NovelToon NovelToon
A Thousand Flowers

A Thousand Flowers

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:179.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lathifah Nur

Terlahir dari keluarga sederhana tanpa ayah, Izzah tumbuh menjadi gadis tomboy, cerdas, mandiri dan multitalenta.

Sayangnya, karena trauma masa lalu, ia tak percaya cinta meski hidup dikelilingi banyak pria kaya yang diam-diam jatuh hati padanya.

Suatu hari, setelah tak sengaja ia memperoleh kemampuan khusus dan terdampar di negeri asing, ia bertemu dengan ayah kandungnya yang terkurung selama puluhan tahun. Ia pun bertekad untuk membebaskannya.

Namun, ketika ia berhasil keluar dari tempat itu dan bekerja sebagai dokter magang di Korea Selatan, ia malah dijodohkan dengan lelaki yang tak diketahui identitasnya.

Bagaimanakah kehidupan rumah tangganya setelah menikah?
Akankah pandangannya tentang cinta berubah?
Dan bagaimana pula dengan usahanya untuk menyatukan ayah dan ibunya?

Ikuti kisahnya sampai tamat ya ...
Jangan lupa dukung penulis dengan vote dan klik iklan ya 😊

Selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lathifah Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35. Mencuri Peluang

Orang bilang, liburan di Korea pada musim gugur belum lengkap tanpa menikmati indahnya perubahan warna daun maple di Gunung Naejangsan.

Beruntung Fadhil dan rombongannya mendapatkan pemandu wisata sukarela. Siapa lagi kalau bukan Sang Direktur, Shin Seo Hyun, dan Sekretarisnya, Park Joon Soo.

Pukul 6.15 pagi Shin Seo Hyun dan Park Joon Soo sudah tiba menjemput Izzah dan Riris.

Shin Seo Hyun membukakan pintu untuk Izzah. Sementara Riris mendampingi Park Joon Soo. Dua mobil itu pun melaju menuju hotel tempat Fadhil dan rombongannya menginap, lalu membawa mereka ke stasiun Yongsan, mengejar kereta jam tujuh.

Perjalanan dari Yongsan ke Naejangsan membutuhkan waktu lebih dari dua jam. Cukup lama untuk menuntaskan kantuk yang belum hilang.

Izzah yang duduk di sebelah Shin Seo Hyun berjuang keras menahan kantuk diserang dinginnya udara pagi. Namun, akhirnya tertidur juga.

“Waah … bahkan, saat tidur pun Izzah tampak cantik,” puji Shin Seo Hyun.

“Alisnya tebal dan bulu matanya sangat lentik.”

“Hidungnya juga bangir. Sangat serasi dengan bibir mungil yang tipis.”

Tak henti-hentinya Shin Seo Hyun mengagumi kecantikan Izzah.

Kedinginan, Izzah memeluk kedua tangannya. Shin Seo Hyun segera membuka jaket dan menyelimuti Izzah.

Deg! Deg!

Jantung Shin Seo Hyun berdegup kencang seperti genderang ditabuh saat posisi wajahnya begitu dekat dengan wajah Izzah. Aroma tubuh Izzah begitu wangi, menggoda jiwa kelelakian Seo Hyun.

Untuk beberapa waktu, Seo Hyun seperti terbius oleh pesona Izzah. Matanya terpejam, merasakan ranumnya bibir Izzah dalam khayal. Tiba-tiba Izzah menggeliat. Seo Hyun tersadar. Cepat-cepat ia membetulkan posisi duduknya.

“Aish! Apa yang kupikirkan?” tanya Seo Hyun, merasa malu hati dengan pikiran kotornya sendiri.

“Daripada memikirkan hal yang aneh-aneh, mending tidur saja," pikir Seo Hyun. Ia pun memejamkan mata.

Pukul sembilan Izzah terbangun dari tidurnya. Melihat Shin Seo Hyun tertidur tanpa jaket di sampingnya, ia baru menyadari jaket sang direktur melekat di tubuhnya.

“Ternyata Direktur Shin perhatian juga,” puji Izzah, lalu memindahkan jaket itu ke tubuh Seo Hyun.

Di saat bersamaan, Shin Seo Hyun membuka mata. Untuk sesaat Izzah dan Seo Hyun saling tatap tanpa kata.

Deg! Deg! Deg!

Jantung Izzah dan Seo Hyun sama-sama bak gendang bertalu-talu. Keduanya gugup. Seo Hyun menahan napas. Wangi yang merebak dari tubuh Izzah membuat hasrat lelakinya kembali tergoda.

Izzah melepaskan jaket Seo Hyun yang dipegangnya dan membuang muka. Pipinya terasa panas. Tak ada satu pun yang bicara hingga mereka turun dari kereta.

***

Sesuai makna namanya, Naejangsan benar-benar memiliki sesuatu yang tersembunyi di gunung itu tanpa batas.

Sejauh mata memandang, hanya keindahan warna merah cerah dedaunan yang menyelimuti Gunung Naejangsan. Tak heran jika gunung ini dijuluki “Geumgangsan of Honam.”

“… dan kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.”

Air mata Izzah jatuh berderai. Haru. Teringat salah satu arti ayat dari Surat Luqman yang sering dibacanya. Buru-buru Izzah menyeka air matanya dengan selembar tisu.

Sekali pun Izzah tidak pernah bermimpi akan menginjakkan kaki di Gunung Naejangsan, apalagi bisa melintasi lembah maple dengan kereta gantung. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan diberi kesempatan menikmati megahnya Gunung Naejangsan dari Yeonjabong Peak Observatory.

Duduk diam di samping Izzah, Shin Seo Hyun yang melihat sisi lain dari gadis itu ikut terharu. Izzah yang dikenal dingin dan tomboy tak disangkanya memiliki hati selembut sutra.

Puas mengagumi dan mengabadikan berjuta pesona warna-warni pohon maple, Shin Seo Hyun membawa rombongan Izzah menuju Kuil Baekyangsa. Kuil itu terletak di dalam Taman Nasional Naejangsan.

Perpaduan gunung dan lembah di kedua sisi kuil menciptakan pemandangan yang indah dengan perubahan warna dedaunan maple di musim gugur, Menghadirkan kesan romantis yang tiada banding.

Berjalan menyusuri barisan pohon oak putih dan maple, begitu memasuki Kuil Baekyangsa, Izzah dan rombongannya disambut oleh keindahan pemandangan pavilyun Ssanggyeru di tengah kolam yang berkilauan, memantulkan warna-warni dedaunan di tepi kolam.

Izzah mengitari tempat-tempat suci dalam kuil yang telah dinobatkan sebagai aset budaya dan tak segan-segan menunjukkan decak kagum melihat keindahan mural di kuil itu.

Shin Seo Hyun tak sedetik pun memisahkan diri dari Izzah. Ia dengan senang hati menjawab setiap pertanyaan gadis itu.

“Sepertinya kuil ini sudah sangat tua.”

“Betul sekali. Kuil ini didirikan pada masa pemerintahan Raja Mu dari Dinasti Baekje. Itu sekitar tahun 632.”

Izzah manggut-manggut.

“Kalau hari libur, tempat ini dipenuhi pengunjung. Apa kuil ini juga masih berfungsi selain menjadi objek wisata?"

Shin Seo Hyun tersenyum. Ia mengagumi karakter Izzah yang selalu haus akan ilmu pengetahuan.

“Tentu saja. Kuil ini menjadi markas Ordo Buddhis Jogye dan memiliki peranan penting dalam pendidikan monastik di daerah Jeolla.”

“Monastik?”

Izzah tidak begitu paham diksi yang dipakai Shin Seo Hyun.

“Itu lo … praktik di mana orang-orang meninggalkan hasrat keduniawian demi membaktikan hidup semata-mata untuk kegiatan rohani.”

“Semacam pelatihan menjadi biksu, begitu?”

Tiba-tiba saja Izzah teringat film avatar.

Shin Seo Hyun mengangkat bahu mendengar pertanyaan Izzah.

“Mungkin. Aku juga tidak begitu paham tentang ajaran Budha.”

“Oh ... oke. Lupakan saja!”

Keluar dari kuil, Izzah melangkah menuju kolam diikuti Shin Seo Hyun. Izzah mengeluarkan ponselnya, mengabadikan lukisan alam yang terpantul di permukaan air kolam.

Merasa haus, Izzah berjongkok mengeluarkan sebotol air mineral dari tasnya.

BIP!

Pesan masuk. Izzah meletakkan botol air mineral di tepi kolam, lalu sibuk berbalas pesan.

“Seo Hyun, cari makan yuk!”

Park Joon Soo berteriak memanggil seraya menunjuk jam di pergelangan tangannya.

“Oke. Duluanlah! Kami nyusul!”

Park Joon Soo meninggalkan kuil bersama yang lainnya.

Melihat Izzah masih sibuk dengan ponselnya, Seo Hyun merogoh kantong, mengeluarkan ponsel.

Ia mencari posisi dengan latar belakang yang indah untuk ber-selfie. Putar kanan, putar kiri. Hadap sana, hadap sini. Tanpa sengaja, layar ponsel Seo Hyun menangkap sosok Izzah berdiri di belakangnya, masih dengan ponsel di tangan.

“Rezeki nomplok nih!”

Seo Hyun tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia tersenyum manis.

CEKREK!

Sedetik kemudian foto itu langsung menjadi wall paper-nya.

“Dokter Izzah, sepertinya kita hampir melewatkan waktu makan siang.”

Izzah memasukkan ponsel ke kantong jaket.

“Ayo!”

Shin Seo Hyun mempersilakan Izzah berjalan di depan dengan kode tangannya.

Baru beberapa langkah .…

BUK!

Mendadak Izzah berbalik dan menabrak Shin Seo Hyun. Wajahnya mendarat di dada bidang Seo Hyun. Kaget lantaran tak mengira Seo Hyun mengiringi langkahnya, spontan Izzah melangkah mundur. Sialnya, ia justru terpeleset. Shin Seo Hyun menangkap kedua bahu Izzah.

***

1
Knight
Ceritanya menarik. Alurnya yang tak bisa ditebak selalu memberikan banyak kejutan. Saya tidak pernah bosan mengulang membaca cerita ini. Karya pertama May Ersa yang telah berganti nama pena menjadi Lathifah Nur. Coba karya lainnya jg tayang di sini, bukan di sebelah 😁
Mus Limah
sudah ku baca berkali2 tp nda ada bosennya,ku tunggu karya selanjutnya thor
Knight: Hehe. Sama. Aku jg suka sama karya author ini. Tp authornya udah gak nulis di sini lagi. Pindah ke sebelah dgn nama pena yg beda. Jd Lathifah Nur authornya setelah kabur dr sini
total 1 replies
Dessy Laela
suka dgn ceritanya👍, semangat thor u cerita selanjutnya💪
May Ersa: Makasih, Kak Dessy 🥰 Yuk baca cerita May lainnya di aplikasi N0v3lm3 atau N0v3laku. Cari aja nama pena Lathifah Nur. Bisa jg follow IG @lathifahnur117 dan cek di link bio. Tinggal pilih mau baca cerita yg mn dl. Sdh ada 2 cerita lain yg tamat lho 😊
total 1 replies
Susi Ana
jempol hadir, mampir yuk
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
Susi Ana
jempol hadir, mampir yuk
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
~Nessa
Hadir
jangan lupa selalu mampir di karyaku ya!
makasih.
May Ersa: Mksh, Kak Nessa. Cerita Kk apa?
total 1 replies
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
May Ersa: Mksh, Kak Susi 🥰
total 1 replies
Imah Muslimah
kok baca d sini aq mlh bingung ya thor..nda kayak d noveltoon yak..padahal sama dr mangatoon juga..tp setiap kluar dr bacaan trus masuk lagi..ada aja episode yg tau2 brubah
May Ersa: Mksh, Kk. Kalo Kk punya aplikasi N0v3lM3 atau N0v3l4ku, silakan cari nama pena Lathifah Nur, Kak. udah ada bukuku yg udah tamat jg di sana. Judulnya Lelaki Penakluk Nona Muda. Yg ongoing jg ada 😊. Ditunggu kehadirannya ya, Kak 😊💞
total 3 replies
Ahmad Nur
Mantap jiwa
May Ersa: Terima Kasih, Kk. Klo Kk jg baca di apk sebelah (N*velMe), monggo mampir jg baca novel terbaruku "LELAKI PENAKLUK NONA MUDA" 😊
total 1 replies
May Ersa
Hai semua...
Maaf ya. udah lama gak up cerita di sini. Bukan berhenti nulis sih, tapi aku hijrah ke lapak sebelah (N*velMe) dengan nama pena yg berbeda (Lathifah Nur).

Udah ada cerita baru di sana, judulnya LELAKI PENAKLUK NONA MUDA. Kalo sobat readers jg punya aplikasinya, kutunggu komen sobat readers di cerita terbaruku 😊
Adining Wuri Kartika
Hai kak,.mampir juga yuk keceritaku.kisah Alia
Blue
syuukkaaa thoor
May Ersa: Makasih, Kk. Klo kk jg suka baca di apk N*velMe, boleh jg baca karya terbaruku "LELAKI PENAKLUK NONA MUDA" dgn nama pena Lathifah Nur 😊🙏
total 1 replies
Yunita_Ratsa
Hai baca *DUA RANJANG* yuuuk

Ceritanya siap mengaduk-aduk emosimu

❤❤❤❤❤❤❤
Harlindah Mdf
keren.. kyk negri dongeng.. sy syukaa
May Ersa: Makasih, Kk. Klo Kk jg punya Apk Nov*lMe boleh jg baca novel terbaruku "LELAKI PENAKLUK NONA MUDA" dgn nama pena Lathifah Nur 😊🙏
total 1 replies
Ema Lubis
wauwww
May Ersa: Makasih, Kak 😘
total 1 replies
Ema Lubis
nnti aku mampir thor
May Ersa: Sip! Mksh, Kak. Ditunggu loh... 😊
total 1 replies
TiansePrln🌷
Keren😻😻 kalimat2 nya suka sekali. Terus semangat berkarya 💌💌
May Ersa: Mksh, Kak. Senang Kak Tian merasa terhibur dgn ceritaku. Baca jg novelku yg lain ya, Kak. Boleh jg intip apk sebelah, N*velme, dan nikmati cerita terbaruku "LELAKI PENAKLUK NONA MUDA" (dgn nama pena yg berbeda) 😊
total 1 replies
Sugiatini
kereennn...
May Ersa: Makasih, Kak. Baca jg novelku lainny ya... klo kk punya apk N*velMe, bisa baca karya terbaruku berjudul "Lelaki Penakluk Nona Muda" (dgn nama pena yg berbeda) 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!