Purwa malah melakukan hal yang tidak tidak jika di tinggal sendiri di sana" ucap kakek itu yang mengetahui jika Purwa Geni sering meninggalkan tugas karena wanita.

" Baik Ki," sahut Sindang, ia mempercepat langkahnya.

Sementara di dalam goa , Arya juga mengeluarkan salah satu ilmu andalannya, sebuah bola api yang berpendar keluar dari tangan nya .

" Hiaaaat"

" Hiaaaat"

Keduanya bergerak bersamaan,

Wuut

Wuuut

Plak

Plak

Benturan tangan beradu terdengar , Arya dan Purwa Geni saling serang  ,Arya sengaja membatasi tenaga dalamnya ,karena ingin mengorek keterangan dari mulut Purwa Geni.

Namun hal itu sangat susah , merasa terlalu lama menghadapi Purwa Geni, Arya meningkatkan pengerahan tenaga dalamnya .

." Hiaaaat"  teriak Arya sambil membentuk satu jurus,

Hiaaaaat

Purwa yang melihat itu dengan cepat ikut mengerahkan. Seluruh kekuatannya , walau mulut goa ada di belakangnya ia tak berani mengambil resiko membelakangi Arya bisa jadi sasaran empuk nantinya ,

Wuuut

Wuuut

Doooom

Aaaaaargh

Saat tenaga merak beradu ledakan kembali terjadi namun kali ini lebih besar. Hingga goa bergetar, tubuh Purwa terpental saat serangan Arya berhasil mengenainya ,ia hanya bisa berteriak kesakitan dan terpental ke mulut goa.

Purwa!" Teriak Sindang melihat Purwa Geni terpental dalam kondisi mengenaskan , tubuhnya terbakar, ia dan ketiga temannya baru datang pas saat Purwa terpental ke mulut goa.

" Balaskan dendamku Sindang" pinta Purwa Geni lalu diam tak bergerak lagi.

Sindang mengepalkan tangannya dengan geram

" Keluar kau!" Teriaknya penuh emosi.

" Kamu aja masuk kalau berani " tantang Arya, Sindang berdiri dan akan masuk , tetapi di tahan oleh ketua mereka

" Jangan bodoh, ia sengaja memancing kau masuk." Ucap ketua itu sambil menarik tangan Sindang .

" Tapi aku ingin menghancurkan dia ketua!" Seru Sindang,

" Tunggu, dulu !" Bentak ketua itu sedikit kesal , ia mendekat ke arah goa.

" Keluarlah, biar aku tahu siapa dirimu, aku Ki Naga Geni tak akan menyakitimu !" Teriak kakek itu yang ternyata mempunyai gelaran Ki Naga Geni di dunia persilatan

" Ha ha ha, masuklah, aku Naga Beracun juga tak akan menyakitimu bila kau masuk Ki Naga Geni!" Balas Arya sambil tertawa , ia merasa lucu dengan ucapan Ki Naga Geni yang jelas ingin membohonginya

" Naga Beracun!?" Teriak Sindang kaget , ia mendekat pada ketua.

" Ketua ada hadiah besar jika kita bisa menangkap atau membawa kepala Naga Beracun" bisik Sindang pada ketua nya

" Hadiah besar, karena apa, dan siapa yang akan memberi hadiah?" Tanya Ki Naga Geni  karena ia baru keluar dari pertapaan dan langsung mencari tempat pertapaan seorang manusia sakti jaman dulu, ia tak sengaja mendapat selembar peta dari seseorang, jadi ia tak mengetahui hal hal baru di dunia persilatan

" Dari kerajaan Matahari ketua, Naga Beracun sudah membunuh pangeran Amba, dan beberapa panglima kerajaan Merah, juga kerajaan Bintang " sahut Sindang memberitahukan

" Hei apa kau takut Naga Geni !" Arya yang tak mendengar apa apa di dalam goa berteriak untuk memancing apa mereka masih ada di goa apa tidak.

" Wuuush"

" Blaaaar"

Baru saja Arya berteriak , satu sinar api menghantam dinding goa. Debu dan pasir berhamburan

Uhuk

Uhuk

Arya terbatuk dan mundur ke belakang, saat debu menipis tiga sosok berdiri di pintu goa, dua lelaki paruh baya dan seorang kakek bongkok dengan tingkat berkepala naga di tangannya ,

" Sepertinya itu ketua mereka Naga Geni," gumam Arya melihat siapa yang berdiri di sana.

" Menyerah lah Naga Beracun!" Teriak Sindang , mencoba mengintimidasi Rangga dengan tenaga dalamnya.

" He he he, tunggu. Dulu, biar aku merasakan racun merah seperti apa , apa benar benar sangat beracun " seru pria paruh baya yang berada di samping Sindang.

" Hati hati Wara Bisa!" Teriak Sindang memperingatkan

"  Hmm, biar kita lihat racun siapa yang lebih berbisa." Ucap Ki Wara Bisa sombong.

" Naga Beracun apa kau berani melawan racunku!" Teriak Ki Wara Bisa menantang Arya si Naga Beracun.

" Hmm, boleh tapi jangan menyesal !" Ucap Arya menimpali tantangan Ki Wara Bisa.

"  Kalau begitu terima ini!"  Ki Wara bisa melakukan beberapa gerakan , dari tangan nya cahaya dan asap hijau keluar Sindang tersenyum dan mengangguk melihat jurus berbisa milik Ki Wara bisa.

Arya , mengempos tenaga dalamnya, sinar kemerahan keluar dari sekujur tubuhnya .

"Hiaaaaat"

"Heaaaaah"

Arya dan Ki Wara Bisa sama sama menghentakan kedua tangannya .

"Wush"

Dari tangan Arya sinar merah meluncur, dengan membawa hawa panas yang menyengat.

" Wuut"

Dari tangan Ki Wara Bisa meluncur sinar hijau dengan membawa hawa dingin.

Blaaaaar

Ceesssss

Ledakan keras terdengar, di susul suara  seperti air bertemu dengan bara api.

" Hoeeek"

" Bruuuk"

Ki Wara Bisa terpental setelah muntah darah. Namun tak ada gejala keracunan di diri Ki Wara bisa, membuat Arya keheranan, karena orang orang dari Naga Geni semua kebal racun.

" He he he, racunmu tak akan mempan pada kami" seru Sindang yang melihat Arya keheranan.

" Huh, tanpa racun pun aku masih bisa mengalahkan kalian!" Seru Arya menyombongkan diri, agar mereka marah dan menyerangnya ,serangan dalam kondisi marah akan menghilangkan sebagian daya serang mereka dan pertahanan. Mereka terkadang terbuka .

". He he he , kau tak bisa memancing emosi kami" ucap Naga Geni terkekeh.

" Hmm, apa kalian juga beracun !" Tanya Arya penasaran.

" He he he ,tentu saja tidak, kalau kau mau aku bisa memberikan. Penawar segala racun untukmu, asal kau bersumpah akan setia padaku !" ucap Ki Naga Geni, mencoba merayu Arya, Arya terdiam hatinya bimbang, racun di tubuhnya adalah hal yang membuat dia mencari penawar kemana mana .

Akan kah Arya akan terbujuk oleh rayuan Ki Naga Geni.

Baca bab berikutnya

1
Hendra Yana
lanjut
Blue Angel: siap kak
total 1 replies
Redy Ryan Little
Bagus,🔥
Blue Angel: terima kasih kak
total 1 replies
Nur Hamidah
😭😭😭🥹🥹🥹🥹🙏🙏🙏 kapan author update udah lama gak update jadi meriang deh
Blue Angel: udah up bab tadi malam kak
total 1 replies
Nur Hamidah
😭😭😭😭🥹🥹🥹🥹 kapan author update nya
Blue Angel: insya Allah nanti malem ya kak
total 1 replies
anggita
2👆👆iklan dan like👍dukungan untuk novel laga/fantasi timur lokal nusantara. moga lancar👌.
Blue Angel: terima kasih kak
total 1 replies
anggita
maaf🙏, sekedar saran thor. kalau awal paragraf/alinea pakai huruf besar.
Blue Angel: ia terima kasih koreksinya
total 1 replies
Blue Angel
yuk baca ga bakal nyesel
Wan Trado
kalau pemilihan dilakukan dengan cara pertandingan maka jangan dibilang mengundi
Blue Angel: mengundi untuk pertama pertarungan , siapa lawan siapa , hanya di final yang ga pake undian 🙏🙏🙏
total 1 replies
Wan Trado
buset ini budi nongol aja.. bapak budi, ibu budi, kakak dan adik budi ga ikutan..?? 🤦‍♂️
Blue Angel: maaf bro kebanyakan buku jadi suka salah tulis MC, terima kasih nanti di revisi
total 1 replies
Wan Trado
wuiihhh, udah 4 tahun saja..
Wan Trado
dimana-mana ada rian... sepertinya idola sekali ya Thor.. 🤦‍♂️
Blue Angel: maaf bro, Rian sama bima novel pertama jadi ke inget terus🙏🙏🙏
total 1 replies
SONIYA SIANIPAR
keren
Blue Angel: terima kasih kak
total 1 replies
Osmond Silalahi
lah menang walk out dong
Osmond Silalahi
harta karun ... yeeee
Osmond Silalahi
wah ... aku klo gini takut bgt. horor
Osmond Silalahi
ky baca komik tiger wong / tapak suci dlu. vibes pendekar
Blue Angel: siap kak
total 5 replies
Osmond Silalahi
gak terasa berat?
Osmond Silalahi
aq mampir disini
Bang Deni 0909
nice
M H
gass lanjut kan thor
Blue Angel: terima kasih. ,siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!