" Ken, maaf kan aku ! " ucap Jonathan
Kendra tersenyum mencibir.
" Selama aku belum menikah, jangan mimpi kau mendapatkan maafku, dan asal kau tahu, aku tidak gampang menyukai seseorang dan selama aku belum memaafkanmu, kebahagiaan yang kau punya akan kosong dan rapuh seperti cangkang, camkan itu ! " pada kata terakhir, Kendra menunjuk dada Jonathan dengan ujung telunjuknya.
Ig.rii.ena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34.Taruhan
" Ken, temani aku ke rumah Amanda nanti malam " ucap Adnan ketika keduanya menuju kantin untuk makan siang.
" Kau bukan remaja ABG yang tidak berani ngapelin seorang gadis, apa lagi dia sudah menjadi pacarmu, kau ingin menjadikan aku obat nyamuk ?
Maaf maaf saja ya Nan, enakan aku dirumah, bisa mencolek colek istriku, sekalian bisa investasi jangka panjang "
" Bu...nasi soto daging nya satu, banyakin dagingnya, sekalian kuahnya juga ya Bu, biar sekalian untuk ngeramasi si Adnan " teriak Ken pada ibu kantin.
Ibu kantin mah cuek bebek, dia sudah terbiasa mendengar omongan omongan aneh para prajurit.
" Kau tidak sekalian pesan buat aku ? " Adnan berdecak jengkel.
" Kau bukan istriku yang harus aku tanyai mau makan apa ? " sembur Ken
" Terserah kau lah !
Bu...samakan dengan pesanan si Ken "
Adnan teriak tidak kalah kencang dari Ken.
" Ken...bukan mau ngapelin, aku ingin melamarnya langsung, biar Amanda tidak banyak alasan lagi " bisik Adnan agar yang lain tidak ikut mendengarkan
Di jam istirahat hiruk pikuk dikantin sudah hampir menyamai dengan pasar kaget, para bujangan dan yang tidak tinggal di komplek perumahan semua menyerbu kantin untuk makan siang sekalian sholat, setelah itu kembali bertugas
Kecuali yang sudah berumah tangga dan yang tinggal di asrama, akan makan di rumah.
" Kalau dia menolak dengan alasan belum siap " Ken memberikan gambaran terburuk.
" Temannya sudah menikah, siap atau tidak siap, tidak pakai pacaran, baik baik saja, makanya aku minta kau menemaniku "
" Jadi maksud mu kau sekalian menjadikan aku contoh hidup " Ken mendelik tajam
Adnan terkekeh.
" Siapa suruh kau semalam memprovokasi aku, aku kan jadi kepengen cepat nikah juga "
" Apakah aku perlu membawa istriku ? " tawar Ken
" Boleh juga tuh, sekalian pinjamkan mobil pada Jo ya, kan sekalian membawa istrimu, malam Ken, ntar istrimu masuk angin kalau kena angin malam " Adnan cengengesan.
" Gak modal " Ken mencibir.
" Kalau ada yang gratis, kenapa harus bayar ? "
Keduanya makan sembari membuat rencana untuk nanti malam, sepulang dari Dinas Adnan akan pergi ke toko perhiasan untuk membeli cincin. Ketika ia memegang, ach....Tepatnya meremas jemari Amanda ( Untungnya gak sampai remuk ya bang Adnan ^_^ ) Adnan sudah bisa mereka reka ukuran jari Amanda.
Kalau kekecilan atau kelonggaran, setelah lamaran diterima, dia akan mengajak Amanda memperbaikinya atau menukarnya juga boleh.
" Bayar Nan " Ken beranjak dari duduknya.
" Kok aku ? "
" Kau mau gak aku temani dan meminjamkan mobil pada Jo "
Ken asas manfaat.
" Kau ini...tidak boleh ada peluang, kau tidak akan melewatkannya " Adnan menggerutu tetapi membayarkan juga pesanan yang sudah di makan oleh Ken.
*
*
" Perlu aku ikut menemani gak ? " Jo basa basi menawarkan diri setalah ketiganya Adnan, Ken dan istrinya hendak berangkat dengan menggunakan mobil Jo.
" Tidak perlu, aku tidak kuat menahan malu jika ditolak " jawab Adnan sedikit kurang percaya diri.
" Gak mungkin di tolak ? " Jo menyakinkan.
" Bener nich Jo, kamu yakin sekali ? apa karena aku lebih tampan dan keren dari Ken ? "
Bahunya langsung kena tinju oleh Ken
" Bukan...saat kau mengajukan lamaran, ancam dia " usul Jo ngawur.
Ken melotot, Niken tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya.
" Mana boleh begitu Jo, dia semakin tidak mau dengan diriku "
" Boleh, kalau dia tidak mau dilamar jadi calon istrimu, lamarlah ibunya untuk jadi calon mertuamu, gampangkan ? " Jo terkekeh.
" Oke semoga berhasil " Jo melambaikan tangan saat Ken mulai menjalankan kemudinya.
" Kau sudah memberitahukan kalau kau akan datang kan ? " tanya Ken di sela sela fokusnya mengemudi.
" Sudah, tetapi tentu aku tidak mengatakan kalau akan melamarnya malam ini, seperti apel biasa saja " saut Adnan sembari jari jari tangannya menari nari diatas layar ponsel yang menyala.
" Menurut kamu, lamaran Adnan diterima gak ? " tanya Jo pada Raisa.
Keduanya masih bertahan duduk di teras depan selepas kepergian Ken, Niken dan Adnan.
" Aku tidak berani menilai, karena aku tidak begitu mengenal Amanda "
" Bagaimana kalau kita taruhan " usul Jo.
" Taruhan apa ? berjudi ? dosa lho bang " Raisa berjalan masuk ke dalam " Kita ke kamar saja yuk bang, diluar dingin "
Tanpa mengiyakan, Jo menutup pintu depan dan menggandeng Raisa menaiki undakan anak tangga menuju ke kamar.
" Kalau Amanda menerima lamaran dari Adnan, Abang bebas bertanya tentang apa saja padamu dan kamu harus menjawabnya dengan jujur.
Tetapi kalau gadis itu menolak Adnan, Abang bebas melakukan apa saja padamu "
" Oke " Raisa percaya diri menyetujui taruhan yang kedua keduanya menguntungkan Jo.
" Salaman kita sayang, tanda kesepakatan kita sudah deal " Jo menggenggam tangan Raisa sambil menahan tawanya, Raisa tidak menyimak dengan benar apa yang diucapkan suaminya, ia santai saja balik menggenggam tangan Jonathan.
" Eh ...tunggu bang, sepertinya keduanya Abang yang menang ? " akhirnya Raisa sadar juga.
" Maaf, kesepakatan sudah dibuat, tidak bisa di tarik kembali, kamu bisa kena denda "
Raisa cemberut.
Jo pura pura tidak melihat, ia meletakkan kepalanya di pangkuan Raisa, menghadapkan wajahnya ke arah perut Rai yang terlihat membuncit sedikit, dan memberikan kecupan berulang kali disana, Raisa memejamkan matanya menikmati sentuhan yang diberikan suaminya.
*
*
*
🌹🌹🌹🌹🌹
baru awal bab aja udah terasa bedanya... 👍👍👍
terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️
setelah baca mengejar cinta suamiku & menikah dengan sahabat