NovelToon NovelToon
Aku Hamil Anak Pacarku

Aku Hamil Anak Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:89.9k
Nilai: 5
Nama Author: Revina Willy

⚠️⚠️ NO PLAGIAT!!

UPDATE SETIAP HARI KAMIS & MINGGU JAM 21.00 WIB

Hari-hari bahagia Silvia mendadak hancur begitu saja karena dirinya yang tiba-tiba mengandung anak dari pacarnya.

Di tengah-tengah reputasi buruknya itu, apakah Silvia dapat bertahan?

Yuk pantauin terus ceritanya! 😉

-----

Cerita ini dibuat berdasarkan imajinasi author semata. Jangan lupa untuk like, comment, dan vote ceritanya ya para readers yang budiman..

-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Revina Willy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Mawar

Brumm..

Papa duduk di sebelahku sembari menyetir. Mobil yang papa kendarai terus melaju menyusuri jalan yang lengang.

Sejak kemarin, aku sama sekali tidak mau keluar dari kamarku. Aku hanya keluar untuk makan malam, itu pun setelah memastikan mama dan papa sudah tidur terlebih dahulu.

Karena tak saling berbicara apalagi bertemu, alhasil hubunganku dengan papa dan mama kini jadi terasa canggung, terutama terhadap papa. Suasana di dalam mobil terasa sunyi karena tak ada satu pun orang yang mau berbicara.

Jujur saja aku masih merasa kesal terhadap papa. Namun tidak dipungkiri bahwa diriku juga merasa bersalah saat ini. Tak seharusnya aku bersikap seburuk itu kemarin.

Papa memberhentikan mobilnya di depan gerbang sekolah. Di luar mobil terlihat sudah banyak sekali murid-murid yang datang ke sekolah. Aku pun langsung membuka pintu mobil, lalu melangkahkan kakiku untuk turun dari mobil.

Sebelum menutup pintu kembali, kusempatkan diriku untuk menoleh sekilas ke arah papa. Kulihat papa hanya diam saja. Pandangan papa hanya terus tertuju ke depan tanpa melihat ke arahku sedikit pun.

Brak

Kututup pintu mobil tanpa mengucapkan sepatah kata terlebih dahulu kepada papa. Buat apa? Toh papa juga tampak tak peduli padaku. Sama sepertiku, sepertinya papa juga masih enggan untuk berbicara padaku.

Entah kenapa langkah kakiku terasa berat. Mungkin karena perasaanku yang sedang gundah saat ini. Aku tengah bertengkar dengan kedua orangtuaku, tidak mungkin aku merasa baik-baik saja.

Suara langkah kaki yang dihasilkan oleh sepatuku seakan telah menghiasi jalanku.

Di setiap jalan menuju pintu masuk sekolah diisi penuh oleh para siswa dan siswi sekolah ini. Kini setiap mata yang memandang pasti hanya dapat melihat orang-orang yang mengenakan seragam putih abu-abu.

Berkali-kali mataku berkeliling, berusaha mencari seseorang yang aku kenal meski hanya satu orang saja. Namun meski sudah berkali-kali aku memperhatikan sekeliling, tak sekali pun aku dapat menemukan wajah yang femiliar bagiku, hingga seseorang yang tak kuinginkan tiba-tiba terlihat di mataku.

Kini aku hanya tinggal langsung berbelok ke kiriku saja untuk segera masuk ke dalam pekarangan sekolah, namun entah mengapa kakiku seperti tidak mau menuruti kemauanku.

Dari arah yang berlawanan dariku, tampak seorang perempuan yang saat kini tengah kuwaspadai. Kalian juga pasti sudah tau siapa orang yang kumaksud saat ini bukan?

Sepertinya dia masih belum menyadari akan keberadaanku yang sudah cukup dekat dengan dirinya itu, bahkan saat ini saja sudah semakin dekat rasanya. Hanya masalah waktu hingga kami dapat berpas-pasan.

Orang itu tampak berjalan santai dengan earphone putih yang terpasang di kedua telinganya. Aku tak tau ia tengah mendengarkan apa dari earphone itu hingga membuat dirinya menunjukkan ekspresi senang begitu.

Rambut panjangnya yang bergelombang tampak terurai dengan indahnya. Sangat cocok dengan wajahnya yang sempurna. Mawar memang cantik, aku memang tak bisa menyangkalnya. Aku yang perempuan saja terpesona dengan dirinya, lalu bagaimana jika laki-laki?

Mawar benar-benar sempurna. Bahkan saat berjalan saja, Mawar terlihat sangat elegan di setiap langkahnya. Apa dia bisa jadi begitu karena berasal dari keluarga konglomerat ya? Mawar itu sangat berbeda denganku.

Entah mengapa aku jadi merasa sedih jika membandingkan Mawar dengan diriku seperti ini. Aku jadi takut. Mawar yang sesempurna itu saja dapat dengan mudahnya Rendi tinggalkan. Lalu bagaimana denganku nantinya?

"Duh.."

Tanpa sadar aku langsung menundukkan kepalaku sesaat melihat Mawar yang menoleh ke arahku. Bisa gawat jika aku sampai ketahuan bahwasanya sejak tadi aku sudah cukup lama memperhatikan dirinya.

"Ayo cepet jalan Sil.. cepet!" gumamku pada diriku sendiri.

Dengan cepat, aku langsung melangkah masuk melewati pintu gerbang sekolah. Aku melangkah terburu-buru dengan harapan agar Mawar dapat tertinggal jauh di belakangku.

Drap Drap

"Hei!!"

Seseorang menepuk pundakku dari belakang hingga membuatku jadi harus menghentikan langkahku. Aku menelan ludahku. Apa hal yang kukhawatirkan kini tengah terjadi? Mengapa suatu hal selalu berjalan tidak sesuai dengan keinginanku sih? Selalu saja seperti ini!

Dengan terpaksa, aku pun menoleh ke arahnya. Tanpa menoleh pun aku sudah tau siapa orang yang baru saja menepuk pundakku ini. Suara cantiknya yang khas itu, bagaimana aku bisa lupa?

"Iya?"

Aku tersenyum kaku. Jantungku berdegup kencang karena merasa gugup. Saat ini aku tengah berusaha mati-matian agar keningku tidak mengkerut sesaat berhadapan dengannya.

"Hei, kenapa kamu kabur?" tanya si cantik itu, siapa lagi kalau bukan Mawar.

"Hm? Ka-kabur? Maksudnya apa ya?" timpalku.

"Engga ya? Ternyata aku salah paham."

Setelah itu Mawar hanya diam saja. Ia tak lagi berbicara, begitu pula denganku. Aku dan Mawar hanya saling diam meski langkah kami berdua tengah berjalan seirama saat ini.

Hingga kami berdua akan dekat dengan persimpangan jalan, Mawar tiba-tiba mulai mengajakku berbicara.

"Hei! Kamu ga lupa dengan pesanku waktu itu kan?" tanya Mawar.

"Pesan? Oh! Ya.. gue ga lupa kok.." jawabku.

Aku melirik, dan aku tersentak karena ekspresi yang Mawar tunjukkan padaku. Dahinya tampak mengerut. Tatapannya juga hanya tertuju padaku. Sepertinya dia sedang marah. Tapi kenapa? Apa aku baru saja melakukan kesalahan?

"Dasar ga sopan!"

"Aw!"

Kuelus dahiku yang baru saja dijentik oleh Mawar. Sebenarnya tidak sakit sih, hanya saja aku jadi terkejut karena dia tiba-tiba bersikap seperti itu.

"Aku ini lebih tua daripada kamu! Kamu ga boleh nyebut dirimu dengan sebutan gue! Ngerti!"

"I-iya ngerti!" jawabku spontan.

Mawar lalu tersenyum. Wajahnya yang sedang tersenyum seakan menambah nilai plus untuk kecantikannya. Benar-benar cantik.. bahkan jantungku sempat berdebar karena keindahan wajahnya itu.

"Aku.. cemas! Aku harap kamu gak ngelupain kata-kata aku Silvia." Mawar menatap sendu.

"Tunggu dulu! Emang pesan itu maksudnya apa sih? Kamu nyuruh aku buat ngikutin logika? Buat apa kamu ngasih pesan yang kayak gitu- Aw!"

"Kakak!" perintah Mawar padaku dengan tegas. Lagi-lagi dia menjentikkan jarinya ke dahiku. Bahkan kali ini jentikannya itu terasa sakit.

"I-iya.. kakak.." ucapku ragu.

Tidak salah lagi! Mawar ini memang aneh. Waktu itu ia tiba-tiba memberikan sebuah pesan kepadaku. Dan kali ini, ia malah bersikap seolah-olah kami sudah akrab sejak lama. Aku tidak bisa menebak apa yang ada di pikirannya itu.

"Maksudku tadi.. kenapa kakak ngasih pesan begitu? Kenapa aku harus ngikutin logikaku? Kakak ada dendam sama aku ya? Apa kakak masih ga terima kalau aku pacaran sama Rendi?" tanyaku langsung tanpa basa basi.

Aku menatapnya dengan serius. Tidak ada kata bercanda lagi saat ini. Jika ingin mendapatkan jawaban yang jelas, kinilah saat yang tepat.

"Pfft! Ahahaha!"

"Eh?"

Mawar tertawa dengan santainya. Apa yang lucu? Apa ada suatu hal yang lucu hingga membuatnya tertawa begitu?

1
Qaisaa Nazarudin
Kamu aja yg Bodoh,Farel itu tau Rendi itu seperti apa,makanya dia ingin melindungi kamu,Dasar ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Udah End aja,Gak ada kelanjutannya,Endnya kayak kegantung gitu, Ceritanya gak tuntas menurut ku..
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Rendi udah biasa ngelakuin itu ke cewek2 yg lainnya juga..
Qaisaa Nazarudin
Apakah Rendi akan bertanggungjawab setelah ini?Atau biasa saja..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Kalo emang Rendi sayang dan cinta sama Silvi,Harusnya dia menjaga Silvi bukan malah metosaknya,Ckk anak remaja jaman now..🤦🤦
Juju Siti Julaeha
pergaulan bebas dapat mengakibatkan seperti ini, hati hati aja
Toto Suharto
ceritanya bagus...konfliknya bikin baper dan penasaran...semangat lanjut dong thour...
Wahyuni
nanggung
@shiha putri inayyah 3107
kok gak ada lanjutannya...?🤔🤔
Hernawati Sitohang
jangan terjebak cinta rendi
Hernawati Sitohang
up
Rider Frost
ko ga up ya, lama thor
re
Next
Freen 🐰
hadir ya
Яцяу
farel pelindung sejatinya silvi
ai'
lanjut thor hehe
ai'
Jadi kepo ma zizi
indah
Bagus, awal yg menarik, jadi ingin baca lanjutannya karena banyak kemungkinan yg akan terjadi. Tutur bahasanya juga👍👍
mama angga
lanjuuuutttt
ai'
Rendi kek pedopil sih...eh bentar² keknya mereka mau olimpik bareng deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!