Seorang wanita bernama Aulia, ia mencoba untuk melanjutkan sekolah di Surabaya dekat dengan pondok pesantren karena dengan begitu, ia bisa belajar agama. Namun diam diam, ia menyukai seseorang. Ya, orang itu adalah guru yang mengajar di sekolahnya. Aulia tak bisa mengungkapkan isi hatinya dan hanya bisa mencintainya dalam diam. Sedangkan di sisi lain, seorang ustad yang mengajar agama di pondok pesantren juga menyimpan rasa kepada Aulia.
Akankah ustad itu bisa menjadikan Aulia sebagai pendamping hidupnya atau Aulia bisa bersatu dengan guru yang ia cintai dalam diam. Aulia hanya bisa pasrah. Namun tanpa ia duga, kedua orang tua Aulia malah sudah menjodohkan dirinya dengan seseorang. Siapakah orang itu? Akankah Aulia menerima perjodohan itu mengingat hatinya kini sudah di miliki oleh orang lain.
Jika ia menerima, lalu bagaimana kehidupan pernikahannya? Apakah berjalan mulus atau penuh lika liku. Bagi kalian yang penasaran, yuk intip cerita kehidupan Aulia dan ambil sisi positifnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dosen Baru
Sesampai di kantin, Aulia langsung duduk di samping Sinta yang lagi menikmati makanan yang ada di hadapannya. Aulia hanya bisa diam duduk di samping Sinta sambil melihat Sinta yang masih terus saja menikmatinnya tanpa melihat ke arah Aulia. Barulah ketika ia selesai makan dan minum, ia langsung menoleh ke arah Aulia.
"Kamu kenapa Li?" tanya Sinta.
"Aku gak papa." Jawab Aulia sambil tersenyum.
"Jangan boong." Ucap Sinta yang tau betul ekspresi sahabatnya itu.
"Oke oke, aku jujur. Tadi aku nabrak seseorang pas aku mau ke sini."
"Siapa? Cowok atau cewek? Kamu kenal dia gak? Terus kamu ada yang luka gak? Apa dia marah sama kamu karena kamu sudah menabrak dia?" tanya Sinta dengan pertanyaan yang beruntun.
"Kalau nanya itu mbok ya satu persatu dong Sin. Aku kan bingung mau jawab yang mana duluan." ucap Aulia.
"Ya sudah kamu ceritakan deh dari awal sampai akhir." Ujar Sinta.
"Tadi itu turun dari mobil, aku langsung buru buru mau ke sini nemuin kamu. Aku takut kamu sendirian nungguin aku terlalu lama. Aku kan gak enak tuh sama kamu. Nah jadi nya aku jalan cepet banget tuh sambil nunduk. Nah tiba tiba aku nabrak seseorang deh dan buku yang ia pegang jatuh. Terus aku bantuin deh mengambilkan buku yang udah jatuh ke tanah lalu aku bersihkan yang kotor lalu aku kasih ke dia. Pas aku lihat wajahnya, aku langsung ingat dia itu Mas Dedi. Aku tanya Mas Dedi ya? Terus bukannya dia jawab, dia malah nanya balek. Kamu Aulia ya. Aku jawab iya. Pas dia nanya aku kuliah di sini. Aku jawab iya. Lalu aku pamit langsung ke sini nemuin kamu deh. Nah gitu ceritannya."
"Mas Dedi itu siapa?" tanya Sinta penasaran.
"Dia itu teman masa kecilku. Dulu kami tetanggaan."
"Oh. Dia ganteng gak? Kalau ganteng boleh dong, kenalin sama aku."
"Ganteng sih tapi gantengan suamiku. Dia mah jauh."
"Yaelah, suaminya mah selalu saja di puji. Seganteng apapun orang di luar sana. Tetep aja suaminya yang paling tampan." Sindir Sinta.
"Emang suamiku tampan."
"Tak iyain aja deh. Biar kamu seneng."
"Hemm."
"Terus kapan?" tanya Sinta.
"Apanya yang kapan?" tanya Aulia tak mengerti.
"Kapan kamu mau kenalin aku sama Mas Dedi?" tanya Sinta.
"Lah ngapain kamu minta di kenalin?"
"Kamu gak kasihan apa liat aku jomblo seperti ini?" tanya Sinta dengan mimik sedih.
"Iya deh. Nanti aku kenalin. Sekarang kita ke kelas dulu yuk. 5 menit lagi masuk" Ucap Aulia.
"Iya udah ayo."
Merekapun pergi ke ke kelas, sepanjang jalan mereka hanya diam dan sibuk dengan fikiran masing masing. Dan sesampai di kelas, ia melihat semua temannya yang pada sibuk main Hp, sibuk gosip, ada yang duduk berbentuk lingkaran main lempar pertanyaan, ada juga yang baca buku. Entah itu buku novel atau buku mata pelajaran. Aulia memilih langsung duduk di kursi paling depan bareng Sinta. Dan tak lama kemudian, seorang dosen masuk dan betapa kagetnya Aulia ketika ia tau bahwa dosen baru itu ternyata adalah Mas Dedi, orang yang ia tabrak tadi.
"Kamu kenapa Li?" tanya Sinta yang merasa ada perubahan di wajah Aulia.
"Itu mas Dedi." Ucap Aulia.
"Mana?" tanya Sinta.
"Dosen itu."
"Kamu yakin."
"Yup." Ucap Aulia. Dan tak lama kemudian Dedi pun langsung memperkenalkan dirinya di depan murid muridnya.
"Tampan ya." Gumam Sinta.
"Apa maksudmu?" tanya Aulia yang mendengar ucapan Sinta walaupun suarannya sangat kecil.
"Dia tampan." Ucap Sinta.
"Hemm kamu naksir dia?" tanya Aulia.
"Iya." Jawab Sinta tersenyum.
"Iya sudah kalau gitu, buat dia jatuh cinta sama kamu." Ucap Aulia.
"Tapi gimana caranya?" tanya Sinta.
"Aku mana tau." Jawab Aulia. Setelah dosen itu selesai memperkenalkan dirinya, dosen itu yang tak lain adalah Dedi langsung menyuruh maha siswannya untuk membuka bukunya dan Dedi langung menjelaskan panjang lebar. Aulia hanya mencatat point point penting sedangkan Sinta hanya menatap wajah Dedi tanpa mau mencatat apa yang seharusnya di catat. Aulia sudah beberapa kali menyenggol Sinta agar Sinta fokus sama apa yang di jelaskan, bukan wajah dosen itu. Tapi Sinta tak menghiraukannya. Yah, Cinta memang benar benar buta.
meskipun hidup pas²an jika saling berbagi gak ada salah nya rezeki jodoh sudah ada disurat an takdir jika kamu ditipu karena uang itu adalah ujian yang harus dihadapi yaitu ikhlas sabar, semoga bisa digantikan jauh lebih baik ☺️
.nga ap2 insya ALLAH aku ikhlas😃
Walau Imamku sudah dipanggil Illahi (02092021), namun aku bisa ambil hilmahya, kelak bisa menjadi bekal anak2ku di kemudian hari.
Semoga bisa dipraktekan di kehidupan nyata.
Aamiin.