NovelToon NovelToon
Era Berdarah Manusia

Era Berdarah Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TimeTravel / Horor / Supernatural / Contest / Romansa Fantasi
Popularitas:60.2k
Nilai: 5
Nama Author: I Firmo

SETIAP HARI UP UNTUKMU🤩
Kedatangan lelaki-lelaki muda Eropa yang ganteng-ganteng telah menuai pusat perhatian. Disaat yang bersamaan, lelaki-lelaki dan wanita-wanita muda pun ikut menghilang satu demi satu secara misterius.

Holsi dan teman-temannya menyadari hal itu dan tahu rahasia dibalik itu semua. Namun, mereka semua berhasil dibungkam oleh dua tokoh yang menawan namun iblis. Holsi dan teman-teman nya berhasil di usir dan di hina kan banyak orang.

Dua tokoh menawan itu semakin dipuja-puji bak dewa-dewi. Peminatnya dari kalangan remaja yang begitu tergila-gila pada dua tokoh itu.

Lalu, jelas nya seperti apa? Baca Sekarang!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Firmo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 35

Di kediaman Halzet di hutan Huner. Pada malam ini, Halzet dan teman-teman lainnya tengah kumpul di ruang tengah untuk saling bertukar cerita kehidupan mereka.

Mulai dari Eli yang menceritakan dirinya ketika berada di July, lalu Tommy, kemudian Halzet.

Dan begitu juga tiga anak kembar yaitu Erik, Holsi, dan Nuel. Yang juga sama-sama menceritakan kehidupan mereka di hari ini yang bersama keluarga baru. Dan yang masih membuat pertanyaan besar adalah dari mana ketiga anak kembar itu di adopsi hingga seakan-akan mereka adalah anak kandung bagi orang tua nya yang sekarang ini.

Tidak lama dari itu, munculah petir yang sangat besar hingga menerangi rumah Halzet yang cukup gelap ini. Suara petir nya saja sangat menggelegar, sehingga membuat Halzet dan yang lainnya sangat terkejut sekali.

Selama seratus tahun terakhir, belum ada petir yang besarnya luar biasa ini. Hal ini membuat Eli semakin dibuat takut. "Astaga Tuhan! Kenapa tiba-tiba muncul petir Malik ini? Pertanda apa ini?"

Kemudian Holsi terlihat memojokkan dirinya karena sama-sama takut juga. "Malik? Jadi nama petir besar ini adalah petir Malik?"

Dengan penuh keseriusan, Tommy berkata. "Malik berarti besar dan menakutkan. Dan petir ini memberitahu kan bahwa dunia sedang tidak baik."

Lalu Eli mendesak Halzet yang juga sedang duduk penuh ketakutan. "Halz, cepat cari tahu diluar sana ada apa! Aku khawatir sedang terjadi sesuatu diluar sana!"

Namun Halzet yang nyalinya jadi ciut seperti itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Apa? Aku? Enggak, enggak, enggak pokoknya."

Dan Eli yang dibuat kesal hanya bisa membuang muka. "Aku khawatir Halz, ada sesuatu yang sedang terjadi di luar sana. Kita tahu semua bukan, hanya daerah yang kita huni ini yang paling aman..."

Kemudian Tommy berusaha menenangkan Eli. "Mungkin kita harus mengeceknya sama-sama keluar. Biar adil juga kan?"

Lalu Erik yang tengah memegang smartphone nya dengan erat itu, membuka smartphone nya dan berusaha mencari berita utama di tengah malam ini. Ketika ia membuka aplikasi News Worldius, Erik menemukan sebuah berita baru paling atas, paling, heboh, paling viral, dan paling banyak di baca oleh pengguna aplikasi ini sampai tembus 10 juta pembaca dalam sejam. "Astaga, ada berita baru banget nih yang sangat viral sampai tembus sepuluh juta pembaca dalam sejam!"

Seketika itu, Nuel langsung menghampiri Erik. "Berita apa?"

Dan Holsi pun menyahut dari tempat duduknya. "Iya baca Erik! Jarang-jarang ada berita yang pembaca nya sebanyak itu apalagi dalam kurun waktu sejam kaya gini."

Lalu Tommy menoleh ke Eli. "Mungkin berita itu jawabannya?"

Kemudian Eli menyeru kepada Erik. "Cepat baca Erik! Aku semakin dibuat tidak tenang nih."

Erik pun mengangguk, ia lalu membaca berita terbaru di jam dua belas malam ini.

*Kejadian mengerikan telah menimpa keluarga Livino dan Kartina di malam hari ini.

Dikatakan oleh saksi mata, yaitu seorang satpam yang tengah berpatroli setiap jam sebelas malam bahwa ia menyaksikan jika rumah keluarga kaya raya itu tengah dilanda sesuatu yang mengerikan sekaligus penuh misterius. Ditemukan bahwa di rumah mewah nya yang terletak di BNR Bogor kota itu, rumah keluarga Livino berantakan dan penuh bercak darah serta sebuah cakaran tajam misterius di setiap dinding rumah. Dengan listrik rumah yang sepenuhnya padam, membuat saksi mata tersebut semakin dibuat merinding akan keadaan yang lebih mengerikan itu. Sang saksi mata pun berusaha memastikan jika anggota keluarga tersebut baik-baik saja. Namun setelah di cek kedalam rumah, dengan anehnya anggota keluarga Livino dan Kartina menghilang! Dan yang lebih anehnya lagi, jika ini memang sebuah perampokan maka barang-barang mewah yang tergeletak begitu saja dirumah pun akan ikut hilang, namun ini tidak sama sekali. Dan pencarian oleh kepolisian, tentara, dan relawan pun akan segera di lakukan besok pagi pukul tujuh. Dan kemanakah perginya keluarga Livino dan Kartina?*

Spontan, Eli membuang muka dari perhatian penuh nya ke Erik. "Sudah jelas ini ulahnya Mahkluk Blax itu lagi!"

Holsi pun jadi ikut sedih melihat berita baru yang lagi-lagi ulahnya si Blax itu. "Aduh semakin kesini semakin dibuat pusing sama si vampir Dajjal itu, hiks."

Dan Erik menaruh smartphone nya itu di meja. "Dan kita nggak bisa berbuat apa-apa bukan selama ini? Justru kita hanya jadi penonton dari kejadian demi kejadian yang terus berjatuhan kepada manusia yang tak bersalah."

Lalu Halzet pun membenarkan ucapan Erik. "Benar sekali. Karena kita nggak tahu rencana-rencana jahat nya mereka itu."

Kemudian Tommy menanyakan sesuatu. "Tunggu, orangtuanya siapa kah Livino dan Kartina itu?"

Spontan, Eli, Halzet, Holsi, dan Erik saling menatap satu sama lain. Mereka juga dibuat bingung dengan pertanyaan Tommy yang begitu tiba-tiba.

Tetapi berbeda dengan Nuel, ia tahu persis siapa keluarga Livino dan Kartina itu. "Oh tidak, tidak, tidak mungkin ini!"

Melihat Nuel yang menunjukkan sesuatu yang tidak baik, membuat Eli bertanya-tanya. "Apakah kau tahu sesuatu, Nuel?"

Nuel lalu memandangi wajah Eli dengan penuh keseriusan. "Livino dan Kartina itu adalah ayah dan ibu dari Swift!"

Seketika itu, terkejut sangatlah hati Eli. "Apa? Benarkah itu?"

Tommy pun hanya bisa menunduk tak percaya.

Dan Halzet itu sendiri pun hanya bisa menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi dengan penuh kekhawatiran.

Lalu Holsi bertanya-tanya. "Lalu apa artinya itu Eli?"

Nuel pun berusaha meyakinkan Eli. "Benar Eli! Swift adalah anak dari kedua orang tua yang kaya raya itu."

Dan Holsi pun semakin dibuat bingung. "Terus kalau kedua orangtuanya Swift, gimana dong akhirnya nih?"

Dengan tatapan kosong, Eli berkata. "Maka artinya keluarga besarnya itu akan menjadi bagian dari Swift itu sendiri."

Seketika itu, Erik dibuat tak percaya. "Lalu apa yang harus kita lakukan saat ini?"

Tetapi Eli hanya bisa membuat jawaban yang buntu. "Nggak ada Erik, selain menyaksikan mereka-mereka itu semakin berkembang biak pesat dari kita berenam ini!"

Namun Holsi berusaha memberontak dari semua kepasrahan yang harus ia terima dengan begitu saja. "Tapi masa ia kita harus pasrah gitu ajja?"

Dan Nuel pun teringat akan sesuatu hal lalu berkata. "Bagaimana dengan Emilius?"

Seketika itu Tommy yang tadinya serba pasrah, menjadi semangat. "Iya Emilius! Bagaimana dengannya ya?"

Tetapi Halzet seperti berusaha mematahkan semangat Tommy. "Tapi kan kita nggak tahu dimana Emilius dan siapakah Emilius itu?"

Lalu Nuel menuturkan. "Dari keluarga besar Livino dan Kartina, mereka itu punya anak paling bungsu. Namanya Emilius, dan ia adik semata wayang Swift."

Seketika itu, Eli dan Tommy saling menatap satu sama lain.

Dan Halzet yang masih belum percaya, berkata. "Dari mana kau tahu semua tentang keluarga besar nya Swift itu?"

Dengan tenang, Nuel menjawab. "Karena dulu kan, aku pernah dekat dengan Agil. Dan Agil juga dekat banget sama Swift, makanya aku sering dapat cerita tentang keluarga besarnya Swift."

Lalu Holsi pun bertanya-tanya. "Tapi apakah Emilius itu lolos kah dari serangan Swift dan kawanannya itu? Apalagi dia masih kecil kan?"

"Itu dia." Seru Erik.

Namun tiba-tiba, kepala Eli mendapatkan sebuah seruan misterius dari seorang anak lelaki.

*Tolong, tolong, tolong siapapun itu! Aku Emilius yang sedang bersembunyi!*

Seketika itu, Eli langsung berdiri dari duduknya. "Dia masih hidup! Suaranya tadi masuk ke kepala ku! Ayo cepat! Cari dia!"

1
Dhina ♑
ternyata tidak lanjut juga 🤔🤔
Dhina ♑
Bagaimana kisah selanjutnya 🤔🤔🤔
tunggu ya
Adinda ♋
sungguh apes nih Holsi
Adinda ♋
itu pasti hutan yang mengerikan
Nina ♋
mungkin Dia tersesat tak tahu arah
Nina ♋
dia punya pengalaman yang mengerikan
Nina ♋
libur sekolah Sabtu Minggu ya
Jazz ♋
Come back
Zelyn ⭕
mereka tidak boleh mati

Author.....lanjut, tuntaskan ceritanya
Zelyn ⭕
kalian para pemuda aneh, mengapa selalu menuju hutan Hunner
ALONE ⭕
apa dia jalan sambil tidur
ALONE ⭕
kox di kamar 🤔🤔
ALONE ⭕
huaaaaa ada Halzet
ALONE ⭕
apa Erick berhalusinasi 🙄🙄
ALONE ⭕
loh mengapa ke Utara 🤔🤔🤔
Adinda ♋
huwaaaaaa NT tidak ada 👍 nya buat like
Adinda ♋
menghitung
cling gitu
Adinda ♋
Wahhh sekelompok anak muda yang cuek
Adinda ♋
bule 🤔🤔
Apakah dia murid baru
Adinda ♋
kayax dukun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!