NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua untuk Arumi

Ranti minta karyawan toko untuk memilihkan beberapa dress yang bagus untuk Arumi. Karena kalau menunggu Arumi yang pilih akan memakan waktu yang lama.

Dengan senang hati karyawan toko itu membantu Ranti. Karena kalau dress itu di ambil semua, dia akan mendapatkan bonus dari bosnya.

" Ini model dress yang paling banyak dicari nyonya"

Ranti melihat empat dress yang dibawa sama karyawan toko itu. Dress yang dibawa memang bagus-bagus semua. Warna dan coraknya juga bagus dan yang penting bahannya adem dan lembut.

" Sayang, kamu cobain dress ini ya"

" Baik Ma"

Karyawan toko itu mengantarkan Arumi ke ruang ganti.

" Silakan nona"

" Terima kasih"

Arumi masuk ke dalam ruang ganti. Ia mencoba dress yang diberikan mama Ranti tadi. Dress yang dipilih mana Ranti bagus-bagus semua. Selera orang kaya memang tidak bisa bohong.

Setelah mencoba dress yang pertama, Arumi keluar untuk dilihatkan pada mama Ranti.

" Ma "

" Masyaallah cantik sekali sayang. Dress-nya sangat cocok dengan kamu"

" Makasih Ma"

Setelah mendapatkan pujian bagus dari mama Ranti, Arumi mengganti dengan dress berikutnya. Setelah itu dia keluar dan melihatkan kembali pada Ranti.

Semua dress sudah dicoba sama Arumi dan semuanya bagus-bagus.

" Saya ambil semuanya ya mbak"

" Baik Buk"

Wajah karyawan toko itu langsung berubah. Ia sangat senang karena Ranti mengambil semua dress yang ia bawa tadi. Itu artinya ia akan mendapatkan bonus dari bosnya.

Arumi juga membeli baju tidur dan juga baju santai lainnya. Bukan cuma itu Arumi juga membeli sepatu dan sandal yang bagus untuk ia pakai sehari-hari.

" Sudah Ma, ini belanjaannya sudah banyak " kata Arumi ketika melihat mama Ranti mengambil sepatu lagi.

" Kamu yakin ini cukup sayang"

" Iya Ma "

" Baiklah, sekarang kita ke kasir untuk membayar semua belanjaannya"

" Baik Ma"

Yudha melihat mamanya pergi ke kasir, ia pun mengikuti sang mama.

" Kamu ngapain ikut kesini "

" Aku kan mau jagain mama"

" Oh iya udah, sekalian kamu bayarin belanjaannya"

" Baik Ma"

" Kenapa jawaban kamu lemas kaya gitu. Kamu nggak ikhlas bayarinnya"

" Ikhlas Ma"

" Mbak silakan di total "

" Baik nyonya"

Petugas kasir pun menghitung semua belanjaan Ranti.

" Totalnya tiga puluh lima juta enam ratu tujuh puluh ribu, nyonya "

Arumi kaget mendengar jumlah belanjaan. Ia tidak menyangka jumlah belanjaannya akan sebanyak itu.

Yudha mengeluarkan kartu saktinya yang berwarna hitam. Ia memberikannya pada petugas kasir.

" Terima kasih tuan" ucap pelayan toko sambil memberikan kartu debit milik Yudha.

Arumi tidak tau kartu apa yang diberikan Yudha pada penjaga kasir. Yang penting dengan itu semua barang belanjaan bisa dibayar.

" Tolong bawakan belanjaannya "

Yudha membawa barang belanjaan tadi. Mereka keluar dari toko itu.

" Belanjanya sudah selesai kan Ma"

" Belum, mama mau membelikan sesuatu untuk Rumi"

" Belanja apalagi, bukannya ini udah banyak "

" Belum, kalau kamu nggak mau ikut ya udah. Kamu boleh pulang duluan. Mama sama Arumi bisa kok belanja tanpa kamu"

Yudha tidak akan membiarkan mamanya belanja berdua sama Arumi. Bukan apa-apa, nanti papanya marah kalau ia membiarkan dua wanita itu belanja.

" Ya udah, sekarang kita mau kemana"

" Mau ke toko handphone"

" Toko handphone?"

" Iya, Rumi nggak punya handphone"

" Emang dia bisa menggunakan handphone "

" Kalau masalah itu nanti Arumi bisa belajar"

Mereka pun pergi ke toko handphone terlengkap di mall itu. Seperti biasa, kedatangan mereka langsung di sambut sama pelayan toko.

" Selamat datang"

Mama Ranti menggandeng tangan Arumi masuk ke dalam toko.

" Ada yang bisa kami bantu nyonya "

" Saya mau cari handphone untuk putri saya"

Arumi terharu mendengar ucapan mama Ranti. Wanita cantik itu tidak malu mengatakan 'putri saya ' pada orang-orang di sana.

" Kebetulan kita punya beberapa merek handphone keluaran terbaru. Apa nyonya mau melihatnya "

" Boleh mbak"

Karyawan toko itu mengambil beberapa merek handphone terkenal yang baru keluar.

" Silakan dipilih nyonya"

" Kelebihan handphone ini apa aja mbak"

" Kalau yang ini memory internalnya besar nyonya. Jadi kalau mau menyimpan video atau mau menyimpan foto-foto sangat bagus"

Karyawan itupun menerangkan kelebihan dan keunggulan masing-masing merek handphone itu.

" Kita ambil yang ini aja mbak " kata Yudha.

Yudha tau mamanya tidak terlalu paham dengan handphone. Bagi mamanya yang penting bisa untuk menelpon dan juga video call. Itu sudah cukup untuk mamanya. Makanya untuk hal ini Yudha yang turun tangan.

" Mau yang warna apa tuan"

" Warna orange aja mbak"

" Baiklah, harganya tiga puluh lima juta"

Tubuh Arumi terasa lemas mendengar harga handphone-nya. Barang sekecil itu bisa untuk membeli beras berpuluh karung. Tapi Arumi tidak melihat wajah mama Ranti dan Yudha biasa aja. Mereka berdua tidak kaget mendengar harga handphone itu.

 " Untuk pembayarannya mau cash atau pakai card "

" Card aja mbak"

Yudha memberikan black card-nya pada karyawan toko.

" Silakan PINnya tuan"

Tangan Yudha sangat cepat menekan tombol PINnya.

" Terima kasih " ucap karyawan toko itu sambil memberikan black card milik Yudha.

Setelah selesai membayar handphone mahal itu. Mereka keluar dari toko handphone itu.

" Sekarang mau kemana lagi Ma"

" Kamu lapar nggak sayang"

" Nggak Ma "

" Ya udah, kalau gitu kita beli es krim aja"

Arumi hanya mengikuti kemana mana Ranti membawanya. Karena ia tidak tau apa-apa soal mall.

Mereka pergi ke lantai tiga. Mereka akan pergi ke cafe yang cukup terkenal di mall itu. Suasana cafe pada malam itu cukup ramai. Kebanyakan pengunjung cafenya anak-anak muda.

Ranti memilih tempat duduk di dekat jendela. Jadi nanti mereka bisa melihat pemandangan kota dari lantai empat itu.

Pelayan memberikan buku menu. Pelayan itu pun juga siap dengan buku kecil di tangannya.

" Kamu mau pesan apa sayang"

Arumi melihat banyak menu makanan yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Dan semua makanan itu terlihat enak. Arumi bingung mau pilih yang mana.

" Rumi mau yang ini aja Ma"

" Gelato pistachio "

" Iya Ma"

" Kamu mau minuman apa Yud"

" Affogato"

" Gelato pistachio-nya dua, affogato satu. Camilannya chicken finger sama nachos "

Pelayan itu mencatat dan menyebutkan kembali pesanan Ranti.

" Ada tambahannya lagi nyonya"

" Untuk sekarang itu aja dulu mbak"

" Baik, mohon tunggu sebentar"

Pelayan itupun pamit undur diri.

Seperti inilah orang-orang kota menghabiskan waktu luang mereka. Nongkrong bersama teman-teman atau keluarga.

Drrrttt.

Ponsel Yudha bergetar. Yudha minta izin sama mamanya untuk menjawab telpon.

" Pasti wanita itu lagi yang telpon"

Arumi menatap punggung Yudha yang semakin jauh kemudian menghilang dibalik dinding cafe.

" Mungkin bukan Ma" ucap Arumi menghibur mama Ranti.

" Mama yakin Rum. Wanita itu selalu mengganggu Yudha. Mama nggak suka wanita itu"

Lagi-lagi raut wajah mama Ranti berubah saat menyebutkan nama 'wanita itu'. Arumi juga tidak tau apa-apa tentang wanita yang disebutkan mama Ranti. Jadi ia tidak tau harus mengatakan apa pada mama Ranti. Tapi ia tetap mencoba menghibur mama Ranti.

To be continued.

Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian 💞

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Marie Louis AK
selamat Arumi segera ketemu lagi dg sahabatnya. kasihan.
sunshine wings
🤲🏼🤲🏼🤲🏼🤲🏼🤲🏼
sunshine wings
Yeayyy..👍👍👍👏🏻👏🏻👏🏻😍😍😍
sunshine wings
Iri aja kerjanya..
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!