NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merampas akar spiritual bawaannya, Lin Tian—sang jenius nomor satu dari Kota Daun Gugur—jatuh menjadi "sampah" yang dilumpuhkan dan dihina oleh klannya sendiri. Selama tiga tahun, ia menelan segala penderitaan dan penindasan dalam diam, bertahan hidup hanya demi mencari kebenaran tentang orang tuanya yang hilang dan membalas dendam pada mereka yang merampas masa depannya.
​Namun, roda takdir berputar ketika darahnya tanpa sengaja membangkitkan jiwa Kaisar Alkemis Surgawi yang tertidur di dalam liontin peninggalan ibunya, Mutiara Kekacauan Primordial.
​Mendapatkan warisan kuno dan merombak fisiknya menjadi Tubuh Pedang Kekacauan, Lin Tian kembali menapak jalan kultivasi yang kejam. Di dunia di mana hukum rimba berlaku mutlak dan kekuatan adalah satu-satunya kebenaran, Lin Tian harus menggunakan akal, taktik, dan kekuatan barunya untuk membelah segala rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Arena Hidup-Mati

​Arena Utama Akademi Bintang Surgawi adalah sebuah struktur kolosal yang dibangun dari batu meteorit hitam, dirancang khusus untuk menahan benturan energi tingkat tinggi tanpa hancur. Di sekeliling arena, tribun penonton berbentuk melingkar telah dipenuhi lautan manusia. Puluhan ribu murid akademi, para diakon, hingga utusan dari faksi bangsawan Ibukota berkumpul.

​Atmosfernya mendidih oleh antisipasi dan hawa pembunuhan. Pertarungan Hidup-Mati yang melibatkan Murid Inti adalah tontonan langka, apalagi taruhannya memecahkan rekor sejarah: 29.000 poin kontribusi gabungan.

​Di tribun VIP, utusan Klan Huangpu dan Xue duduk dengan postur arogan. Di dekat mereka, Tetua Jin dan beberapa petinggi akademi duduk mengawasi, memastikan formasi pelindung arena berfungsi maksimal agar serangan tidak melukai penonton.

​"Kepala Akademi tidak hadir?" bisik utusan Klan Xue, mencari-cari sosok eksistensi tertinggi tersebut.

​"Beliau sedang dalam retret tertutup," jawab Tetua Jin datar. "Tapi jangan khawatir, batas kematian di arena ini bersifat mutlak. Siapa pun yang mati, dendam dianggap lunas. Akademi tidak akan mencampuri hasil akhir."

​Di tengah arena yang berdiameter tiga ratus meter itu, Huangpu Tian melayang di udara. Jubah emasnya berkibar diterpa angin Qi yang berputar di sekelilingnya. Aura Tahap Inti Emas Tingkat 2 miliknya ditekan keluar secara maksimal, menciptakan ilusi mahkota emas di atas kepalanya. Di tangannya tergenggam sebuah tombak raksasa tingkat Bumi tingkat atas, Tombak Penakluk Naga.

​"Sudah lewat seperempat batang dupa dari waktu yang ditentukan!" Suara Huangpu Tian menggelegar, diperkuat oleh energi spiritualnya. "Apakah sampah jalanan itu sudah melarikan diri dari akademi dengan ekor di antara kedua kakinya?!"

​Tepat setelah kalimat itu menggema, pintu gerbang besi di sisi timur arena terbuka dengan suara decitan berat.

​Tidak ada ledakan aura, tidak ada terbang melayang, dan tidak ada kilatan cahaya. Lin Tian berjalan kaki memasuki arena dengan langkah ritmis dan tenang. Jubah abu-abunya tampak sangat kontras dengan kemegahan lawannya. Tidak ada emosi di wajahnya; ia melangkah seperti seorang pekerja yang hendak menyelesaikan tugas hariannya.

​"Dia datang! Bocah Tingkat 3 itu benar-benar mengantar nyawanya!" seru para murid faksi bangsawan dari tribun.

​Lin Tian berhenti tepat di tengah arena, menengadah menatap Huangpu Tian yang melayang di atasnya.

​"Formasi transfer poin sudah dikunci oleh sistem arena?" tanya Lin Tian datar ke arah hakim pilar di sisi arena, mengabaikan provokasi Huangpu Tian sepenuhnya.

​Hakim itu tertegun sejenak, lalu mengangguk. "Kedua token telah dikunci. Pemenang yang keluar hidup-hidup akan otomatis menerima seluruh 29.000 poin."

​"Bagus. Mengurus administrasi setelah eksekusi adalah hal yang merepotkan," Lin Tian mengangguk pelan.

​Melihat dirinya diabaikan secara total, urat-urat kemarahan menonjol di pelipis Huangpu Tian. Sebagai jenius mutlak di generasinya, ia menuntut rasa hormat, atau setidaknya ketakutan, dari musuh-musuhnya.

​"Kau meremehkanku, Sampah?!" raung Huangpu Tian. "Adikku mungkin lengah karena trik kotor dan artefak racunmu, tapi di hadapan kekuatan murni Inti Emas, semua intrikmu adalah lelucon! Hari ini, aku akan mematahkan keempat anggota tubuhmu, menguliti wajahmu, dan membiarkanmu memohon kematian selama tiga hari tiga malam!"

​Lin Tian mengalihkan pandangannya pada pangeran yang sedang mengamuk itu. Otaknya yang dingin mulai melakukan kalkulasi parameter pertempuran.

​"Dia percaya pada superioritas alam secara buta," analisa Lin Tian. "Logika kultivasi ortodoks mendikte bahwa Inti Emas selalu menghancurkan Pendirian Yayasan karena perbedaan kompresi energi. Namun, intinya hanyalah gumpalan gas padat yang kotor, bukan esensi murni."

​Hakim arena mengangkat tangannya, lalu menjatuhkannya dengan keras. "Pertarungan Hidup-Mati, Mulai!"

​BZZZT!

​Kubah formasi transparan seketika menutup seluruh arena, mengunci mereka berdua di dalam sangkar maut.

​Tidak ingin membuang waktu, Huangpu Tian langsung meledakkan serangan pamungkasnya. Ia tidak berniat bermain-main; ia ingin menghancurkan Lin Tian dalam satu pukulan untuk menegaskan arogansi mutlak Klan Huangpu.

​"Seni Kekaisaran Bintang: Tombak Naga Emas Penelan Matahari!"

​Huangpu Tian meluncur dari udara seperti komet emas. Tombak di tangannya menyerap seluruh energi Inti Emasnya, memproyeksikan seekor naga emas sepanjang lima puluh meter yang memancarkan panas mematikan. Udara di dalam arena seketika terbakar habis, menciptakan efek vakum yang menyedot batu-batu dari lantai arena ke udara.

​Para penonton menahan napas. Tekanan dari serangan itu begitu kuat hingga membuat kubah pelindung arena bergetar.

​Menghadapi kehancuran yang menyongsongnya, Lin Tian tidak mundur atau menghindar. Ia bahkan tidak mengambil senjata dari cincinnya. Ia hanya berdiri diam dengan kedua tangan tergantung santai di sisinya.

​"Mati karena arogansimu sendiri!" seringai Huangpu Tian. Ujung tombaknya kini hanya berjarak lima meter dari dada Lin Tian.

​Lin Tian menutup matanya sesaat. Di dalam Dantiannya, Inti Pedang Kekacauan yang berwarna abu-abu baja itu berputar pelan. Untuk pertama kalinya sejak ia membentuk inti tersebut, Lin Tian melepaskan kunci Dantiannya dan membiarkan energi sejatinya mengalir keluar.

​Ia membuka matanya. Sepasang pupilnya kini berwarna perak sepenuhnya, memancarkan kehampaan alam semesta sebelum penciptaan.

​"Energi yang penuh kotoran, postur yang penuh celah," bisik Lin Tian datar.

​Ia mengangkat tangan kanannya dan hanya menjentikkan jari tengah dan telunjuknya ke depan, seolah sedang mengusir lalat yang mengganggu.

​WUUUSH!

​Tidak ada ledakan energi besar, tidak ada raungan naga. Hanya ada sebuah gelombang riak spasial berbentuk garis lurus setipis sayap jangkrik yang memancarkan warna abu-abu kusam. Ini adalah Seni Pedang Ilusi Pemutus Bayangan yang ditenagai langsung oleh Inti Pedang Kekacauan.

​Saat garis abu-abu itu bertabrakan dengan kepala naga emas raksasa milik Huangpu Tian, fenomena yang meremukkan akal sehat terjadi.

​Bilah energi yang setipis rambut itu tidak mencoba menahan naga emas tersebut. Ia menembusnya layaknya memotong selembar kertas yang basah. Energi Yang emas yang buas itu seketika terurai, didefragmentasi oleh hukum Kekacauan menjadi kepingan partikel cahaya yang tidak berbahaya dan tersebar ke udara.

​Naga emas sepanjang lima puluh meter itu terbelah menjadi dua bagian yang sangat simetris dan menghilang tanpa sisa.

​Waktu seakan berhenti. Mata Huangpu Tian membelalak hingga nyaris keluar dari rongganya. Tombak andalannya hanya menembus udara kosong. Serangan pamungkas Inti Emasnya telah dilenyapkan dengan satu jentikan jari santai.

​"A-Apa...?!"

​Akal sehat Huangpu Tian hancur total. Ia mencoba menarik tombaknya untuk bertahan, namun sebelum otot tangannya sempat berkontraksi, bayangan Lin Tian telah menghilang dari tempatnya berdiri. Kecepatan dari Tubuh Pedang Kekacauan di Tahap Inti Emas adalah sesuatu yang tidak bisa ditangkap oleh mata fana.

​Tap.

​Lin Tian muncul tepat di hadapan Huangpu Tian, yang kini sudah mendarat di lantai arena. Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. Sepasang mata perak Lin Tian menatap Huangpu Tian tanpa emosi, layaknya dewa kematian yang sedang membaca daftar korban.

​"Pertahanan spiritualmu sangat rapuh," ucap Lin Tian dengan nada analitis yang mengerikan.

​Tangan kiri Lin Tian melesat maju, mencengkeram wajah Huangpu Tian dengan kekuatan mutlak. Jari-jarinya menembus perisai Qi emas sang pangeran seolah perisai itu terbuat dari jaring laba-laba.

​"ARGHHH! L-Lepaskan!" jerit Huangpu Tian dengan histeris, melepaskan tombaknya dan mencoba memukul lengan Lin Tian dengan panik. Pukulannya yang mengandung kekuatan ribuan pon sama sekali tidak membuat lengan pemuda jubah abu-abu itu bergeser satu milimeter pun.

​"Kau membanggakan Inti Emasmu sebagai bukti superioritas," suara Lin Tian menggema dingin di dalam arena yang kini sunyi senyap. "Mari kita lihat seberapa rapuh 'superioritas' itu."

​Lin Tian mengangkat tangan kanannya, memusatkan energi abu-abu baja di ujung dua jarinya, lalu meninju lurus ke arah perut bagian bawah Huangpu Tian.

​BAM!

​Tusukan jari itu menembus kulit, otot, dan meridian Huangpu Tian. Namun pukulan fisik itu bukanlah eksekusi utamanya. Qi Kekacauan melesat dari jari Lin Tian, langsung menginvasi Dantian sang pangeran dan menghantam Inti Emasnya.

​Di bawah hukum korosif yang absolut, Inti Emas Tingkat 2 yang berkilauan itu retak. Garis-garis hitam menyebar ke seluruh permukaannya sebelum akhirnya hancur berkeping-keping menjadi serpihan debu energi.

​Jeritan Huangpu Tian terputus. Matanya mendelik ke atas. Kehilangan Inti Emas berarti kehilangan fondasi kehidupannya sebagai kultivator tingkat tinggi. Tubuhnya menua secara instan, ototnya menyusut, dan rambutnya berubah menjadi abu-abu kusam dalam hitungan detik.

​Lin Tian melepaskan cengkeramannya di wajah sang pangeran. Tubuh Huangpu Tian jatuh berdebum ke lantai arena, kejang beberapa saat sebelum napasnya berhenti untuk selamanya.

​Eksekusi yang absolut. Pembantaian tanpa drama yang tidak efisien.

​Di tribun, lebih dari seratus ribu pasang mata menatap pemandangan itu dalam kebisuan total. Utusan Klan Huangpu memuntahkan seteguk darah karena serangan jantung ringan, terjatuh dari kursinya. Tetua Jin dan para petinggi akademi berdiri mematung, keringat dingin membasahi punggung mereka.

​Seorang pemuda—yang mereka kira berada di Pendirian Yayasan Tingkat 3—baru saja membunuh Murid Inti di Tahap Inti Emas Tingkat 2 dengan satu jentikan jari dan satu tusukan santai. Skala kekuatan ini bukan lagi jenius; ini adalah anomali yang bisa mengguncang fondasi seluruh benua.

​Lin Tian tidak mempedulikan keterkejutan massa. Ia membungkuk, mengambil cincin penyimpanan Huangpu Tian, dan menendang Tombak Penakluk Naga yang merupakan artefak Bumi itu ke dalam cincinnya sebagai material untuk Dapur Lebur Kekacauannya nanti.

​Ia berjalan menghampiri pilar hakim yang masih membeku. Token hitam miliknya menempel pada formasi pengunci, menyedot seluruh 14.500 poin milik pihak yang kalah. Angka di token Lin Tian kini bersinar merah menyala: 29.000 Poin.

​"Buka kubahnya," perintah Lin Tian datar kepada hakim yang sedang gemetar.

​Kubah formasi diturunkan dengan cepat. Lin Tian berjalan keluar dari arena tanpa menoleh ke belakang, membiarkan mayat pangeran kebanggaan Ibukota itu tergeletak layaknya anjing jalanan yang mati.

​"Fase pembersihan hama selesai," kalkulasi Lin Tian dalam hati, matanya menatap menara raksasa di pusat akademi yang menjulang menembus awan. "Sekarang, dengan poin ini, Perpustakaan Hukum Kekaisaran terbuka penuh. Waktunya mencari peta ruang spasial untuk kepingan pedang Guru."

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayooooo naikkan kekuatan bantaaaaaaaiiiiii 👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe akhir nya bisa lebih kuat ada kesempatan 😄👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo terus kuat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
cerita diawal dan alur ceritanya bagus👍👍
yos helmi
💪💪💪👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪🙏
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣3🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪
yos helmi
💪💪💪💪🤣🤣🤣👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!