Jatuh hati pada seorang kasir di salah satu cabang Marmart milik nya? Mungkin hal ini akan menjadi lelucon di kalangan kelas atas.
Tapi salahkan paras dan perilaku gadis mungil itu yang terlewat menggemaskan di mata seorang Marvin Cargius Adam's pria berkarisma serta berpendidikan yang harus menggunakan cara kotor nya demi mendapatkan gadis pujaan nya.
*Sequel dari "Don't Touch My Baby!". Jangan lupa baca season satu nya🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 35. Kedua Kali Nya.
Marvin terus meneguk kering saliva nya sejak saat melihat sepasang bongkahan bulat pada belakang bagian tubuh Olivia.
Menggerutuki diri nya sendiri saat tidak mau mengalah dan berakhir Olivia mengeluarkan urine nya dengan membelakangi tubuh Marvin.
Otomatis bongkahan putih yang begitu menggoda, berhasil membangkitkan sang adik yang semula tertidur tenang.
Kini Olivia sudah kembali berpakaian rapih dan mencelupkan beberapa testpack tersebut pada wadah berisi urine nya.
"Di kemasan panduan nya harus menunggu sepuluh menit agar hasil nya keluar, lebih baik kamu keluar duluan" Titah Olivia berjalan menuju wastafel.
Tidak memperhatikan wajah memerah Marvin dengan mata yang terus tertuju pada nya, Olivia dengan santai mencuci tangan nya.
"Siall.." Desis tidak kuat Marvin saat bayangan malam itu terus berkeliaran di otak nya.
Rasa nikmat yang baru pertama kali ia rasakan, rasa menjepit dan begitu hangat itu semakin membangkitkan gairah Marvin.
Hingga kini dengan langkah lebar pria itu mendekati Olivia dan langsung memeluk erat perut wanita itu membuat sang adik tertekan oleh bongkahan padat itu.
Sedangkan Olivia yang kaget dengan gerakan tiba-tiba Marvin sempat memberontak namun begitu merasakan sesuatu yang aneh mata nya langsung melotot.
"Kamu merasakan nya.." Gumam berat Marvin saat wajah nya sudah berada tepat di ceruk leher Olivia.
Entah beruntung atau tidak karena saat ini Marvin tidak merasa mual seperti sebelum nya hingga membuat pria itu terus mengendusi leher Olivia.
"Lepas!!" Berontak Olivia mencoba melepaskan pelukan Marvin pada perut nya. "Jangan macam-macam brengsek!!" Raung nya semakin takut.
Dapat Olivia lihat dengan jelas gerakan pria di belakang nya melalui kaca di depan nya. Hidung mancung itu terus menggesek leher nya dan bagian bawah nya, Olivia mulai merasakan pergesekan.
"Aku tidak tahan lagi!" Seru Marvin begitu berat dengan napas memburu.
Sedetik kemudian pria itu menarik dagu Olivia kemudian mel*mat kasar dan rakus bibir pink itu dengan sebelah tangan yang masuk ke dalam celana wanita itu.
"AARRRGGGHH!!"
Bola mata Olivia memutih, kepala nya mendongak, tangan nya mencengkram kuat pinggiran wastafel itu dan mulut yang mengerang hingga kehabisan napas saat dengan kasar nya Marvin mendorong adik besar nya hingga terbenam sempurna dari belakang nya.
"Aku benar-benar gila karena mu, sayanghh.." Erang melenguh Marvin, membenamkan wajah nya pada punggung Olivia.
Olivia tak mengatakan apapun, air mata nya menetes merasakan sakit entah itu pada bagian bawah nya yang masih kering atau hati nya, karena kembali merasakan hal yang bisa di sebut sebagai pelecehan ini..
"Don't cry, honey.." Bisik Marvin saat melihat air mata Olivia menetes melalui kaca di depan mereka.
Tangan Marvin yang semula memeluk perut Olivia kini berpindah mengusap pipi wanita tercinta nya dan merapihkan rambut berantakan nya.
"Persetanan dengan hasil testpack-testpack itu, aku pastikan kali ini kamu akan langsung mengandung!" Bisik nya egois penuh ambisi.
Olivia hanya diam menangis, tak menanggapi ucapan Marvin yang sungguh gila.
Hingga akhirnya pria itu mulai menggerakkan nya perlahan, mengerang bersama saat merasakan rasa itu sampai beberapa saat kemudian gerakan Marvin semakin menggila.
"Kamu akan hamil kali ini, honey. Pasti hamil!!" Raung nya mengigit bahu Olivia.
"Tanpa kegiatan kali ini pun, seperti nya aku memang sudah hamil.." Batin Olivia.
*
Flashback On..
Olivia POV.
*
Begitu aku berhasil berjalan lebih dulu dan membanting pintu kamar mandi lalu mengunci nya sehingga pria gila itu tidak ikut masuk.
Aku bernapas lega sesaat walaupun di balik pintu yang aku jadikan tempat bersandar sedang di ketuk-ketuk oleh pria gila itu.
"Sayang buka!!" Teriak pria itu menggelegar.
Terasa handle pintu itu terus bergerak, seperti nya dia mencoba mendorong pintu yang sudah aku kunci ini.
"Diam di situ pria cabull!" Pekik aku kesal bukan main, dimana otak pria itu yang ingin ikut masuk dan melihat aku mengetes beberapa testpack ini.
Namun setelah itu aku tidak lagi mendengar suara nya, tetapi aku yakin dia masih berada di depan pintu.
Sejenak aku kembali bernapas lega sampai akhirnya aku teringat dengan kantong plastik di tangan ku, jantung ku mulai berdebar begitu cepat mengingat bahwa sudah satu minggu aku terlambat datang bulan.
"Apa aku benar-benar hamil?" Gumam ku.
Selama beberapa saat aku memikirkan sesuatu jika memang kemungkinan aku hamil berarti aku harus menikah dengan pria gila itu dan sia-sia saja surat itu.
Sampai akhirnya aku melihat air di dalam bathtub itu dan memikirkan satu cara dimana aku mencampurkan urine ku dengan air itu.
Walaupun sedikit ragu tapi aku mencoba nya karena aku pernah mempunyai teman yang melakukan seperti itu agar tidak ketahuan hamil.
Beberapa testpack itu aku celupkan pada wadah yang sudah aku campur itu, menunggu hasil nya selama beberapa saat dengan perasaan gelisah.
"Kamu harus bisa lepas dari pria itu, Oliv!" Ucap ku pada diri ku sendiri yang saat ini berdiri di depan kaca wastafel itu.
Hingga selang beberapa menit beberapa testpack itu pun memunculkan tanda Negatif atau garis satu yang membuat aku senang bukan main.
Walau pun ini hasil campuran urine ku dan air keran, setidaknya dengan ini aku bisa lepas dan jika memang aku hamil. Aku akan merawatnya sendiri! Putus ku.
Tok.. Tok.. Tok..
Pintu kamar mandi kembali di ketuk membuat kepala ku seketika menatap pintu.
"Honey, apa belum selesai?" Tanya pria itu yang sejak tadi diam tak bersuara.
Malas menyahut dan mencoba menenangkan diri agar tidak gugup menghadapi Marvin, kini akhirnya aku pun melangkah membuka pintu yang dimana saat membuka pintu tubuh ku langsung di tubruk oleh pria menyebalkan itu.
*
Olivia Pov End
Flashback Off..
*
Tidak selesai di dalam kamar mandi dengan beberapa gaya saja, kini Marvin menggendong tubuh Olivia dengan penyat*an yang tidak terlepas ke arah kasur.
Membaringkan nya dengan hati-hati, Marvin pun mengusap lembut pipi Olivia diman ada bekas air mata yang mengering.
"Aku tidak pernah mencintai perempuan lain selain Mommy.." Ucap Marvin menatap dalam wajah Olivia yang saat ini tengah memejamkan mata nya.
"Ini pertama kali nya aku jatuh cinta pada perempuan lain selama hidup ku, dan sudah pasti aku tidak akan membiarkan cinta ku hilang begitu saja.." Lanjut nya terdengar begitu egois.
Kelopak mata Olivia terbuka, mata yang semula bersinar jernih kini terlihat merah karena tangis nya.
"Mati saja kau..!" Serak Olivia penuh sumpah serapah yang ingin terkabul menit ini juga.
Mendengar itu Marvin terkekeh. "Aku akan mati jika tidak mengatur pola hidup ku" Sahut nya.
Olivia tak lagi bersuara, mata nya kembali terpejam dengan air mata yang mengalir lewat sela kelopak mata nya.
Melihat itu Marvin pun tak bersuara lagi, bagian bawah nya kembali bergerak keluar-masuk dengan kepala yang sudah menunduk menikmati gunung tak berpohon itu.
"Eughh.."
...****************...
kalau marvin d biarin aja ,mau oliv mngumpat kyk gmn pun 🤣
krna dy tau, akan semarah apa dirinya jika agis anaknya
smua ayah pasti marah klo anaknya d hamili laki2 yg bkn suaminya
gk marvel , gak marvin
sm2 gila
lupa klo suaminya mudah tantrum
keenakan makan sm mantan yg lain d lupakan