Menceritakan seorang laki-laki berusia 29 tahun namun belum kunjung menikah, namun penasaran dan jatuh cinta dengan pesona tetangganya yang begitu menggoda namun tetangganya telah bersuami. Bagaimana kelanjutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bel Bel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Nadia dan Raka asyik dengan bernyanyi duet bersama, bahkan bapak-bapak kompleks banyak yang memberikan uang saweran kepada Nadia.
“Makin malam makin asyik, nggak mau pulang maunya digoyang mbak Nadia.” Kata Agung salah satu warga.
“Goyang lagi dong mbak Nadia.” Goda Arisman salah satu warga.
“Terima kasih banyak, banyak sekali sawerannya.” Kata Nadia sangat bahagia.
“Mbak kali ini saweran special dari saya, terima ya mbak.” Kata Raka mengeluarkan lembaran uang berwarna merah sebanyak lima lembar.
“Wah banyak sekali mas Raka, serius ini buat saya? Nanti kalau istrinya marah bagaimana?” Goda Nadia sambil bergoyang didepan Raka sambil menggenggam tangan Raka.
“Wah panas panas.” Teriak pak RT.
Nadia semakin semangat bernyanyi dan bergoyang sambil dikelilingi bapak-bapak kompleks termasuk Raka, Raka berusaha menjaga dan melindungi Nadia agar tidak ada yang berani menyentuh Nadia.
Tak terasa jam menunjukkan pukul 23.30.
“Maaf sudah malam, apa nggak sebaiknya kita berhenti saja.” Kata pak RT.
“Iya ya kita lanjut lain waktu dengan penyanyi kebanggaan kita mbak Nadia.” Kata bu RT.
Akhirnya warga pun kembali ke rumah masing-masing.
Nadia melirik dan mengedipkan mata ke arah Raka dengan maksud tertentu.
“Permisi ya semuanya, saya balik kerumah dulu. Terima kasih sawerannya ya pak. Ini saya berikan Sebagian buat uang kas RT saja ya.” Kata Nadia.
“Ya ampun mbak Nadia terima kasih banyak ya.” Kata bu RT.
“Sama-sama bu RT. Saya permisi dulu ya, saya duluan ya mas Raka.” Kata Nadia sambil diam-diam menyentuh tengkuk leher Raka.
“Pintu rumahku terbuka buat kamu mas.” Bisik Nadia kepada Raka.
**
Raka tiba dirumah.
“Baru pulang mas?” Tanya Dina.
“Iya.” Jawab Raka.
“Mau disiapkan air hangat buat mandi?” Tanya Dina.
“Nggak usah, aku mau tidur.” Kata Raka.
“Yakin mau tidur? Tiba-tiba besok pagi sudah dikamar si janda gatal itu.” Kata Dina.
“Terserah kamu mau bilang apa. Aku nggak peduli.” Kata Raka.
“Sampai kapan sih mas kamu bertahan sama dia?” Tanya Dina.
“Jangan bikin kesabaranku habis ya, kamu dan keluargamu kan yang meminta adanya pernikahan ini sedangkan aku sama sekali nggak cinta sama kamu, hatiku hanya untuk Nadia saja, dan sampai kapanpun aku hanya sama Nadia, dari awal sudah jelas kan, kamu juga tau perjanjian itu.” Kata Raka.
“Tetap saja aku istrimu, aku berhak mendapat nafkah lahir dan batin dari kamu.” Kata Raka.
“Cari saja laki-laki lain, aku tidak akan melarangmu.” Kata Raka.
“Kamu pikir aku perempuan murahan mas?” Tanya Dina.
“Tapi kenapa kamu masih mau denganku? Aku bukan laki-laki baik. Laki-laki baik hanya untuk Wanita baik begitu pula sebaliknya. Memang tidak semuanya begitu tapi sejak awal harusnya kamu tau akan hal itu, jangan harap aku mau menyentuhmu.” Kata Raka.
“Kamu jahat mas, kamu tega sama aku.” Kata Dina.
“Nggak usah playing victim ya Din, kamu dulu pernah hamil kan lalu kamu keguguran, dan laki-laki itu kabur. Laki-laki itu tidak mau tanggungjawab kan? Aku tau semuanya Din.” Kata Raka.
“Cukup mas jangan pernah bahas itu, itu masa lalu kelamku.” Kata Dina.
“Makanya kamu jangan pernah melarangku apalagi mengaturku.” Kata Raka.
“Kamu tau dari mana masa laluku? Tidak ada yang mengetahuinya karena selama ini aku menutup semuanya dengan sangat rapat bahkan orang tuaku sekalipun.” Kata Dina sambil menangis.
“Buku diarymu tidak sengaja terbuka di kamarmu dan tidak sengaja aku melihatnya, lain kali tutup pintu kamarmu, aku mau menutup pintu kamarmu tapi buku diary itu terbuka, bekas goresan di pergelangan tanganmu itu juga sebagai bukti kalau kamu juga mau mengakhiri hidupmu kan.” Kata Raka.
“Cukup mas cukup jangan membuka aibku apalagi masa laluku.” Kata Dina.
“Makanya jangan pernah melarangku apalagi mengatur hidupku, kita sama-sama punya masa lalu kelam dan jangan sok jadi orang, mengerti kamu.” Kata Raka lalu masuk kedalam kamar.