perjalanan seorang anak yatim yang berusaha menjadi pendekar untuk membalaskan dendam atas kematian pamannya karena perampokan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Racun Vs Bisa
Arya yang melihat Purwa Geni seperti akan melarikan diri dengan cepat menghadang jalan keluar arah goa,
"wuuut"
" he he he , mau kemana kau bajingan!" bentak Arya sambil menyabetkan tongkatnya pada Purwa Geni, membuat purwa geni mundur kebelakang.
" Kurang ajar kamu pikir aku akan melarikan diri ,terima ini!" Purwa Geni dengan cepat bergerak menyerang kembali
Wuuut
Wush
Satu sinar merah keluar dari telapak tangan Purwa Geni, ia tak mengarahkan serangan nya langsung pada Arya tetapi pada tanah di samping Arya, berharap Arya akan menghindar dan ia bisa meloloskan diri dari Arya. Namun Arya seperti mengetahui jika itu hanya pancingan saja ia bergerak. Menyongsong serangan itu
.hiaaat
Wuuut
Blaaaar
Braaak
Tubuh Purwa terpental saat ledakan tenaga dalam terjadi,
" Kurang ajar" Purwa mengusap darah yang meleleh di sudut bibirnya, ia teringat akan Andini wanita muda yang tadi di bawanya , ia berniat menjadikan wanita itu sebagai tameng nya.
" Eh kemana dia?" Tanya Purwa heran saat melihat Andini tak ada di sana lagi. Saat mereka bertarung Arya memberikan kode agar Andini masuk makin dalam ke goa, dan ternyata dugaan Arya benar. Purwa Geni yang terdesak ingin menjadikan wanita itu sebagai tameng nya
Melihat tak ada jalan lain Purwa mulai mengeluarkan ajian andalannya .
" Api Kematian!" Teriak Purwa mengerahkan ilmunya , seiring dengan teriakannya suhu dalam goa berubah drastis, dari dalam tubuh Purwa memancar hawa panas ,
Arya mengerahkan tenaga dalamnya untuk melindungi dirinya dari gelombang panas yang di kerahkan Purwa Geni.
Di desa Sugih Waras, nampak empat bayangan melesat cepat keluar dari desa menuju goa tempat Arya dan Purwa bertarung , di pimpin oleh seorang kakek tua sedikit bongkok , gerakan ke empatnya sangat cepat menandakan mereka mempunyai ilmu yang tinggi .
." Cepat Sindang aku takut Purwa malah melakukan hal yang tidak tidak jika di tinggal sendiri di sana" ucap kakek itu yang mengetahui jika Purwa Geni sering meninggalkan tugas karena wanita.
" Baik Ki," sahut Sindang, ia mempercepat langkahnya.
Sementara di dalam goa , Arya juga mengeluarkan salah satu ilmu andalannya, sebuah bola api yang berpendar keluar dari tangan nya .
" Hiaaaat"
" Hiaaaat"
Keduanya bergerak bersamaan,
Wuut
Wuuut
Plak
Plak
Benturan tangan beradu terdengar , Arya dan Purwa Geni saling serang ,Arya sengaja membatasi tenaga dalamnya ,karena ingin mengorek keterangan dari mulut Purwa Geni.
Namun hal itu sangat susah , merasa terlalu lama menghadapi Purwa Geni, Arya meningkatkan pengerahan tenaga dalamnya .
." Hiaaaat" teriak Arya sambil membentuk satu jurus,
Hiaaaaat
Purwa yang melihat itu dengan cepat ikut mengerahkan. Seluruh kekuatannya , walau mulut goa ada di belakangnya ia tak berani mengambil resiko membelakangi Arya bisa jadi sasaran empuk nantinya ,
Wuuut
Wuuut
Doooom
Aaaaaargh
Saat tenaga merak beradu ledakan kembali terjadi namun kali ini lebih besar. Hingga goa bergetar, tubuh Purwa terpental saat serangan Arya berhasil mengenainya ,ia hanya bisa berteriak kesakitan dan terpental ke mulut goa.
Purwa!" Teriak Sindang melihat Purwa Geni terpental dalam kondisi mengenaskan , tubuhnya terbakar, ia dan ketiga temannya baru datang pas saat Purwa terpental ke mulut goa.
" Balaskan dendamku Sindang" pinta Purwa Geni lalu diam tak bergerak lagi.
Sindang mengepalkan tangannya dengan geram
" Keluar kau!" Teriaknya penuh emosi.
" Kamu aja masuk kalau berani " tantang Arya, Sindang berdiri dan akan masuk , tetapi di tahan oleh ketua mereka
" Jangan bodoh, ia sengaja memancing kau masuk." Ucap ketua itu sambil menarik tangan Sindang .
" Tapi aku ingin menghancurkan dia ketua!" Seru Sindang,
" Tunggu, dulu !" Bentak ketua itu sedikit kesal , ia mendekat ke arah goa.
" Keluarlah, biar aku tahu siapa dirimu, aku Ki Naga Geni tak akan menyakitimu !" Teriak kakek itu yang ternyata mempunyai gelaran Ki Naga Geni di dunia persilatan
" Ha ha ha, masuklah, aku Naga Beracun juga tak akan menyakitimu bila kau masuk Ki Naga Geni!" Balas Arya sambil tertawa , ia merasa lucu dengan ucapan Ki Naga Geni yang jelas ingin membohonginya
" Naga Beracun!?" Teriak Sindang kaget , ia mendekat pada ketua.
" Ketua ada hadiah besar jika kita bisa menangkap atau membawa kepala Naga Beracun" bisik Sindang pada ketua nya
" Hadiah besar, karena apa, dan siapa yang akan memberi hadiah?" Tanya Ki Naga Geni karena ia baru keluar dari pertapaan dan langsung mencari tempat pertapaan seorang manusia sakti jaman dulu, ia tak sengaja mendapat selembar peta dari seseorang, jadi ia tak mengetahui hal hal baru di dunia persilatan
" Dari kerajaan Matahari ketua, Naga Beracun sudah membunuh pangeran Amba, dan beberapa panglima kerajaan Merah, juga kerajaan Bintang " sahut Sindang memberitahukan
" Hei apa kau takut Naga Geni !" Arya yang tak mendengar apa apa di dalam goa berteriak untuk memancing apa mereka masih ada di goa apa tidak.
" Wuuush"
" Blaaaar"
Baru saja Arya berteriak , satu sinar api menghantam dinding goa. Debu dan pasir berhamburan
Uhuk
Uhuk
Arya terbatuk dan mundur ke belakang, saat debu menipis tiga sosok berdiri di pintu goa, dua lelaki paruh baya dan seorang kakek bongkok dengan tingkat berkepala naga di tangannya ,
" Sepertinya itu ketua mereka Naga Geni," gumam Arya melihat siapa yang berdiri di sana.
" Menyerah lah Naga Beracun!" Teriak Sindang , mencoba mengintimidasi Rangga dengan tenaga dalamnya.
" He he he, tunggu. Dulu, biar aku merasakan racun merah seperti apa , apa benar benar sangat beracun " seru pria paruh baya yang berada di samping Sindang.
" Hati hati Wara Bisa!" Teriak Sindang memperingatkan
" Hmm, biar kita lihat racun siapa yang lebih berbisa." Ucap Ki Wara Bisa sombong.
" Naga Beracun apa kau berani melawan racunku!" Teriak Ki Wara Bisa menantang Arya si Naga Beracun.
" Hmm, boleh tapi jangan menyesal !" Ucap Arya menimpali tantangan Ki Wara Bisa.
" Kalau begitu terima ini!" Ki Wara bisa melakukan beberapa gerakan , dari tangan nya cahaya dan asap hijau keluar Sindang tersenyum dan mengangguk melihat jurus berbisa milik Ki Wara bisa.
Arya , mengempos tenaga dalamnya, sinar kemerahan keluar dari sekujur tubuhnya .
"Hiaaaaat"
"Heaaaaah"
Arya dan Ki Wara Bisa sama sama menghentakan kedua tangannya .
"Wush"
Dari tangan Arya sinar merah meluncur, dengan membawa hawa panas yang menyengat.
" Wuut"
Dari tangan Ki Wara Bisa meluncur sinar hijau dengan membawa hawa dingin.
Blaaaaar
Ceesssss
Ledakan keras terdengar, di susul suara seperti air bertemu dengan bara api.
" Hoeeek"
" Bruuuk"
Ki Wara Bisa terpental setelah muntah darah. Namun tak ada gejala keracunan di diri Ki Wara bisa, membuat Arya keheranan, karena orang orang dari Naga Geni semua kebal racun.
" He he he, racunmu tak akan mempan pada kami" seru Sindang yang melihat Arya keheranan.
" Huh, tanpa racun pun aku masih bisa mengalahkan kalian!" Seru Arya menyombongkan diri, agar mereka marah dan menyerangnya ,serangan dalam kondisi marah akan menghilangkan sebagian daya serang mereka dan pertahanan. Mereka terkadang terbuka .
". He he he , kau tak bisa memancing emosi kami" ucap Naga Geni terkekeh.
" Hmm, apa kalian juga beracun !" Tanya Arya penasaran.
" He he he ,tentu saja tidak, kalau kau mau aku bisa memberikan. Penawar segala racun untukmu, asal kau bersumpah akan setia padaku !" ucap Ki Naga Geni, mencoba merayu Arya, Arya terdiam hatinya bimbang, racun di tubuhnya adalah hal yang membuat dia mencari penawar kemana mana .
Akan kah Arya akan terbujuk oleh rayuan Ki Naga Geni.
Baca bab berikutnya