inilah kisah cinta perjalanan rumah tanggaku. yang awalnya begitu sangat indah dan sempurna di mataku kini berubah menjadi malapetaka. kehadiran mertuaku yang mendambakan sosok seorang cucu membuatku harus menerima cacian dan makian tiap harinya.
Hingga pada saat titik di mana mertuaku terus mendesak suamiku harus menikah lagi demi mendapatkan seorang keturunan. Hancur sudah hati yang selama ini aku jaga, hancur sudah rumah tangga yang di bangun kokoh dengan cinta karena kehadiran seorang wanita yang akan menjadi istri dari suamiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 tamat
Beberapa bulan berlalu. Kini kehidupan Maharani dan Bastian begitu sangat harmonis, dengan di lengkapi akan kehadiran Baby J menjadi pelengkap keutuhan rumah tangga mereka. Tak sedikit pun Bastian menganggap Baby J sebagai anak sambung, melainkan Bastian menganggap Baby J sebagai anak kandunganya sendiri. Memperlakukan Baby J dengan sangat lembut dan penuh dengan cinta. Cinta sosok ayah kepada putrinya. Itulah yang membuat Maharani terus merasakan bahagia. Benar kata orang setelah hujan, pasti ada pelangi. Dan setelah di terpa cobaan rumah tangga yang berujung dengan perceraian kini Maharani mendapatkan sosok pria yang benar-benar tulus menerima dirinya. Menerima kekurangannya sebagai kelebihan. Dan itulah yang membuat Maharani jatuh cinta, kepada Bastian. Entah sejak kapan nama Bastian bertahta di hatinya, namun nama itu, Maharani yakinkan akan terus bertahta di dalam hatinya sampai akhir hayatnya.
Maharani yang saat ini sedang duduk di kursi, terus saja tersenyum menatap Bastian yang sedang menggendong Baby J sambil bersenandung agar Baby J bisa tidur dengan nyaman di dalam pelukannya.
Suara ketukan pintu membuat Bastian berhenti bersenandu.
"Masuklah." Kata Bastian, lalu Bastian berjalan menuju Maharani yang kini tengah duduk. "Sayang, kau baik-baik saja?" Tanya Bastian, dan di jawah Maharani dengan anggukan kepala.
"Tuan, nyonya. Di bawah ada pak Agam." Kata art yang saat ini sedang berdiri di ambang pintu.
"Aku titip Baby J, kau di sini baik-baik yah, jangan keluar" kata Bastian lalu memberikan Baby J pada Maharani dan kemudian mengecup pucuk kepala Maharani penuh dengan cinta.
•••••
Agam menatap foto yang tergantung besar di dinding rumah. Foto keluarga antara Maharani, Bastian dan juga putrinya.
"Harusnya itu aku, bukan kamu." Gumam Agam yang tidak suka dengan foto keluarga Bastian.
"Agam. Ada apa?" Tanya Bastian saat sudah menghampiri Agam. Bastian duduk di kursi, dengan menyilang kedua kakinya.
"To the poin saja. Aku ke sini untul mengambil anakku." Kata Agam dengan tegas.
Mata Agam dan Bastian saling bertatapan satu sama lainnya, keduanya seakan mengisyaratkan ingin melakukan perkelahian agar bisa mendapatkan Baby J.
Beberapa saat kemudian. Bastian tertawa dingin membuat siapa saja yang mendengar pasti merasakan takut. Tapi hal itu tidak membuat Agam gentar akan tujuannya untuk datang menjemput putrinya.
"Apakah seorang pria pantas di panggil ayah, saat bayi yang belum lahir tidak di anggap keberadaannya? Apa kah seorang pria lantas di panggil ayah, saat ia meragukan bayi yang di kandung oleh istrinya?" Sindir Bastian. "Dan! Apakah seorang pria pantas, menjadi sosok ayah saat dia tidak mampu bertanggung jawab dengan rumah tangganya sendiri?"
"Bastian!" Teriak Agam tidak suka dengan perkataan Bastian yang memang benar adanya. Perkataan yang menyinggung membuat Agam mengepalkan kedua tanganya.
"Sampai kapan pun, Baby J adalah putriku, putri kesayanganku. Dan sampai kapan pun, aku sebagai ayahnya tidak akan pernah sedikit pun membiarkan mu mendekati putri kesayanganku." Tegas Bastian. "Ku pastikan, mulai detik ini. Jika kau berani mengusik purtiku lagi, maka aku tidak akan segan-segan menghabisimu." Ancam Bastian.
Sebegitu sayangnya Bastian pada Maharani dan Baby J sehingga dirinya tidak ingin apa yang telah menjadi miliknya di sentuh oleh orang lain. Apalagi mengingat saat ini kondisi Maharani yang sedang tidak baik-baik saja.
"Sayang." Panggil Maharani yang kini berdiri di anak tangga sambil di pegang oleh perawat yang di tugaskan oleh Bastian untuk menjaga Maharani.
Spontan Agam dan Bastian membalikkan badan kala mendengar suara Maharani.
Bastian yang tadinya marah dan memiliki wajah yang seram. Kini spontan merubah mimik wajahnya, dan tersenyum melihat wanita yang begitu sangat ia cintai. Perlahan Bastian berjalan ke arah Maharani.
Sedangkan Agam sendiri, ia begitu sangat kaget saat mendengar Maharani memanggil Bastian dengan sebutan sayang. Itu artinya memang sudah tidak ada lagi harapan, dan memang namanya sudah berganti di hati Maharani menjadi nama Bastian. Agam sangat mengenal sosok Maharani, dan Maharani tidak akan memanggil seseorang dengan sebutan sayang jika tidak mencintai orang tersebut.
"Kan sudah aku katakan, jangan keluar dari kamar. Dimana Baby J?"
"Dia bersama susternya di kamar. Sayang, apa boleh aku berbicara dengan Agam?" Tanya Maharani, dengan lembut takut jika Bastian tersinggung dengan ucapannya. "Percaya padaku" ucap Maharani.
"Aku percaya padamu. Baiklah, aku tunggu di kamar. Ingat sayang, jaga kondisimu. Jangan sampai emosi membuat kesehatanmu menurun."
"Terima kasih sayang."
Kini Bastian berjalan menaiki anak tangga menuju kamar, sedangkan Maharani berjalan menuruni anak tangga menghampiri Agam.
Setelah Maharani duduk di kursi, Agam pun juga ikut duduk di kuris. Agam terus memperhatikan wajah Maharani yang terlihat begitu sangat pucat.
"Kau sakit? Apa pria itu memperlakukan mu dengan tidak baik? Ayolah Maharani kembali padaku, aku menyesal, aku sangat mencintaimu. Hiduplah dengan ku dengan anak kita. Kita buat rumah tangga yang harmonis seperti dulu lagi." Bujuk Agam dan ingin menggenggam tangan Maharani namun Maharani menolak.
"Agam, tolong hargai keputusaku seperti aku menghargai keputusanmu." Kata Maharani membuat Agam terdiam. "Dulu, saat kau menikah dengan Arini, aku memang merasa sakit dan pada akhirnya rasa sakit itu berhasil aku obati dan aku ikhlas dengan rumah tangga kita dulu. Tapi seiring berjalannya waktu, caramu, tingkahmu dan bahkan perlakuanmu membuatku menyerah, apalagi kau menuduhku yang tidak-tidak. Jadi stop! Tolong hargai keputusanku. Aku mencintai Bastian, dan Bastian pun sebaliknya, dia juga mencintaiku dan menyayangi putrinya."
"Tapi Maharani." Potong Agam.
"Kelak jika putri ku tahu bagaimana perlakulan mu padaku, dan bagaimana kau membuangnya tidak menganggapnya, apa dia mau menerimamu? Pikirkan itu, jangan hanya memikirkan perasaanmu saja. Aku bahagia dengan kehidupan ku sekarang. Jadi stop! Jangan ganggu kehidupanku, dan jangan pernah berharap aku bisa kembali dalam kehidupanmu. Karena sampai kapan pun, nama Bastian akan terus bertahta di dalam hatiku." Ucapan Maharani mampu membuat Agam terdiam.
"Angela Putri Jessy., Aku dan Bastian memanggilnya dengan sebutan baby J. Dia sehat, wajahnya mirip denganku. Mungkin hanya itu saja yang ingin aku katakan. Jadi aku harap kau mengerti." Kata Maharani lalu mencoba berdiri dan di bantu oleh suster yang terus berjaga di sampingnya.
"Apa kau sakit?" Tanya Agam saat Maharani hendak melangkah.
"Aku bahagia. Itu yang harus kau tahu Agam. Aku, baby J sangat bahagia akan kehadiran Bastian." Jawab Maharani dengan mengalihkan pertanyaan Agam.
••••
"Akhirnya aku berada di face, dicintai oleh pria yang benar-benar hebat, dan tulus yang mampu memberikan semuanya untukku. Pria yang sangat menyayangiku, sangat handal dalam menjaga perasaanku, pria yang pekerja keras, dan mampu menyempatkan waktunya untukku di sela-sela kesibukannya. Pria yang selalu ada. Pria yang menjadikan rumah menjadi tempat ternyaman untukku,. Pria yang rela melakukan apa pun asal bisa membuat ku bahagia. Terima kasih Tuhan, terima kasih sudah menghadirkan Bastian di dalam sisa hidupku. Terima kasih Bastian, kau sudah menjadi pria satu-satunya yang akan aku cintai sampai aku mati."
...TAMAT...
Dear reader ku, terima kasih sudah menjadi reader yang setia hingga novel "Air Mata Pernikahan" tamat.
Tanpa kalian, aku (autor) bukan lah siapa siapa. Hanya setitik noda hitam di kertas yang putih bersih.
Terima kasih untuk semua tanpa terkeculi. Love-love dari autor Momian untuk kalian semua 🥰🥰🥰🥰
Next, bakalan ada season 2 dari novel ini yang saat ini sementara autor tulis. Yang akan berjudul "GOOD FATHER"
Tetap Stay yah, semoga dalam dekat ini bisa di rilis.
Love u semuanya🥰🥰🥰😘😘😘😘😘😘😘
aduh...
tolong perbaiki lagi dan cari info lagi jangan asal nulis GK tau hukum bisa juga ntar orang pada meniru saat hamil di nikahi
kecuali author GK usah pakai ijab Kabul
mungkin beda tanggapan ku