"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34(RRM)
"Kamu bawa dokumen ini dan cek kembali semua data itu apa sudah benar-benar tuan Santo siapkan dan satu hal lagi, untuk pertemuan selanjutnya tuan Santo harus datang langsung menemui ku." Perintah Angel yang ingin secepatnya semuanya selesai tanpa menunda waktu lagi.
"Baik Nona akan saya sampaikan." Jawab Milano yang masih saja melirik kearah Andra yang nampak tenang duduk.
Setelah Milano keluar dari ruang kerja Angel,Andra diam-diam penasaran dengan pria itu.
"Dia siapa?" Tanya Andra yang diam-diam ingin tahu siapa pria yang dekat dengan Angel.
"Dia Milano asisten pribadiku,segala pekerjaan dia juga ikut membantuku.Ada apa kamu bertanya?" Tanya Angel yang mulai mencium bau cemburu.
"Tidak ada apa-apa." Andra yang dia diam-diam sedikit cemburu dengan pria itu.
"Pasti dia berpikir hal yang lain." Batin Angel yang bisa menebak jika Andra pasti memikirkan hal lain.
Angel melihat jam tangannya," Sudah waktunya." Gumam Angel yang akhirnya berdiri dari tempat duduknya.
"Aku akan pergi sekarang." Pamit Angel yang terlihat sudah siap.
Andra pun juga berdiri dari tempat duduknya,Andra menahan tangan Angel,"Apa nanti malam kita bisa bertemu lagi?" Tanya Andra yang merasa kurang waktunya bersama Angel.
Angel menatap wajah Andra,"Baiklah,nanti malam Milano akan menjemputmu." Mendengar jawaban itu Ekspresi Andra seketika sedikit tersenyum.
Pada akhirnya Andra keluar dari ruangan itu bersamaan Angel saat itu sama-sama juga akan pergi menuju ruang rapat di jam itu.
Angel berdiri terdiam melihat Andra yang saat itu pergi dari tempat itu."Pada akhirnya dia mengetahui semuanya." batin Angel yang akhirnya dirinya jujur tentang identitas dirinya sendiri.
Angel bergegas keruang rapat yang akan dimulai beberapa menit lagi,dari belakang ada Milano yang diam-diam sudah mempersiapkan itu semuanya.
Setelah rapat selesai,Angel segera memberikan perintah pada Asistennya,"Baik Nona." jawab Milano yang mengerti tugas apa yang harus dia lakukan.
Setelah Angel kembali ke ruang tempat kerjanya, tanpa ia sadari Milano melirik ke arah Nonanya." Sepertinya Apa tebakanku memang benar adanya, jika Nona memang memiliki hubungan istimewa dengan pria itu."Batin Milano yang menilai Nonanya lebih tenang.
Malam hari
Terlihat di posisi Andra berada diluar teras berbincang bersama Doni,"Pantas saja aku cari ternyata kamu pergi kesana." Jawab Doni yang baru mengetahui jika Andra diperintahkan oleh boss mereka untuk mengantarkan dokumen itu.
"Aku hanya mengikuti perintah saja." Jawab Andra yang hanya mengikuti perintah atasannya.
"Lalu bagaimana kamu kesana,aku dengar perusahaan itu sangat besar dan digadang-gadang perusahaan paling besar hingga memiliki kantor cabang diluar negeri." Andra hanya menganggukkan kepala,ia tahu kebenaran dari pemilik perusahaan itu.Ia lebih memilih tutup mulut dan tak ingin membocorkan tentang rahasia kekasihnya itu.
Tiba-tiba saja dari arah pintu gerbang berdirilah seorang pria yang menatap kearah Andra.
"Tuan Andra." Seketika Andra berdiri dan mendekati pria itu.Andra masih ingat betul jika pria itu adalah asisten pribadi dari Angel.
"Iya." Jawab Andra yang segera mendekati Milano.
"Silakan Anda ikut saya." Ucap Milano yang mempersilakan Andra untuk pergi bersamanya.Andra langsung pergi mengikuti Milano yang dimana di ujung jalan sana ada mobil yang berhenti yang sempat menjemput Andra.
Sedangkan di posisi Doni, ia terlihat kebingungan dengan siapa Andra keluar,"Siapa laki-laki yang menjemput Andra." Batin Doni yang begitu penasaran dengan pria itu.
Milano langsung membuka pintu mobil dan mempersilakan Andra untuk masuk ke dalam mobil, yang di mana arah tujuan mereka berada di lokasi pertemuan Andra dengan Angel.
Diam-diam Andra tertegun dengan mobil yang dia naiki, mobil itu terlihat begitu mewah mobil itu adalah Rolls-Royce yang seumur hidupnya baru pertama kali ini ia menaiki mobil super mewah.
Andra duduk terdiam sembari melirik didepan,"Ada sesuatu yang saya bantu tuan?" Tanya Milano yang sedari tadi merasa dirinya terus dilirik oleh pria di belakangnya.
"Tidak ada apa-apa."jawab Andra yang mulai menutupi rasa penasarannya kepada pria yang di depannya.
Pandangan Andra beralih ke arah jendela mobil, akhirnya mereka berdua sampai di depan gerbang yang menjulang tinggi yang saat itu ada dua orang pria berbadan kekar membuka pintu gerbang itu.
Mobil mereka pun masuk yang langsung disambut dengan pemandangan taman yang begitu luas dengan Mansion yang berdiri mewah.
"Itu...."
"Ini adalah kediaman Nona Angel."seketika Andra terdiam dengan kedua matanya melotot tak percaya apa yang dia lihat.
Andra menghela nafas pelan-pelan,"Anda tidak sedang bercanda kan?"tanya lagi Andra yang masih bertanya perihal apa yang dia tanyakan barusan.
"Untuk apa saya bohong, ini memang kediaman Nona Angel. Nona Angel sudah menunggu Anda di belakang."Andra mulai menetralkan pikirannya dan mencoba berpikir dengan tenang.
"Sepertinya aku harus siap."batin Andra, yang mulai gugup untuk bertemu dengan Angel. Yang awalnya dia hanya menganggapnya dari orang biasa ternyata salah besar.Ternyata kekasihnya itu adalah CEO dari perusahaan terkenal.
Andra Langsung masuk ke pintu utama mansion,tepat disamping pintu berdiri penjaga dua pria dengan badan kekar yang langsung melayani tamu.
"Silakan masuk." Andra yang melihatnya hanya tertegun melihat dua pria berbadan kekar seperti preman berdiri menyambut kedatangan Andra.
Andra sempat sedikit melirik ke arah mereka dengan pandangan kebingungan,"Apa memang rumah ini selalu dijaga oleh pria seperti itu, benar-benar menyeramkan." Batin Andra yang baru lihat rumah semewah ini dijaga sangat ketat orang seperti itu.
Andra melirik kanan kiri melihat situasi di malam itu, tiba-tiba saja ada pelayan yang langsung menghampiri Andra.
"Selamat datang tuan, mari saya antarkan ke ruang belakang."ucap pelayan itu yang langsung menuntun ke arah belakang, yang di mana ada sebuah ruangan full kaca menghadap kolam renang.
Andra pun bisa melihat keberadaan Angel yang saat itu berada di ruangan itu,"Mari silakan masuk tuan."pelayan itu mempersilahkan Andra untuk masuk.
Angel pun melirik ke arah Andra yang baru saja datang,"Akhirnya dia datang juga." batin Angel yang langsung terdiri dari tempat duduknya.
"Silakan duduk." Angel mempersilahkan Andre duduk di sofa di dekat jendela.
"Aku tak menyangka jika Ini rumahmu."Andra masih tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Mansion ini milik pribadiku,sedangkan Mansion utama di tempati keluargaku." Jawab Angel yang langsung menjelaskan hal itu pada Andra.
Tiba-tiba saja datanglah pelayan yang langsung memberikan secangkir minuman untuk tamu mereka.
Andra hanya terdiam dan melirik kearah Angel yang sedari tadi diam.