Seorang pria mati dengan penyesalan karena gagal menegakkan kebenaran.
Ia terlahir kembali sebagai pengacara magang yang diremehkan...dan mendapatkan Sistem Keadilan Absolut kemampuan untuk melihat kebohongan, mengungkap fakta tersembunyi, dan menentukan putusan paling adil.
Dari kasus kecil hingga konspirasi besar, ia mulai mengguncang dunia hukum yang korup.
Namun satu hal segera ia sadari...
Keadilan sejati tidak selalu sama dengan hukum.
Dan kali ini...dia yang akan menentukan mana yang benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Pak Wiryo menyerahkan seluruh berkas bukti yang ia simpan selama bertahun-tahun. Di dalamnya terdapat rekaman video jelas yang memperlihatkan orang-orang suruhan Pak Harun datang menagih utang dengan kekerasan, ancaman pembunuhan, hingga pemaksaan agar ia membeli botol-botol bir dengan harga selangit untuk menutupi bunga yang tidak masuk akal.
Wiryo yang kini berjalan tertatih-tatih akibat siksaan itu, menatap Pak Harun dengan mata berapi-api. Berkas ini adalah bukti nyata bahwa sindikat rentenir yang dipimpin Pak Harun di Desa Bukit Indah itu bukan mitos, melainkan kenyataan pahit yang menindas warga bertahun-tahun.
Arga melangkah maju, suaranya bergema tegas di ruang sidang.
"Yang Terhormat Hakim, berdasarkan bukti-bukti ini dan hasil penyelidikan mendalam yang saya lakukan, terbukti bahwa di Desa Bukit Indah beroperasi sebuah organisasi terstruktur yang dipimpin oleh Pak Harun, berkolaborasi dengan puluhan warga desa. Selama bertahun-tahun mereka berbuat sewenang-wenang, melakukan pemerasan, kekerasan, dan penipuan. Nilai kerugian yang ditimbulkan melebihi 60 MILIAR RUPIAH, jumlah yang sangat besar! Saya menuntut agar seluruh aset hasil kejahatan disita oleh negara, Pak Harun dihukum Penjara Seumur Hidup, dan seluruh jaringan sindikat ini dibubarkan total!"
"Selain itu," lanjut Arga sambil menunjuk arah perwakilan media, "Pak Harun telah melakukan suap sistematis kepada Media Compas. Apa pun berita yang ingin disebarkan Pak Harun, media itu akan menyiarkannya. Setelah kejadian pembunuhan Surya, Media Compas berulang kali memuat laporan palsu yang memutarbalikkan fakta, hingga seluruh dunia maya membenci Yunita dan Krisanto. Ini menyebabkan kerusakan mental yang parah dan pencemaran nama baik yang tak tergantikan. Saya menuntut hukuman berat bagi pimpinan Media Compas dan pencabutan izin operasionalnya!"
Arga tidak berhenti di situ. Ia mengeluarkan tumpukan dokumen lain yang lebih tua.
"Dan ini belum semuanya. Sepuluh tahun yang lalu, keluarga Pak Harun mengelola tambang emas di wilayah ini. Mereka mempekerjakan orang tanpa jaminan keamanan apa pun. Terjadi kecelakaan runtuhnya tambang yang menewaskan 15 orang pekerja. Namun, Pak Harun menutup kasus ini dengan uang, mengancam keluarga korban agar diam, dan kembali menyuap Media. Hasilnya? Media hanya melaporkan satu orang tewas, dan operasi tambang tetap berjalan. Dari situlah modal kejahatan mereka tumbuh, beralih ke rentenir, dan makin bengis."
"Ini datanya," Arga menyerahkan dokumen arsip lama. "Rekaman suap, kliping koran yang memanipulasi jumlah korban, hingga iklan pinjaman yang terselip di halaman surat kabar mereka. Semua jejak ini tidak bisa dihapus!"
Ruangan sidang hening. Semua orang ternganga melihat tumpukan bukti yang begitu lengkap dan mendetail.
"Modus operandi mereka sangat licik," jelas Arga. "Di permukaan, mereka punya perusahaan pinjaman yang terlihat sah dengan bunga standar. Tapi begitu bunga tersembunyi melonjak melewati batas legal, mereka menggunakan PT Bintang Nusantara, perusahaan kedok mereka yang berbasis di Bogor. Bir lokal biasa yang dibeli 25 ribu rupiah, dipaksa dijual ke korban dengan harga 50 JUTA hingga 500 JUTA rupiah per botol sebagai pelunasan utang. Mereka bahkan mengeluarkan faktur pajak yang sah untuk menutupi penipuan ini! Krisanto juga korban: meminjam 30 juta, harus bayar balik 150 juta lewat bir palsu ini!"
Arga menunjuk ke arah Pak Harun yang sudah gemetar hebat.
"Semua ini saya buktikan. Bahwa 'perselingkuhan' itu bohong, bahwa 'perjanjian sukarela' itu dipaksa dengan menculik anak, dan bahwa keluarga ini adalah sindikat kriminal yang bersembunyi di balik topeng warga terpandang!"
Melihat semua bukti itu, warga desa yang ikut bersama Pak Harun mulai panik dan kehilangan kendali.
"BOHONG! ITU SEMUA REKAYASA!" teriak salah satu dari mereka.
"Kami bisnis sah! Bir kami asli! Jangan percaya dia!"
"Hakim, abaikan omong kosong ini! Ini kasus pembunuhan, bukan audit perusahaan! Tangkap Arga dulu!"
Salah satu dari mereka menatap tajam ke arah Arga dan berteriak penuh ancaman, "HEI ARGA! KAU PIKIR KAU HEBAT?! KALAU KAMI DIHUKUM, KAU AKAN KAMI HABISI! KAU JANGAN HARAP SELAMAT!"
Arga dengan tenang menatap Hakim Ketua.
"Yang Terhormat, saksi penonton tersebut baru saja mengancam nyawa saya secara terbuka di pengadilan. Ini bukti nyata betapa berbahayanya sindikat ini. Saya meminta mereka segera ditahan."
Hakim Ketua Anwar memukul palu berkali-kali dengan keras, wajahnya serius dan marah. Selama puluhan tahun menjadi hakim, belum pernah ia melihat kasus pembunuhan yang ternyata membongkar jaring kejahatan sebesar ini.
"Diam!!" suara Hakim menggelegar.
"Petugas pengadilan! Amankan orang-orang ini! Tahan mereka untuk diperiksa lebih lanjut!"
Hakim menatap Arga dengan pandangan yang sulit diartikan, namun penuh rasa hormat yang tak terucapkan.
Semua orang sadar... Pengacara magang yang diremehkan itu, bukan sekadar membela satu nyawa. Ia baru saja membongkar gunung kejahatan yang tertimbun debu selama bertahun-tahun, dan mengubah jalannya sejarah hukum di tempat itu.
Dari satu kasus pembunuhan... lahirlah pembongkaran sindikat kriminal raksasa.
terima kasih Babnya.
terkadang membuat saya terhibur.
Saya kasih 4,2⭐