Ayah..hiks..Ayah bangun,Ayah jangan becanda yah.Prang Ayah kali ini gak lucu hiks",kata Seruni sambil menangis.
"Seruni,sudah nak.ikhlaskan Ayahmu,dia sudah tenang di surga.sudah tidak merasakan sakit lagi",kata Bu Rt sambil menenangkan Seruni.
"Ayah mbak pulang ni yah,bangun Yah.Mbak sudah penuhi keinginan Ayah.Mbak udah nikah seperti yang Ayah mau,bangun Yah.. Ayaaaahhh"
Ketika Seruni sudah memenuhi keinginan Ayahnya,Ayahnya pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.
Bagaimana kelanjutan ceritanya,ikuti terus ya....
tunggu aja ya para reader.
mohon maaf jika masih banyak salah dalam penulisan kata dan tanda baca.
saya masih pemula yang ingin belajar dan terus belajar menulis.
salam santun dari author 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naya siswanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 35
Bu maya berdiri di depan pintu sambil mengomel.
"Dasar anak-anak gak ada akhlak,ini emak udah cantik begini bisa-bisanya di tinggal.Awas aja nanti aku hajar kalian berdua" oceh Bu Maya.
"Andi anter saya ke rumah sakit" kata Bu Maya.
"Mari nyonya" ucap Andi sambil membuka pintu mobil.
Bu Maya masuk ke mobilnya,kemudian Andi melajukan mobilnya menyusul Bayu dan Seruni.
"Cepetan Andi,kenapa lelet seperti siput sih" gerutu Bu Maya.
"Ini juga udah ngebut nyonya" jawab Andi.
"Pake jawab lagi,udah cepetan.Harusnya aku tadi pake helikopter saja" ucap Bu Maya kesal.
Andi menggelengkan kepalanya melihat tingkah majikannya.
"Dimana-mana yang namanya emak-emak selalu aja repot sendiri" gumam Andi.
"Kamu mengumpatku Andi?" tanya Bu Maya.
"Mana saya berani nyonya" jawab Andi.
"Sinyal emak-emak emang gak di ragukan lagi kekuatannya" gumam Andi dalam hati.
Tidak lama mereka sudah sampai di rumah sakit.Bu Maya langsung berlari menuju ruang dokter yang biasa memeriksa Seruni.
Bayu dan Darma sedang berdiri di luar menunggu dokter yang sedang memeriksa Seruni.
Plak...Plak
Tiba-tiba Bu Maya langsung menampar pipi Bayu dan Darma.
"Ma apa-apaan sih,datang-datang main tampar aja" protes Bayu sambil mengusap pipinya.
"Kalian yang apa-apaan, ini badan mama sebesar ini bisa kalian tinggal" kata Bu Maya emosi.
"Jadi mama tadi gak satu mobil sama kami?" tanya Darma dengan wajah polosnya.
"Harusnya bukan Seruni yang di periksa tapi mata kalian berdua tu yang udah eror" oceh Bu Maya.
Ceklek
Dokter keluar dari dalam ruangan.
"Bagaimana dok menantu saya,udah mau melahirkan?" tanya Bu Maya.
"Iya Bu,untuk sekarang ini baru pembukaan dua,mohon doanya semoga proses persalinannya lancar" jawab Dokter.
"Trus sekarang istri saya mana Dok?" tanya Bayu.
"Ada di dalam Tuan,silahkan masuk.Di dalam sudah ada perawat yang mendampinginya" jawab dokter.
Bayu dan Bu maya masuk ke dalam Ruangan.Seruni sedang berjalan bolak-balik di dalam ruangan itu,Dia tersenyum ketika malihat suami dan mertuanya masuk.
"Suster biar saya saja yang menemaninya" pinta Bayu.
"Silahkan Tuan,Tuan bisa membawanya berjalan-jalan keluar" kata suster yang sedang mendampingi Seruni.
"Apa semakin sering mulesnya nak?" tanya Bu Maya.
"Iya Ma,Seruni jadi susah berjalan" jawab Seruni.
Bu Maya membelai rambut panjang Seruni,Dokter meminta Seruni untuk membuka jilbabnya tadi.
"Semoga Allah melancarkan proses persalinanmu nak,kamu dan bayinya selamat dan sehat" ucap Bu Maya.
"Terima kasih Ma" kata Seruni.
"Mau berjalan-jalan keluar sayang,aku akan menuntunmu" kata Bayu.
"Disini saja mas,lagipula sebentar lagi mau maghrib" ucap Seruni.
"Lho Darma mana kok gak ikut masuk?" tanya Bu Maya.
"Tadi sih lagi telpon Ma,tapi Bayu gak Tau dia telpon siapa" jawab Bayu.
"Oh ya sudah biarkan saja dia,mungkin dia menghubungi Nilam" kata Bu Maya.
Bayu menuntun Seruni berjalan di ruangan itu.Sesekali Bayu meminta Seruni untuk jongkok.
Waktu terus berjalan,Seruni semakin sering merintih.Bayu meringis mendengar rintihan Seruni.
"Semakin sakit sayang?" tanya Bayu.Matanya berkaca-kaca melihat Seruni.
"Iya mas,tapi Insya allah aku masih sanggup menahannya" jawab Seruni sambil tersenyum.
Bayu menarik tubuh Seruni kedalam pelukannya dan air mata mengalir di pipinya.Bu Maya yang sedang duduk di sofa terharu melihat Bayu dan Seruni.
Ceklek
Darma membuka pintu.
"Ma bisa keluar sebentar" pinta Darma.
"Gak ah mama mau disini aja,kalo ikut kamu takutnya nanti mama kamu tinggalin lagi" celoteh Bu Maya.
"Ma ayolah sebentar saja" pinta Darma dengan suara pelan.
"Ada apa Darma,sepertinya ada yang penting?" tanya Bayu Curiga.
"Gak tau nih Darma,sok penting" celetuk Bu Maya.
"Mama mau makan bakso Mas Joko gak,tu Dia mangkal di depan" kata Darma jengkel dan keluar dari ruangan itu.
"Mas Joko mangkal di depan Rumah sakit ini,jauh amat kelilingnya" gumam Bu Maya.
"Bayu kamu di sini temani Seruni,Mama mau makan bakso dulu.Udah lama mama gak makan bakso Mas Joko"kata Bu Maya.
"Seruni mama tinggal sebentar ya,kamu istirahatlah.Sebentar lagi kamu butuh tenaga ekstra" kata Bu Maya lagi.
Bu Maya keluar dari ruangan itu dan menyusul Darma.
"Ma...ssttt" kata Darma ujung koridor rumah sakit.
"Ada apa sih,kamu ni bikin mama penasaran aja?" tanya Bu Maya.
"Keluarga Seruni sudah datang ke kota ini Ma,sekarang mereka masih di bandara dan akan segera meluncur kemari.Gak mungkinkan aku ngomong di depan Seruni nanti dia jadi gak fokus melahirkan" tutur Darma.
"Benar juga kamu,Trus apa Nilam sudah kamu kabari?" tanya Bu Maya.
"Nilam bersama Papa kevin di ruanganya.Aku melarangnya menemui Seruni saat ini" jawab Darma.
Drrtt
Ponsel Darma bergetar,satu pesan singkat maduk ke ponselnya.
📨Rian
" Kami sudah di depan"
Darma mengajak Bu Maya menyambut keluarga Seruni.
"Ayo Ma kita kedepan,kita sambut mereka" ajak Darma.
Bu Maya dan Darma pergi ke depan untuk menyambut keluarga Seruni.Disana sudah ada Rian bersama tiga orang laki-laki dan satu orang perempuan,satu laki-laki duduk di kursi roda.
"Selamat datang semuanya,maaf jika kami harus menyambut kalian di rumah sakit" ucap Bu Maya.
"Tidak apa-apa Maya, kamu masih ingat ayah nak?" tanya Kakek Seruni.
"Tentu saja Maya ingat Ayah Baskoro, pasti ini Larasati" kata Bu Maya.
"Iya nak ini Larasati dan yang di kursi roda itu adalah Wisnu ayahnya Seruni dan yang ini Tuan Prayoga" Kakek Baskoro memperkenalkan ayah Seruni dan juga kakek Seruni pada Bu Maya.
"Oya Ayah ini Darma kalo berjodoh nanti dia yang akan menjadi suami Nilam" kata Bu Maya.
"Wisnu sudah menceritakannya pada kami dan tadi sore Darma lah yang menghubungi Wisnu dan mengatakan kalo Seruni hendak melahirkan,kami rasa ini waktu yang tepat untuk kami bertemu Seruni dan Nilam" tutur Tuan Prayoga.
"Kalo begitu mari kita masuk,kita ngobrol di dalam" Bu Maya mengajak tamunya masuk.
Mereka semua menuju ruang kerja Om Kevin,ayahnya Darma.
Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.Nilam sudah tidur di kasur khusus pasien yang ada di ruangan Om Kevin,sedangkan Om Kevin masih terjaga karena harus menunggu tamunya.
Ceklek pintu ruangannya terbuka,Darma masuk ke dalam ruangan.
"Pa mereka sudah datang" ucap Darma.
"Ajak mereka masuk Darma" kata Om Kevin.
"Selamat pagi tuan Kevin" sapa kakek Baskoro.
"Ayah,sudah lama kita tidak bertemu" kata Om Kevin lalu dia memeluk kakek Seruni.
"Kamu masih tampak muda dan gagah Kevin,mana istrimu?" tanya kakek.
"Dia sudah pergi yah" jawab Om kevin lirih.
"Oya kenalkan ini calon besanmu dan itu Tuan Prayoga kakek Seruni dan Nilam" kakek mengenalkan Tuan Prayoga pada Om Kevin.
"Selamat datang " kata Om kevin sambil membungkukkan badannya.
" Kevin,Nilam mana? bukankah kata Darma dia ada di sini?" tanya Bu Maya.
Om Kevin melangkah ke arah tirai dan membukanya,terlihat Nilam sedang tertidur pulas di sana.
"Nilam" kata Bunda Larasati lirih.
"Dia tadi berpesan jika kalian sudah datang agar kita membangunkan tidurnya" tutur Om Kevin.
Bunda Larasati mendekati Nilam dan hendak membangunkannya,tapi di cegah oleh Bu Maya.
"Laras biar aku saja yang membangunkannya,biar dia tidak terlalu syok nantinya" kata Bu Maya.
"Silahkan Mbak Maya" ucap Bunda Larasati.
"Nilam,sayang bangunlah.Ini Mama nak,ayo bangun" kata Bu Maya sambil mengguncang tubuh Nilam.
Nilam membuka matanya dan melihat wajah Bu Maya.
"Apa mbak Seruni sudah melahirkan Ma?" tanya Nilam sambil mengucek matanya.
"Belum sayang,tapi lihatlah siapa yang datang" kata Bu Maya sambil menunjuk ke arah orang tua dan kakek Nilam.
"Kakek" kata Nilam lalu turun dari kasurnya dan langsung memeluk kakak Baskoro.
"Nilam sayang" kata Kakek membalas pelukan Nilam.
Nilam melepas pelukkannya dan menoleh kearah bunda,ayah dan kakek Prayoga.
"Dia bunda,ayah dan kakekmu nak" kata Bu Maya.
"Bunda...Ayah" kata Nilam.
Bunda Larasati memeluk Nilam dengan Erat.
"Maafkan Bunda nak yang sudah menelantarkanmu,sudah meninggalkanmu" Bunda Larasati menangis di pelukan Nilam.
"Nilam dan juga Mbak Seruni mengerti kenapa Bunda melakukan itu,Bunda jangan menangis" Nilam menghibur Bundanya.
"Ini ayahmu nak,Ayah kandungmu" kata Bunda mengenalkan Wisnu pada Nilam.
Nilam mendekati ayahnya yang duduk di kursi roda.
"Ayah...Ayah lumpuh?" tanya Nilam.
"Ayah tidak lumpuh nak,tubuh ayah hanya lemah efek racun yang di berikan oleh istri kedua ayah" jawab Bunda.
"Kemarilah nak,Ayah ingin memelukmu" kata Ayah Wisnu.
Nilam memeluk ayahnya kemudian melepaskannya kembali.
"Yang ini pasti kakek Prayoga kan,Nilam pernah melihat video kakek sedang di siksa oleh anak buah perempuan itu" tutur Nilam.
"Kemarilah cucuku,izinkan kakekmu yang jahat ini memelukmu" kata Kakek Prayoga sambil meneteskan air matanya.
"Tidak ada yang kejam Kek,semua sudah kehendak Tuhan.Kita hanya menjalankannya saja" ucap Nilam sambil menghapus air mata kakek Prayoga.
"Bahtiar sangat pintar mendidik anak,dia menjadikanmu gadis yang baik" ucap kakek Prayoga lalu dia memeluk Nilam.
Kriiing...
Telpon yang berada di ruangan Om Kevin berdering.Om Kevin mengangkat telponya dan langsung terkejut mendengar kabar dari orang yang menelponnya.
"Ada apa Pa? tanya Darma.
"Ada apa Kevin? tanya orang yang ada di situ.
"Seruni mengalami Distosia(persalinan macet) akibat kelelahan dan Bayu meminta Dokter untuk melakukan operasi caesar dan sekarang Seruni sedang di bawa ke ruang operasi" jawab Om Kevin.
"Maaf saya harus pergi mendampingi dokter bedah" pamit Om Kevin sambil pergi.
Semua keluar dari ruangan itu dan mengikuti Om Kevin menuju ruang operasi.
diambil orang
nangis lagi
elaah jadi cowok kok melehoy
salah satu nya ini...bercanda dengsn lawan jenis atau pun itu
setiap orang punya trigger nya masing masing bukan?