Lily Seorang gadis muslimah harus merasakan beban berat membayar hutang yang di tinggalkan keluarganya. Ia hidup bersama paman dan bibiknya yang hanya ingin menguasai perusahaan mendiang ayah dan ibunya.
.
Dilain sisi Lily harus menikah dengan pria yang lebih dewasa dari usianya saat ini. Diseluruh pelosok negeri tak ada yang tak tahu bagaimana kehidupan pria misterius ini dan keluarganya.
Bagaimana ceritanya,,,,, ?
Ikutin terus yaa ceritanyaaa,
jangan lupa like dan komenny😁
(Sedang dalam Perbaikan )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikah Muda 35
David melepaskan pelukannya dan menatap Lily dengan penuh cinta
"Ayo turun kebawah, kak David belum sarapan" Ucap Lily datar.
David melihat Lily yang masih kesal pun tidak bisa berbuat apa-apa, dia turut pergi bersama Lily menuju meja makan. Kemudian David sarapan di meja makan di temani Lily, dan tak lama Aura juga Keyra keluar dari kamarnya.
"Dav, jam berapa kamu mau mengantar kami?"
"Sebentar lagi".
"Papa, kenapa kami harus pergi dari rumah?"
"Kalian akan menempati rumah baru".
"Tapi key mau sama papa" Keyra mendekat ke arah David.
"Keyra bisa main kerumah ini kalau key kangen sama om David".
Keyra terlihat cemberut kemudian Aura segera mengeluarkan koper dari kamarnya.
Setelah selesai sarapan David akan mengantar Aura ke rumah barunya. Sementara Lily juga bersiap untuk ke kampus.
"Lily bareng kak David yuk?"
"Lily naik taxi aja kak".
"Ayoo bareng kak David, setelah mengantar Aura, kak David akan mengantarmu ke kampus".
Lily menurut perkataan David, ia duduk di depan dan Aura beserta keyra duduk di belakang. Sepanjang perjalanan Lily hanya diam dan mendengarkan obrolan keyra dan David.
...
Sampailah di rumah baru..
Mereka segera turun dari mobil, dan Aura terlihat begitu senang saat mendapatkan rumah baru itu. Mereka segera masuk kedalam dan membawa kopernya. Rumah itu sudah siap huni dengan semua perabotan baru sudah disiapkan oleh David dan Lily.
.
Tak lama kemudian David meninggalkan Aura dan akan mengantar Lily ke kampus.
"Sayang udah dong ngambeknya".
"Gak ada yang ngambek kak" jawab Lily datar
"Kok diemin kak David terus?"
"Lagi sariawan"
"Hmmmmmmmmm"
Lily terus kepikiran ucapan Aura, hingga tanpa terasa mereka sampai di depan kampus.
Saat lily hendak keluar, David menarik tangan Lily.
"Kamu pulang jam berapa?"
Lily menoleh ke arah david,
" Jam 3"
"Nanti kak David jemput ya?"
"Gak usah kak, Lily ada janji sama Gita mau ngerjain tugas".
"Pokoknya nanti kak David jemput, Titik!"
"Terserah".
David begitu geram melihat Lily yang sangat cuek kepadanya. Diraihnya tengkuk Lily dan mendarat lah sebuah kecupan di bibir Lily dengan begitu dalam. Lily berontak dan mendorong David saat itu
"Apaan sih kak dav!, dasar mesum". Lily berlari keluar dari mobil.
"Dasar gadis kecilku yang suka ngambek" gumam David dalam hatinya. Lalu David menjalankan mobilnya menuju kantor.
......
Lily berjalan menuju kekelasnya sambil memikirkan ucapan Aura, tanpa terasa dia sudah sampai di kelasnya, dan bertemu gita yang tengah membaca buku.
"Gita, aku mau nanya nihh".
"Nanya apa?"
"Kamu tau gak, gimana caranya supaya badan kita itu kebentuk gitu, emmm yahh biar lebih se*y gitu".
"Hah??? apa aku gak salah dengerrrrrr?"
Gita menatap Lily dari atas kebawah dari bawah ke atas
"Kamu itu udah cantik, lagian badan kamu itu udah profesional Ly. Kamu tinggi, badan juga agak berisi, bo*ong juga berisi, emmm cuma d*d* aja yang agak rata. Hahahahah".
Pluukkkkkk
Lily melempar buku ke bagu temannya itu.
"Addooowww hahah maaf maaf. Emangnya kamu kenapa kok nanya gitu?"
"Apa menurutmu aku ini gak menarik yahh di mata lelaki???"
"Hanya lelaki gila yang gak mau sama kamu. hahah"
"Huh dasar!".
"Cuma kalau dilihat-lihat penampilan kamu aja yang perlu di poles sedikit".
"Maksudmu gimana?"
"Sebenernya kamu lagi naksir cowok yaa? sampai-sampai mau jadi makin se*y?"
"Udah jangan banyak nanya, bisa bantuin aku enggak??"
"Eeemm abis kuliah kamu ikut aku deh"
"Baiklah". Lily duduk karena perkuliahan akan segera dimulai, dosen juga sudah masuk dan langsung memulai menjelaskan materinya.
Tanpa terasa 2 jam waktu berlalu dan perkuliahan pun selesai. Kemudian Lily pergi bersama gita ke suatu tempat yang ternyata adalah tempat untuk gym. Sesampainya disana mereka melihat banyak sekali wanita -Wanita yang sedang berolahraga. Gita mengajak Lily menemui kak Lyra pemilik tempat gym itu.
"Hai kak Lyra?"
"Eh Gita, ada apa dek?"
"Ini ada temenku mau ikut gym, katanya mau ngebentuk badannya supaya tambah se*y kayak kak lyra".
Benar saja, Lily melihat body lyra yang begitu bagus membuatnya minder dan Lyra melihat Lily dengan seksama..
"Bisa aja, tapi kamu harus rutin berolahraga yahh".
"B.baik kak".
"Ngebentuk badan gini gak bisa instan sayang, butuh waktu dan harus sabar".
"Baik kak".
"Mau mulai kapan?"
"Sekarang juga boleh" kata Gita.
"Apa kalian bawa baju olahraga?"
"Enggak kak".
"Emm,,, coba kalian ke sebelah kami juga menjual baju olahraga"
Gita dan Lily masuk ke ruangan sebelah dan memilih baju untuk senam.
"Git, kak lyra itu siapa??"
"Dia calon kakak ipar 2 bulan lagi bakal nikah sama abang sepupuku tapiiii hehehe".
"Ohhh gitu. Aku pilih ini aja deh".
"Aku yang ini".
Gita dan Lily mengganti baju mereka dan ikut bergabung denngan yang lainnya untuk melakukan pemanasan dan memulai berolahraga. Lily tampak serius mengikuti instruksi dari kak Lyra. Tekadnya begitu sudah bulat untuk membentuk badannya agar lebih menarik
.
Setelah selesai olahraga, Gita mengajak Lily ke sebuah toko baju.
.
"Mau ngapain kesini?"
"Udah ikut ajaaaaaa". Gita menyeret Lily masuk kedalam.
"Pilihlah". Gita menyuruh Lily memilih baju yang membentuk lekukan tubuh.
"Gilaaa, mana berani aku pake baju kayak gini".
"Itu kan cuma kamu pake dirumah bukan keluar rumah".
"Hmmm bener juga yahh, kak David kan lihat aku saat dirumah. Diluar rumah aku selalu menutup Auratku". gumam hati Lily.
Lily pun memilih beberapa baju pendek dan celana pendek. Setelah selesai belanja, mereka memutuskan segera pulang. Gita pulang duluan karena sudah dijemput ayahnya, sedangkan Lily masih menunggu jemputan David.
.
.
.
.
Bersambung..,...
persaingan yg mantap...