mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Huru hara di pagi hari
"mas kamu habis darimana, aku telfon kok gak diangkat? " tanya mira, saat pandu baru pulang.
pandu hanya melirik ke arah istrinya, ia merasa capek karena habis main dengan tari
"mas aku bicara sama kamu loh, aku sedari tadi nungguin kamu" kesal mira
"bisa diam gak. bawel banget dari tadi. aku habis lembur. puas, sekarang aku mau mandi siapin baju ku daripada mulut itu ngomel terus" sentak pandu
Mira yang di sentak oleh suaminya terdiam , seharusnya dia yang marah. kenapa malah suaminya yang harus marah.
Walaupun mira kecewa dengan suaminya. ia masih mengambilka baju kaos untuk suaminya.
Ceklek
Kamar mandi terbuka, sosok pandu dengan rambut yang masih basah keluar. mira sendiri hanya memandang suaminya.
"kenapa perasaanku mengatakan jika mas pandu berubah" batin mira
Ting
Lamunan mira teralihkan oleh pesan di handphone nya.
cantika
(mir, gua baru nyampek nih di rumah. besok kita ketemuan ya, gua kangen banget sama lu)
Mira tersenyum kecil, akhirnya sahabatnya pulang ke kota ini lagi. mira langsung membalas pesan tersebut.
(ok, agak siangan ya. gua harus bersih bersih rumah dulu) balas mira
Mira menatap sang suami yang sedang bersenandung sambil menyisir rambutnya.
"mas" panggil mira
"hmm" gumam pandu tanpa menoleh ke istrinya
"besok aku ijin keluar ya, ketemu tika" ijin mira
"hmm terserah kamu saja" cuek pandu
Mira hanya menghela nafas pelan, dengan sikap pandu kepadanya.
****
keesokan harinya. mira langsung membuat sarapan nasi goreng ala kadarnya dengan bumbu bumbu yang tersisa di dapur.
"yaampun mbak, makanan apaansih ini. aku lagi ada basket lohh, masak hari ini sarapannya kayak gini" ketus doni
"makan yang ada don, hanya ini yang ada di dapur" ucap mira
Tak lama kemudian ibu dan bapak keluar dari kamar disusul oleh pandu yang sudah rapi dengan kemejanya.
"ada apa ini? " tanya ibu denok
"liat aja bu, aku ada latihan basket. kalau cuman makan kayak gini yang ada tumbang aku" kesal doni
"apa apaan kamu mira, ngasik makan kita seperti ini hah! " bentak bu denok
"bu, bahan bahan di dapur sudah habis. cuman ini yang ada" ucap mira
"kamu bisa beli kan. kenapa buat nasi goreng tanpa lauk. telur pun gak ada" kata pandu
"mau beli pakai apa mas? pakai daun. mas lupa jika gaji mas ada di ibu semua" tanya mira kepada suaminya
"yaa kamu bisa pakai uang mu sendiri dulu kan" ucap pandu
"hahaha, aneh kamu mas. pakai uang ku sendiri. emang mas pernah ngasik aku nafkah yang layak. gak kan, terus bagaimana aku bisa pakai uang ku sendiri" miris mira
pandu langsung terdiam, ia sampek lupa jika ia tidak pernah memberikan uang kepada istrinya.
"sudah, yang ada kita telat semua. bapak makan di pabrik saja" ucap pak pardi. ia langsung pergi dari rumah.
Disusul oleh pandu dan doni.
"ini semua gara gara kamu. memang mantu sialan, gak tau diri" bentak bu denok
"bukan salah aku bu. ini salah ibu juga. coba ibu ngasik uang aku yang bener, bukan 20 ribu. emang ibu fikir dapat apa 20 ribu. " ucap mira.
"kamu berani lawan saya hahh" teriak bu denok
"terserah ibu" mira langsung berbalik menuju dapur. ia harus menyelesaikan pekerjaan rumah supaya bisa cepat cepat ketemu dengan tika.
"mantu sialan, saya belum selesai ngomong! " teriak bu denok sampai wajahnya memerah
Bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca