Kisah masa kecil anak laki-laki dan perempuan bernama Gilang dan Andin. Mereka adalah sepasang sahabat kecil. Mereka sama-sama duduk di bangku Sekolah Dasar.
Orang tua Gilang adalah seorang pegawai negeri sipil dan orang tua Andin adalah seorang petani. Meski mereka berasal dari status sosial yang berbeda, orang tua mereka tidak pernah melarang untuk berteman.
Suatu ketika, saat Gilang dan Andin lulus kelas 6 Sekolah Dasar. Orang tua Gilang dipindah tugas di kota. Akhirnya mereka terpisah. Gilang harus mengikuti orang tuanya dan tinggal di kota. Sedangkan Andin masih tetap di desa.
Setelah dua belas tahun berlalu, Gilang sudah lulus kuliah dan diterima kerja sebagai seorang dokter. Dan suatu saat, Gilang ditugaskan untuk mengabdi di sebuah desa yaitu Banjar Wangi tempat dia tinggal dulu waktu kecil.
Gilang pun dipertemukan dengan Andin yang sudah lama tak bertemu. Gilang bekerja di Puskesmas Desa Banjar Wangi. Disana dia bertemu dengan Andin yang bekerja sebagai seorang guru.
Saat bertemu Andin, Gilang sudah berstatus tunangan dengan Friska (teman kuliah Gilang).
Akankah Gilang dan Andin dapat bersatu?
Simak terus kelanjutan ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e'Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34# Kedatangan Dokter Gilang
Enam bulan telah berlalu.
Pagi yang sangat cerah. Hari ini adalah minggu. Dimana Andin libur mengajar. Ketika libur akhir pekan, Andin selalu membantu ibunya.
"Pagi bu. Andin hari ini masak spesial buat ayah dan ibu, " ucap Andin.
"Masak spesial apa nak?, " ucap ibu sambil tersenyum.
"Nanti ibu lihat dan incipi saja ya, " jawab Andin.
"Ya sudah kalau begitu kamu lanjutkan masaknya. Ibu sekarang mau mandi dulu saja, " ucap ibunya Andin.
"Iya bu, " jawab Andin.
Ibu pun segera mandi. Dan tak lama kemudian, Andin pun selesai memasak dan menyiapkannya di atas meja. Lalu Andin pun mandi dan segera sholat.
👑👑👑👑
Beberapa menit kemudian.
Andin, ayah dan ibunya berkumpul di ruang makan.
"Ayah dan ibu silakan dicicipi menu baru masakan Andin, " ucap Andin.
"Ayah cicipi dulu ya, " ucap ayahnya Andin.
Ayah dan ibunya Andin pun mencicipi masakan Andin.
"Hmmm... Enak banget nak, " ucap ayah.
"Iya benar yah. Enak banget, " ucap ibunya Andin.
"Terima kasih ya yah dan ibu sudah suka sama masakan Andin, " ucap Andin.
Mereka pun segera sarapan pagi bersama. Dan ketika makan, ibu berkata pada Andin.
"Ndin, hari ini di desa kita kedatangan dokter dari kota. Dan hari ini dokter itu akan memberikan pengobatan gratis untuk warga di balai desa. Kamu datang sama ibu ya. Kebetulan ibu juga ingin periksa, " ucap ibunya Andin.
"Iya bu. Nanti Andin antarkan ibu kesana, " jawab Andin.
"Ayah juga apa mau ikut periksa?, " tanya ibunya Andin.
"Lain kali saja bu. Lagi pula ayah juga sehat kok. Ibu sama Andin saja yang datang, " ucap ayahnya Andin.
Setelah sepuluh menit. Mereka pun selesai sarapan pagi. Ayah pun bersiap-siap akan berangkat ke sawah.
"Andin dan ibu. Ayah berangkat ke sawah dulu ya, " ucap ayah.
"Iya yah, " jawab Andin dan ibunya.
"Assalamualaikum, " ucap ayah.
"Walaikumsalam, " jawab Andin dan ibunya.
Ayahnya Andin pun berangkat ke sawah dengan berjalan kaki.
Dan setelah ayah berangkat ke sawah. Andin pun merapikan piring dan setelah itu bersiap-siap untuk berangkat ke Balai Desa.
"Bu, Andin sudah siap. Apakah ibu sudah siap?, " ucap Andin.
"Ibu juga sudah siap, " jawab ibunya Andin.
"Andin siapkan sepeda dulu ya bu, " ucap Andin.
"Kita jalan kaki saja ya nak. Ibu takut kalau naik sepeda. Lagi pula Balai Desa juga gak begitu jauh, " ucap ibunya Andin.
"Ibu yakin mau jalan kaki?, " tanya Andin.
"Iya nak. Ibu takut kalau harus kamu bonceng naik sepeda. Lagi pula ibu masih kuat jalan kaki kok nak, " ucap ibunya Andin.
"Ya sudah kalau begitu bu. Kita jalan kaki saja, " ucap Andin.
"Ibu kunci rumah dulu ya, " ucap ibunya Andin.
"Sini biar Andin yang kunci rumahnya. Ibu tunggu di depan saja, " ucap Andin.
Andin pun segera mengunci pintu rumahnya. Dan setelah selesai mengunci...
"Ayo kita berangkat bu, " ucap Andin.
"Iya nak, " jawab ibu.
Andin dan ibunya berjalan menuju ke Balai Desa. Dan sesampainya disana, mereka pun duduk untuk mendengarkan sambutan dari Bapak Lurah.
Dalam sambutannya, Pak Lurah memperkenalkan dokter dari kota yang akan prakter di Desa.
"Ibu dan bapak, hari ini kita kedatangan tamu dari kota. Dia adalah seorang dokter yang nantinya akan praktik di desa kita. Dan Dokter ini akan memberikan pengobatan gratis hari ini. Nanti pak dokter akan berkenalan langsung dengan ibu dan bapak semua," ucap Pak Lurah.
Setelah Pak Lurah memberikan sambutannya maka sekarang giliran dokter dari kota itu berkenalan dengan warga.
"Assalamualaikum bapak dan ibu," ucap Pak Dokter.
"Walaikumsalam Pak Dokter, " jawab warga.
"Perkenalkan nama saya Gilang. Saya dari kota yang diberikan tugas untuk menjadi dokter di desa ini," ucap Dokter Gilang.
"Salam kenal Dokter Gilang, " ucap warga.
Waktu dokter itu memperkenalkan namanya. Andin jadi teringat Gilang teman SDnya dulu.
"Namanya kok sama dengan Gilang teman SD kamu ya nak, " tanya ibunya Andin.
"Iya bu. Kenapa ya bu, Andin merasakan kalau Dokter Gilang itu gak asing." ucap Andin.
"Mungkin itu hanya perasaan kamu saja nak. Karena namanya sama dengan Gilang kecil, " ucap ibunya Andin.
"Bisa jadi begitu bu, " ucap Andin.
👑👑👑👑
Setelah Dokter Gilang memperkenalkan diri. Dokter Gilang pun mengadakan pemeriksa dan pengobatan gratis untuk warga. Saat berdiri di depan, Dokter Gilang teringat sesuatu.
"Ini adalah tempat kelahiranku. Banyak kenangan aku bersama Andin. Apakah aku bisa bertemu Andin disini? Bagaimana wajah Andin sekarang?, " ucap Dokter Gilang dalam hati.
Semua warga pun berbaris untuk mengantri pemeriksaan. Dan saat giliran ibunya Andin. Dokter Gilang melihatnya dan mengingatkan pada ibunya Andin.
Waktu Dokter Gilang memeriksa ibunya Andin. Dokter Gilang ingin sekali bertanya tapi takut salah. Tapi Dokter Gilang pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Nama ibu siapa?, " tanya Gilang.
"Saya Bu Winarti, " jawab ibunya Andin.
"Namanya kok sama dengan ibunya Andin. Apakah memang ini benar ibunya Andin?, " ucap Dokter Gilang dalam hati.
Dokter Gilang pun bertanya lagi.
"Maaf bu. Saya mau bertanya, apakah ibu ini ibunya Andin?, " ucap Dokter Gilang.
"Loh.. Dokter Gilang kok tau kalau anak saya namanya Andin, " ucap ibunya Andin heran.
Gilang pun langsung memeluk ibunya Andin. Ibunya Andin pun heran dan kaget.
"Ibu, saya Gilang teman Andin dulu. " ucap Dokter Gilang.
"Masya Allah nak. Ini benar kamu nak Gilang teman SD Andin dulu, " ucap ibunya Andin.
"Benar bu. Saya bersyukur bisa ketemu ibu disini, " ucap Dokter Gilang.
"Andin juga ikut disini kok nak. Ibu panggilkan Andin dulu ya, " ucap ibunya Andin.
"Tidak perlu bu. Biar saya yang temui Andin. Kebetulan ibu adalah pasien yang terakhir jadi tugas saya sudah selesai, " ucap Dokter Gilang.
"Iya nak. Andin ada di depan sedang menunggu ibu, " ucap ibunya Andin.
"Saya temui Andin dulu ya bu, " ucap Dokter Gilang.
"Iya nak, " jawab ibunya Andin.
Dokter Gilang pun segera keluar menemui Andin. Saat itu, Dokter Gilang menemui Andin.
"Andin... " ucap Dokter Gilang.
Andin mendengar orang memanggilnya dan seketika itu, Andin menoleh ke arah Dokter Gilang.
"Iya dok. Ada apa ya? Apakah ada sesuatu dengan ibu saya?, " ucap Andin.
"Andin.. aku Gilang.... teman kecil kamu dulu. Apakah kamu lupa saat kita bermain layang-layang bersama, " ucap Gilang.
"Apakah kamu benar Gilang teman kecilku?, " ucap Andin.
"Iya Ndin. Aku Gilang teman kecil kamu, " jawab Dokter Gilang.
Mata Andin pun berkaca-kaca mendengar kalau dokter itu adalah Gilang. Lalu Gilang pun memeluk Andin.
"Aku kangen banget sama kamu Ndin, " ucap Dokter Gilang.
"Aku juga sama Lang, " jawab Andin.
meski sudah terpisah tp tetap dipersatukan
Sukses ya Thor 👍☺
Seneng lihat Gilang sama Andin bisa bersatu lagi😁
Andin dan Gilang happy ending 🥰🥰