baca dari awal sampai akhir biar jelas dan paham ceritanya😁🙏
kabir bukan Psikopat yang rajin bunuh orang ya di noveltoon yang terlalu vulgar di larang 😌
Terkadang baik terkadang jahat dan kasar sebenarnya apa yang terjadi padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea alexia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu ortu
Sebuah harapan akan menguatkanmu untuk terus bermimpi, maka teruslah berharap sesuatu yang baik
...****************...
Hari semakin sore zahra pun membersihkan rumah tanpa bantuan pembantu.
Aku merasa jika zahra pasti lelah membersihkan rumah sebesar ini sendiri. Aku pun mengambil sapu untuk membantunya membersihkan rumah
" Mas udah gak usah biar aku bersihin sendiri " tolak zahra sambil mengambil sapu dari tangan kabir
" Diamlah aku juga bisa membersihkan rumah " ucapku sambil merebut sapu itu dari tangan zahra dengan paksa
" Baiklah mama papaku akan kemari sebentar lagi mas, bolehkan? "
" Tidak " ucap kabir dengan tegas
" Tapi mas "
" Becanda!! Bolehlah zahra " ucap kabir yang langsung tersenyum
" Makasih mas "
" Beri aku satu ciumam " minta kabir sambil mendekatkan wajahnya ke wajah zahra
( cup.. ) kecupan manis zahra melayang ke bibir sexsi kabir
" Sangat nikmat " ucap kabir
Tak sengaja adegan ciuman mereka dilihat oleh sindia mereka begitu malu
" Maaf aku tadi kesini cuma mau bantu kak zahra bersih-bersih " ucap sindia salah tingkah
Aduh kenapa sindia datang aku jadi malu ya Allah.
" Tidak masalah aku akan membersihkan dapur zahra " ucap kabir yang begitu salah tinggah dan berlalu pergi ke dapur
" Aku bantu ya kak "
" Iya sayank "
" Aku hanya ingin mas kabir segera sembuh dek apa yang harus kulakukan "
" Terus berdoa kak aku juga pasti bantu doain supaya mas kabir segera sembuh "
" Iya dek Allah pasti kabulin doa kita "
" Aamiin " ucap sindia yang memeluk zahra
" Kak yang sabar yah "
" Iya dek, pasti "
" Ciiee mau juga dong dipeluk " ucap kabir yang melihat zahra dan sindia berpelukan
" Apaan sih Tadi katanya mau bantu bersihin dapur "
" yah diusir " ucap kabir sambil murung
" Iya kak kabir katanya mau bersihin dapur "
" Iya-iya " ucap kabir yang kembali ke dapur
Tok.. tok.. tok...
Zahra mendengar pintu rumahnya diketuk dia begitu senang karna itu yang datang pasti mama dan papanya
" Biar aku buka kak "
" Nggak sindia biar kak aja yang buka "
Zahra membuka pintu rumah dengan sangat bahagia karna dia lama tidak bertemu orang tuanya
Dan yah ternyata yang datang benar-benar orang tua zahra
Zahra memeluk mereka dengan sangat erat
" Pa. Ma. zahra kangen kalian " sambil memeluk mama
" Sama mama juga kangen zahra " ucap mama zahra sambil membelai rambut zahra
" Sama papa gak kangen " tanya papa zahra
" Kangen banget "ucap zahra sambil memeluk papanya
" Papa kangen kamu sayang "
" Zahra juga kangen papa "
" Sindia mana "
" Didalam ma beresin ruang tamu. Ayo masuk "
" iya "
Merekapun masuk kedalam
" Dia siapa zahra " tanyaku bingung
" Dia belum sembuh " tanya papa
" Belum pa "
" Jak kabir duduk sini " suruh papa zahra sambil menepuk sofa di belakangnya
" Iya " akupun duduk disebelah pria ini sambil berpikir siapa dia sebenarnya
" Mas ini orang tuaku mertua kamu" ucap zahra
" Iya zahra "
" Aku akan bikinin kalian minum " ucap sindia
" Iya dek "
Sungguh kebahagian zahra begitu sederhana, aku senang melihat dia bahagia terlihat begitu bahagia dia bertemu orang tuanya. Padahal aku benar-benar tidak ingat siapa dia
Aku begitu senang ya Allah akhirnya aku bisa bertemu orang tuaku sebulan aku tak bertemu mereka, aku sungguh merindukan mereka
***rate vote komen follow
Makasih udah baca
Maaf kalok banyak typo
Jangan jadi pembaca gelap oke
See you
Salam author***
kamu rentenir ya 🙄🙄
dia kan istrimu Bir halal loh 😁