Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEPUTUSAN SIMURGH KHAN
Begitu tiba di pintu gua, Arvello yang menyadari jika Selina masih tertidur memberi isyarat agar Simurgh Khan melangkah dengan pelan agar istirahat Selina tak terganggu.
Simurgh Khan mengangguk patuh dan berjalan disamping Arvello. Begitu tirai kamar dibuka, wajah perempuan yang beberapa waktu terakhir sedikit menganggunya ada didepan mata.
deg deg deg
Jantung Simurgh Khan berdetak kencang dan rasa gugup melanda hatinya.
Simurgh Khan terdiam. la sendiri tidak tahu bagaimana perasaannya terhadap Selina, hanya saja ketika Arvello memberikan penawaran agar ia menjadi suami kedua Selina, ia tidak merasa keberatan.
Entah mengapa, begitu ia melihat lagi sosok perempuan kurus dengan aura yang sangat berbeda dengan betina yang sering ia temui, kini ada didepannya, hatinya pun tak lagi aman.
Tatapan Simurgh Khan terpaku pada wajah cantik Selina yang terlihat sangat tenang dalam tidurnya membuatnya merasakan sebuah perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Sebagai jantan, Arvello tentu sadar jika Simurgh Khan tampaknya tertarik dengan betinanya, dan hal itu membuat hatinya merasa masam.
“Kenapa aku tak suka melihat pria ini tertarik dengan Selina padahal aku lah yang menginginkan ia menjadi suami kedua Selina”, batin Arvello galau.
Tak ingin menganggu istirahat Selina, Arvello segera mengajak Simurgh Khan keluar dari gua batunya.
"Aku tunggu jawabanmu paling lambat esok hari. Sekarang, aku harus pergi dulu", tanpa menunggu respon Simurgh Khan, Arvello segera berbalik dan pergi.
Jujur saja, Arvello tidak khawatir Simurgh Khan akan menolak. Ia punya firasat bahwa
putra mahkota elang emas itu pasti akan menerima penawaran yang diberikannya.
Setelah Arvello pergi, Simurgh Khan pun memutuskan untuk kembali dan segera melaporkan penemuannya kepada sangat ayah selama berkunjung di suku rubah.
Dalam perjalanan pulang, Simurgh Khan sedikit linglung Bukan ia tidak pernah memikirkan soal mengikat pasangan. Ada banyak betina cantik dan baik di suku, tetapi ia tidak memiliki ketertarikan pada mereka.
Karena itu, ia selalu fokus meningkatkan kekuatan hingga mencapai tingkat delapan, sebuah kekuatan yang cukup tinggi di dataran benua Selatan ini.
Tanpa Sadar, pikiran Simurgh Khan kembali pada pertama kali ia melihat Selina. Meski bertubuh kurus, mata Selina begitu indah dan hidup, membuatnya tanpa sadar terus memikirkannya, bahkan ketika ia kembali ke suku elang emas .
Simurgh Khan terbang dengan sedikit linglung hingga akhirnya ia tiba di suku elang emas. Begitu kakinya mendarat, ia akhirnya
mengambil keputusan dan segera melaporkan hal tersebut kepada ayahnya.
Setelah merapikan diri, Simurgh Khan berjalan cepat menuju gua kepala suku. Di dalam gua, kepala suku yang merupakan ayahnya dan ibunya, sedang bersiap makan
malam. Baru hendak mulai, mereka melihat putra mereka masuk dengan langkah cepat.
"Putraku, apa kamu sudah makan? Jika belum, mari makan bersama", ucap Berta sambil tersenyum kepada putranya.
Dengan wajah tegang, Simurgh Khan yang masih dalam posisi berdiri segera berkata "Ayah, Ibu, aku ingin mengikat pasangan".
Perkataan Simurgh Khan bagaikan batu besar yang jatuh ke permukaan danau yang tenang. Berta sampai menjatuhkan buah yang baru saja ia cuci sementara ayahnya, Diego tertegun.
Apakah mereka tidak salah dengar?
Putra mereka mengatakan ingin mengikat pasangan?
Kayu seperti dirinya... ternyata menyukai seorang betina?
Berta yang sudah tersadar dari keterkejutannya, menatap Simurgh Khan penuh selidik
"Putraku, coba katakan baik- baik, sebenarnya kau menyukai betina yang mana sehingga tiba-tiba berubah pikiran? Lalu, apakah betina itu setuju?", tanya Berta sedikit khawatir.
Pada saat ini, Berta sangat penasaran, rasa ingin tahunya begitu kuat hingga seolah-olah hendak meledak.
Sejak kecil, anaknya ini selalu lebih punya pendirian dibandingkan para orc lain. Ketika orc lain sudah sejak dini menentukan pasangan, anaknya justru hanya memikirkan
bagaimana meningkatkan kekuatan.
Jika ada betina yang ingin mendekatinya, ingin menjalin hubungan dengannya, Simurgh Khan justru lari paling cepat untuk menghilang dari pandangan betina yang tertarik kepadanya.
Setiap kali membicarakan urusan menjalin hubungan, Simurgh Khan selalu mencari berbagai alasan untuk segera menghindar.
Sikap menolak itu sangat jelas. Berta sampai pernah mencurigai, apakah anaknya ini tidak menyukai betina. Karena itu, ia pernah sedih selama beberapa hari ketika memikirkan hal tersebut.
Diego pun juga sangat penasaran, betina seperti apa yang bisa membuat anaknya akhirnya tersadarkan.
Melihat kedua orang tuanya tampak terkejut dan binggung, Simurgh Khan pun berusaha untuk menjelaskannya.
"Aku ingin menjalin hubungan dengan Selina, betina dari suku rubah".
Kalimat singkat itu serupa bom yang meledak. Membuat kedua orang tuanya terkejut setengah mati.
“Apa! Kamu ingin menikah? Apa kami tidak salah dengar?”, ucap kedua orang tua Simurgh Khan kompak.
"Ayah dan Ibu tidak salah dengar. Aku ingin menjalin hubungan dengan betina dari suku rubah yang bernama Selina", Simurgh Khan mengulangi ucapannya dengan tenang, tanpa perubahan ekspresi.
"Putraku, katakan pada Ibu, mengapa tiba-tiba kamu ingin menjalin hubungan dengan betina suku rubah yang bernama Selina itu? Apakah Selina menyukaimu?", ucap Berta sambil berusaha menahan keterkejutannya dan langsung kembali ke mode kepo.
"Tidak. Suami Selina yang datang kepadaku. la berharap aku bersedia menjadi suami kedua Selina. Setelah kupikirkan sepanjang perjalanan, aku merasa tidak ada salahnya aku menyetujui permintaan itu", Simurgh Khan mengatakannya dengan santai seolah-olah bukan hal penting.
Diego terdiam beberapa saat sebelum ia menoleh dan menatapnya dengan ekspresi serius. "Kapan kalian akan menjalin hubungan? Aku dan ibumu akan menyiapkan beberapa hadiah dan mengirimkannya kesana".
Sebagai orang tua yang baik, tentu saja Diego setuju dengan keinginan anaknya itu. Bertapun demikian, ia sangat bahagia karena pada akhirnya anaknya yang seperti kayu itu memiliki betina yang ia sukai.
Meski Simurgh Khan mengatakan jika ia hanya menyetujui permintaan dari suami Selina, tapi jika putra semata wayangnya itu tak setuju maka menjalin ikatan ini jelas tidak mungkin dilakukan.
Selina yang tak tahu jika sebentar lagi akan mendapatkan suami kedua, begitu bangun dari tidur dan merasa lapar, melihat tak ada orang didalam gua, iapun memutuskan untuk masuk kedalam ruang penyimpanan ajaibnya.
Begitu masuk, Selina terkejut karena ia merasakan jika energi spiritual didalam ruang penyimpanan ajaibnya ini sangat kaya sehingga ia pun bergegas masuk kedalam rumah untuk menyiapkan makanan dan segera mengisi perutnya karena sudah tak sabar ingin segera berlatih agar kekuatan dalam tubuhnya meningkat cepat.
Ambisi Selina untuk menyatukan semua suku dibawah kekuasaan suku rubah, sehingga dipegunungan Altic nantinya hanya ada satu suku besar, yaitu suku rubah tanpa ada suku yang lainnya, membuatnya harus segera meningkatkan kekuatan yang ada dalam tubuhnya karena ia sadar jika tak semua suku akan mudah untuk ditaklukkan seperti suku beruang hitam sebelumnya.
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya