Pernah di khianati oleh Wanita yang dicintainya, Membuat Kaivan menutup hati pada semua wanita karena rasa traumanya.
Tapi siapa yang menyangka, Kalau dia harus terseret dalam hubungan percintaan putri majikannya. Kaivan harus diminta menggantikan sang calon pengantin pria yang merupakan asisten majikannya itu dalam sebuah pernikahan yang telah disiapkan.
"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Raisha Azzaira Pangestu.
"Aku berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan aku juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Kaivan Anugerah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya Mimpi
Waktu menunjukkan pukul 20.15 menit. Hans masih berada dirumah Ajeng karena wanita itu tadi menghubunginya. Entah ada urusan apa, Sudah tahu sendiri kan kalau Hans akan melakukan apapun demi wanita itu.
Karena rasa lelahnya karena bekerja, Tanpa terasa Hans tertidur diatas sofa. Bahkan pria itu sampai lupa jam berapa sekarang.
Dalam tidurnya Hans merasa tidak tenang. Pria itu seolah gelisah sekali.
"Raisha dan keluarganya.. Sedang apa mereka kesini.." Hans melihat ada dua mobil yang terparkir dihalaman rumahnya.
Tanpa mengulur waktu lagi, Hans langsung turun dari kendaraan roda empatnya dan melangkah masuk.
Ternyata benar disana ada Raisha dan seluruh keluarganya. Entah sedang apa mereka namun yang Hans lihat saat ini Bundanya sedang memeluk Raisha dengan menangis.
"Dek Raisha..
Semua pasang mata yang berada disana. langsung tertuju pada Hans yang baru saja pulang. Tak ada yang menyambutnya pulang, Bahkan Raisha saja bereaksi seperti biasa. Dan ini sungguh aneh, Tidak biasanya Raisha bersikap demikian.
"As.. Assalamualaikum..
"Waalaikum salam.. " Hans melangkah menyalami Papa Damian, Rayyan dan Kaivan. Kepada Mama Adiba pria itu hanya mengatupkan kedua tangannya saja.
"Darimana saja kamu.. Bunda hubungi dari tadi justru kamu matikan.." Belum juga duduk pria itu langsung mendapatkan pertanyaan dari sang Bunda.
"E.. Hans, Lagi kerumah mbak Ajeng Bun.." Jawab Hans jujur kalau pria itu sejak tadi berada dirumah Ajeng. Hans tidak peduli pada tamu yang datang. Padahal yang datang adalah orang tua Raisha.
Raut wajah Hans juga langsung berbeda. Tidak seperti biasanya. Raisha pun dibuat bertanya tanya ada apa dengan pria itu.
"Ajeng lagi? Sudah berapa kali Bunda bilang Hans.. Berhenti untuk sering-sering datang kerumahnya.. Kau tidak dengar apa yang Bunda katakan??" Hans terdiam, Ia menghela nafas panjang.
"Hans sebenarnya gak mau kesana Bun.. Tapi ada sesuatu yang membuat Hans harus kesana.." Ucap Hans menatap Raisha. Raisha yang ditatap jelas merasa heran.
"Ngapain kamu natap aku kayak gitu Mas?
"Mumpung ada semuanya disini.. Aku ingin tanya, Kamu ngomong apa aja sama Mbak Ajeng? Sampai mbak Ajeng nangis sedih gitu?" Pertanyaan dari Hans tentu saja semakin membuat Raisha tak mengerti.
"Emang aku ngomong apa?" Dengan tenang Raisha kembali bertanya.
"Dek.. Mumpung semua ada disini, Mas mau bicara agar semua keluarga kamu tahu seperti apa sifat asli kamu yang sebenarnya" Raisha hanya terkekeh. Ia yakin kalau Ajeng pasti telah bicara yang tidak-tidak pada pria itu. Dan Hans seakan percaya diri sekali mengatakan semua itu. Dihadapan keluarganya pula.
"Memangnya apa yang wanita itu katakan Hans, Sehingga kau seakan menghakimi putriku dihadapan kami semua.. " Papa Damian, Pria paruh baya itu tentu saja tidak akan tinggal diam. Putrinya dihakimi, Tentu saja dia tak terima.
"Pa.. Hans mohon agar Papa jangan bela Raisha Pa.. Raisha itu sudah keterlaluan.. Tadi siang Mbak Ajeng datang menemui nya.. Dia datang berniat baik bertemu Dek Raisha.. Tapi apa yang Raisha lakukan? Dia menghina Mbak Ajeng.. Raisha bilang kalau mbak itu wanita yang tidak benar dan murahan.. Dan Hans cuma gak nyangka aja, Ternyata dibalik hijab yang dikenakannya ada ucapan pedas yang tak sama sekali menggambarkan penampilannya.." Ucap Hans dengan menggebu-gebu. Pria itu langsung menuduh Raisha yang tidak-tidak. Padahal semua itu hanya bermodalkan ucapan Ajeng yang belum tentu benar atau tidaknya.
Papa Damian menggelengkan kepalanya. Ternyata pria yang dulu memohon padanya agar diterima lamarannya, Nyatanya pria itu sekarang menuduh putrinya yang tidak-tidak.
"Sepertinya keputusan ku datang kemari untuk membatalkan pernikahan kalian sudah sangat tepat sekali...
"Ap.. Apa??
...****************...
Hans tercengang mendengar ucapan yang keluar dari mulut Papa Damian. Hans menatap Raisha lagi, Kini tatapannya beralih pada cincin tunangan milik Raisha. Wanita itu tak lagi mengenakan cincin pertunangan mereka.
Raisha juga terlihat sangat santai seolah tidak terjadi apapun.
"Dek..
"Kenapa?
"Yang dikatakan Papa semua bohong kan? Kamu datang kesini untuk membicarakan tentang pesta pernikahan kita bukan membatalkan pernikahan kita.." Ucap Hans yang masih belum percaya dengan ucapan Papa Damian. Raisha hanya tersenyum tenang saja.
"Menurutmu? Dengan kamu menuduh aku dan lebih percaya dengan ucapan kakak ipar kamu itu aku masih mau nikah dan jadi istri kamu?" Raisha maju satu langkah membuat Hans mundur.
"Dengar ya Hans.. Sejak kamu lebih mementingkan Mbak Ajeng dan bocah itu dan sejak saat itulah rencana membatalkan pernikahan itu aku susun.. Yang pertama, Aku gak mau jadi istri kamu kalau kiranya aku kamu abaikan terus. Aku gak mau, Saat aku dirumah nunggu kamu pulang kamu malah betah dirumah wanita itu. Dan yang kedua, Aku gak mau punya suami yang dihatinya ada dua wanita. Aku mau jadi istri satu-satunya di hati suami aku.. Bukan jadi salah satunya.. Dan yang ketiga! Aku gak mau sama pria bekas seperti kamu...
"Apa maksud kamu?
"Maksudku.." Raisha meraih benda pipihnya kemudian memperlihatkan video panasnya dengan ajeng.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jika tadi Hans terkejut, Kini pria itu lebih terkejut lagi. Dia ingat, Dalam video itu adalah dirinya dan ajeng.
"Dek...
"Kenapa?
"Darimana kamu dapat video itu?
"Menurut kamu? Gak penting aku dapat video itu Darimana.. Yang jelas mas.. Aku mau pernikahan kita batal..
"Dek.. Aku dan Mbak Ajeng itu gak ada hubungan apapun.. Kita hanya sebatas ipar saja.." Rayyan maju merasa kesal dengan pria ini.
"Apa katamu tadi? hanya sebatas? Dasar pria murah!
Bugh!
"Dengar ya Hans! Kau dan wanita tidak tahu malu itu sudah melakukan Zina! Kau pikir adikku masih mau dengan pria semacam mu itu?? Mikir!!" Rayyan sangat murka. Memang kakak mana yang rela membiarkan adiknya menikah dengan pria badjingan.
"Okey.. Aku mengaku salah.." Hans akhirnya mengakui kesalahannya. Pria itu menatap Raisha yang enggan menatapnya.
"Dek dengarkan aku.. Malam itu memang aku.. Tapi aku tidak ada niatan.. Aku khilaf Dek.. Mbak ajeng yang godain aku..
Bugh!
Satu pukulan kembali Hans dapatkan dari Rayyan.
"Apa iman mu hanya setipis itu? Baru digoda segitu saja kau sudah luluh. Itu bukan Khilaf, Tapi kaunya saja yang mau..
Hans menggelengkan kepalanya, Dia tak mau pernikahan ini batal..Dia sangat mencintai Raisha demi apapun.
"Dek, Dengarkan Mas dulu.. Mas akan lakukan apapun asal kamu tarik kembali ucapannu itu.. Mas gak mau pernikahan kita batal..
"Keputusanku sudsh bulat Mas.. Pernikahan kita batal dan aku gak mau lagi sama kamu, Ngerti! Urus aja kakak ipar kesayanganmu itu.. Jangan pedulikan aku lagi.."
"Lebih baik kita pergi, Urusan kita sudah selesai..." Ucap Papa Damian mengajak seluruh keluarganya untuk pulang. Lagipula apalagi yang perlu dibahas. Toh semua sudah selesai, Kedatangannya kesini ternyata tak hanya membahas tentang pembatalan pernikahan tapi juga membuka sifat Hans yang sebenarnya.
•
•
•
TBC