NovelToon NovelToon
Guru Itu Suamiku

Guru Itu Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Mira Nurlita

karena wasiat sang kakek,seorang gadis SMA terpaksa harus menikah dengan guru nya sendiri yaitu doni saputra..

akan kah pernikahan nya bertahan lama?akan kah juga hidup mereka bahagia?..

penasaran?yuu bacaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mira Nurlita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Bughh

lia jatuh pingsan

Para perempuan menjerit kaget,riki yang melihat pun segera berlari ke ruang guru untuk memberi tahu doni

dari arah koridor terlihat sekarang pria tinggi semampai memakai baju dinas yang rapih berlari ke arah lia,siapa lagi kalau bukan doni

Setelah tahu dari riki,tanpa menunggu lama doni langsung saja ngibrit,berlari

Doni pun menggendong lia ke arah parkiran,di parkiran sudah ada ambulans menunggu mereka, di sekolahan ini semua fasilitas memang lengkap

Doni menggenggam tangan lia dengan penuh cemas sesekali dia mengecup pergelangan tangan istrinya,perilaku doni tak lepas dari perhatian ketua PMR ya itu ibu fitri

sesampainya di rumah sakit lia langsung di bawa ke UGD

Para petugas UGD pun segera memeriksa keadaan lia,namun saat salah satu suster memeriksa di bagian perut halis nya mengkerut dan menatap ke arah suster lainya

"maaf pa?apa ada keluarga nya?" tanya suster tersebut

"kebetulan saya keluarga nya,ada apa sus?" tanya doni

Suster tersebut pun memberitahu perihal prediksi mereka,dan akan memanggil dokter spesialis,doni setuju saja

Dokter itu pun datang dengan membawa beberapa alat lainya saat memeriksa dokternya tersenyum prihatin

"pak seperti nya memang benar adik bapa hamil,lihat di layar ini,ini adalah janin dan prediksi saya usia nya sudah 4 minggu,memang masih kecil seperti bentuk kacang" terang dokter tersebut

"ya dok saya mengerti" balas doni dengan senyum sumringah

"adik nya jangan di marah ya pa,sebaiknya di tanya baik baik" balas dokter kandungan tersebut

"saya ga marah malah bahagia dok" jawab doni dengan menunjukan gigi nya

Dokter kandungan dan beberapa suster yang menangani lia pun sedikit bingung dengan reaksi berbeda dari keluarga yang memang anak nya masih sekolah sudah hamil

Doni mengerti dengan ekpresi dokter dan suster nya pun akhirnya menerangkan karena tidak mau lia di cap buruk

"maaf sebelumnya,sebenarnya saya suaminya,kami sudah menikah sudah hampir satu tahun,terimakasih dok,sus"terang doni

Dokter dan suster pun mengangguk dan tersenyum

" baik Pak di tunggu untuk pindah ruangan ya pak"ucap salah satu suster mereka pun pergi satu persatu

Doni tak henti henti nya menciumi tangan sang istri dan mengusap lembut perut lia,dia bahagia sangat bahagia

Tak lama lia membuka matanya perlahan,matanya mengerjap melihat sekeliling yang tampak asing, doni yang melihat lia sadar pun memanggil dokter

Dokter dan beberapa suster pun menghampiri dan mengecek keadaan lia

"gimana dok keadaan istri saya?" tanya doni

Lia yang mendengar kata istri keluar dari mulut suami nya itu pun melotot terkejut

"gapapa pak,istri bapa hanya kecapean saja,apalagi kehamilan di trimester pertama dengan usia yang masih terbilang cukup beliau untuk hamil memang rentan pak,perhatikan makan dan minum nya,sebentar lagi ruangan inap nya siap,saya akan resepkan obat dan vitamin yang aman untuk ibu hamil ya pak, saya permisi"tutur dokter itu menjelaskan

Lia mengernyit kebingungan "hamilll?aku hamil?"tanya lia membatin

Secara tidak sadar lia mengusap pelan perut nya tak lama air mata menetes di pelipis mata nya

"sayangg" panggil doni lalu mengusap lembut air mata yang membasahi pipi cantik istrinya

"aku hamil?" tanya lia

"ya sayang kita bakal jadi orang tua" jawab doni dan memeluk lia erat

"mas aku gamau"gumam lia pelan

Doni yang mendengar gumam man istrinya pun melepas pelukan nya

"kenapa hemm?" tanya doni lalu mengusap pelan kepala istrinya

lia tidak menjawab dia hanya diam menerawang jauh tentang masa depan nya

Doni membiarkan istrinya dia memberi ruang untuk lia,sekalian menunggu mereka di pindahkan ke ruang inap

...****************...

"Assalamu'alaikum"ucap Ibu asih yang baru sampai di rumah sakit

"Waalaikumsalam" jawab doni

sedikit info doni sudah memberitahu kabar kehamilan dan penolakan lia kepada orang tua,dan sekarang lia sudah dipindahkan ke ruang inap VVIP ya gais

Ibu asih pun menghampiri putri semata wayang nya yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit

"buuu"panggil lia lirih dengan air mata yang sudah mengenang di pelupuk matanya

ibu asih pun menatap doni mengkode agar doni memberikan ruang kepada lia agar mau bercerita

"sayang aku ijin dulu ke bawah ya beli makan,bu doni titip lia ya" doni pun berpamitan

"Buu lia gamau" ucap lia dan tumpah sudah tangisan itu

"gaboleh gitu sayang, kenapa gamau?" tanya ibu asih

"gimana sama sekolah lia bu?gimana kalau hiks..temen temen lia atau satu sekolah lia hiks..tahu tentang ini bu?gimana sama masa depan lia" ujar lia dengan isak tangis nya

"nakk,suamimu pasti akan menjagamu dan cucu ibu,sayang doni pasti memastikan masa depan istrinya baik baik saja, nak menolak kehadiran seorang anak itu tidak baik, dulu ibu pengen lia susahh sekali sampe harus ikut progam ini dan itu,banyak orang orang di luar sana yang ingin menjadi seorang ibu,lia sudah mau jadi ibu sekarang,menjadi seseorang yang di inginkan para pejuang garis dua disana"tutu ibu asih sambil mengusap ngusap kepala lia

"anak itu anugerah,rezeki yang tak ternilai harganya,menjadi ibu itu sosok yang mulia,surga anak ada di telapak kaki kita" lanjut ibu asih

"lia sekarang sudah mengerti kan maksud ibu? ibu yakin sebenarnya lia bahagia kok,lia hanya masih bingung saja kan sama keadaan ini,tapi ingat nak sekarang di tubuh mu ada nyawa kecil yang bergantung padamu sayang,dia adalah anakmu darah daging lia" tutur bu asih menatap putri semata wayang nya dengan lekat

Lia yang mendengar ucapan ibunya pun semakin menangis dia merasa bersalah kepada anaknya,lia menangis sambil mengusap ngusap perut nya pelan dan berkata maaf di dalam hati

setelah lia sedikit tenang, ibu asih pun membawakan minum dan menepuk nepuk lengan lia pelan sampai lia tertidur

Ceklek

pintu kamar inap terbuka tampak lah doni masuk dengan beberapa cemilan dan minuman

doni dan bu asih pun duduk di kursi yang memang sudah di sediakan,ibu asih mengobrol banyak tentang lia dan memberikan wejangan wejangan nya kepada doni

1
Ferial Aziz
modus
Ferial Aziz
lia buat doni cemburu
Ferial Aziz
pepet terus Pak doni
Ris Peck
semangat thor
Maulidar
next
Ris Peck: next thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!